cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PERENCANAAN MESIN PENCETAK PELET IKAN KAPASITAS 100 KG/JAM sigit prismatul hudha
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.258 KB)

Abstract

Pembudidayaan ikan di Indonesia adalah kegiatan yang terus menerus mendapat perhatian dari pemerintah supaya produktifitas perikanan semakin meningkat, salah satunya dengan meningkatkan pakan ikan. Pakan ikan (pellet) merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi perikanan agar dapat menghasilkan kualitass yang maksimal.Pengembangan budidaya ikan harus di ikuti demgam pakan yang berkualitas,pakan ikan sejenis pellet menjadi pilhan petani. Pellet ikan adalah pakan ikan yang di cetak dalam bentuk butiran kecil yang terdiri dari bahan hewani dan nabati, sebagai pengganti makanan di habitatnya. Makanan pengganti tersebut harus dipenuhi ambang batas minimalnya agar ikan dapat berkembang dan tumbuh dengan baik                 ( Nurihal et al. 2018)Untuk mengatasi masaalah diatas alat ini direncanakan supaya bisa membuat pakan ikan yag berkualitas dengan menggunakan bahan tepung tapioca, tepung kedelai, tepung jagung, dedak halus, minyak ikan dan mineral. Dari hasil perencanaan alat diperoleh perencanaan mesin pencetak pellet ikan kapasitas 100 kg/jam dan memiliki spesifikasi komponen-komponen yaitu motor listrik 1Hp dengan putaran 1400 rpm, puli motor dan puli screw 75 mm, bearing yang digunakan yaitu bearing single row, grove ball series 6200 dengan nomor bearing 6206, diameter poros 30 mm, panjang pasak 10 mm, panjang sabuk yang digunakan 435,5 mm
ANALISA PENGARUH JENIS MATERIAL TERHADAP FREKUENSI PERBAIKAN PADA BELT CLEANER Kurnianto, Dedi; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.339 KB)

