Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2023)"
:
15 Documents
clear
Penurunan Tingkat Stres Pasien Kanker Menggunakan Terapi Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT)
Rahayu, Pratiwi;
Mubin, Mohamad Fatkhul
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.10458
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan kontrol regulasi pertumbuhan sel normal. Selama proses penyakit dan penyembuhan pada pasien kanker, penderita akan mengalami perubahan fisik maupun psikis. Seseorang yang terdiagnosis kanker secara umum akan mengalami stres, dan kondisi psikologisnya terganggu. Terapi SEFT mampu menurunkan tingkat stres pasien kanker. Terapi SEFT adalah teknik penggabungan dari energi psikologis, kekuatan spiritual, dan doa untuk mengatasi emosi negatif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tingkat stres pasien kanker setelah dilakukan terapi SEFT. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif yaitu pendekatan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan melakukan terapi SEFT dalam waktu 15 menit selama 3 hari. Pengukuran tingkat stres pasien pre-post menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Subyek studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria inklusi adalah pasien kanker dengan stres yang bersedia menjadi responden, dan kriteria ekslusi adalah pasien yang tidak bersedia untuk diterapi. Subyek studi kasus telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Hasil studi kasus menunjukkan rata-rata skor sebelum dilakukan terapi adalah 13, dan rata-rata skor setelah dilakukan terapi adalah 8,5. Didapatkan hasil penurunan yang signifikan yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 4,5. Intervensi terapi SEFT ini mampu menurunkan tingkat stres pada pasien kanker.
Penurunan Tekanan Darah Tinggi pada Pasien Hipertensi yang Menerapkan Terapi Relaksasi Otot Progresif
Arlia Rimadia;
Khoiriyah Khoiriyah
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.10450
Tekanan darah tinggi pada lansia yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi seperti stroke, infark miokard, gagal ginjal dan kematian, sehingga perlu dilakukan pengendalian tekanan darah (TD) salah satunya dengan pendekatan non farmakologis menggunakan relaksasi otot progresif. Tujuan dari terapi ini untuk menurunkan TD pada pengidap tekanan darah tinggi. Metode yang diterapkan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan melibatkan dua pasien hipertensi yang dipilih secara acak dengan kriteria inklusi pengidap hipertensi, usia 55-64 th, tidak sedang menjalani pengobatan, tidak memiliki kelemahan otot, hemiplegia, kekakuan otot dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pasien diinstruksikan melakukan latihan penegangan dan pengenduran otot baik dari otot wajah hingga otot kaki dalam durasi 20 menit/hari selama enam hari dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah 5 menit sebelum dan sesudah latihan (Pre dan Post). Hasil nilai rata-rata TD sebelum dilakukan relaksasi otot prograsif 178/105 mmHg pada pasien 1 dan 158/98,3 mmHg pada pasien 2. Nilai rata-rata TD setelah dilakukan relaksasi otot prograsif 168/101 mmHg pada pasien 1 dan 146/95,8 mmHg pada pasien 2. Latihan relaksasi otot progresif 20 menit/hari selama enam hari dengan intensitas sedang mampu menurunkan TD pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Latihan ini perlu dilakukan secara rutin bersama dengan konsumsi obat antihipertensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Penerapan Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Dan Tanda-Tanda Vital Pada Pasien Pre Operasi
Pohan, Vivi Yosafianti;
Admaja, Paramarta Yuli
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8125
Pasien fase pre operatif seringkali mengalami kecemasan. Kecemasan dapat menimbulkan respon fisiologis berupa perubahan tanda-tanda vital. Kecemasan pada pasien pre operasi dapat mengakibatkan operasi tidak terlaksana atau dibatalkan maka dari itu dibutuhkan intervensi yang tepat untuk mengatasinya yaitu relaksasi Benson. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penerapan relaksasi Benson terhadap kecemasan dan tanda-tanda vital pada pasien pre operasi di ruang pra induksi RSUP dr. Kariadi Semarang. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini adalah lima subyek studi kasus pre operasi dengan kriteria inklusi umur 20-40 tahun, beragama Islam, belum pernah melakukan operasi sebelumnya, dan mengalami kecemasan sedang dengan skor 31-45. Pengkajian pada kelima subyek studi kasus menunjukkan kecemasan sedang dengan rata-rata skor 35. Intervensi yang dilakukan adalah relaksasi Benson selama 3x20 menit. Evaluasi yang didapatkan adalah terdapat perubahan skor kecemasan yaitu dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan setelah dilakukan 3 kali intervensi relaksasi Benson dengan selisih rata-rata penurunan rentang kecemasan sebesar 3,3. Selain itu, juga terdapat perubahan TTV setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Terdapat pengaruh teknik relaksasi Benson terhadap kecemasan dan tanda-tanda vital pasien pre operatif. Teknik relaksasi Benson dapat dimasukkan kedalam standar operasional prosedur (SOP) untuk pasien pre operasi yang mengalami kecemasan.
