cover
Contact Name
Cut Nuzlia
Contact Email
cutnuzlia@gmail.com
Phone
+6285260203678
Journal Mail Official
amina@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry Jalan Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Amina
ISSN : 26850001     EISSN : 26849976     DOI : -
Amina, Ar-Raniry Chemistry Journal, is an open access and peer-reviewed journal that issues articles, both original research articles type and review articles or short communication type, in all scopes of chemistry (organic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, biochemistry, teoritical and computational chemistry) as well as applied chemistry (educational chemistry, pharmacy, and chemical engineering). This journal accept manuscript written in both Bahasa Indonesia and English (British or American Style but no a mixture of both styles). Amina publishes three issues annually (April, August, and December).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2021): August 2021" : 7 Documents clear
PENENTUAN KANDUNGAN NITRIT, BESI, KROMIUM, DAN KEKERUHAN DALAM AIR BERSIH KAPAL Ade Wahida Paradila; Bhayu Gita Bhernama; Yuli Fitriana
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.1996

Abstract

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air, sehingga pengadaan air bersih harus memenuhi standar mutu kualitasnya. Air bersih kapal pada umumnya didapatkan dari pengisian air tawar di pelabuhan pada saat kapal berhenti di pelabuhan. Pengujian ini perlu dilakukan karena sumber air bersih yang didapatkan kapal dipelabuhan tidak diketahui sumber airnya. Parameter fisika dan kimia yang dilakukan pengujian terhadap 5 sampel air bersih kapal (KP1; KP2; KP3; KP4; KP5) yaitu pada senyawa nitrit, logam besi, ion kromium, dan kekeruhan. Pengujian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan alat spektrofotometer SpectroDirect Lovibond. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengujian kromium tidak memenuhi syarat baku mutu air bersih yang layak digunakan yaitu pada kapal KP 5 diperoleh kadar kromium sebesar 0,11 mg/L akan tetapi pada pengujian kekeruhan, nitrit dan besi memenuhi Standar mutu Permenkes nomor 32 tahun 2017 (mg/L) .
ANALISIS KADAR AIR DAN KADAR ABU PADA TEH HITAM YANG DIJUAL DI PASARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI Yuka Ulul Fikriyah; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2000

Abstract

Teh merupakan minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camelia sinensis. Kadar air dan kadar abu merupakan karakteristik yang sangat penting pada bahan pangan, karena dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, cita rasa dan kandungan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah teh hitam yang dijual di pasaran memiliki kadar air dan kadar abu yang memenuhi standar mutu. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh (berdasarkan jumlah terbesar hingga terkecil) jumlah kadar air yaitu untuk sampel TB, TBM, TCP, TCC, TSW, dan TG sebanyak 7,632%, 7,539%, 7,156%, 7,150%, 7,141%, dan 6,213%. Sedangkan jumlah kadar abu yang didapat untuk sampel TBM, TCC, TB, TSW, TG, dan TCP diperoleh sebanyak 5,898%, 5,836%, 5,805%, 5,759%, 5,748%, dan 5,287%. Maka dari data yang diperoleh kadar air dan kadar abu pada teh hitam telah sesuai dengan standar mutu SNI 3753:2014
PENENTUAN FLASH POINT, DENSITAS DAN WARNA BIOSOLAR (B30) TOO7 FT SABANG DAN SPBU CV. TOSAKA ABADI SABANG MENGGUNAKAN METODE ASTM D-93 Muhammad Ridwan Harahap; Rahmat Abrasyi; Vander Hens Lumban Tobing
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2001

Abstract

Biosolar merupakan kombinasi bahan bakar minyak bumi dengan bahan bakar yang berasal dari tumbuhan. Kombinasi ini berfungsi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Perlu dilakukan pengujian terhadap kombinasi ini dengan tujuan adalah untuk mengetahui kualitas biosolar (B30) dengan analisis titik nyala (flash point), densitas dan warna biosolar (B30). Sampel biosolar yang digunakan berasal dari SPBU dan PT. Pertamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar biosolar (B30) bahan tersebut memiliki flash point sebesar 52 oC. Sedangkan densitasnya pada batas minimal 0,800 Kg/m3 dan warna yang diperoleh warna kuning.
ANALISIS AIR BOILER DENGAN PARAMETER pH, ALKALINITAS, TDS, HARDNESS DAN SILIKA DI PT. BEURATA SUBUR PERSADA Husnawati; Bhayu Gita Bhernama; Tarmizi
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2002

