cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 310 Documents
Etos Profesionalisme Kerja Para Nabi dalam Al Quran Subhan Nur
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i1.15

Abstract

The Prophets and The Apostle were Allah’s human noble. In addition to do the preaching activities the prophets and apostle did economic activity such as trade, farm, woven, and others. The economic activity aims to become a role model and learn in implementing the 5 values of work ethic professionalism among others: integrity, commitment, innovation, example, and spirituality. Al Qur'an has described the work ethic in stark portraits of The Prophets that we should follow as a guide. The Prophets and Apostles have taught that humans are creatures of bio-psychosocial and spiritual. Because that's the work ethic, being mandatory the presence for the nation success. Nabi dan rasul adalah manusia mulia di sisi Allah SWT. Selain melakukan aktivitas dakwah, para nabi dan rasul melakukan aktivitas ekonomi seperti berniaga, berternak, bertenun, dan lain sebagainya. Aktivitas ekonomi tersebut bertujuan agar menjadi teladan dan pelajaran dalam menerapkan 5 nilai etos profesionalisme kerja antara lain: Integritas, komitmen, inovasi, keteladanan, dan spiritualitas. Al-Qur’an telah menggambarkan secara gamblang potret etos kerja para Nabi yang patut kita tiru sebagai pedoman. Para nabi dan rasul telah mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk bio-psikososial dan spiritual. Karena itulah, etos kerja menjadi wajib adanya bagi kesuksesan sebuah bangsa.
Ekspektasi Hukum Promosi Jabatan untuk Perempuan Menjadi Penghulu dan Kepala KUA:: Studi Kasus di Kota Serang Muhammad Ishom
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i1.16

Abstract

in Serang city of Banten there are fifteen women civil state apparatus who work in office of Religious Affairs (KUA). They worked in the office for many years but did not get the right to be promoted as penghulu or head office. The reason why women should not be penghulu or head office is the law and legislation norm, especially unauthorized women become marriage guardians (wali hakim). Whereas at Hanafiyah Mazhab there is an opinion that allows women to take the judge position. This article describes the women law possibility to be become penghulu or head oofice at KUA, legally and normatively Ada lima belas ASN (aparatur sipil negara) perempuan yang telah lama bertugas di KUA Kecamatan se-Kota Serang akan tetapi tidak ada yang dipromosikan menjabat menjadi penghulu maupun kepala kantor KUA. Di antara alasan mereka tidak berhak menjadi pejabat pencatat nikah adalah karena salah satu tugas yang melekat pada jabatan itu terdapat wali hakim yang didominasi laki-laki. Padahal dalam mazhab Hanafi ada pendapat yang membolehkan perempuan menduduki jabatan hakim. Dalam tulisan ini dijelaskan kemungkinan hukum perempuan menjadi penghulu maupun kepala KUA menurut hukum dan ketentuan normatif.
Penerapan Hukum Keluarga Muslim di Asia Tenggara: Sebuah Perbandingan Ahmad Khoirul Anam
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i1.17

Abstract

Family law applied in a country shows how the religion position in the legal system and government in the country. Marriage and its intricacies are state affairs, as well as religious affairs. So the issue of family law is almost always a land of contention for the state and religion. The following article will compare the Muslim family law application in countries in Southeast Asia, the most populous Muslim region in the world. How is the Islamic law application in Muslim-majority countries such as Indonesia, Malaysia and Brunei Darussalam? How is the Muslim family law application in Muslim countries such as Singapore, the Philippines and Thailand, and the fate of the Muslim community in the Indo-China region: Myanmar, Vietnam, Cambodia and Laos. The condition of the "Islamic center" in the Middle East is being plagued by armed conflict, allowing the world to turn its attention to the Southeast Asian region. Hukum keluarga yang diterapkan di suatu negara menunjukkan bagaimana posisi agama dalam sistem hukum dan pemerintahan di negara tersebut. Perkawinan dan seluk-beluknya adalah urusan negara, sekaligus urusan agama. Maka persoalan hukum keluarga hampir selalu menjadi lahan rebutan bagi negara dan agama. Artikel berikut ini akan membandingkan penerapan hukum keluarga Muslim di negara-negara di Asia Tenggara, kawasan berpenduduk Muslim yang sangat besar di dunia. Bagaimana penerapan hukum Islam di negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam? Bagaimana penerapan hukum keluarga Muslim di negara-negara berpenduduk minoritas muslim seperti Singapura, Filipina dan Thailand, serta bagaimana nasib komunitas Muslim di kawasan Indo-China: Myanmar, Vietnam, Kamboja dan Laos. Kondisi “pusat Islam” di Timur Tengah yang sedang dirundung konflik bersenjata, memungkinkan dunia mengalihkan perhatian ke kawasan Asia Tenggara.
Konsep Pra-Nikah Dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik Ahmad Arifuz Zaki
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i1.18

