Jurnal Kebidanan Indonesia
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2019): Januari"
:
15 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGHASILAN DENGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG IVA TES
Lilik Hanifah;
Ani Nur Fauziah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.475 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.250
Latar Belakang : Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan oleh dokter / bidan atau paramedik terhadap leher rahim yang diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo dengan mata telanjang. Pasien kanker serviks yang datang terlambat ke pelayanan kesehatan masih bisa ditangani, tetapi hanya untuk peningkatan kualitas hidupnya. Kurangnya pengetahuan serta minimnya informasi yang diperoleh mengenai penyakit kanker serviks menyebabkan penderita datang terlambat. Pasien sering merasa takut dan kehilangan semangat hidup ketika mengetahui dirinya menderita penyakit kanker dengan kematian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan penghasilan dengan pengetahuan wanita usia subur tentang iva tes. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di Cengklik RT 01 RW 19 Nusukan Banjarsari Surakarta. Subyek penelitian ini seluruh wanita usia subur di Cengklik RT 01 RW 19 Nusukan Banjarsari Surakarta yang berjumlah 33 orang. Pada penelitian ini menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner, jenis kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan skala Guttman. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Kendall Tau. Hasil : Karakteristik pendidikan responden mayoritas adalah pendidikan menengah (SMA) yaitu 16 orang (48,5%) dan penghasilan responden mayoritas dalam kategori golongan menengah yaitu 19 orang (57,6%). Pengetahuan WUS tentang iva tes mayoritas dalam kategori cukup yaitu 13 orang (39,4%). Hasil koefisien korelasi Kendall Tau sebesar 0,526 dengan angka signifikan 0,001 sehingga ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan dengan Pengetahuan wanita Usia Subur tentang Iva Tes. Hasil koefisien korelasi Kendall Tau sebesar 0,339 dengan angka signifikan 0,034, maka ada hubungan yang signifikan antara Penghasilan dengan Pengetahuan wanita usia subur tentang iva tes Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan dan penghasilan dengan pengetahuan wanita usia subur tentang iva tes.
DETERMINAN KEBERLANGSUNGAN POSYANDU LANSIA DILIHAT DARI PERSEPSI PROVIDER DAN RECEIVER DI KECAMATAN MARGA TABANAN BALI
Indra Peratiwi;
Hesteria Friska Armynia S
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.801 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.241
Latar belakang: Indonesia termasuk kedalam kategori 5 besar negara dengan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. Meningkatnya umur harapan hidup merupakan salah satu indikator meningkatnya kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Apabila jumlah lansia semakin banyak, maka semakin baik tingkat status kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Untuk meningkatkan kesehatan lansia diperlukan adanya posyandu lansia di setiap desa. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan posyandu lansia dilihat dari persepsi pemberi dan penerima layanan di Kecamatan Marga. Metode : Wawancara mendalam dilakukan pada lansia yang aktif dan tidak aktif, camat, kepala puskesmas, petugas puskesmas, kepala desa yang aktif dan tidak aktif, dan kader lansia. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia menjadi faktor pendorong terhadap keberlanjutan posyandu lansia baik dari posyandu yang aktif maupun tidak aktif. Namun dilihat dari pemberi layanan terbentuknya posyandu lansia terkesan dipaksakan, hal tersebut disebabkan karena tuntutan dari berbagai pihak seperti dinas kesehatan, puskesmas serta dari desa itu sendiri karena tuntutan akan diadakannya lomba desa. Dilihat dari faktor pemungkin, ketersediaan SDM dan sarana prasarana sangat mempengaruhi keberlanjutan posyandu lansia. Dilihat dari faktor penguat, dukungan petugas puskesmas,camat, kepala desa, keluarga serta teman sebaya sangat mempengaruhi keberlanjutan posyandu lansia. Informan yang memanfaatkan posyandu lansia cenderung lebih mengharapkan agar posyandu lansia tetap berlanjut, namun berbanding terbalik dengan informan yang tidak memanfaatkan posyandu lansia. Ada beberapa lansia yang tidak memanfaatkan posyandu lansia menyatakan tidak memerlukan posyandu lansia karena berbagai alasan, salah satunya karena tidak adanya waktu luang serta merasa aman akan kesehatannya karena sudah mempunyai jaminan kesehatan. Oleh sebab itu diperlukan adanya sosialisasi dari pemangku kebijakan kepada masyarakat agar lansia bisa memanfaatkan posyandu lansia. Simpulan: Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberlanjutan posyandu lansia, yang berasal dari pemberi dan penerima layanan.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI DUKUNGAN SOSIAL DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK KEPADA IBU HIV POSITIF
