cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2016): JULI" : 13 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MENGENAI PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMK KESEHATAN DONOHUDAN BOYOLALI TAHUN 2016 Ajeng Novita Sari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.559 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.33

Abstract

Hubungan pengetahuan dengan sikap mengenai perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Donohudan Boyolali. Masa remaja adalah suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Berbagai tantangan ini kadang-kadang sulit diatasi sebab secara fisik walaupun sudah dewasa namun secara psikologis belum tentu. Kurangnya pemahaman tentang perilaku seksual pada masa remaja amat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya , sebab pada masa ini remaja mengalami perkembangan yang penting yaitu kognitif, emosi ,sosial dan seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap mengenai perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Donohudan Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini yaitu 51 siswa SMK Kelas XI di SMK Kesehatan Donohudan Boyolali. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisa data menggunakan analisa univariat berupa distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian pengetahuan remaja tentang perilaku seksual remaja mayoritas dalam kategori cukup 33 responden (64,7%). Sikap remaja tentang perilaku seksual remaja mayoritas dalam kategori cukup 33 responden (64,7%). Hasil analisis hubungan antara pengetahuan dan sikap pada table Z ditemukan nilai Z = 1,96 dengan angka signifikasi 0,027. Karena Z hitung(5,500) > Ztabel (1,96) maka H0 ditolak dan Ha diterima jadi ada hubungan yang rendah antara pengetahuan dengan sikap remaja mengenai perilaku seksual remaja. Simpulannya ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap mengenai perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Donohudan Boyolali Tahun 2016. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, perilaku seksual remaja
TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI PKD AMANDA DESA BANYURIP KECAMATAN JENAR KABUPATEN SRAGEN Treistiana Prahesti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.325 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.24

Abstract

Treistiana Prahesti. Menyusui merupakan pengalaman baru bagi ibu primipara sehingga dapat menjadi tekanan yang akhirnya menimbulkan krisis. Keunggulan ASI perlu ditunjang oleh cara pemberian yang benar, misalnya pemberian segera setelah lahir. Seorang ibu dengan bayi pertamanya akan mengalami masalah, hanya tidak tahu cara-cara menyusui yang sebenarnya sangat sederhana. Pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain adat atau kepercayaan, pengalaman menyusui sebelumnya atau pengalaman menyusui dalam keluarga atau kerabat. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan ibu primipara tentang teknik menyusui yang benar di PKD Amanda Desa Banyurip Kecamatan Jenar. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling berupa purposive sampling. Penelitian melibatkan 45 responden ibu primipara yang menyusui bayi usia 0-6 bulan di PKD Amanda Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen pada bulan Mei – Juni 2010. Tingkat pengetahuan ibu primipara tentang teknik menyusui yang benar di PKD AMANDA Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen adalah baik 17 responden (37,77%), cukup 21 responden (46,67%) dan kurang 7 responden (15,56%). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu primipara tentang teknik menyusui yang benar di PKD Amanda Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen adalah cukup yaitu sebanyak 21 responden (46,67%). Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Primipara, Teknik Menyusui yang Benar
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI KB DAN TK ALAM AQILA BENTANGAN WONOSARI KLATEN Sab’ngatun Sab’ngatun
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.17 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.29

