cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2015): JULI" : 19 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA USIA MENARCHE IBU DENGAN USIA MENARCHE ANAK PADA MAHASISWI TINGKAT I DI AKADEMI KEBIDANAN MAMBA’UL ‘ULUM SURAKARTA TAHUN 2015 Ayun Rizqi Septiana; Sabngatun Sabngatun
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.575 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.121

Abstract

Latar belakang: Usia menarche ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya menarche pada anaknya. Usia menarche biasanya datang pada perempuan dalam rentang umur 10 – 15 tahun. Usia menarche kurang dari 10 tahun disebut menarche cepat, menarche yang terjadi lebih dari usia 15 tahun disebut menarche lambat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan antara usia menarche ibu dengan usia menarche anak pada mahasiswi tingkat I di Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta tahun 2015. Metode penelitian: Jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian: Semua mahasiswi tingkat I di Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta tahun 2015 yaitu sebanyak 52 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariate dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan uji statistic Kendall Tau. Hasil penelitian: Frekuensi jumlah usia menarche ibu responden mayoritas mengalami menarche pada rentang usia normal (11 – 15 tahun) yaitu sebanyak 46 (88,46%), sementara usia menarche responden mayoritas juga pada rentang usia normal (11 – 15 tahun) dengan jumlah 48 responden (92,31%). Hasil analisa bivariate Zhitung (6,36) > Ztabel (1,96) yang berarti ada hubungan antara dua varibel, dengan nilai korelasi 0,608 yang berarti terdapat keeratan hubungan yang kuat. Simpulan: Ada hubungan antara usia menarche ibu dengan usia menarche anak pada mahasiswi tingkat I di Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta tahun 2015 dengan nilai signifikansi p 0,000
DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU NIFAS DALAM MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Kadarwati Kadarwati; Dewi Susilowati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.468 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.112

Abstract

Latar belakang: Wanita yang baru melahirkan membutuhkan banyak dukungan emosional dan praktikal. Pada hari-hari pertama di rumah, dukungan ini bisa didapat dari pasangan, keluarga, atau teman-teman. Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Tujuan: Untuk mengetahui dukungan keluarga pada ibu nifas dalam mengkonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah keluarga seluruh ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling sejumlah 58 responden. Hasil: Dukungan keluarga pada ibu nifas dalam mengkonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo tergolong dalam kategori mendukung sebanyak 34 responden (58,62%), sangat mendukung sebanyak 22 responden (37,93%), tidak mendukung sebanyak 2 responden (3,45%), dan tidak ada responden yang sangat tidak mendukung. Kesimpulan: Dukungan keluarga pada ibu nifas dalam mengkonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo dalam kategori mendukung sebanyak 34 responden (58,62%). Kata kunci: Dukungan keluarga, ibu nifas, konsumsi tablet tambah darah
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN PENGGUNAAN KARTU BPJS KESEHATAN DI DESA SOBOKERTO NGEMPLAK, BOYOLALI TAHUN 2015 Mila Septianingrum; Ajeng Novita Sari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.627 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.126

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN PENGGUNAAN KARTU BPJS KESEHATAN DI DESA SOBOKERTO NGEMPLAK, BOYOLALI TAHUN 2015. Kematian ibu yang menjadi salah satu penyebab derajat kesehatan rendah diakibatkan oleh sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tidak adanya kemampuan secara ekonomi dikarenakan biaya kesehatan yang mahal, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bagi seluruh penduduk. Penggunaan kartu BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang Jaminan Kesehatan Nasional dengan Penggunaaan kartu BPJS Kesehatan di Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang tinggal di Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali bulan April 2015 sebanyak 30 ibu hamil. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian dengan jumlah responden 30 ibu hamil. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan fisher exact test dengan taraf signifikansi 5%. Diperoleh pengetahuan responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 20 responden (66,7%). Penggunaan kartu BPJS Kesehatan sebagian besar responden tidak menggunakan kartu BPJS Kesehatan sebanyak 20 responden (66,7%). Hasil uji statistik menggunakan alternatif uji chi square berupa fisher exact test dengan taraf signifikansi 5% diperoleh p (0,000) < 0,05. Simpulannya adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil tentang Jaminan Kesehatan Nasional dengan penggunaan kartu BPJS Kesehatan Di Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali Tahun 2015. Kata kunci : pengetahuan, ibu hamil, Jaminan Kesehatan Nasional, Penggunaan kartu BPJS Kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN MINAT DETEKSI DINI MENGGUNAKAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI RW IV DESA CANGKOL MOJOLABAN SUKOHARJO TAHUN 2015 Anin Nur Sholihah; Etik Sulistyorini
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.411 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.117