Abstract

Belt conveyor merupakan salah satu tipe dari beragam unit tansport handling. Fungsi peralatan ini adalah untuk mentransport baik untuk material proses maupun hasil produksi clinker maupun semen. Belt conveyor tersebut tersebar di berbagai area proses produksi PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk Pabrik Semen Gresik Tuban mulai Crusher hingga Packer dan pelabuhan. Berdasarkan track record mengoperasikan peralatan tersebut, material yang dibawa masih banyak menempel di permukaan Belt Conveyor, sehingga dibersihkan menggunakan Belt Cleaner, Akan tetapi Belt Cleaner buatan pabrik masih cepat aus, jika hal ini tidak segera diatasi Belt Conveyor akan keluar lintasan dan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar atau bahkan putus. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan Belt Cleaner modifikasi. Setelah dibuat Belt Cleaner modifikasi dipasang pada belt conveyor, sebagai tempat penelitian dalam penyambungan tersebut adalah pada Crusher Tuban 1. Sehingga diteliti frekuensi perbaikan terhadap jenis material dengan metode statistik. Ada pengaruh variasi jenis material terhadap frekuensi perbaikan untuk uji F (Fhitung 9,52, Ftabel 3,49). Ada pengaruh antara hasil sebelum dan sesudah modifikasi Belt Cleaner terhadap frekuensi perbaikan untuk uji T. Pada jenis material: Caly didapat Thitung=8,33>Ttabel=3,18, Claylimestone didapat Thitung=5,1>Ttabel=3,18, Limestone didapat Thitung=3,88>Ttabel=3,18, Coal didapat Thitung=3,25>Ttabel=3,18.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNET PADA PIRINGAN POROS PENGGERAK TURBIN ANGIN MODEL SAVONIUS Putra, Mega Ari; Hartono, Priyagung; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik terus bertambah seiring dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Penyedian sumber energi listrik yang ada di Indonesia pada saat ini sudah mulai mengalami keterbatasan. Pada saat-saat tertentu pembangkit listrik yang ada tidak lagi mampu mensupplay energi listrik. Oleh karena itu saat ini sangat banyak penelitian dilakukan tentang energi terbarukan agar mendapatkan  sumber energi baru yang memiliki dampak positif bagi lingkungan   dan bersifat renewable. Salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah untuk didapat adalah energi angin. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan energi angin sebagai penghasil listrik dengan menggunakan turbin angin savonius dengan penambahan magnet pada piringan poros penggerak. Penelitian ini dilakukan dengan jalan eksperimental yaitu melihat secara langsung bagai mana pengaruh penambahan magnet pada priringan poros penggerak turbin angin savonius terhadap daya listriknya. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan daya listrik tertinggi sebesar 2,07 watt dengan efisiensi turbin 1,12% pada tambahan magnet pada pirirngan poros penggerak turbin angin akan tetapi pada penambahan magnet terjadi efisiensi tertinggi yaitu 1,7 % dengan daya listrik sebesar 2,45 watt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penambahan magnet pada piringan poros penggerak turbin angin daya listrik yang dihasilkan semakin besar juga. Kata kunci: Turbin Angin Savonius, Poros Magnet, Optimalisasi Daya Listrik
PERANCANGAN ALAT PENGEPRESS BRIKET LIMBAH SERUTAN KAYU jusman man
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 02 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi paling sederhana yang dapat merubah serbuk kayu menjadi lebih praktis adalah mengolahnya menjadi briket. Briket adalah gumpalan yang terbuat dari bahan lunak yang dikeraskan. Briket merupakan bahan bakar berukuran padat yang termasuk bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti bahan bakar minyak yang paling rumah dan memungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat dan bisa menggunakan peralatan yang sederhana. Briket mempunyai kelebihan dibanding arang biasa yaitu yang mempunyai ukuran yang lebih baik sehingga lebih mudah disimpan dan memiliki nilai kalor yang lebih tinggi. Seperti yang kita ketahui, serbuk kayu merupakan bahan yang sangat mudah kita dapatkan. Untuk membuat briket serbuk kayu dengan dicampur lem kanji,untuk mendapatkan bentuk yang di inginkan.Pengujian yang dilakukan adalah uji bakar dengan menggunakan parameter-parameter (ukuran serbuk,jumlah lubang,jumlah campuran lem) yang bertujuan untuk mendapatkan ketahanan nyala apipada briket.
ANALISA GETARAN UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KERUSAKAN BEARING MESIN GERINDA DUDUK Syahrul, Mochammad; Margianto, Margianto; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.809 KB)

Abstract

Maintenance management that most widely used in large companies are predictive maintenance. Predictive maintenance that most dominant in the machine vibration analysis is to detect bearing defect of the engine. However, vibration analysis is often dominated by an engineer to measure the vibration characteristics in the time domain and frequency domain which occurs in the radial direction. Simplification method by looking at the value of displacement, velocity, and acceleration between the bearing vibration standards with reduced bearing clearance will be able to facilitate all the mechanics to determine the level of bearing defect. Reducing bearing clearance at the time of testing is done by reducing the diameter of the bearing of 0.05 mm, 0.1 mm, 0.15 mm, and 0.2 mm with turner machine. Then measured vibration at each bearing left and right of each of these variables. The results of these tests can generally be concluded that there is no relationship between bearing clearance with displacement bearing vibration, and there is a significan relationship between bearing clearance with the speed and acceleration of vibration that can be used as a reference to determine the level of the bearing defect. The higher value of vibration velocity and acceleration, then the level of bearing damage will higher.
PERENCANAAN MESIN PRODUKSI TEPUNG BULU AYAM SEBAGAI CAMPURAN PAKAN TERNAK UNGGAS Danang Hari Prastiyo
Jurnal Teknik Mesin Vol 13, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.853 KB)