Abstract

Perkembangan otak sangat sensitif terhadap gizi terutama pada pertengahan kehamilan sampai 2 tahun pertama kehidupan. ASI merupakan kolesterol tinggi yang diperlukan untuk mielinisasi. Anak yang mendapatkan ASI mempunyai kecerdasan yang lebih baik. Dengan menyusu bayi akan mendapatkan stimulais mental yang komperhensif, konsisten dan teratur dari ibunya. Sementara itu malnutrisi tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik saja akan tetapi perkembangan mental juga, otaknya lebih kecil daripada normal, karena mielinisasi terhambat. Pertumbuhan otak yang terhambat mengakibatkan gangguan perilaku dan kognitif termasuk gangguan bahasa, motorik halus, IQ rendah, prestasi di sekolah menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi, perkembangan anak dan prestasi belajar anak. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan crossecsional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa/anak di KB dan TK Alam Aqila Bentangan Wonosari Klaten yang berjumlah 60 anak. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 53 anak yang berusia < 72 tahun. Alat pengumpulan data menggunakan pengukur tinggi badan, dan berat badan, tabel status gizi, kuisoner KPSP dan hasil rapot. Teknik analisis bivariate menggunakan kendall tau dan teknik analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil dalam penelitian ini status gizi pada kategori normal sebanyak 41 anak (77,4%), perkembangan pada kategori sesuai sebanyak 40 anak (76%), prestasi belajar pada kategori konsisten sebanyak 25 anak (33%). Hubungan antara status gizi dan prestasi belajar didapatkan taraf signifikan 0.407 > 0.005 yang berarti tidak ada hubungan, sedangkan hubungan antara perkembangan anak dengan prestasi belajar anak ditunjukkan dengan taraf signifikan 0.001 < 0,05 berarti ada hubungan. Simpulan dalam penelitian ini bahwa perkembangan anak akan mempengaruhi prestasi belajar anak hanya sebesar 0,356 (35,6%) sedangkan 64,4% terdapat faktor yang lain yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Sedangkan status gizi tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar anak. Kata Kunci : Status Gizi, Perkembangan Anak Dan Prestasi Belajar Anak
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU TAHUN 2016 Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.73 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.34

Abstract

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU TAHUN 2016. Penyebab kematian ibu terbesar di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2012-2013 ada lima yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), infeksi, partus lama atau macet, dan abortus. Angka kematian ibu pada tahun 2013 di Indonesia yang disebabkan oleh abortus sebesar 1,6%. Angka kematian ibu Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan kelompok umur, kejadian kematian maternal terbanyak adalah pada usia produktif (20-34 tahun) sebesar 66,96%, kemudian pada kelompok umur >35 tahun sebesar 26,67% dan pada kelompok umur 0,00; ada hubungan yang signifikan antara faktor gravida dengan kejadian abortus dimana nilai p (0,007) >0,005; Variabel usia (p=0,000) dan gravida (p=0,006) memiliki p
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MINAT TERHADAP JENIS KONTRASEPSI PASCA SALIN PADA IBU NIFAS DI RB SUKOASIH SUKOHARJO TAHUN 2016 Etik Sulistyorini
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.761 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.25

Abstract

Kontrasepsi merupakan upaya mencegah terjadinya kehamilan. Pada umumnya, pasien pasca salin ingin menunda kehamilan berikutnya paling sedikit 2 tahun lagi. KB pasca persalinan merupakan suatu program yang dimaksutkan untuk mengatur kelahiran,menjaga jarak kehamilan,dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Pemahaman yang kurang tepat mengenai kontrasepsi pasca salin dapat berdampak pada tidak tercapainya program keluarga berencana. Pemilihan jenis kontrasepsi yang tidak tepat oleh ibu nifas juga dapat berdampak pada kegagalan KB dan juga ketidaknyamanan ibu yang diakibatkan oleh efeksamping dari kontrasepsi yang digunakan. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai kontrasepsi pasca salin, maka diharapkan juga dapat meningkatkan minat ibu nifas untuk menggunakan salah satu jenis kontrasepsi pasca salin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan minat terhadap jenis kontrasepsi pasca salin pada ibu nifas di RB Sukoasih Sukoharjo tahun 2016. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang ada di RB Sukoasih Sukoharjo pada periode bulan juni 2016 berjumlah 42 orang. Teknik sampel mengunakan Accidental Sampling dengan 38 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian pengetahuan ibu nifas tentang kontrasepsi pasca salin mayoritas dalam kategori cukup 19 responden (50%) kemudian dalam kategori baik sejumlah 11 responden (29%), dan kategori kurang 9 responden (21%). Minat ibu nifas terhadap kontrasepsi pasca salin mayoritas dalam kategori minat tinggi 23 responden (61%), kategori minat sedang 11 responden (29%) dan kategori minat rendah ada 4 responden (10%). Hasil analisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan minat pada table Z ditemukan nilai Z = 1,96 dengan angka signifikasi 0,000. Karena Z hitung(5,81) > Ztabel (1,96) maka H0 ditolak dan Ha diterima jadi ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan minat ibu nifas terhadap kontrasepsi pasca salin. Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat terhadap kontrasepsi pasca salin pada ibu nifas di RB Sukoasih Sukoharjo. Kata kunci : Pengetahuan, Minat, Kontrasepsi pasca salin.
STUDI DESKRIPTIF GANGGUAN HAID PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BPM DYAH SUGIYANTO GONILAN SUKOHARJO TAHUN 2016 Catur Setyorini
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.722 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.30