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN MINAT DETEKSI DINI MENGGUNAKAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI RW IV DESA CANGKOL MOJOLABAN SUKOHARJO TAHUN 2015. Pada tahun 2013 diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Tingginya kasus kanker serviks disebabkan oleh sikap wanita usia subur (WUS) dalam pencegahan yang kurang serta minat deteksi dini yang kurang, karena deteksi dini kanker serviks masih dianggap tabu di masyarakat. Hal ini berdampak keterlambatan untuk terdeteksi, sehingga kanker serviks diketahui sudah masuk stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sikap pencegahan kanker serviks dengan minat deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur di RW IV Desa Cangkol pada bulan April 2015 sebanyak 183 WUS. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling, sampel yang diambil 92 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data univariat menggunakan rentang skala dan analisis data bivariat menggunakan Kendall’s Tau. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil analisis univariat sikap pencegahan kanker serviks baik sebesar 61 orang (66,1%) dan sikap cukup 31 orang (33,7%). Minat tinggi dalam deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat sebanyak 58 orang (63%) dan minat sedang sebanyak 34 orang (37%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai z hitung (11, 96) > z tabel (1,96). Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara sikap pencegahan kanker serviks dengan minat deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di RW IV Desa Cangkol Mojolaban Sukoharjo tahun 2015. Kata kunci: Sikap, Minat, Kanker Serviks, Inpeksi Visual Asam Asetat, Wanita
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN INFEKSI PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI TINGKAT PUSKESMAS KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2013 Mardianti Mardianti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.718 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.108

Abstract

Latar belakang: Infeksi merupakan salahsatu penyebab Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia. Tindakan pencegahan infeksi merupakan bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir yang dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran. Bidan sebagai ujung tombak layanan kebidanan di masyarakat bertanggung jawab mencegah penularan infeksi baik pada diri sendiri maupun oranglain saat melakukan pertolongan persalinan. Kejadian kematian karena infeksi pada neonatal di kabupaten Karawang tahun 2012 adalah 3 kasus (1,86%) ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2011 yaitu 1 kasus (0,9%), seluruhnya terjadi pada neonatus, tidak ada kematian ibu karena infeksi (Laporan tahunan Dinas kesehatan Karawang, 2012). Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi karena paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung beberapa saat setelah kelahiran dan penyebab kematian neonatal yang tertinggi adalah karena infeksi 56 % (Sarimawar, 2010). Kejadian infeksi yang ada di kabupaten Karawang terdapat pada Puskesmas Teluk Jambe dengan persentase infeksi 1,24% dan Puskesmas Sukatani 0,62%. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan bidan dalam melaksanakan pencegahan infeksi saat melakukan pertolongan persalinan di Puskesmas Teluk Jambe dan Puskesmas Sukatani kabupaten Karawang tahun 2013. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan crossectional dan studi kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah bidan yang ada di Puskesmas Sukatani dan Puskesmas Teluk Jambe yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi, analisis bivariat (uji kai kuadrat), dan analisis multivariat (uji regresi logistik). Hasil Penelitian: Hasil analisis diperoleh bahwa kepatuhan bidan dalam pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan sebanyak 42,9%, sebagian besar bidan berpendidikan diploma rendah (91,4%), usia sebagian besar Nonproduktif (54,3%), pengetahuan kurang (94,3%), bidan yang memiliki sikap kurang (77,1%), keyakinan bidan tidak baik dengan pencegahan infeksi (80%), bidan paham tentang SOP (57,1%), bidan tidak memperoleh dukungan teman (51,4%), sebagian besar bidan yang memiliki beban kerja tidak baik (62,9%), yang menyatakan tidak ada supervisi (51,4)%. Semua variabel dianalisa uji kaikuadrat, tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap kepatuhan bidan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuha bidan adalah supervisi dengan nilai OR=3,714 setelah dikontrol oleh variabel dukungan teman. Kata kunci : Kepatuhan bidan, Pencegahan infeksi, Persalinan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG CARA MEMERAH ASI DAN PENYIMPANAN ASI DI POSYANDU MANDIRI DESA TAWANGSARI MOJOSONGO SURAKARTA TAHUN 2015 Andri Ratnasari; Danik Riawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.941 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.122