Lusa Rochmawati;
Galuh Kartika Sari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.899 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.246
Latar Belakang: Epidemi HIV-AIDS merupakan masalah global yang meningkat setiap tahun. Upaya pencegahan berupa: dukungan psikologis, sosial dan perawatan kesehatan kepada ibu terinfeksi HIV dan bayi serta keluarganya. Pemberdayaan keluarga dipandang sebagai proses memandirikan klien dalam mengontrol status kesehatannya. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pemberdayaan keluarga melalui melalui dukungan sosial dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak kepada ibu HIV positif. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 2 informan utama dan 5 informan pendukung. Penentuan sampel secara non-random dengan menggunakan teknik purposive sampling dilanjutkan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi lapangan menggunakan panduan wawancara. Triangulasi sumber data untuk keakuratan data, dan dianalisa dengan model interaktif. Hasil: Pemberdayaan keluarga melalui dukungan sosial dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak kepada ibu HIV positif dilakukan oleh anggota keluarga, pendamping pengidap HIV positif (ODHA), teman sebaya, petugas kesehatan maupun pihak yang menangani kasus HIV-AIDS. Bentuk dukungan sosial yang diberikan kepada ibu HIV positif berupa emotional support, esteem support, instrumental support, informational support, dan companionship support. Dampak pemberdayaan keluarga dilihat dari aspek psikologis, kesehatan dan lingkungan sosialnya. Simpulan: Pemberdayaan keluarga melalui dukungan sosial dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak kepada ibu HIV positif telah dilakukan.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI KLINIK HARAPAN BUNDA SAWIT BOYOLALI
Catur Setyorini;
Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.468 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.251
Latar Belakang : Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relative murah dan aman. Adapun efek samping kontrasepsi suntik yang tersering adalah permasalahan berat badan. Meskipun penyebab pertambahan berat badan tidak jelas. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali tahun 2018. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada semua akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali pada Bulan Maret-April 2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 51 akseptor KB suntik, pengumpulan data menggunakan lembar pengumpul data, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berusia >35 tahun sebanyak 26 responden (50,9%), mayoritas responden berpendidikan menengah (SMA) sebanyak 29 responden (56,8%), mayoritas pekerjaan responden swasta sebanyak 22 responden (43,1%), mayoritas responden adalah multipara sebanyak 41 responden (80%), mayoritas responden menggunakan suntik KB ≥ 12 bulan sebanyak 43 responden (84%), mayoritas responden mengalami peningkatan berat badan sebanyak 29 responden (57%), hasil perhitungan statistik uji chi square diketahui X2 hitung 7,729 dengan p-value 0,670. Dimana nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan. Simpulan : tidak ada hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN KECEMASAN POSTPARTUM
Juliana Widyastuti Wahyuningsih
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.487 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.242
Latar Belakang : Kecemasan postpartum masih menjadi masalah masyarakat di Indonesia dan serig tidak terdeteksi karena minimnya pelaporan. Kecemasan ini mengakibatkan gangguan pada psikologis ibu, mengganggu hubungan dengan suami dan anak, gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian kecemasan postpartum. Metode : Penelitian deskriptif korelasi ini dilakukan dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu pasca bersalin di Klinik Bersalin Budi Mulia Medica pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2018 dengan jumlah 120 orang, teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dimana saat penelitian dijumpai responden sebanyak 27 responden. Data diambil menggunakan data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan kendall tau. Hasil : Berdasarkan uji Kendal Tau didapatkan nilai = -0,740 dengan p-value sebesar 0,002. Terlihat bahwa nilai p = 0,002 < (0,05), Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan postpartum. Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan postpartum. Semakin tinggi dukungan keluarga maka tingkat kecemasan postpartum rendah.