Abstract

The high rate of divorce in Indonesia one of them is caused by the lack of knowledge possessed by the community related to how to choose a good and ideal partner. This study aims to explore more deeply related to the criteria of the ideal partner in accordance with the Qur'an. This research is a qualitative research that is literature (library research). Source of data used is primary and secondary source. The primary sources are from al-Qur'an and secondary sources derived from the Shofwah at-Tafsir by Ali al-Shabuni, Tafsir al-Mizan by Al-Thaba'thaba'i, Tafsir al-Sya'rawi by al- Sya'rawi, Tafsir al-Azhar by Hamka and Tafsir al-Misbah by Quraish Shihab. The results of this study found that the criterias of choosing a good partner is a same faithful, opposite type, not mahram, good personality, has the nature of responsibility and have a vision in getting a marriage Tingginya angka perceraian di Indonesia salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat terkait bagaimana cara memilih pasangan yang baik dan ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait kriteria-kriteria pasangan yang ideal sesuai dengan al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Sumber primer berasal dari al-qura’an dan sumber sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Shofwat at-Tafsir karya Ali al-Shobuni, Tafsir al-Mizan karya Al-Thaba’thaba’i, Tafsir al-Sya’rowi karya al-Sya’rowi, Tafsir al-Azhar karya Hamka dan Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kriteria memilih pasangan yang baik yaitu seiman, berlawanan jenis, bukan mahram, berkepribadian baik, memiliki sifat tanggung jawab dan memiliki visi dalam menjalani sebuah pernikahan
Orientasi Konservasi Lingkungan dalam Ekologi Islam Ulya Fikriyati
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.19

Abstract

As a perfect religion, Islam also has a concept on the environmental conservation orientation. This article attempts to formulate an environmental conservation orientation in Islamic ecology through an analysis on the hadist of trees. This analysis results of the hadist meaning and content that critiqued the anthropocentric, biocentric, and ecotheocentric orientations known in conventional ecological studies. This is because the Islamic teachings integrality that coheres human mandate as khalīfah fī al-arḍ with ecological responsibility as a tauhid manifestation, therefore, Islamic ecological orientation can not only be expressed as an anthropocentric, biocentric or ecotheocentric orientation only, but also they are oriented antro-ecotheocentric, that is the modification and adaptation form between biocentric and biocentric orientation ecotheocentris simultaneously. Sebagai agama penyempurna, Islam juga memiliki konsep tentang orientasi konservasi lingkungan. Artikel ini berupaya untuk merumuskan orientasi konservasi lingkungan dalam ekologi Islam melalui analisis terhadap hadis-hadis tentang pepohonan. Hasil analisis terhadap makna dan kandungan hadis-hadis tersebut mengkritisi orientasi antroposentris, biosentris, dan juga ecotheosentris yang dikenal dalam kajian ekologi konvensional. Hal tersebut dikarenakan integralitas ajaran Islam yang mengkoherenkan amanat manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ dengan tanggung jawab ekologis sebagai bentuk manifestasi dari ketauhidan, karenanya, orientasi ekologi Islam tidak bisa hanya diungkapkan sebagai orientasi antroposentris, biosentris atau ecotheosentris saja, akan tetapi, ekologi Islam menggabungkan ketiganya, sehingga berorientasi antro-ecotheosentris, yaitu bentuk modifikasi dan adaptasi antara orientasi antroposentris biosentris dan ecotheosentris secara bersamaan.
Perspektif Al-Quran dan Injil Tentang Kecerdasan Naturalis Nur Arfiyah Febriani
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.20

