cover
Contact Name
Nurul Frasiska, M.Si.
Contact Email
jec@unper.ac.id
Phone
+6281322958700
Journal Mail Official
nurulfrasiska@unper.ac.id
Editorial Address
Jalan Pembela Tanah Air (PETA) No. 177 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115 Telepon (0265) 326058, laman: http://www.unper.ac.id
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Empowerment Community
ISSN : 26864444     EISSN : 26864436     DOI : 10.36423
a) Pelayanan pada masyarakat, b) Ketahanan Pangan Lokal; c) Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; d) Pemberdayaan Masyarakat; e) Layanan Komunitas Mahasiswa; f) Wilayah Perbatasan dan Wilayah Kurang Dikembangkan; g) Pengembangan wilayah terpadu h) Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan i) Pengembangan UMKM j) Iptek bagi masyarakat (IbM), k) Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, l) Pengembangan hasil penelitian yang diterapkan ke masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020" : 6 Documents clear
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI Yadi heryadi; Betty Rofatin
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.354

Abstract

The problem of poverty alleviation of the population is remains a big homework for the Tasikmalaya District Government with 189,350 poor population in 2017 or around 10.84% of the total population of 1,806,775 people. Poverty requires real empowerment. In rural areas empowerment can be done at the Farmers Women's Group (KWT) which is a forum for women to take part in advancing the agricultural sector. KWT Sri Rahayu is a group that has long been a producer of salak fruit processing, but its business has not developed well because of various things including monotonous products, packaging and brands that are still simple so that marketing access is limited. Methods for agreed upon solutions include counseling, product diversification, packaging / brand handling training and assistance so that the products become a product that can be proud of and can increase the income and welfare of farmers' households in the region. The results of activities have been able to increase competitiveness, value added products and alternative processed Salak products and improvement of community values. The conclusion is that the problems faced by KWT Sri Rahayu can be overcome well, although not yet optimal.  
PENGEMBANGAN PETERNAKAN ITIK MAGELANG BERBASIS MASYARAKAT MANDIRI DI DESA NGADIROJO, KECAMATAN SECANG, KABUPATEN MAGELANG Ayu Rahayu; Tri Puji Rahayu
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.407

Abstract

Duck population in Magelang area, especially Ngadirojo Village, Secang Subdistrict has decreased. The total population of ducks in Secang District is 9,980 tails while the total duck population for 2015 in Magelang Regency according to the Department of Animal Husbandry and Fisheries of Magelang Regency is 186,736. The main problem of Ngadirojo Village, Secang Subdistrict is the origin of Magelang Ducks, but now the population is decreasing. The lack of knowledge of the community about the maintenance management of Magelang ducks is one of the causes of the reduced duck population in the village. So it is offered a solution that is solutive to overcome this problem, namely by growing the interest of farmers to want to raise ducks as a main and sideline business, especially for young people who have not worked, and increase the knowledge and skills of farmers about Magelang duck cultivation techniques. After that the expected output target is to produce skilled farmers in Magelang duck maintenance management and produce young entrepreneurs through Magelang duck. The method that is carried out is the holding of socialization and counseling regarding the maintenance management of Magelang Duck and its marketing.Keywords: Ngadirojo Village, Magelang Duck, Livestock Development 
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR BODAS SECARA VERTIKULTUR Selvy Isnaeni; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.517

Abstract

Budidaya tanaman sayuran merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang  memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan pengetahuan budidaya dan kontinuitas budidaya juga keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui pengembangan masyarakat desa binaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah : (1)  Mendorong tumbuhnya motivasi dan kreativitas kwt Mawar Bodas dalam proses budidaya tanaman sehingga meningkatkan produksi, (2) Membantu potensi kwt Mawar Bodas dalam mengembangkan budidaya dengan produksi yang maksimal, dan (3) Membantu kwt Zahra dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya, agar dapat membangun kecamatan tawang lebih baik. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah dihasilkannya produksi beberapa jenis sayuran dan olahan berkualitas untuk Kecamatan Tawang. Pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya teknologi budidaya yaitu secara vertikultur. Kata kunci : budidaya, kelompok wanita tani, vertikultur, sayuran.
PELATIHAN DASAR HIDROPONIK MENGGUNAKAN SISTEM WICK SEBAGAI INOVASI SISTEM PERTANIAN PERKOTAAN DI KABUPATEN SUMBER CIREBON Arrin Rosmala; Dewi Mirantika
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.518