Abstract

Sebuah industri khususnya Pabrik Kelapa Sawit sangat membutuhkan air. Pada pabrik kelapa sawit air dibutuhkan untuk proses pengolahan serta untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan uap dari boiler. Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk steam. Sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dijaga dan dikelola dengan sangat baik. Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Air yang akan digunakan sebagai air umpan boiler adalah air yang tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang dapat membentuk kerak dan yang dapat menyebabkan korosi terhadap boiler. Dengan demikian untuk mencegah hal tersebut air sangat perlu diolah sebelum digunakan pada boiler. Untuk meyakinkan tidak ada zat terlarut yang terbawa dalam uap maka perlu dilakukan nya monitoring pada air boiler. Oleh karena itu perlu diperhatikan kualitas air dengan menjaga parameter nya agar memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, salah satunya yaitu parameter pH, Alkalinitas, Hardness, TDS dan Silika. Berdasarkan hasil penelitian didapat parameter pH, Alkalinitas, TDS, Hardness dan Silika pada air boiler di PT. Beurata Subur Persada sudah memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, tetapi pada tanggal 18 januari parameter silika melebihi standar yang ditetapkan yaitu 187,5 ppm.
ANALISIS KADAR AMMONIA, ALUMINIUM, FLUORIDA DAN KROMIUM DALAM PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM Noradhimah
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2003

Abstract

Air minum menurut Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan secara fisika, mikrobiologi, kimia, dan radioaktif. Parameter kimia yang akan diuji pada air minum yaitu kadar ammonia, aluminium, flourida dan kromium. Apabila kadar ammonia, aluminium, flourida dan kromium tinggi dalam air minum maka dapat membahayakan kesehatan seperti, kerusakan ginjal, malfungsi otak, kerusakan paru-paru ataupun karies gigi. Penentuan kadar ammonia dan kromium dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer lovibond SpectroDirect dan penentuan kadar aluminium dan flourida dilakukan dengan menggunakan alat fotometer portable ZE-200. Sampel yang digunakan berasal dari 6 kelompok kerja masyarakat (KKM 1, KKM 2, KKM 3, KKM 4, KKM 5 dan KKM 6). Dari hasil analisis diperoleh bahwa sampel yang memenuhi syarat standar peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/ Per/IV/2010 tentang kualitas air minum adalah sampel dari KKM 2. Sedangkan untuk KKM 1, KKM 3, KKM 4, KKM 5 dan KKM 6 tidak memenuhi syarat standar peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/ Per/IV/2010 tentang kualitas air minum.
IMOBILISASI SULFIDA PADA BATU APUNG YANG TERLAPISI KITOSAN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BESI (Fe) TERLARUT Muhammad Ridwan Harahap; Khairun Nisah; Qismullah
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2004

Abstract

Penelitian tentang pengaruh sulfida pada batu apung yang terlapisi kitosan sebagai adsorben logam besi (Fe) terlarut telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya serap sulfida sebagai adsorben menggunakan metode adsorpsi. Metode yang dilakukan yaitu kombinasi penyalutan batu apung terlapisi kitosan dengan variasi konsentrasi natrium sulfida 1 M; 3 M dan 5 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh daya serap sulfida pada batu apung yang dilapisi kitosan memiliki kemampuan untuk menyerap logam Fe terlarut, namun penyerapan optimum ditunjukkan pada konsentrasi natrium sulfida 5 M dengan persentase efesiensi adsorpsi sebesar 97% dan kapasitas adsorpsi sebesar 0,1320 mg/g.
ANALISIS PROSES PENGHITUNGAN OIL LOSSES PADA FIBRE CYCLONE Muhammad Ridwan Harahap; Sahri Agustiar; Taria Adila
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2005

Abstract

Oil losses pada industri pengolahan minyak kelapa sawit menjadi perhatian khusus. Adapun tujuan dari praktek kerja lapangan ini yaitu untuk menentukan losses (kehilangan) pada fibre cyclone di PMKS PT.Sisirau Aceh Tamiang. Faktor-faktor penyebab tingginya tingkat kehilangan minyak (oil losses) adalah faktor mesin. Dari segi bahan baku melakukan panen buah kelapa sawit tepat pada waktunya agar memaksimalkan hasil produksi, memperhatikan pemotongan tangkai buah. Sedangkan pada segi metode selalu melaksanakan kegiatan produksi sesuai dengan SOP yang telah di tetapkan perusahaan. Pada Proses analisis ini diharapkan perusahaan tekait dapat melakukan beberapa kali pengulangan, agar data yang di proleh lebih akurat dan valid, sehingga dapat menurunkan tingkat kesalahan dalam proses analisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7