cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
jvce@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jvce@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Postgraduate, Universitas Negeri Semarang Kelud Utara III, Semarang 50237 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Vocational and Career Education
ISSN : 23390344     EISSN : 25032305     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jvce
Core Subject :
Journal of Vocational and Career Education [p-ISSN 2339-0344| e-ISSN 2503-2305] is a peer-reviewed journal which welcomes submissions involving a critical discussion of policy and practice, as well as contributions to conceptual and theoretical developments in the field. It includes articles based on empirical research and analysis (quantitative, qualitative and mixed method) and welcomes papers from a wide range of disciplinary and inter-disciplinary perspectives. The journal embraces the broad range of settings and ways in which vocational and professional learning takes place and, hence, is not restricted by institutional boundaries or structures in relation to national systems of education and training. It is interested in the study of curriculum, pedagogy, and assessment, as well as economic, cultural and political aspects related to the role of vocational and professional education and training in society.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): December 2017" : 24 Documents clear
Pengembangan Model Uji Kompetensi Pedagogik Tata Boga pada Pendidikan Profesi Guru SMK Program Keahlian Kuliner handayani, Ira; Basyirun, Basyirun; Endroyo, Bambang
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13814

Abstract

Pengembangan model uji kompetensi pedagogik yang bersifat spesifik sangat diperlukan guna menghasilkan model uji kompetensi yang tepat  karena karakteristik pedagogik antar mata pelajaran berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  model Uji Kompetensi Pedagogik Tata Boga pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) Program keahlian Kuliner. Pengembangan model Uji Pedaboga P2M  ini menggunakan prosedur pengembangan dari Plomp (1997)  yaitu terdiri (1) fase investigasi awal; (2) fase desain; (3) fase realisasi; (4) fase uji coba, dan revisi. Uji validitas dilakukan oleh 2 orang ahli yang menilai perangkat dan instrumen pembelajaran/pelatihan dan uji. Tingkat kepakaran antar penilai terhadap hasil penilaiannya dianalisis dengan statistik Coefficient Cohen’s kappa dan percentage of agreement. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Tata Boga).  Hasil penelitiannya adalah: (1) model Uji Pedaboga P2M  memiliki kriteria keefektifan rata-rata 92%, kepraktisan 87%, dan keterlaksanaan 86%. (2) perangkat uji kompetensi seperti modul pembelajaran/pelatihan dan uji dengan kriteria sangat baik (rata-rata 3,73), lembaran cek kemampuan dan rubrik penilaian (justifikasi) peserta diklat/uji dengan kriteria sangat baik (rata-rata 3,62). Model Uji Pedaboga P2M dapat  dijadikan acuan pada  kegiatan uji kompetensi pedagogik Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang akan datang sehingga penilaian uji Kompetensi lebih spesifik. Specific development of pedagogic competence test model is highly necessary to generate appropriate competence models due to pedagogic difference between subjects. This research aimed to develop Culinary Art (food processing and presentation) Pedagogic Competence Test model on Teacher Profession Education (PPG) of Culinary Expertise Program. This P2M Pedaboga Test utilized Plomp (1997) development procedures that comprised of (1) initial investigation phase; (2) design phase; (3) realization phase; (4) testing phase, and revision. Validity test carried out by two experts who assessed the devices and instruments of learning/training and test.  Expertise level between the assessors against their assessment were analyzed analyzed using Cohen’s Kappa Coefficient and percentage of agreement statistic. Subjects were Family Welfare (Culinary Art) Education department students. Research result revealed that: (1) Pedaboga P2M test had 92% averageof  effectiveness, 87% of practicality, and 86% of implementation criteria; (2) competency test devices such as learning/training and test module had excellent criteria (3.73 in average), skill check sheets and assessment rubric (justification) of training/test participants had excellent criteria (3.62 in average). Pedaboga P2M Test model could be utilized as reference for future pedagogic competence test activity of Teacher Profession Education for more specific Competence test assessment.
