cover
Contact Name
MUHAMAD DANI SOMANTRI
Contact Email
muhamaddanisomantri34@gmail.com
Phone
+6285295076808
Journal Mail Official
jurnalmutawasith@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah IAILM Tasikmalaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam
ISSN : 27222764     EISSN : 27234681     DOI : -
Core Subject : Religion,
Mutawasith is the academic journal of Islamic law that was first published in 2018 by the Program of Sharia Economics Law (Muamalah) of the Institute of Islamic Religion Mubarokiyah Tasikmalaya. The Mutawasith Journal is published periodically twice in one year in June and December. The focus of the study from the Mutawasith Journal emphasizes the research or conceptual results relating to the study of Islamic law, sharia economic law, family law, and the social institution of contemporary Islamic Law (actual) by writing methods referring to the standards of scientific writing. The Mutawasith Journal publicly receives contributions from academics and non-academics related to the topic of journal Studies. All published articles do not necessarily present a journal view, or other institution that has a relationship with the publication of a journal.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019)" : 6 Documents clear
TINJAUAN ISLAM TERHADAP PEMANFAATAN BARANG GADAI SAWAH DI DESA CIBERES KECAMATAN PATOKBEUSI KABUPATEN SUBANG Siti Hadiyanti Dini Islamiati
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.639 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.150

Abstract

Abstrak Terjadinya praktek gadai sawah di Desa Ciberes ini sudah marak sekali. Kebanyakan masyarakat khususnya petani beranggapan bahwa menggadaikan sawahnya lebih mudah dari pada harus meminjam uang ke Bank, karena tanpa harus melalui prosedur yang rumit. Setelah itu dengan kesepakatan dan rasa percaya antara kedua belah pihak maka selesai sudah transaksi tersebut. Akan tetapi jika sudah mempunyai uang sebelum jatuh tempo, maka rahin dibolehkan untuk menebus atau mengambil sawahnya kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan barang gadai sawah di Desa Ciberes, serta mengetahui tinjauan Islam terhadap pemanfaatan barang gadai sawah. Metode yang digunakan Yuridis Normatif dengan pendekatan Deskriftif Kualitatif, yaitu mengungkapkan dan menganalisis serta memberikan gambaran mengenai fakta-fakta yang telah diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya pemanfaatan barang gadai sawah di Desa Ciberes bermula adanya ketidaksahan dalam praktek gadai disebabkan adanya kecacatan dalam shigat antara rahin dan murtahin, yakni dalam shigat yang mereka laksanakan terdapat persyaratan yang berkaitan dengan pemanfaatan marhun (sawah), secara keseluruhan berpindah ke tangan murtahin. Dan syarat tersebut merusak shigat akad. Sedangkan menurut tinjauan islam tidak sesuai karena menurut pendapat ulama tidak membolehkan adanya pemanfaatan marhun oleh murtahin, alasannya bahwa pemanfaatan marhun dapat dikategorikan dalam akad qard yang mensyaratkan tambahan tertentu, dan ini juga dapat dikategorikan macam riba. Selain itu juga pemanfaatan marhun oleh murtahin ini keluar dari ketentuan bahwa yang berhak memanfaatkan suatu barang ialah pemiliknya.
PENGARUH DAN PERANAN KYAI DALAM MENGAWAL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA TASIKMALAYA Ujang Hidayatulloh
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.527 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.151

Abstract

Peran Kyai dalam hal sosial keagamaan dan kemasyarakatan sebagian mulai ditinggalkan, karena tergeser dengan pengaruh budaya asing yang tanpa sadar memaksa diikuti, padahal banyak peranan Kyai memiliki nilai-nilai istimewa yang terkandung di dalamnya. Begitu juga Peranan Kiai khususnya di Kota Tasikmalaya sejak berdirinya pemerintahan Kota Tasikmalaya sampai sekarang tidak terlepas dari peranan dan pengaruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dan pengaruh Kyai di Kota Tasikmalaya antara lain : 1) Peranan dari Kiai dalam mengawal kerukunan hidup beragama dan hidup bermasyarakat. 2) Faktor pendukung dan penghambat Kyai dalam mengawal kerukunan hidup beragama dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kyai, Pesanteren dan Masyarakat yang berdomisili di Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peranan dan pengaruh Kyai dalam mengawal dan memjaga kerukunan hidup beragama dan masyarakat, sebagai tokoh agama, pengelola, elite politik, motivator dan penyedia fasilitas layanan belajar. 2) Faktor pendukung Kyai dalam menjaga kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat adalah penerimaan dan kepercayaan dari Masyarakat akan keberadaan Kyai serta adanya dana baik hibah maupun bantuan yang tidak mengikat untuk penyelenggaraan program; sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya kepercayaan dari masyarakat dan minusnya perhatian pemerintah.
ANALISIS ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP INDEKS KEMISKINAN; NILAI MATERIAL DAN SPIRITUAL PARA MUSTAHIK Mohamad Anwar
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.809 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.152

