cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020" : 7 Documents clear
Gereja dalam Realitas Sosial Indonesia Masa Kini Ezra Tari; Jeni Isak Lele
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.53

Abstract

This study aims to discover the function of the church in present-day reality. The church is confronted with self-actualization in today's complex context. The writer wants to show off the principle of the church which is constantly being renewed. The church as an organism is willing and able to transform social conditions. The method used in this research is qualitative research with a literature review approach. The approach emphasizes the research for theoretical studies and values that develop based on scientific studies. The writer concluded that the church must be involved in nation-building; renewal in all aspects of human life; the church contributes to upholding the law, human rights, and the role of women; the church becomes a place to uphold honesty, justice, and truth. Abstrak Kajian tulisan ini bertujuan menemukan fungsi gereja dalam realitas masa kini. Gereja diperhadapkan kepada reaktualisasi diri dalam konteks masa kini yang kompleks. Penulis hendak menyuarakan lagi prinsip gereja yakni terus-menerus diperbaharui. Gereja sebagai organisme mau dan mampu mentransformasi kondisi sosial. Cara yang digunakan dalam penelitian adalah prinsip kualitatif dengan pendekatan telaah literatur. Pendekatan menekankan penelusuran kajian teoritis dan nilai yang berkembang berdasarkan kajian ilmiah. Penulis memberi kesimpulan bahwa, gereja harus terlibat dalam pembangunan bangsa; pembaruan dalam seluruh aspek kehidupan manusia; gereja turut andil dalam menegakkan hukum, Hak Asasi Manusia, dan peran perempuan; gereja menjadi wadah menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
Model Asuhan Keluarga Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Albet Saragih; Johanes Waldes Hasugian
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.56

Abstract

This paper is the result of an analysis of the practical situation of family education in the Christian community in the midst of a global pandemic. When the government has to limit its citizens to stay at home, stay at home, work from home, social distancing, wear masks, wash their hands; then all of this has an impact on difficulties for families. Children learn distance (online) from home. It is the parents who play a bigger role in learning, the burden on teachers and schools is increasingly formalized. Christian parents face formidable challenges in realizing their vocation and role in today's situation. Based on the research conducted, various efforts should be made by Christian parents in terms of Christian parenting during the Covid-19 pandemic, including Restoration of initial love, which is rooted in the love relationship between husband and wife that has been blessed by God and restoration of love with God, restoration of an initial love for children, proven patience, preparation of good nutrition for all family members, and continuing to share love, as a model of exemplary care for children. This paper was written using a descriptive method, namely through the use of literature or literature sources, especially with regard to the parenting style of Christian’s parents during the pandemic. Abstrak: Tulisan ini adalah hasil analisis terhadap situasi praktis pendidikan keluarga komunitas kristiani di tengah pandemi melanda dunia. Ketika pemerintah harus membatasi warganya untuk tinggal di rumah saja, stay at home, work from home, social distancing, harus pakai masker, cuci tangan; maka semua ini berdampak kesulitan bagi para keluarga. Anak-anak belajar jarak jauh (online) dari rumah. Orang tualah yang lebih banyak berperan dalam pembelajaran, beban guru dan sekolah semakin terporalisasi. Para orang tua Kristen menghadapi tantangan berat dalam mewujudkan panggilan dan perannya dalam situasi seperti sekarang ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka ditemukanlah berbagai upaya yang hendaknya dilakukan oleh orang tua Kristen dalam hal pengasuhan yang kristiani di saat pandemi covid-19, antara lain: Pemulihan kasih mula-mula, yang berakar pada dasar hubungan kasih suami-istri yang sudah diberkati Tuhan dan pemulihan kasih dengan Tuhan, Pemulihan kasih mula-mula terhadap anak, Kesabaran yang teruji, Penyiapan gizi yang baik buat semua anggota keluarga, dan tetap berbagi kasih, sebagai model asuhan keteladanan bagi anak-anak. Tulisan ini dibuat dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu melalui pemanfaatan sumber literatur atau pustaka, khususnya berkenaan dengan pola asuh orang tua Kristsen di masa pandemi.
Penghayatan dan Pengalaman Pancasila dalam Refleksi Matius 22:37-40 Desti Samarenna
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.55