ANALISIS DAMPAK TERAPI KOMBINASI JUS BAYAM HIJAU, JAMBU DAN MADU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Dheny Rohmatika;
Ika Subekti Wulandari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.054 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.247
Latar Belakang : Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktifitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna dan menurunya prestasi belajar. Penatalaksanaan anemia pada remaja dapat berupa terapi Farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi kombinasi jus bayam hijau, jambu ditambah dengan madu. Hal ini disebabkan karena didalam terapi kombinasi jus tersebut mengadung besi (Fe) yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin, vitamin C yang membatu untuk proses penyerapan zat besi (Fe), mengadung oksidan. Tujuan penelitian : tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi jus bayam hijau jambu dengan dan madu terhadap kadar hemoglobin dan Prestasi belajar mahasiswa. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-postest design. Dilaksanakan di STIKes Kusuma Husada Surakarta Prodi D3 Keperawatan. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2018. Sampel penelitian yaitu mahasiswa prodi D3 Keperawatan tingkat 2 semester 3 berjumlah 50 mahasiswa dengan analisis data dengan uji paired sample t-test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada mahasiswa STIkes kusuma husada Surakarta dilakukan 50 responden intervensi terapi kombinasi jus bayam hijau, jambu dan madu selama 10 hari, diperoleh hasil usia respoden menunjukkan bahwa mayoritas usia 19 tahun yaitu sebanyak 26 orang (52%), sedangkan untuk analisis data dengan uji paired sample t-test diperoleh nilai t: -4,244 dan nilai Sig 0,000 (p
ANALISIS FAKTOR KETERATURAN KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DAN STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN BERAT BADAN/UMUR
Danik Riawati;
Ajeng Novita Sari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.339 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.252
Latar belakang : Pemantauan petumbuhan dan perkembangan balita dilakukan secara berkala dengan tujuan untuk mendeteksi lebih awal adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita. Hal ini dapat dikatakan bahwa dengan memanfaatkan farsilitas pelayanan posyandu dapat memantau perkembangan dan kondisi kesehatan balita secara berkesinambungan. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor keteraturan kunjungan posyandu balita dan status gizi balita berdasarkan berat badan/umur. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua balita berusia 0-59 bulan di Posyandu Ngudi Mulyo Dusun Kembu, Waru, Kebakramat, Karanganyar pada bulan September tahun 2018 yaitu sebanyak 42 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dimana peneliti menggunakan sampel sebanyak 42 responden. Data diambil dengan menggunakan data sekunder. Analisa data menggunakan uji koefisien korelasi Kendal Tau. Hasil : Sebagian besar umur balita yang berkunjung di Posyandu Ngudi Mulyo Dusun Kembu, Waru, Kebakramat, Karanganyar 12-36 bulan yaitu sebanyak 33 balita (78,6%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 balita (66,7%), sebagian besar berkunjung secara teratur sebanyak 37 balita (88,1%) yang terdiri dari balita dengan status gizi baik sebanyak 35 balita (83,3 %), 1 balita (2,4%) berstatus gizi kurang, dan 1 balita (2,4%) berstatus gizi buruk. Hasil analisis uji koefisien korelasi Kendal Tau sebesar 0,668 dengan signifikansi 0,000. Nilai signifikansi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISMENOREA PADA SISWI SMP NEGERI 3 KARAWANG BARAT KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2018
Wariyah Wariyah;
Herry Sugiri;
Imam Makhrus
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.866 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.243
Latar Belakang : Menurut WHO angka dismenore di dunia sangat besar rata-rata lebih dari 50 % perempuan di setiap Negara mengalami dismenore. Di Amerika Serikat diperkirakan hampir 90 % wanita mengalami dismenore. Prevalensi wanita yang mengalami dismenore di Indonesia diperkirakan 55%. Angka kejadian dismenore tipe primer di Indonesia sekitar 54,89% yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas hidup pada individu masing-masing. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan dismenore pada siswi di SMP Negeri 3 Karawang Barat Tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswi SMP Negeri 3 dengan jumlah sampel sebanyak 174 responden. Teknik dalam pengambilan sampel dengan stratified random sampling. Hasil : Dari 83 responden yang di teliti di dapat angka kejadian dismenorhe sebanyak 55,4%, sedangkan yang tidak dismenorhe sebanyak 44,6%, usia menarche ≤ 9 tahun sebanyak 1,2 %, dan usia menarche > 9 tahun sebanyak 98,8%, lama menstruasi ≤ 7 hari sebanyak 42,2 % dan > 7 hari sebanyak 57,8 %, riwayat keluarga ada yang dismenorhe sebanyak 61,4 %, dan yang tidak mempunyai riwayat dismenorhe sebanyak 38,6%, yang melakukan olah raga, sebanyak 24,1 % dan tidak olah raga sebanyak 79,9%. Simpulan: Ada hubungan antara riwayat keluarga dan olah raga dengan dismenorea di SMP Negeri 3 Karawang Barat tahun 2108
TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR UNTUK MENGATASI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I TAHUN 2018
Deny Eka Widyastuti;
Eni Rumiyati;
Desy Widyastutik
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.32 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.248
Latar Belakang : Emesis gravidarum merupakan hal yang fisiologis akan tetapi apabila tidak segera diatasi akan menjadi hal yang patologis. Sebagian besar emesis gravidarum dapat diatasi dengan berobat jalan serta pemberian obat penenang dan anti muntah, tetapi sebagian kecil wanita hamil tidak dapat mengatasi mual muntah berkelanjutan sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, dan jatuh dalam keadaan yang disebut hiperemesis gravidarum. Tidak semua ibu hamil dapat menjalani terapi dengan menggunakan obat-obatan ada beberapa ibu yang tidak terlalu suka apabila harus mengkonsumsi obat-obatan maka pemberian terapi non farmakologi diperlukan disini. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menangani emesis gravidarum adalah pemijatan titik P6 dengan akupresur. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi komplementer akupresur untuk mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Gambirsari, Surakarta tahun 2018. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan one group pre test and post test design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Gambirsari sebanyak 10 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara proporsional total sampling.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari, Surakarta. Waktu penelitian selama 6 bulan yaitu pada bulan Februari sampai Juli 2018. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner RINVR. Hasil : Perhitungan skor mual didapatkan Asymp.sig. (2-tailed) didapatkan nilai sebesar 0.005 < 0.05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil post test dengan hasil pre test. Perhitungan skor muntah didapatkan Asymp.sig. (2-tailed) didapatkan nilai sebesar 0.004 < 0.05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil post test dengan hasil pre test. Perhitungan skor mual muntah didapatkan Asymp.sig. (2-tailed) didapatkan nilai sebesar 0.005 < 0.05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil post test dengan hasil pre test. Perhitungan skor total didapatkan Asymp.sig. (2-tailed) didapatkan nilai sebesar 0.005 < 0.05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil post test dengan hasil pre test. Simpulan : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terapi komplementer akupresur efektif untuk mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Gambirsari, Surakarta tahun 2018.
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih;
Rahel Pambuding Susilo
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.494 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.239
Latar Belakang : Anemia merupakan permasalahan utama yang dialami oleh remaja, khususnya remaja putri di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Laporan berbagai studi di Indonesia memperlihatkan masih tingginya prevalensi kejadian anemia deisiensi zat besi pada remaja putri yang berkisaran antara 20-50%. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola menstruasi (lama dan siklus menstruasi) dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 147 remaja putri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji laboratorium secara point of care testing (POCT), kuesioner pola menstruasi, dan kuesioner Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil : Dari 147 responden terdapat 66 (44,9%) siswi yang mengalami anemia. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 ada hubungan antara kejadian anemia dengan lama menstruasi, siklus menstruasi dan tingkat konsumsi zat besi. Simpulan : Ada hubungan antara pola menstruasi (lama dan siklus menstruasi) dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 4 Palangka Raya.