Abstract

Latar Belakang : Menurut Departemen Kesehatan Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2013, jumlah ibu menyusui yang melakukan penyimpanan ASI di Indonesia tahun 2010 sebesar 18,7%, salah satu contoh di kota Surakarta. Hal ini dikarenakan pengetahuan ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dengan pemahaman menyusui yang benar, cara memerah ASI dan penyimpanannya masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu menyusui tentang cara memerah ASI dan Penyimpanan ASI di Posyandu Mandiri desa Tawangsari Mojosongo Surakarta Tahun 2015. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang cara memerah ASI dan penyimpanan ASI. Populasi penelitian ini semua ibu menyusui di Posyandu Mandiri Desa Tawangsari Mojosongo Surakarta pada minggu kedua bulan Maret 2015 sebanyak 33 orang. Penelitian ini tidak menggunakan teknik sampling tetapi menggunakan subyek penelitian. Alat pengumpulan menggunakan data primer yaitu kuesioner, dan pengumpulan data sekunder dengan melihat buku register posyandu. Analisa data penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Pengetahuan ibu menyusui di Posyandu Mandiri desa Tawangsari Mojosongo, sebanyak 28 responden (85 %) memiliki pengetahuan cukup, sedangkan pengetahuan ibu menyusui berdasarkan karakteristik umur sebanyak 14 responden (42 %) berpengetahuan cukup dengan umur 26-35, berdasarkan pendidikan sebanyak 13 responden (39 %) berpengetahuan cukup dengan pendidikan terakhir SMP, dan berdasarkan karakteristik pekerjaan sebanyak 18 responden (49 %) tidak bekerja mempunyai pengetahuan cukup. Simpulan : Gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang cara memerah ASI dan penyimpanan ASI di Posyandu Mandiri desa Tawangsari Mojosongo Jebres Surakarta Tahun 2015 tergolong cukup. Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Menyusui, Cara Memerah ASI dan Penyimpanan ASI
PENGARUH MENGKONSUMSI JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI KELURAHAN BANDUNG KECAMATAN NGRAMPAL KABUPATEN SRAGEN Yeri Esty Ningtyastuti; Emy Suryani
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.055 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.113

Abstract

Abstrak : anemia pada ibu hamil merupakan masalah nasional. Di Jawa Tengah ibu hamil pada tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi anemia adalah 57,7%, hal ini masih lebih tinggi dari angka nasional yakni 50,9%. Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) < 11 gr/dl pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr/dl pada trimester II. Upaya penanggulangan anemia gizi besi pada ibu hamil secara nasional dilakukan melalui peningkatan cakupan suplementasi tablet besi. Peningkatan kadar Hb pada ibu hamil dengan cara herbal salah satunya adalah dengan buah jambu biji. Kandungan mineral yang ada dalam buah jambu biji dapat mengatasi penderita anemia karena mineral dalam buah jambu biji merah dapat memperlancar proses pembentukan hemoglobin sel darah merah. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh mengkonsumsi jambu biji merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Kelurahan Bandung Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test dengan jumlah populasi sebanyak 15 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, kemudian data dianalisa menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil : Dari hasil uji statistik diperoleh hasil ada pengaruh mengkonsumsi jambu biji merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Kelurahan Bandung Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen dengan uji wilxocon diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 (α=0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh mengkonsumsi jambu biji merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Kelurahan Bandung Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Kata Kunci : Jambu Biji Merah, Ibu Hamil, Peningkatan Kadar Hemoglobin
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MAHASISWI TINGKAT I TENTANG VULVA HYGIENE DI AKBID MAMBA’UL ‘ULUM SURAKARTA TAHUN 2015 Sri Wahyuni; Sri Suparti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.487 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.118

