cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 11 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN KONSELING ISLAMI DALAM MEMPERBAIKI PERILAKU AGRESIF SISWA Tatang Surya Permana
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.697 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1519

Abstract

Perilaku agresif yang dimiliki sebagian siswa berawal dari kompleksitas permasalahan yang ada pada keluarganya, sehingga siswa cenderung tidak dapat menerima dan mengelola masalah apalagi menyelesaikannya.  Adanya perilaku agresif mendorong peneliti untuk memperbaiki dan menuntaskan masalah yang menjadi penyebabnya dengan cara menguji efektifitas penerapan pendekatan konseling Islami dalam sebuah penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Pendekatan konseling Islami yang dimaksud adalah suatu proses konseling individual yang esensinya mengarahkan klien agar memahami, menerima, menginternalisasi, serta mengaktualisasikan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupannya sehingga muncul kekuatan hati dan jiwa untuk kembali kepada fitrahnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas 12 IPS 2 SMAN 1 Kota Tasikmalaya tahun pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan prosedur siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pendekatan konseling Islami dalam layanan bimbingan dan konseling mampu memperbaiki perilaku agresif sisw; dan  (2)  melalui penerapan pendekatan konseling Islami siswa memiliki kemampuan untuk menghadapi, mengelola, dan mengentaskan setiap masalah yang dihadapinya.
PENGGUNAAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Yuyun Yuniar Agustini
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.248 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1526

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan  tes hasil belajar. Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Picture and Picture terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang melampaui KKM dibandingkan dengan pra tindakan.Proses pembelajaran pada siklus I  pertemuan ke-2 meningkat sebesar 22% menjadi 68% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Hasil belajar dan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung  pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 51% meningkat sebesar 25% menjadi 76% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 5% meningkat sebesar 58% menjadi 63% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula perentase ketuntasan klasikal  pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 10% menjadi 75% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Pada  mumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model Picture and Picture. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 50% meningkat sebesar 15% menjadi 65% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED PROBLEMS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Agi Angkasa; Adun Rusyana; Euis Erlin
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.406 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1515

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan  model pembelajaran open ended problems. Objek penelitian adalah siswa kelas X MIPA SMAN 1 Rancah (n= 28). Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sample. Metode yang digunakan adalah  quasi experiment dengan teknik pengolahan data menggunakan uji Z (uji pengaruh) dan N-gain (untuk mengetahui kategori pengaruh). Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis tes tertulis dalam bentuk uraian (essay). Simpulan dalam penelitian ini adalah:  penerapan model pembelajaran open ended problems berpengaruh secara signifikan terhadapn peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan kategori sedang (N-gain=0,65)
HUBUNGAN ANTARA GAYA MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Ciamis) Dian Yulianti
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.399 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1520

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya mengajar guru, prestasi belajar bahasa Indonesia siswa, dan mengetahui hubungan antara gaya mengajar guru dengan prestasi belajar bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 70 siswa. Data yang diperoleh dari jawaban terhadap  angket dari 70 orang responden dikorelasikan dengan nilai rapor siswa. Penelitian berkesimpulan: (1) Gaya mengajar guru yang meliputi,variasi suara termasuk dalam kategoti sangat baik, penekanan termasuk dalam kategori baik, pemberian waktu termasuk dalam kategori baik, kontak pandang termasuk dalam kategori baik, gerakan anggota tubuh termasuk dalam kategori baik dan perpindahan posisi juga termasuk dalam kategori baik; (2) Prestasi  belajar bahasa Indonesia siswa kelas VII MTs Negeri 2 Ciamis termasuk kategori baik. Hal ini tampak pada nilai rapor dengan rata-rata nilai 78 yang melebihi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 65; (3) Terdapat hubungan yang sangat kuat antara gaya mengajar guru dengan prestasi belajar bahasa Indonesia.  
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Roslina roslina
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.313 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1527

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, tes hasil belajar dan angket.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan model kooperatif tipe jigsaw terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa.Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang  mencapai KKM dibandingkan dengan pra tindakan. Proses pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 76% menjadi 86% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 26% menjadi 90 % pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Hasil belajar dan kemampuan siswa dengan menggunakan kooperatif tipe jigsaw pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 32 % meningkat sebesar 33 % menjadi 64% pada siklus I pertemuan ke-2. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 13 % menjadi 78 % pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 92 % pada siklus II pertemuan ke-2. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan  Model Kooperatif Tipe Jigsaw pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 37% meningkat sebesar 26 % menjadi 63% pada siklus I pertemuan ke-2. 
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMAN 2 CIAMIS Lia Yulisma; Devi Mariana
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.057 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1516

Abstract

Penelitian ini berjudul PengaruhPenggunaan Model Active Knowledge Sharing Terhadap AktivitasBelajarSiswa di SMAN 2 Ciamis.Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan guru yang masih menggunakan model pembelajaran yang   kurang tepat dapat menyebabkan aktivitas belajar siswa di kelas rendah, sehigga diperlukan adanya inovasi dalam penggunaan model pembelajaranyang tepat sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model active knowledge sharing terhadap aktivitas belajar siswa di kelas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi ekperimen design).Metode ekperimen semu dipilih karena di dalam penelitian ini variabel lain tidak dikendalikan. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas.Populasi dari penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas IX SMAN 2 Ciamis dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Adapun sampel yang terpilih adalah kelas IX MIPA 7 sebagai kelas eksperimen.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan model active knowledge sharing terhadap a ktivitas belajarsiswa. Hal inidibuktikandengannilaiuntukaktivitasbelajarsiswadiketahuiZhitung>Z(α=5%)daftaryaitu 2,28 > 1,65 
PENGGUNAAN MODEL CIRCLE QUESTION GAME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDERA MANUSIA Rumsikah Rumsikah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.627 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1521