Abstract

The Law of Love is at the heart of the Christian faith mentioned by Jesus in Matthew 22: 37-40. Within the framework of national life, Christians also continue to carry out their responsibility to live and practice the values of Pancasila as the basis of national life. As Christians, the practice of Pancasila cannot be separated from implementing the Law of Love. This article is a literature review with a qualitative approach to the text of Matthew 22: 37-40 about love for God and love for humans. The purpose of writing is to apply the text of Matthew 22: 37-40 in the context of living Pancasila as a philosophy of living together within the framework of nationalism. The method that the author uses is a description of the text analysis of Matthew 22: 37-40, to provide an explanation and understanding of Matthew's view of faith and its relation to Pancasila, where the value of the One and Only Godhead is the basis of humanity that builds, maintains and develops Indonesian unity. In conclusion, loving God to become and others becomes the basis for being together as a form of living Pancasila. Abstrak Hukum Kasih merupakan inti dari iman Kristen yang disebutkan oleh Yesus dalam Matius 22:37-40. Dalam kerangka hidup berbangsa, maka orang Kristen pun tetap melakukan tanggung jawabnya untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar hidup berbangsa. Sebagai orang Kristen, maka pengamalan Pancasila tidak lepas dari mengimplementasikan Hukum Kasih. Artikel ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap teks Matius 22:37-40 tentang kasih kepada Allah dan kasih terhadap manusia. Tujuan penulisan adalah menerapkan teks Matius 22:37-40 dalam konteks menghayati Pancasila sebagai falsafah hidup bersama dalam kerangka nasionalisme. Metode yang penulis lakukan adalah deskripsi analisis teks Matius 22:37-40, untuk memberikan penjelasan dan pemahaman pandangan Matius tentang iman dan kaitannya dengan Pancasila di mana nilai keTuhanan Yang Maha Esa menjadi basis kema-nusiaan yang membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia. Kesim-pulannya, mengasihi Allah menjadi dan sesama menjadi dasar untuk bersama sebagai bentuk penghayatan Pancasila.
Kajian Biblikal tentang Manusia Rohani dan Manusia Duniawi Yonatan Alex Arifianto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.51

Abstract

Immaturity in taking an attitude and acting as they should be following the way and order of God's Word can be called a worldly man who has the impact of jealousy, strife, so as to give rise to worldly people who do not know the truth. The natural man will also represent who the believer is. Spiritual maturity that involves God's role in the work of the Holy Spirit will continue to renew the mind and passion to continue fellowship with God. Likewise, what happens for humans who are in Jesus Christ will become a person in His image and become a blessing to others. With descriptive qualitative research methods, the author can describe the classification of the worldly man which refers to the immature in Christ, whose food is still limited to milk, and has an attitude of envy, strife and lives in a worldly manner. In addition, a spiritual person is described by the indicators: leaving childishness, accepting solid food and becoming a peacemaker, so that he can continue to grow, have a changed consciousness in all good things. In the end, the spiritual man can be a blessing and give good fruit to the lives of others. Abstrak Ketidakdewasaan dalam mengambil sikap dan bertindak sebagaimana seharusnya mengikuti cara dan tatanan Firman Tuhan dapat disebut sebagai manusia duniawi yang memiliki dampak iri hati, perselisihan sehingga memunculkan manusia duniawi yang tidak mengenal kebenaran. Manusia duniawi itu juga akan mepresentasikan siapa pribadi orang percaya. Kedewasaan rohani yang melibatkan peran Tuhan dalam karya Roh Kudus akan terus memperbaharui pikiran dan gairah untuk terus bersekutu dengan Tuhan. Demikianlah juga yang terjadi bagi manusia yang ada dalam Yesus Kristus akan menjadi pribadi yang serupa dengan gambarNya dan menjadi berkat bagi sesama. Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, penulis dapat mendeskripsikan klasifikasi manusia duniawi yang mengacu pada belum dewasa dalam Kristus, yang makanannya masih sebatas susu, serta memiliki sikap iri hati, perselisihan dan hidup secara duniawi. Selain itu, dideskripsikan manusia rohani dengan indikator: meninggalkan sifat kanak-kanak, menerima makanan keras dan menjadi pembawa damai, sehingga dapat terus bertumbuh, memiliki kesadaran berubah dalam segala hal yang baik. Pada akhirnya manusia rohani dapat menjadi berkat dan memberikan buah yang baik bagi kehidupan orang lain.
“Bahasa Tanah” sebagai Sarana Pemberitaan Injil Jemaat GPM Immanuel Kilang, Ambon Thomson F. E. Elias; Wiesye A. Wattimury
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.43