Penerapan Model Pembelajaran Pengelolaan Usaha Boga Priyanti, Priyanti; Khumaedi, Muhammad; Wijaya, M Burhan Rubay; Indani, Indani
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Menguji keefektifan, kelayakan dan kepraktisan model yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Model yang dikembangkan yaitu pembelajaran pengelolaan usaha boga.  Studi pendahuluan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan tindak lanjut terhadap pembelajaran pengelolaan usaha boga untuk meningkatkan kompetensi wirausaha siswa. Model PPUB terbukti efektif dari adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,371% kreteria “sedang”. Terbukti layak dari respon guru dengan rata-rata 3,25 kriteria “sangat layak”. Terbukti praktis dari respon siswa dengan rata-rata 3,4 kreteria “praktis”. Dengan demikian model PPUB dapat meningkatkan kompetensi wirausaha siswa jasa boga. Saran agar hasil penelitian model perlu disosialisasikan kepada guru SMK Jasa Boga agar dapat diterapkan dalam pembelajaran pengelolaan usaha boga.This study aimed to determine: Testing the effectiveness, feasibility and practicality of the catering business management learning model which was developed. This study used Research and Development (R&D). The model that developed was the learning of catering business management. The preliminary study in this study indicated that follow-up to the learning of catering business management is required to improve the students’ entrepreneurship competence. The development stage of catering business learning model included product design from learning media development and the strategy of learning model. The PPUB model proved that it was effective from the improvement of student learning outcomes by 0,371% with “medium” criteria. The PPUB model proved that it was feasible from the teacher responses with an average grade of 3.25 with “very feasible” criteria, and the model proved that it was practical from the student responses by obtaining an average of 3.4 with “practical” criteria. Thus, the model could improve students’ entrepreneurs catering services competence. The suggestion from result of this study is model of PPUB needs to be socialized to the teachers of SMK Jasa Boga in order it can be apply in management of catering business learning
Penerapan Model Pembelajaran Pengelolaan Usaha Boga
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Menguji keefektifan, kelayakan dan kepraktisan model yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RD). Model yang dikembangkan yaitu pembelajaran pengelolaan usaha boga.  Studi pendahuluan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan tindak lanjut terhadap pembelajaran pengelolaan usaha boga untuk meningkatkan kompetensi wirausaha siswa. Model PPUB terbukti efektif dari adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,371% kreteria “sedang”. Terbukti layak dari respon guru dengan rata-rata 3,25 kriteria “sangat layak”. Terbukti praktis dari respon siswa dengan rata-rata 3,4 kreteria “praktis”. Dengan demikian model PPUB dapat meningkatkan kompetensi wirausaha siswa jasa boga. Saran agar hasil penelitian model perlu disosialisasikan kepada guru SMK Jasa Boga agar dapat diterapkan dalam pembelajaran pengelolaan usaha boga.This study aimed to determine: Testing the effectiveness, feasibility and practicality of the catering business management learning model which was developed. This study used Research and Development (RD). The model that developed was the learning of catering business management. The preliminary study in this study indicated that follow-up to the learning of catering business management is required to improve the students’ entrepreneurship competence. The development stage of catering business learning model included product design from learning media development and the strategy of learning model. The PPUB model proved that it was effective from the improvement of student learning outcomes by 0,371% with “medium” criteria. The PPUB model proved that it was feasible from the teacher responses with an average grade of 3.25 with “very feasible” criteria, and the model proved that it was practical from the student responses by obtaining an average of 3.4 with “practical” criteria. Thus, the model could improve students’ entrepreneurs catering services competence. The suggestion from result of this study is model of PPUB needs to be socialized to the teachers of SMK Jasa Boga in order it can be apply in management of catering business learning
Keefektifan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Berbasis Industri pada Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13809