Penurunan Intensitas Nyeri Sendi Pasien Lansia Dengan Gout Artritis Menggunakan Kompres Jahe
Azizah, Febriani Azmatun;
Nurhidayati, Tri
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8170
Meningkatnya kadar asam urat pada penderita gout akan dapat menimbulkan gejala seperti; nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan terasa hangat pada area persendian. Bilamana gejala yang muncul tidak ditangani dengan baik maka akan dapat mengganggu aktivitas dan sampai bisa menyebabkan kerusakan sendi pada penderita. Kompres jahe merupakan salah satu teknik nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan intensitas nyeri setelah pemberian kompres jahe. Desain studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini adalah lansia yang menderita gout artritis. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur skala nyeri dengan menggunakan instrumen numeric ratting scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian kompres jahe. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri dengan nilai rata-rata penurunan sebesar 60% setelah diberikan terapi kompres jahe selama 3 hari. Kompres jahe menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan gout artritis dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Terapi kompres jahe dapat menjadi intervensi alternatif untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan gout artritis yang mengalami nyeri.
Penerapan Discharge Planning Pada Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap
Astride Wulandari Rusmana;
Tri Hartiti
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.10522
Discharge planning merupakan rangkaian atau proses interaksi pemberi pelayanan kesehatan secara multidisiplin dengan melakukan kolaborasi untuk dapat meningkatkan keberlanjutan perawatan pada pasien. Discharge planning diberikan untuk pasien maupun keluarga pasien dalam bentuk edukasi maupun pendidikan kesehatan. Discharge planning bermanfaat dalam membantu pasien dan keluarga memahami permasalahan, pencegahan, dengan meningkatkan pengetahuan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Desain studi pada penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendeketan asuhan keperawatan. Studi kasus melibatkan 2 klien yang sesuai dengan kriteria inklusi seperti pasien dengan DM tipe 2 yang dirawat inap selama 3 hari. Penentuan subjek studi kasus diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Pengukuran pengetahuan menggunakan lembar kuesioner dan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dalam rentang waktu 10 – 25 menit sebanyak 1 x sehari selama 3 hari berturut-turut. Terdapat peningkatan pemahaman atau pengetahuan pasien terhadap pelaksanaan discrage planning, dan berdasarkan wawancara pasien sudah memahami informasi yang diberikan dan merasa puas dengan penerapan discharge planning yang telah diberikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan discharge planning efektif dalam peningkatan pemahaman atau pengetahun pasien tentang kondisi penyakitnya. Diharapkan perawat menerapkan pemberian discharge planning kepada pasien, mulai dari pasien masuk sampai akan direncanakan pulang dari rumah sakit.
Pengaruh Aromaterapi Jahe Terhadap Mual Pada Pasien Kanker Pasca Kemoterapi
Pawestri, Pawestri;
Wahyurini, Dwi Esti
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8129
Kanker merupakan penyakit akibat mutasi sekumpulan gen pada sel tubuh yang mengatur proses penting, penatalaksanaan kanker salah satunya dengan kemoterapi. Rasa mual yang muncul pada pasien pasca kemotrapi merupakan salah satu efek samping dari pemberian obat-obatan kemoterapi. Tindakan non farmakologi yang diberikan untuk memberikan perasaan nyaman dan dapat mengatasi mual adalah penggunaan aroma terapi jahe. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma terapi jahe terhadap mual pada pasien kanker pasca kemoterapi di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode studi kasus ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan tentang proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi dengan mengaplikasikan aromaterapi jahe mengunakan alat diffuser humidifier dengan cara 10 tetes aromaterapi dicampurkan dalam 100 ml air dan dimasukkan dalam humidifier di berikan selama 20 menit sehari tiga kali yang dilakukan pada pasien pasca kemoterapi di ruang kemoterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel yang diambil tiga pasien dewasa dengan diagnosa kanker pro kemoterapi. Pengukuran mual pre-post dengan instrument Numerik Rating Scale (NRS). Terdapat penurunan skala mual pada ketiga pasien dan diikuti perbaikan nilai tanda-tanda vital. Intervensi aromaterapi jahe sangat efektif dalam menurunkan sekala mual pasien kanker pasca kemoterapi. Intervensi aromaterapi jahe bisa di jadikan standar oprasional prosedur (SOP) untuk menurunkan rasa mual pada pasien kanker pasca kemoterapi di ruang Kemoterapi RSUP dr. Kariadi Semarang.