Abstract

Naturalist intelligence carried by Holy Quran and Injil synergizes human spiritual dimention for the God as the center. With the faith to the God and His teaching the human hope to be able to reconstruct the anthropocentric paradigm and finally it can influence the interaction pattern in harmony with the environment (Max Weber, 197). Naturalist intelligence can be understood in the meaning, the people ability in understanding and loving the environment by taking care its sustainability as the responsibility and worship for the God (read Allah SWT in Holy Quran), as the individual creatures, social, and spiritual (Febriani, 2013). Kecerdasan naturalis yang diusung kitab al-Quran dan Injil mensinergikan dimensi spiritual manusia kepada Tuhan sebagai centernya. Dengan ketaatan pada Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya manusia diharapkan dapat merekonstruksi paradigma antroposentris yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola interaksi yang harmonis dengan lingkungan (Max Weber, 1978). Kecerdasan naturalis dapat dipahami dalam arti, kemampuan seseorang dalam memahami dan mencintai lingkungan dengan senantiasa menjaga kelestariannya sebagai bentuk tanggung jawab dan ibadah kepada Tuhan (baca: Allah SWT dalam al-Quran), baik sebagai makhluk individu, sosial dan spiritual (Febriani, 2013).
Rekonstruksi Penafsiran Ayat Amtsâl Tentang Tumbuhan dalam Membangun Karakter Individu : Studi Pemikiran Ibn ‘Âsyûr Di Tafsir al-Tahrîr Wa al-Tanwîr Angga Marzuki; Muhammad Khoirul Anwar
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.22

Abstract

This study concludes that using the interpretation of Ibn IbnAshur against the amtsâl verse about plants in the al-Qur’an has implications for the formation of competent individual characters and faithful as believer. The source of this research data is the interpretation of Ibn ‘Âshûr to the plant amstal which he exposed in al-Tahrîr wa al-Tanwîr supported by the interpretations that perfomed amtsâl and the study of other disciplines and besides the author enriched this research by referring to other sources of some books, journals , articles, and other scientific papers related to the theme of this study. This study is a qualitative research, as for data collection, the author pursues a literature study technique. The nature of this research is descriptive-analysis, the research that seeks to provide an overview as well as explore in depth the views and approach of Ibn ‘Âshûr in assessing the amtsâl al-Qur’an related plants, the author also took a comparative step. Studi ini menyimpulkan dengan menggunakan penafsiran Ibn ‘Âsyûr terhadap ayat amtsâl tentang tumbuhan dalam al-Qur’an memiliki implikasi terhadap pembentukan karekater individu yang kompeten dan tetap menjadi hamba yang taat. Sumber data penelitian ini adalah penafsiran Ibn IbnAshur terhadapat amstal tumbuhan yang dipaparkannya pada al-Tahrîr wa al-Tanwîr didukung oleh dengan penafsiran-penafsiran yang mengeloborasi amtsâl dan kajian disiplin ilmu lain dan selain itu penulis pun memperkaya penelitian ini dengan merujuk pada sumber lain dari beberapa buku, jurnal, artikel, dan karya tulis ilmiah lain yang berkaitan dengan tema studi ini. Studi ini adalah penelitian kualitatif, adapun dalam pengumpulan data, penulis menempuh teknik studi literatur. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analisis, yaitu penelitian yang berusaha untuk memberikan gambaran sekaligus mengeksplorasi secara mendalam pandangan dan pendekatan Ibn IbnAshur dalam mengkaji amtsâl al-Qur’an terkait tumbuhan, penulis juga menempuh langkah komparatif.
Gerakan Banten Bebersih dalam Perspektif Dakwah Ekologi Uup Gufron
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.23