Abstract

Praktek Kerja Lapangan merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan di luar proses belajar mengajar di sekolah dan dilaksanakan di industri. Maka dipandang perlu dilakukan penelitian tentang keefektifan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan berbasis industri sehingga nantinya didapat sebuah rekomendasi sesuai dengan kebutuhan di industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, menganalisis pelaksanaan, mengetahui hasil dan mengetahui keefektifan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yang berbasis industri yang diterapkan pada kompetensi keahlian teknik Audio Video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Perencanaan meliputi; tujuan yaitu institusi pasangan, naskah kerja sama, pembekalan, kesesuaian dengan kompetensi dan untuk kesiapan yaitu ketersedianan sarana dan prasarana, kemampuan, dan kemauan, mengendalikan emosi, kritis, menyesuaikan diri, dan berambisi untuk maju. Pelaksanaan meliputi disiplin, kerja sama, inisiatif, tanggung jawab, etika, pembimbingan dan kelengkapan dokumen. Hasilnya yaitu penguasaan ketrampilan, sertifikat,  dan perilaku budaya kerja industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanan Praktek Kerja Lapangan berbasis industri kompetensi keahlian Teknik Audio Video sudah efektif serta bermanfaat demi keberhasilan program pendidikan dan pelatihan Field Work Practice is a learning system that is done outside the process of teaching and learning in schools and implemented in industry. So it is deemed necessary to do research on the effectiveness of the implementation of Industrial Field Work Practice so that later obtained a recommendation in accordance with the needs in the industry. The purpose of this study is to describe the planning, analyzing the implementation, knowing the results and know the effectiveness of the implementation of Industrial Field Work Practice that is applied to the competence of audio video engineering expertise. The method used in this research is descriptive qualitative research. Planning includes; The purpose of partner institutions, cooperation scripts, briefing, compatibility with competence and for preparedness that is the availability of facilities and infrastructure, ability, and willingness, controlling emotions, critical, adjust, and ambition to move forward. Implementation includes discipline, cooperation, initiative, responsibility, ethics, guidance and completeness of documents. The result is the mastery of skills, certificates, and behavior of industrial work culture. The result of the research shows that the implementation of Industrial Field Practice based on the competence of Audio Video Technique expertise has been effective and beneficial for the success of education and training program.
Penerapan Model Pembelajaran Shesil (Soft, Hard and Environment Skill Integrated Learning) pada Kecakapan Otomotif
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13835