Abstract

One of the wastes that is now commonly found is chicken feather, in the form of chicken feather waste which is mostly produced from the industry of Chicken Slaughterhouse (RPA). In waste management, it is necessary to apply environmentally sound technology that can overcome environmental problems by preserving environmental functions.Chicken feather has the potential to be used as animal feed (Supriyati et al., 2000) because it has a high protein content, which is 80-90% of dry matter, exceeds the crude protein content of soybean meal (42.5%) and fish flour (66.5 %) (Adiati and Puastuti, 2004).This tool is planned to handle the problem of chicken feather waste in chicken slaughterhouses by utilizing chicken feather waste into flour as the main ingredient in poultry feed mixture.From the results of the planning of the tool, the engine planning with a capacity of 48 kg / hour is obtained and has specifications for each component such as a 1.5 HP electric motorbike, 10 pieces of disc mill blade, a transmission system used is a single belt type A no 33, pulley motor with a diameter of 75 mm and pulley shaft 131.25. The bearings used are spherical ball bearings with number 6002 bearing number selection with consideration of shaft diameter 14.91 mm. For frame construction it has a length of 1000 mm, a width of 500 mm and a height of 700 mm
ANALISIS PENYIMPANGAN BATAS TOLERANSI ALIGNMENT POROS MOTOR LISTRIK DAN POSITIVE PUMP DI PT. INDOLAKTO PURWOSARI Lesmanah, Unung; Syukri, Shofan; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.776 KB)

Abstract

Motor adalah salah satu komponen yang banyak digunakan dalam berbagai industri dan biasanya akan dihubungkan dengan peralatan lain seperti blower, pompa atau peralatan lainnya. Pemasangan pompa dengan peralatan lain memerlukan ketelitian sehingga poros diantara keduanya betul-betul satu sumbu atau concentric. Hal ini dilakukan untuk mengurangi getaran yang akan ditimbulkan sehingga mengurangi kemampuan kerja motor dan juga akan berkibat tinginya biaya perawatan. Tugas akhir ini adalah bertujuan untuk merancang sebuah alat bantu yang bisa digunakan untuk menyumbukan dua poros atau mengatur dua poros satu sumbu dengan sistem dial indikator. Metode ini dilakukan dengan pengumpulan data pada motor dan pompa yang digunakan sebagai media serta data misalignment yang terjadi pada poros motor dengan pompa, kemudian dilakukan perhitungan untuk menentukan dalam batas toleransi misalignment. Grafik yang muncul menunjukkan pompa 1 sebesar 0,63 1,12 mils, kemudian pada pompa 2 sebesar 0,7 1,22 mils dan 0,52 0,95 mils pada pompa 3. Sebagai acuan pompa yang statis maka motor penggerak dijadikan sebagai adjustment yaitu koreksi kaki depan motor penggerak 1 perlu digeser 230 mils, Kaki belakang sebesar1510 mils. Kaki depan motor penggerak 2 perlu digeser 582 mils, kaki belakang sebesar 2168 mils. Kaki motor penggerak 3 degeser 355 mils, kaki belakang sebesar 1590 mils. Setelah dilakukan adjustment penyimpangan poros mendekati angka nol, yaitu pompa 1 sebesar 0.08 mils, pompa 2 sebesar 0,09 mils dan pompa 3 sebesar 0,05 mils. Maka semakin cepat putaran dari motor semakin cepat waktu untuk melakukan perawatan.
Perancangan Konstruksi Penggerak Mobil Hemat Energi “Haizum” Lexsi Saputra
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan merupakan alat transportasi modern yang di era globalisasi ini merupakan salah satu kendaraan yang sangat di butuhkan oleh masyarakat umum, perkembangan transportasi dan teknologi berkembang sangat pesat, tidak terkecuali pada bidang hemat energi termasuk pemakaian bahan bakar pada kendaraan bermotor. Untuk menunjang hal tersebut di butuhkan suatu sistem dan modifikasi pada engine dan transmisi agar bisa menghemat bahan bakar dan bisa menempuh jarak yang lebih jauh dan efisien pada motor gasoline. Oleh karena itu Sistem Penggerak Mobil Hemat Energi harus bisa mengontrol bahan bakar yang bagus. Dengan kecepatan rasio final gear yang telah di hitung dengan berurutan mulai dari gigi percepatan 1 dengan hasil 17,12 km/jam, sedangkan pada gigi  2 dengan hasil 28,51 km/jam, pada gigi 3 dengan hasil 39,41 km/jam, yang terakhir gigi 4 menghasilkan kecepatan 46,63 km/jam dengan kecepatan rantai 20,4 m/s. Variasi roda gigi ditujukan untuk menambah kecepatan rpm yang berfungsi untuk penghematan bahan bakar lebih baik. Kata Kunci : Final Gear, Motor gasoline, Sprocket and Chain.
PENCAMPURAN LIMBAH OLI MESIN SAE 15W-40 DENGAN SARI BLIMBING WULUH PERSENTASE 5, 10, 15 DAN 20% Ageng Prihantoro
Jurnal Teknik Mesin Vol 13, No 02 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.168 KB)