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran circle question game  dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada system koordinasi dan  alat indera manusia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas empat   teknik yaitu:  pengamatan, tes,  dokumentasi, dan angket. Objek penelitian adalah siswa kelas IX-F SMP Negeri 15 Tasikmalaya dalam materi  sistem koordinasi dan alat indera manusia (n=28). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan model pembelajaran circle question game  terbukti dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktifitas siswa dari prasiklus ke siklus 1  sebesar 33,34 atau meningkat sebesar 28,55% dan dari siklus 1 ke siklus 2  meningkat sebesar 13,67 atau meningkat sebesar      11,39 %. Terdapat peningkatan proses belajar menggunakan model pembelajaran  circle question game   dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 0,8 atau meningkat  sebesar 20,5 % dan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 0,78 atau meningkat sebesar 19,5 %. Terjadi peningkatan pada rata-rata nilai tes dari prasiklus  ke  siklus 1 pertemuan ke 1 sebesar 14,67 atau meningkat sebesar  22.56 % dan meningkat pada persentase siswa yang tuntas  sebesar 40 %. Dari siklus 1 pertemuan ke 1  ke siklus 1 pertemuan ke 2  terjadi peningkatan rata-rata  nilai sebesar 3,6 atau meningkat sebesar 3,2 %  dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar  6,67 % dan dari siklus 1 pertemuan ke 2 ke siklus 2 pertemuan ke 1 terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.83 atau naik sebesar 3,4 % dan terjadi peningkatan persentase siswa yang tuntas sebesar 6,7 %  sedangkan dari siklus 2 pertemuan ke 1 ke siklus 2 pertemuan ke 2 terjadi peningkatan nilai rata-rata  sebesar 2,4 atau meningkat sebesar 2.7 % dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar 3.4 %. 
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SAAT PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI MIPA-1 SMA NEGERI 1 GRESIK DENGAN GEMBOL Darwati Darwati
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.889 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1517

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran aktif melalui kegiatan gembol (games biologi) pada pokok bahasan sel, efektif dalam meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik kelas XI MIPA1 SMA Negeri 1 Gresik. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Data diperoleh melalui instrumen lembar observasi dan tes. Data hasil observasi aktivitas peserta didik selama pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran aktif melalui kegiatan gembol efektif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Gresik mata pelajaran biologi pokok bahasan sel.
PENGGUNAAN KARTU MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN JENIS-JENIS ADAPTASI Rukiati, Ikeu
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.298 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kartu make a match dalam membedakan jenis-jenis adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasi proses pembelajaran guru, mengobservasi aktivitas siswa, memberikan tes hasil belajar siswa, dan mewawancara siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu make a match yang telah dimodifikasi terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membedakan jenis-jenis adaptasi di kelas IX-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pra tindakan. Proses belajar pada siklus I pertemuan ke-1  meningkat sebesar 18%  pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat 11.5% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula  meningkat sebesar  2.25 % pada akhir siklus II pertemuan ke-2. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam membedakan jenis-jenis adaptasi (yang mencapai KKM= 75) pada siklus I pertemuan ke-1 meningkat sebesar 5.71 % pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat pula sebesar 5.24% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 0.92% pada siklus II pertemuan ke-2.Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan kartu make a match yang telah dimodifikasi. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA melalui tindakan penelitian pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 meningkat sebesar 6.25%  pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat sebesar 17% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus II meningkat sebesar 8%  pada siklus II pertemuan ke-2.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN SISWA Widiyarti, Wiwi; Riandi, Riandi; Soetisna, Usep
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.009 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kemandirian  peserta didik pada pembelajaran Biologi  kelas X  SMA  Negeri 1  Mandirancan Kuningan dengan penerapan model Problem Based Learning. Populasi penelitian seluruh kelas X SMAN 1 Mandirancan Kuningan yang terdiri dari sembilan kelas dengan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas X.1  sebagai kelas eksperimen dan kelas X.4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tes berpikir kreatif (soal pretes dan postes) dan non tes (observasi kemandirian siswa dan angket respon siswa terhadap pembelajaran PBL).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment (eksperimen semu). Desain dalam  eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ?nonequivalent Group Pretest-posttest desingn? atau kontrol grup tidak menerima perlakuan .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMAN 1 Mandirancan Kuningan. Kriteria penilaian masing-masing indikator dalam berpikir kreatif semuanya meningkat. Begitu juga dengan kemandirian siswa melalui pembelajaran PBL  diperoleh hasil lebih baik dibanding pembelajaran  metode ceramah. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian siswa khususnya pada mata pelajaran Biologi materi Pencemaran Lingkungan dan Daur Ulang Limbah

Page 1 of 2 | Total Record : 11