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi akan berdampak pada sendi sendi kehidupan manusia. Manusia membutuhkan kecakapan sesuai perkembangan jaman dan kemampuan untuk meminimalisasikan resiko akibat  teknologi seperti pergeseran nilai karakter dan kerusakan lingkungan. Pendidikan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan hal tersebut. Dibutuhkan pola pembelajaran yang menyeimbangkan pendidikan soft skill, hard skill dan environment skill dalam satu kesatuan. Penelitian ini yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan desain model pembelajaran SHESIL yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan soft skill, hard skill dan environment skill dalam satu kesatuan. Berdasarkan uji validitas ahli, model pembelajaran SHESIL memiliki tingkat kevalidan yang baik dan layak digunakan.  Efektifitas model dapat dilihat pada uji coba lapangan. Hasil data lapangan menunjukan ada peningkatan pada penilaian soft skill, hard skill dan environment skill. Penilaian keseluruhan aspek dari soft skill, hard skill dan environment skill terhadap peningkatan kecakapan otomotif menunjukan ( t hitung 10,58 t tabel - 1,64) sehingga disimpulkan model pembelajaran SHESIL efektif meningkatkan kecakapan otomotif siswa SMK. Penerapan model pembelajaran SHESIL menjadi alternatif pilihan dalam membantu guru untuk menanamkan pendidikan soft skill dan kesadaran lingkungan sesuai tujuan pendidikan nasional. The development of technology and information will affect to the principal of human life. Humans need skills based on the development of time and ability to minimize risks caused by technology such as shifting character values and environmental damage. Education becomes foremost guard in creating it. We need  learning model which balances soft skill, hard skill and environment skill in a single entity. The purpose of this research is to produce SHESIL learning model that is the application of learning to integrate soft skill, hard skill and environment skill in one unit. Based on validity test done by the expert,  SHESIL learning model has a feasible and fair validity to be used. The effectiveness of the model can be on field experiment. The result of field data showed that there was a soft skill improvement, environmental skill improvement  and t count 31,46 and hard skill improvement. The whole assessment of soft skill, hard skill and environment skill to the improvement of automotive skill showed t count bigger than t table (10,58 - 1,64) so we can that conclude that SHESIL learning model can improve the automotive skill of vocational students effectively. Application of SHESIL learning model is becomes an alternative choice to assist teachers in realizing soft skill education and environmental sensitivity matching to goals of national education.
Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal di Sekolah Kejuruan Wilayah Kalimantan Barat
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pengembangan model pembelajaran berbasis potensi lokal bidai pada mata pelajaran Kewirausahaan dan menguji kevalidan dan keefektifan dalam menggunakan pembelajaran yang dikembangkan untuk membuat siswa berminat berwirausaha bidai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development dengan dibuat penyederhanaan pada langkah ke enam sebagai model final yang pelaksanaannya dilaksanakan dalam tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan. Tahap studi pendahuluan dalam penelitian ini menggunakan observasi wawancara terbuka dari pernyataan guru. Tahap pengembangan model pembelajaran kewirausahaan meliputi desain produk yang divalidasi oleh para ahli, selanjutnya diimplementasikan ke dalam perangkat pembelajaran yang akan divalidasi oleh praktisi sebagai pengguna model sebelum diterapkan di dalam kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kewirausahaan berbasis potensi lokal bidai dikembangkan menghasilkan model konseptual, model hipotetik, dan model akhir. Model pembelajaran kewirausahaan berbasis potensi lokal yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat bidai dan berwirausaha, memiliki sikap positif terhadap warisan budaya, dan menghasilkan produk bernilai komersil.. Hasil akhir penelitian pada model pembelajaran kewirausahaan ini yaitu hasil akhir model pembelajaran kewirausahaan berbasis potensi lokal bidai dikategorikan valid dan efektif. This research aims to make the development of learning model based on local potential of bidai on Entrepreneurship subjects and to test the validity and effectiveness in using a developed learning to make students interested in entrepreneurial bidai. Research and development were used as the method in this study with a simplification made in the sixth step as a final model, which the implementation was carried out in the preliminary study stage and development stage. The preliminary study stage in this study used open interview observations of teacher statements. The development phase of the entrepreneurship-learning model includes product design, which was validated by experts, and then implemented into learning tools that would be validated by practitioners as model users before being applied in the classroom. The results of this study indicate that the developed entrepreneurship-learning model based on the local potential of bidai generates conceptual models, hypothetical models, and final models. The developed entrepreneurship-learning model based on the local potential is said as a valid and effective learning model in improving the knowledge and skills of bidai and entrepreneurship, possessing a positive attitude toward cultural heritage, and producing commercial value products. The result of this study on the entrepreneurship-learning model is that the developed entrepreneurship-learning model based on the local potential of bidai t is said as a valid and effective learning model.
Penerapan Model Pendampingan Perikanan Terhadap Kemampuan Pengetahuan dan Keterampilan Teknis Pembenihan Ikan Nila
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13810