Abstract

Studi Deskriptif Gangguan Haid Pada Akseptor KB Suntik Di BPM Dyah Sugiyanto Gonilan Sukoharjo Tahun 2016. Kontrasepsi suntikan adalah cara mencegah terjadinya kehamilan melalui suntikan hormonal, cara kerjanya efektif, pemakaiannya yang praktis, harga relative murah dan aman. Namun, masalah utama dalam pemberian kontrasepsi suntik adalah perdarahan haid yang tidak teratur, nyeri tekan payudara, peningkatan berat badan dan depresi, sampai 25% pasien berhenti pada tahun pertama akibat perdarahan yang tidak teratur. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran kejadian gangguan haid pada akseptor KB suntik di BPM Dyah Sugiyanto Gonilan Sukoharjo Tahun 2016. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Subjek Penelitian adalah seluruh akseptor KB suntik di BPM Dyah, Gonilan Sukoharjo bulan April-Mei tahun 2016 sebanyak 84 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dengan analisis Univariate menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil Penelitian akseptor KB suntik berdasarkan karakteristik sebagian besar berumur >35 tahun 49 responden (58,34%), pendidikan menengah 34 responden (40,48%), mempunyai 2-4 anak 58 responden (69,05%) dan sebagai ibu rumah tangga 30 responden (35,71%). Sebagian besar akseptor KB suntik mengalami gangguan haid 54 responden (64,28%), jenis gangguan haid yang dialami sebagian besar amenorea 14 responden (40%). Simpulan sebagian besar akseptor KB suntik di BPM Dyah Sugiyanto Gonilan Sukoharjo Tahun 2016 mengalami gangguan haid. Kata Kunci: Gangguan Haid, KB Suntik
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN MOTIVASI PADA PEMERIKSAAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK DI DESA KARANGKENDAL KECAMATAN MUSUK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2016 Sri Suparti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.128 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.26

Abstract

Hubungan pengetahuan kader posyandu tentang kanker serviks dengan motivasi pemeriksaan deteksi dini kanker servik di Desa Karangkendal, Musuk,Boyolali. Kanker serviks merupakan kanker yang terbanyak diderita wanita terutama negara berkembang termasuk Indonesia. Pemeriksaan deteksi dini kanker servik sangat penting untuk medeteksi dini adanya kanker serviks pada seorang wanita, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan secara optimal. Pemeriksaan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan eksternal Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kader posyandu tentang kanker serviks dengan motivasi pada pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Desa Karangkendal, Musuk, Boyolali Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kader posyandu di desa Karankendal, Musuk , kabupaten Boyolali yang tercatat dan aktif pada bulan April 2016 sebanyak 41 orang. Teknik pengambilan sampel dengan acidental sampling, sampel sejumlah 33 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat untuk variable pengetahuan dengan prosentase, variable motivasi dengan rentang skala. Analisa bivariat untuk uji korelasi menggunakan spearman rank. Hasil penelitian tingkat pengetahuan kader mayoritas tingkat pengetahuan baik, 16 responden ( 48,48%), dan motivasi mayoritas baik yaitu 13 responden (39,39%). Nilai sig (2-tailed) adalah 0,000
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KONTRASEPSI HORMONAL TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Lilik Hanifah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.491 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.31