Abstract

ABSTRACTConsumption of refined petroleum products always increases every year along with increasing population and world population activities. Therefore the search for alternative energy is very intensively carried out in order to save on the use of fuel oil, especially in transportation equipment and conventional machinery. In addition to the problem of energy needs, the machinery problem that is still not resolved is the amount of waste that continues to increase, namely the problem of handling engine oil waste. Handling of engine oil waste is often carried out in a random way (by way of storage or by throwing it carelessly), and this is very dangerous, because these used oils include hazardous and toxic waste (B3). Changing engine oil waste into fuel is one solution to deal with the above problems, one of which is by mixing engine oil waste with bilimbi juice. In this study, the type of used oil used was SAE 15W-40 engine oil waste with a variable percentage of the mixture of bilimbi juice at 5%, 10%, 15% and 20%, and the dependent variable examined here was physical properties, which included values viscosity, heat and flash point, while the mixing results from the test are diesel fuel. From this study it was found that, mixing the engine oil with the bilimbi juice made the fuel make the viscosity and flash point values decrease, while for the calorific value it rose.Keywords : Engine Oil Waste, Bilimbi Juice, Physical Properties
PENGARUH VARIASI POSISI PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING Raviko, Johansyah; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.603 KB)

Abstract

Dengan adanya kemajuan dibidang teknik logam maka teknik pengelasan logam merupakan suatu cara penyambungan logam yang sangat penting untuk membuat konstruksi. Pentingnya penggunaan teknik pengelasan logam disebabkan karena adanya bangunan dan pemesinan yang dibuat dengan mempergunakan teknik pengelasan, maka kontruksi ini menjadi lebih ringan dan sederhana dalam proses pembuatannya.Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dan dalam penelitian ini menggunakan baja karbon sedang S45C dengan Komposisi: C=0,42-0,48, Si=0,15-0,35, Mn=0,60-0,90, P=0,030 S=0,035. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kekuatan tarik setelah dilakukan pengelasan ,dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik pada peak load dengan menggunakan pengelasan G2 lebih tinggi dibanding pengelasan G1 dan G3. Pada pengelasan G2 memiliki kekuatan tarik sebesar 6290,051 (kgf), sedangkan pada pengelasan G1 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G3 yaitu sebesar 6115,252 (kgf) dan 5957,202 (kgf) untuk G3, dan untuk nilai kekuatant arik pada break dengan menggunakan pengelasan G1 lebih tinggi dibanding pengelasan G3 dan G2. Pada pengelasan G1 memiliki kekuatan tarik sebesar4659,300 (kgf),sedangkan pada pengelasan G3 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G2 yaitu sebesar 4607,954 (kgf) dan 4433,873 (kgf) untuk G2.sedangkan untuk nilai kekuatan tarik pada yield strength dapat diketahui pengelasan G3 lebih tinggi dibanding pengelasan G1 dan G2. Pada pengelasan G3 memiliki kekuatan tarik sebesar 3646,280 (kgf), sedangkan pada pengelasan G1 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G2 yaitu sebesar 3302,020 (kgf) dan 3227,545 (kgf) untuk G2.

Page 2 of 25 | Total Record : 245