Abstract

Permasalahan pengembangan perikanan budidaya di Kecamatan Jelimpo adalah kurangnya akses informasi pada petani baik secara teknis maupun non teknis dalam pembenihan ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengahasilkan model pendampingan pembenihan ikan nila yang valid dan efektif.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reseadch and Development (RD). Model pendampingan ini merupakan kegiatan pembelajaran yang berkerjasama dengan Balai Benih Ikan Jelimpo untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk dapat menghasilkan benih ikan nila secara mandiri. Model pendampingan ini menekankan kegiatan pelatihan sebelum dilakukannya pendampingan. Implementasi Model ini dilakukan oleh fasilitator dari Balai Benih Ikan Jelimpo dengan mengambil 10 peserta dari petani ikan yang berminat untuk berhasil membenihkan ikan nila. Pendampingan dilakukan tiga kali pertemuan pada saat tahap kritis dalam pembenihan. Hasil model pendampingan menunjukkan bahwa model yang telah divalidasi oleh ahli yaitu sangat valid dengan skor rata-rata 88,50. Pada hasil uji coba terbatas juga menunjukkan bahwa model pendampingan pembenihan ikan nila dinilai efektif yaitu dihasilkan dari uji wilcoxon dengan signifikansi 0,005 0,05 hal ini mengindikasikan bahwa model dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Hasil pendampingan juga dilihat dari produktifitas petani pada benih ikan yang dinilai dari kualitas dan jumlah benih ikan nila. The problem of the development of aquaculture fishery in Jelimpo sub-district is lack of information access to farmers both technical and non technical in fish hatchery. The purpose of this research is to produce a valid and effective tilapia seedling assistance model. The method used in this research is Reseadch and Development (R D). This mentoring model is a learning activity in collaboration with Jelimpo Fish Seed Center to improve the knowledge and technical skills to be able to produce the tilapia fish independently. This mentoring model emphasizes training activities prior to mentoring. Implementation This model was conducted by a facilitator from Jelimpo Fish Seed Center by taking 10 participants from fish farmers who are interested to successfully nickle tilapia fish. Assistance was done three times during the critical stage in the hatchery. The results of the mentoring model show that the model that has been validated by the expert is very valid with an average score of 88.50. In the limited trial results also showed that the indonesian tilapia seeding assistance model is considered effective, resulting from the wilcoxon test with a significance of 0.005 0.05 this indicates that the model can improve the knowledge and technical skills. The results of assistance are also seen from the productivity of farmers in fish seeds that are assessed by the quality and number of seeds.
Model Pembelajaran Keterampilan Vokasional Berbasis Potensi Lokal di SMA Wilayah Kalimantan
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13836

Abstract

Siswa SMA perlu diberikan pembelajaran keterampilan vokasional sebagai bekal keterampilan hidup setelah lulus dari sekolah dengan memanfaatkan sumber daya alam di daerah setempat. Penelitian ini berjuan untuk membuat model pembelajaran keterampilan vokasional berbasis potensi lokal buah jengkol pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan serta menguji kevalidan dan keefektifan penggunaan model dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development yang disederhanakan dengan enam langkah yaitu analisis potensi dan masalah hingga uji coba skala terbatas. Langkah pertama yaitu studi pendahuluan untuk membangun model factual.  Model konseptual melalui analisis model faktual dan kajian teori, validitas model dilakukan melalui teknik delphi menggunakan validator ahli model. Menguji keefektifan model digunakan one group pre test-post test design dan penghitungan nilai gain. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran project based learning yang mengangkat potensi lokal buah jengkol valid dan efektif untuk meningkatkan kecakapan siswa dalam bentuk kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pengolahan jengkol menjadi produk seperti lempok jengkol yang memiliki nilai jual. Selain meningkatkan sikap dan keterampilan kewirausahaan, model ini juga dapat meningkatkan sikap menghargai potensi lokal di daerah setempat. The student of high school need to be given a vocational skills as a provision of living skill after graduating from the school by making use of the natural resources in nearby areas. This research is aimed to make vocational skill learning model based on local potency of jengkol on the subjects of Prakarya and Entrepreneurship as well as to test the validity and effectiveness of the model usage in learning activities. The method used in this research was a research and development that was simplified by six steps, namely the analysis of potentials and problems to a limited scale trial. The first step was a preliminary study to build a factual model. Conceptual model through factual model analysis and theoretical study, model validity was done through delphi technique using expert model validator. The effectiveness of the model was tested by using one group pre-test – post-test design and gained value calculation. The result of the research showed that the project based learning that raised the local potential of dog fruit is valid and effective to improve the students' skill in the form of knowledge, attitude and skill competence. Dog fruit might be processed into a product such as jengkol lempok that has a sale value. Besides improving entrepreneurial attitudes and skills, this model can also enhance the attitude of appreciating local potential in the local area.
Model Teaching Factory bagi Pembelajaran Merencana dan Menginstalasi Sistem Audio
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13878