Abstract

Upaya deteksi dini kanker payudara adalah upaya untuk mendeteksi atau mengidentifikasi secara dini adanya kanker payudara, upaya ini sangat penting sebab apabila kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini dan diobati dengan tepat maka tingkat kesembuhannya cukup tinggi (80 – 90%). Keterlambatan deteksi dini kanker payudara dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang SADARI. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Metode Penelitian ini mengguanakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor kontrasepsi hormonal di BPM Tugi Rahayu Surakarta pada Minggu I – II Bulan Mei 2016 dengan jumlah 50 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dimana saat penelitian dijumpai responden sebanyak 35 responden. Data diambil menggunakan data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan korelasi Kendall Tau. Hasil penelitian ini adalah mayoritas pendidikan akseptor kontrasepsi hormonal adalah Pendidikan Menengah sebanyak 16 responden (45,7%) dan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang SADARI dalam kategori baik yaitu 21 responden (60%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Tau dapat diketahui sig 0,000 < 0,05 dan z hitung 6,33 > z tabel (1,96) berarti terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu akseptor kontrasepsi hormonal tentang SADARI. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, SADARI
HUBUNGAN INFORMASI DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI METODE OPERASI PRIA (MOP) PADA PRIA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN PAKUALAMAN YOGYAKARTA Susiana Sariyati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.741 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.22

Abstract

Latar Belakang: Partisipasi pria dalam Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih terbilang rendah. Dibandingkan negara-negara berkembang lainnya seperti Pakistan (5,2%,1999), Bangladesh (13,9%,1997), Malaysia (16,8%,1998), partisipasi pria dalam KB di Indonesia masih tertinggal yaitu pencapaian kondom 1,3% dan vasektomi 0,2%, sedangkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) meningkat menjadi 4,5%. Pengembangan metode kontrasepsi pria masih jauh tertinggal karena adanya hambatan - hambatan yang di temukan antara lain kesulitan dalam memperoleh informasi tentang alat kontrasepsi, hambatan medis yang berupa ketersediaan alat maupun ketersediaan tenaga kesehatan.Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan informasi dengan penggunaan metode operatif pria pada pria pasangan usia subur di kecamatan pakualaman Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pria pasangan usia subur yang berusia > 30 tahun dengan jumlah anak > 2 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik random sampling berjumlah 85 orang. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan analisis chi square. Hasil: Responden sebagian besar pernah mendapatkan informasi sebanyak 46 orang (54,1%). Sebagian responden tidak menggunakan kontrasepsi MOP sebanyak 83 orang (97,6%).Hasil analisis menunjukkan p value sebesar 0,188. Hubungan antara informasi denganpenggunaan kontrasepsi. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara informasi dengan penggunaan kontrasepsi MOP pada pria pasangan usia subur di Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta. Kata kunci: Informasi, Metode operatif pria, pasangan usia subur
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP SADARI DI KARANG MALANG RW 004 JETIS JUWIRING KLATEN TAHUN 2016 Siti Maesaroh
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.922 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.27

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP SADARI DI KARANG MALANG RW 004 JETIS JUWIRING KLATEN TAHUN 2016. Kanker payudara merupakan kelainan pada payudara yang sering ditakuti. Kanker payudara di Indonesia adalah jenis kanker yang menempati urutan kedua sesudah kanker leher rahim pada wanita. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan deteksi dini kanker payudara yang paling mudah. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI dan sikap terhadap SADARI di karang malang jetis juwiring klaten. Desainpenelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah semua wanita usia subur di Karang Malang RW 04 Jetis Juwiring Klaten pada bulan April 2016 berjumlah 70 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisa data univariat untuk pengetahuan dan sikap menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat menggunakan Spearman rank Hasil penelitian didapatkan responden berpengetahuan baik 49 responden (70,0%) dan kurang 9 responden (12,9%). Sikap terhadap SADARI dengan kategori baik 41 responden (58,6%) dan sikap kurang sebanyak 8 responden (11,4%). Hasil analisa bivariat antara pengetahuan dengan sikap terhadap SADARI diperoleh nilai korelasi Spearman Rank yaitu 0,564. Pada taraf signifikasi 5% dengan nilai p (0,000 < 0,05) atau Zhitung (5,630) >ztabel (1,667) yang berarti bahwa Ha diterima atau Ho di tolak.Simpulannya ada hubungan antara pengetahuan wanita usia subur dengan sikap terhadap SADARI di Karang Malang RW004 Jetis Juwiring Klaten tahun 2016 Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Sadari

Page 1 of 2 | Total Record : 13