Abstract

Kesehatan reproduksi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kelangsungan hidup manusia terkait timbulnya dampak buruk akibat gangguan organ, fungsi, serta sistem reproduksi. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap yang dilakukan setiap hari. Khususnya pada saat haid banyak mahasiswi yang kurang menjaga kebersihan vulva yang menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman, karena pada saat haid pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap mahasiswi tentang vulva hygiene. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswi tingkat I AKBID Mamba’ul ‘Ulum Surakarta tahun 2015 dan tidak menggunakan teknik pengambilan sampel tetapi menggunakan subyek penelitian yaitu 52 mahasiswi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat, analisa variabel pengetahuan dengan teknik prosentase dan untuk sikap dengan analisa data rentang skala sedangkan untuk uji korelasi menggunakan spearman rank. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden berdasarkan sumber informasi menunjukkan mayoritas didapatkan dari media cetak(buku, koran, majalah), yaitu sebanyak 30 responden (57,7%). Pengetahuan mahasiswi tentang vulva hygiene mayoritas dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 37 responden (71,2%) dan sikap vulva hygiene mayoritas dalam kategori baik, yaitu sebanyak 32 responden (61,5%). Hasil analisis data tersebut terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap mahasiswi tentang vulva hygiene dibuktikan dengan nilai Zhitung adalah 2,292 dan p = 0,020. Sedangkan Ztabel yaitu 1,96 dan  = 0,05. Hal ini berarti bahwa Zhitung > Ztabel atau 2,292 > 1,96 atau p = 0,020 <  = 0,05. Simpulannya ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap mahasiswi tingkat I tentang vulva hygiene di AKBID Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Tahun 2015. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Mahasiswi, Vulva Hygiene
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN ORANG TUA DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 5 TAHUN DI TK DESA SUWALOH KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Youstiana Dwi Rusita; Ikha Ardianti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.388 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.109

Abstract

Anak perlu toilet training karena kebutuhan yang paling awal yang ditemui pada anak adalah kebutuhan untuk membantu diri dalam buang air. Toilet training ini dapat berlangsung pada fase kehidupan anak yaitu umur 18 bulan sampai 3 tahun dan keberhasilan dapat diketahui pada usia 5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan peran orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 5 tahun di TK Desa Suwaloh Balen Bojonegoro. Desain penelitian menggunakan metode penelitian analitik correlation dengan pendekatan cross sectional dengan populasi orang tua anak usia 5 tahun sebanyak 37 responden, dengan menggunakan Total sampling. Data ditabulasi dan dianalisis dengan SPSS 17 for windows menggunakan uji Korelasi Uji Spearman’s rho (ρ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua sebagian besar cukup yaitu 40,5%, peran ibu lebih dari cukup yaitu 51,4%. Dan keberhasilan toilet training pada anak usia 5 tahun cukup yaitu 48,6%. Hasil pengujian dengan uji korelasi Spearman’s rho (ρ) diperoleh nilai sebesar koefisien korelasi = 0,626 dan nilai sig 2 tailed (p) = 0,000 dimana ρ < 0.05 pada pengetahuan dan dengan uji korelasi Spearman’s rho (ρ). Diperoleh nilai sebesar koefisien korelasi Spearman’s rho (ρ). = 0,721 dan nilai sig 2 tailed (p) = 0,000 dimana ρ < 0.05 pada peran orang tua. Ini menunjukkan bahwa antara pengetahuan dan peran orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 5 tahun mempunyai hubungan signifikan, dengan arah korelasi positif. Kata kunci: pengetahuan, peran orang tua, keberhasilan toilet training, usia 5 tahun
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI YANG MEMILIKI KETERBATASAN PENGLIHATAN TENTANG VULVA HYGIENE DI SLB-A YKAB SURAKARTA TAHUN 2015 Katrina Anjarsari; Lilik Hanifah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.416 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.123

Abstract

Remaja putri banyak yang tidak sadar akan pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin bagian luar, hal ini dapat dilakukan dengan vulva hygiene yang benar. Pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene dapat mempengaruhi sikap remaja putri tersebut dalam melakukan vulva hygiene secara benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri yang memiliki keterbatasan penglihatan tentang vulva hygiene di SLB-A YKAB Surakarta Tahun 2015. Desain penelitian adalah desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang memiliki keterbatasan penglihatan di SLB-A YKAB Surakarta yang terdata pada bulan April 2015 sejumlah 30 remaja putri. Dalam penelitian ini tidak menggunakan sampel, tetapi menggunakan subjek penelitian yaitu seluruh remaja putri yang memiliki keterbatasan penglihatan sejumlah 30 remaja putri. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data univariat untuk pengetahuan menggunakan standart deviasi dan sikap menggunakan rumus rentang skala. Sedangkan analisis bivariat menggunakan rumus Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri mayoritas cukup sebanyak 18 responden (60,0%) dengan sikap remaja putri mayoritas baik sebanyak 18 responden (60,0%). Hasil uji statistik didapatkan Zhitung=2,92> Ztabel=1,96 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri yang memiliki keterbatasan penglihatan tentang vulva hygiene di SLB-A YKAB Surakarta Tahun 2015. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, sikap remaja putri, vulva hygiene

Page 1 of 2 | Total Record : 19