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan ( R D ) yang bertujuan : (1) Mendesain model pembelajaran Teaching Factory yang valid dan efektif untuk meningkatkan kecakapan vokasional Merencana dan Menginstalasi Sistem Audio. (2) Mengetahui tingkat kevalidan dan kelayakan model pembelajaran Teaching Factory, (3) mengetahui tingkat keefektifan model pembelajaran Teaching Factory. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu analisis pendahuluan, mendesain model, validasi dan evaluasi serta hasil produk akhir dengan menggunakan one group pretest postest control design. Subjek peneliti SMKN 1 Ampelgading Pemalang. Sumber data untuk kevalidan model dilakukan dengan metode angket. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kevalidan yang terdiri dari desain model, silabus, RPP, bahan ajar dan instrumen evaluasi. Data untuk keefektifan diambil dari aspek soft skill hard skill dan environment skill selama proses pembelajaran. Metoda pengumpulan data yang digunakan meliputi lembar penilaian soft skill hard skill dan environment skill. Sedangkan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabelitas, uji daya beda, uji tingkat kesukaran, uji t dan uji z. Berdasarkan hasil analisis deskritif diketahui bahwa model pembelajaran Teaching Factory Merencana dan Menginstalasi sistem Audio telah dinyatakan valid dan layak oleh pakar ahli untuk digunakan. Peningkatan kemampuan soft skill pada Teaching Factory dilakukan dengan lembar observasi tahap I dan II dan dianalisis dengan N Gain, hasilnya terdapat peningkatan secara klasikal 28,21 % dengan N Gain 56,4 % kategori sedang. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teaching Factory efektif untuk meningkatkan kecakapan vokasional Merencana dan Menginstalasi Sistem Audio. This research includes research development (R D) that aims: (1) Designing Teaching Factory model that is valid and effective for improving vocational skills Planning and Installing Audio Systems. (2) To know the level of validity and feasibility of Teaching Factory learning model, (3) to know the effectiveness level of Teaching Factory learning model. The research was conducted with four stages: preliminary analysis, model design, validation and evaluation, and final product result by using one group pretest postest control design. Subject of researcher SMKN 1 Ampelgading Pemalang. The data source for the validity of the model is done by questionnaire method. The instrument used is a validation instrument consisting of model design, syllabus, RPP, teaching materials and evaluation instruments. The data for for effectiveness is taken from the aspects of hard skills skill and environmental skill during the learning process. The data collection methods used include hard skill soft skill and environmental skill score sheets. While the data analysis using validity test, reliability test, different power test, difficulty test, t test and z test. Based on the results of descriptive analysis, it is known that Teaching Factory Learning Model of Planning and Installing Audio
Development of Technopreneurship Learning Model in Vocational High School Machinery Program
Journal of Vocational and Career Education Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v2i2.13811

Abstract

This research aims to develop Technopreneurship learning model in package engineering expertise machining; test the effectiveness and practicality of the Technopreneurship learning model in package engineering expertise machining. The methods used are research and development. Subjects trials one Technopreneurship learning group. Instruments of colecting data are teacher and student’s questionnaire sheets, validation instruments, interpersonal, intrapersonal, skill observation sheet, product result, teachers and students response, cognitive test. Analysis of data with t test for effectiveness and practicality of learning. Results of the research is a Technopreneurship learning model that has 4 stages to improve attitudes technopreneur, develop products based on the results of an investigation into the need for appropriate technology tools in surrounding communities. Technopreneurship learning model effectively declared the results of post test better assessment of the results of pre-test assessment. Technopreneurship learning model implemented in the second semesters of grade XI who have taken industrial practice. Teachers must have a productive capabilities and entrepreneurship.

Page 2 of 3 | Total Record : 24