Abstract

This research is intended to find out the description of the ecological da’wah implemented in the Cleaning Banten Movement 2017 programs. This answers the question of how the activity implementation and whether the activity implements the ecological da’wah principles. This research is qualitative descriptive by conducting interviews on the informans who are directly involved in the da’wah ecology activities as well as its object and field survey. This study found the conclusion that the activity contains the ecological da’wah principles as the principle (1) al-intifa; (2) al-i'tibar; (3) al-ishlah; (4) al-tauhid; (5) al-ayat; (6) al-khalifah; (7) al-amanah; (8) al-'adalah; (9) al-tawazun; (10) al-riayah dun al-israf; and (11) al-tahdits wa al-istikhlaf, but the activity still has many shortcomings and weaknesses in its implementation and follow-up. This because the factor is still a little bit of public awareness and inadequate of following-up these activities program. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang dakwah ekologi yang terimplementasi dalam program Gerakan Banten Bebersih 2017. Hal ini untuk menjawab pertanyaan bagaimana pelaksanaan kegiatan tersebut dan apakah kegiatan tersebut mengimplementasikan prinsip-prinsip dalam dakwah ekologi. Penelitian ini bersifat deskriprif kualitatif dengan melakukan wawancara pada pelaku yang terlibat langsung dalam kegiatan dakwah ekologi tersebut maupun objeknya serta survey lapangan. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa kegiatan tersebut mengandung prinsip-prinsip dakwah ekologi seperti prinsip (1) al-intifa; (2) al-i’tibar; (3) al-ishlah; (4) al-tauhid; (5) al-ayat; (6) al-khalifah; (7) al-amanah; (8) al-‘adalah; (9) al-tawazun; (10) al-riayah dun al-israf; dan (11) al-tahdits wa al-istikhlaf, namun kegiatan tersebut masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan dalam implementasi dan tindaklanjutnya. Hal ini disebabkan karena faktor masih minimkan kesadaran masyarakat dan tidak memadainya program lanjutan dari kegiatan tersebut.
Etika Perkotaan Ali Romdhoni
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.25

Abstract

The imagination city of Indonesian society is believed to give a better life. The word 'city' has also become a symbol of the ideal conditions in people’s lives. The person who has succeeded in becoming a city is called a successful person, his social status is also considered higher. Finally, there are many people who want to move to the city. On the other hand, the city has also eliminated the noble values, knowledge and culture of the Indonesian nation. Tolerance, courtesy, care and wisdom in the village have been lost in the city. Urban environment has killed the personality of Indonesian society. This paper wants to offer the values that must be considered in building the city, so that the city still provide a sense of comfort and security for the inhabitants. Both children, adults, and parents. Kota dalam imajinasi masyarakat Indonesia diyakini bisa memberi kehidupan yang lebih baik. Kata 'kota' juga telah menjadi simbol atas kondisi yang ideal dalam kehidupan masyarakat. Orang yang telah berhasil menjadi warga kota disebut sebagai orang yang sukses, status sosial-nya juga dianggap lebih tinggi. Akhirnya, ada banyak orang yang ingin berpindah ke kota. Di sisi lain, kota juga telah menghilangkan nilai-nilai luhur, pengetahuan dan budaya bangsa Indonesia. Toleransi, sopan santun, kepedulian dan kebijaksanaan yang ada di desa telah hilang di kota. Lingkungan perkotaan telah membunuh kepribadian masyarakat Indonesia. Penelitian ini ingin menawarkan nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam membangun kota, agar kota tetap memberi rasa nyaman dan aman bagi penghuninya. Baik anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua.
Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis Cut N. Ummu Athiyah
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.26

Abstract

Environment damage is becoming a concern in all countries now. The damage is doomed to the destruction of some forests, global warming, and natural disasters. Long time ago, before the issues, Rasulullah SAW had given warning to human to keep the environment. This can be seen in a number of hadits regarding the environment preservation. This study aims to inventory how many traditions relate to the environment. This study is qualitative with literature study. From the results of the study through several books, among shahih Bukhori, Muslim, Tirmizi, Ahmadibn Hambal, successfully collected 50 traditions related to the environment. Kerusakan lingkungan hidup saat ini menjadi perhatian di seluruh negara. Kerusakan tersebut berdapak pada musnahnya sebagian hutan, pemanasan global, dan bencana alam. Jauh sebelum persoalan ligkungan hidup ini mengemuka, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan pada ummat manusia untuk menjaga lingkungannya. Hal ini dapat dilihat dalam sejumlah hadis yang berkenaan dengan menjaga lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk menginventarisasi berapa banyak hadis-hadis yang berkenaan tentang lingkungan hidup. Kajian ini bersifat kualitatif dengan studi kepustakaan. Dari hasil kajian melalui beberapa kitab, diantaranya shahih Bukhori, Muslim,Tirmizi, Ahmad ibn Hambal, berhasil dikumpulkan 50 hadis yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 7 No. 2 (2014): Jurnal Bimas Islam More Issue