Abstract

Lahan-lahan saat ini cenderung menyempit karena pertambahan penduduk, serta pemanfaatan untuk kepentingan komersial atau kepentingan manusia yang lainnya, selain itu tidak menyediakan ruang terbuka hijau yang memadai. Salah satu metode dalam sistem pertanian perkotaan adalah hidroponik yang memberikan alternatif untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha penanaman di lahan sempit dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar. Hidroponik juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai. Metode yang dipakai pada penyuluhan ini adalah metode penyuluhan interaktif melalui presentasi dan demostrasi langsung cara pembuatan sistem hidroponik system wick. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta antusias dalam menjalani  kegiatan ini dari awal hingga akhir acara. Hal ini dikarenakan peserta karena mendapat tambahan ilmu pengetahuan dalam bidang hidroponik.
PEMBANGUNAN KEDAULATAN PANGAN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA GUNUNGPRING, KECAMATAN MUNTILAN, KABUPATEN MAGELANG Eny Boedi Orbawati; Sri Hidayati; Gentur Jalunggono; Eric Armando; Ayuningtyas Ayuningtyas
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.530

Abstract

Pembangunan industri kecil dan menengah merupakan bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mencapai struktur ekonomi yang seimbang. Tetapi adanya perbedaan potensi sumberdaya, keadaan prasarana dan pasar menyebabkan ketimpangan persebaran lokasi dan perlambatan pertumbuhan. Kondisi saat ini, terjadi penurunan produksi di sektor perikanan berdampak pada rendahnya supplay ikan di beberapa wilayah Kabupaten Magelang. Rendahnya Pasokan Ikan berdampak pada rendahnya ketersediaan ikan dan mengakibatkan tingginya harga ikan. Salah satu alternatif terkait permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat sehingga mendukung keberhasilan program pemberdayaan. Untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat perlu dilaksanakan program pelatihan berkaitan dengan bidang perikanan, antara lain : Pelatihan budidaya ikan lele. Salah satu alternatif terkait permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat sehingga mendukung keberhasilan program pemberdayaan. Untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat perlu dilaksanakan program pelatihan berkaitan dengan bidang perikanan, antara lain : Pelatihan budidaya ikan lele, melalui tahapan pelaksanaan antara lain : survey, observasi lapang, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. dengan adanya program pengabdian masyarakat tentang pelatihan dan pendampingan, masyarakat mendapatkan peningkatan pemahaman, ketrampilan, kualitas dan kuantitas produk.
Edukasi Pembuatan Silase Rumput Odot sebagai Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Pakan Domba-Kambing Di Desa Gunungpring, Muntilan Tri Puji Rahayu; Esna Dilli Novianto; Nur Hidayah3
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.540

Abstract

Beberapa permasalahan timbul dalam proses pemeliharaan ternak ruminansia terutama kambing dan domba pada peternak rakyat Desa Gunungpring yaitu 1) pemenuhan kebutuhan pakan secara mandiri tanpa merumput (ngarit); 2) pemberian hijauan pakan dengan kualitas rendah.  Potensi hijauan pakan di daerah tersebut cukup melimpah, sehingga perlu transfer pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan hijauan pakan ternak melalui proses teknologi pengolahan pakan salah satunya silase.  Tujuan program ini antara lain sebagai solusi bagi peternak dalam pemenuhan kebutuhan pakan domba-kambing secara mandiri tanpa merumput (ngarit) dan peningkatan penggunaan hijauan pakan berkualitas. Target khusus program yaitu peningkatan pengetahuan proses pembuatan silase pakan domba-kambing bagi peternak di Desa Gunungpring. Metode pelaksanaan program adalah a) pengisian kuisioner tentang pengetahuan jenis hijauan pakan dan teknologi pengolahan hijauan berupa silase; b) pendidikan masyarakat, melalui penyuluhan pengetahuan jenis hijauan pakan dan cara pembuatan silase; c) praktik dan pelatihan cara pembuatan silase hijauan; d) evaluasi pelaksanaan program PKM yang telah dilaksanakan. Luaran yang diharapkan melalui kegiatan PKM ini antara lain pengetahuan dan keterampilan tentang hijauan pakan dan pembuatan silase,  publikasi media massa/online dan terjadi peningkatan penerapan IPTEK dalam pengolahan pakan kambing dan domba di Desa Gunungpring.

Page 1 of 1 | Total Record : 6