Abstract

Zakat Center Cirebon merupakan salah satu Lembaga Amil Zakat yang cukup besar dan memiliki rekam jejak yang baik dalam pengumpulan dan pendayagunaan zakat di wilayah III Cirebon dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah. Tujuan penelitian ini menganalisis perubahan pendapatan rumah tangga mustahik setelah mendapatkan bantuan dana zakat produktif dari Zakat Center Cirebon; mengidentifikasi karakteristik nilai material dan spiritual mustahik setelah mendapatkan bantuan dana zakat produktif berdasarkan model CIBEST. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan pengisian kuesioner. Adapun uji statistik dan analisis data adalah uji t data berpasangan dan model CIBEST. Hasil penelitian menujukkan pendapatan rumah tangga mustahik setelah mendapatkan bantuan dana zakat produktif mengalami perubahan yang signifikan. Sebelum adanya bantuan dana zakat, rata-rata pendapatan rumah tangga mustahik adalah Rp 1.110.563,- dan setelah mendapatkan bantuan dana zakat rata-rata pendapatan rumah tangga mustahik naik menjadi Rp. 1.653.000,- Artinya terjadi peningkatan rata-rata pendapatan rumah tangga mustahik sebesar Rp. 542.437,-. Berdasarkan model CIBEST, karakteristik nilai material dan spiritual mustahik setelah mendapatkan bantuan dana zakat produktif dari Zakat Center Cirebon mengalami perubahan. Setelah adanya bantuan dana zakat, jumlah rumah tangga mustahik yang berada pada kategori rumah tangga sejahtera (kuadran I) mengalami peningkatan sebesar 47.50 persen. Sedangkan jumlah rumah tangga mustahik yang masuk kategori miskin material (kuadran II) menurun 25.00 persen. Begitupun jumlah rumah tangga mustahik yang masuk kategori miskin spiritual (kuadran III) dan miskin absolut (kuadran IV) masing-masing turun sebesar 54.55 persen dan 90.91 persen.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS EKONOMI SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PENGHASILAN MASYARAKAT Ade Albayan
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.773 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.153

Abstract

Pengembangan desa wisata saat ini menjadi prioritas setiap desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kebijakan pemerintah yang membantu mengenai pendanaan Desa ternyata tidak cukup memberi akses masyarakat dalam kehidupannya karena alokasinya hanya untuk infrastruktur desa. Sehingga masyarakat harus mencari pendanaan lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengikuti program desa wisata dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki masyarakat guna memaksimalkan usaha yang dibuatnya. Pendanaan ini dapat diakses dengan menggunakan lembaga keuangan syariah sebagai upaya meningkatkan penghasilan masyarakat.
SISTEM BAGI HASIL PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN DALAM PERSFEKTIF FIQIH MUAMALAH DI KP. PAMIPIRAN DESA PAGERSARI KECAMATAN PAGERAGEUNG KABUPATEN TASIKMALAYA Yoni Nugraha; Junjun Kurnia; Muhammad Habib; Nandang Akhmad Kosasih
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.229 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.154

Abstract

Kebanyakan masyarakat khususnya petani beranggapan bahwa menggadaikan sawahnya lebih mudah dari pada harus meminjam uang ke Bank, karena tanpa harus melalui prosedur yang rumit. Setelah itu dengan kesepakatan dan rasa percaya antara kedua belah pihak maka selesai sudah transaksi tersebut. Akan tetapi jika sudah mempunyai uang sebelum jatuh tempo, maka rahin dibolehkan untuk menebus atau mengambil sawahnya kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan barang gadai sawah di Desa Ciberes, serta mengetahui tinjauan Islam terhadap pemanfaatan barang gadai sawah. Metode yang digunakan Yuridis Normatif dengan pendekatan Deskriftif Kualitatif, yaitu mengungkapkan dan menganalisis serta memberikan gambaran mengenai fakta-fakta yang telah diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya pemanfaatan barang gadai sawah di Desa Ciberes bermula adanya ketidaksahan dalam praktek gadai disebabkan adanya kecacatan dalam shigat antara rahin dan murtahin, yakni dalam shigat yang mereka laksanakan terdapat persyaratan yang berkaitan dengan pemanfaatan marhun (sawah), secara keseluruhan berpindah ke tangan murtahin. Dan syarat tersebut merusak shigat akad. Sedangkan menurut tinjauan islam tidak sesuai karena menurut pendapat ulama tidak membolehkan adanya pemanfaatan marhun oleh murtahin, alasannya bahwa pemanfaatan marhun dapat dikategorikan dalam akad qard yang mensyaratkan tambahan tertentu, dan ini juga dapat dikategorikan macam riba.
JUAL BELI PRODUK IMITASI FASHION PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG HAK CIPTA NOMOR 28 TAHUN 2014 DAN HUKUM ISLAM Solihah Sari Rahayu; Novianti Syarifah; Muhamad Dani Somantri
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.112 KB) | DOI: 10.47971/mjhi.v2i2.155

Abstract

Jual beli dalam Al-Quran disebutkan 3 bentuk yaitu : tijarah, bai’, syira’. jual beli adalah pertukaran harta (mal) dengan harta dengan menggunakan cara tertentu. Pertukaran harta dengan harta disini, diartikan harta yang memiliki manfaat serta terdapat kecenderungan manusia untuk menggunakannya, cara tertentu yang dimaksud adalah sighat atau ungkapan ijab dan qabul. Pasar adalah adanya penjual dan pembeli saling bertemu, salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Penelitian ini mendepenelitiankan dan mengkaji permasalahan mengenai konsep pembajakan karya-karya di bidang hak cipta dalam perspektif hukum Islam dengan menggunakan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta sebagai fokus studinya. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengangkat tentang solusi hukum Undang-Undang tentang Hak Cipta. Dalam usaha penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi langsung dan tidak langsung. Pembajakan dengan menyamakan hukum dari pencurian dapat menggunakan metode qiyas. Apabila dikaji berdasarkan metode qiyas, segala apapun bentuk dari pembajakan merupakan haram dan harus dijauhi. Dengan beberapa penjelasan di atas maka segala apapun bentuk pembajakan baik cara/metode maupun objek atau sasaran yang mengarah pada pembajakan hak cipta hukumnya adalah haram.

Page 1 of 1 | Total Record : 6