Abstract

This study aims to see how the role of the church in relation to cultural symbols, specifically the native language (land), of an area, to serve as a means of contextual theology. This study uses descriptive qualitative research, which is conducted in an interview method with key respondents. The church in its ministry must be able to understand that the cultural richness of a place is a means of preaching the gospel. It is in this process that the language of the land must be used as a means of preaching the Gospel in order to create a contextual theology. Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk melihat bagaimana peran gereja dalam hubungan-nya dengan simbol-simbol kebudayaan, secara khusus bahasa asli (tanah), suatu daerah, untuk dijadikan sebagai sarana teologi kontekstual. Penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif desriptif, di mana dilakukan dalam metode wawancara, terhadap responden kun-ci. Gereja dalam pelayanannya harus mampu memahami bahwa kekayaan budaya suatu tempat, merupakan sarana untuk memberitakan Injil. Dalam proses inilah maka bahasa ta-nah haruslah dipakai sebagai sarana pemberitaan Injil untuk terciptanya teologi yang kontekstual.
Profil Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai Pemimpin yang Melayai Arozatulo Telaumbanua
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.54

Abstract

The task of Christian religion teachers is not just teaching but also leaders of their students. The task of the Christian religion teacher is complex so as to enable his leadership to focus more on the concept of service that brings students more disciplined and quality. The Christian teacher as a leader who serves is to give his time, energy, thoughts, and life as an educator. Qualified Christian religion teachers are able to lead their students with exemplary leadership and love. Serving leadership, Christian religious teachers attach great importance to teaching that leads students to better understand the meaning of their lives as Christians. The concept of Christian religious teacher leadership is intended to focus more on the leadership of student characters. Character leadership is the goal of Christian religious education to produce great leaders and characters like the Lord Jesus Christ. In this study, the authors use library research methods, namely books and literature as a source of data. Abstrak Tugas guru agama Kristen tidak hanya sekadar mengajar tetapi juga pemimpin bagi muridnya. Tugas guru agama Kristen adalah kompleks sehingga memungkinkan kepemimpinannya lebih fokus pada konsep pelayanan yang membawa muridnya lebih disiplin dan berkualitas. Guru agama Kristen sebagai pemimpin yang melayani adalah memberikan waktu, tenaga, pikiran dan kehidupannya sebagai pendidik. Guru agama Kristen yang berkualitas mampu memimpin muridnya dengan kepemimpinan teladan dan kasih. Kepemimpinan yang melayani, guru agama Kristen mementingkan pengajaran yang membawa murid lebih memahami makna hidupnya sebagai orang Kristen. Konsep kepemimpinan guru agama Kristen yang dimaksudkan lebih fokus pada kepemimpinan karakter murid. Kepemimpinan karakter merupakan tujuan pendidikan agama Kristen untuk menghasilkan pemimpin yang hebat dan berkarakter seperti Tuhan Yesus Kristus. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian pustaka, yakni buku dan literatur sebagai sumber data.
Keselamatan di Balik Penghukuman: Menelisik Situasi Sosial Kitab Mikha Melvin Malau
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.46

Abstract

The texts in the Book of Micah give rise to several interpretations. From several interpretations, it was written that there was a period of background in different social situations and that influenced the writing, reconstruction of the text, and message of theology. First, there is a shift in the social, political, economic, and religious situation. Second, these texts consist of several ideas, contents, and combinations. This paper presents a reading of Micah chapters 1-7 in a social-historical setting by considering its theological consequences. The research in this paper uses the social history analysis method to discuss texts as a form of meaningful language to communicate between writers, editors, composers, and listeners. The sources found are available to reconstruct the social world of ancient Israel. The results of the study emphasize that the themes of salvation after the condemnation of Micah chapters 1-7 are combined, edited during the three periods of social history namely the period pre-exile, in-exile and post-exile. Abstrak Teks-teks dalam Kitab Mikha menimbulkan beberapa penafsiran. Dari beberapa penafsiran dituliskan adanya periode latar belakang situasi sosial yang berbeda dan mempengaruhi kepenulisan, rekonstruksi peredaksian teks dan pesan teologi. Pertama, adanya pergeseran situasi sosial, politik, ekonomi, dan agama. Kedua, teks-teks ini terdiri dari beberapa ide, isi dan pengabungan-penggabungan. Tulisan ini memperlihatkan sebuah pembacaan Mikha pasal 1-7 dalam setting sejarah sosial dengan mempertimbangkan kon-sekuensi teologisnya. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode analisis sejarah sosial membahas teks-teks sebagai bentuk bahasa yang bermakna untuk berkomunikasi antara penulis, redaktur, komposer dan pendengar. Sumber-sumber yang ditemukan terse-dia untuk merekonstruksi dunia sosial Israel kuno. Hasil dari penelitian menekankan bahwa tema-tema keselamatan setelah penghukuman Mikha pasal 1-7 digabungkan, diredaksi selama tiga periode sejarah sosial yaitu masa sebelum pembuangan, pembuangan dan setelah pembuangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7