Penerapan Terapi Murottal Pada Lansia Dengan Hipertensi
Pandiangan, Sefti Yollanda Uli;
Mariyam, Mariyam
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8131
Penyakit kadiovaskuler ialah penyebab angka satu kematian pada dunia dengan 17,9 juta orang meninggal mewakili 31% seluruh kematian didunia dan 85% disebabkan serangan jantung dan stroke. Salah satu distraksi yang mereka gunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi adalah Murottal (mendengarkan bacaan Al-Qur'an). Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui rerata penurunan tekanan darah dengan pemberian terapi Murottal Al-quran pada responden lansia dengan hipertensi. Metode studi kasus ini menggunakan Deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah lansia dengan hipertensi. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang, yang didapatkan secara purposive sampling. Subjek studi kasus telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Data hasil studi disajikan dalam bentuk tabel intervensi rerata penurunan tekana darah pre dan post terapi Murottal selama 3 hari. Rata- rata tekanan darah kedua responden menagalami penurunan, tekanan darah sistolik turun sebesar 8 mmHg dan diastolik turun sebesar 7,7 mmHg. Reaksi positif surah Murottal Al-Kahfi mempengaruhi sekresi endorfin di hipotalamus, melemaskan dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi Murottal juga merupakan terapi tanpa efek samping, bagi penderita hipertensi merupakan terapi mandiri yang aman dan mudah dilakukan secara rutin di rumah.
Terapi Relaksasi Autogenik Dapat Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Aprilani, Susi;
Warsono, Warsono
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.10552
Peningkatan kadar gula darah yang melebihi batas ambang normal dapat menimbulkan berbagai masalah seperti hipoglikemia, hiperglikemia, diabetes ketoasidosis dan hyporosmolar nonketoti serta gangguan perfusi perifer pada ekstremitas. Ketika gula darah tinggi, dapat melemahkan dinding pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke sel-sel saraf. Akibat terjadi kerusakan dan gangguan pada fungsi saraf seperti gangguan penglihatan. Terapi komplementer dengan teknik relaksasi autogenik merupakan salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tidak stabil pada penderita diabetes berisiko mengalami komplikasi, sehingga tubuh perlu rileks secara alami. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi teknik relaksasi autogenik terhadap variabilitas glikemik pada pasien diabetes tipe 2. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien dengan diabetes melitus di desa rw.04 desa Mranggen. Subyek studi kasus ini adalah 2 pasien lansia dengan hiperglikemi yang kemudian diberikan intervensi relaksasi autogenik. Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2022 sampai 21 Agustus 2022. Sebanyak 3 kali pertemuan setiap sesi dilakukan selama 15 menit Pemeriksaan kadar gula darah menggunakan glukometer sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi autogenik. Dari hasil studi kasus selama 3 hari didapatkan kadar gula darah berkurang setelah dilakukan terapi relaksasi autogenik. Subyek studi kasus 1 dari gula darah 503 mg/dl menjadi 368 mg/dl dan pada subyek studi kasus 2 dari gula darah 437 mg/dl menjadi 285 mg/dl. Diharapkan subyek dapat memperaktekkan secara mandiri.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Diaper Rash Pada Bayi Di Ruang Neonatal Intensive Care Unit RSUD Taman Husada Bontang Tahun 2022
Alawiyah, Nur Herlindra;
Zulaikha, Fatma
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.10173
Bayi mempunyai kulit yang sensitif terhadap keadaan yang ada dilingkungannya. Kondisi kulit bayi yang tipis mengakibatkan bayi lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dan alergi. Masalah yang sering terjadi pada bayi dan anak adalah diaper rash (ruam popok). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan dengan menggunakan virgin coconut oil (VCO) terhadap diaper rash pada bayi. Hasil Pada 3 hari berturut-turut diberikan intervensi virgin coconut oil (VCO) pada daerah yang terdapat diaper rash dapat dilihat bahwa terjadi perubahan derajat diaper rash yang dialami By.Ny.F. Pada hari pertama derajat diaper rash yang dialami By.Ny.F dalam derajat 1 yaitu derajat ringan. Kemudian pada hari kedua derajat diaper rash yang dialami By.Ny.F masih dalam derajat 1 tetapi ada perubahan warna kulit yang awalnya kemerahan yaitu memudar. Pada hari ketiga derajat diaper rash yang dialami By.Ny.F dalam derajat 0 yaitu terdapat penurunan yang artinya kulit By.Ny.F yang awalnya terdapat kemerahan menjadi tidak terdapat kemerahan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu analisis menunjukkan adanya perubahan yang signifikan atau perubahan yang baik pada hasil observasi dengan penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap diaper rash pada bayi.
Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Hipnosis Lima Jari
Rodianah, Siti;
Aisah, Siti
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8217
DM (diabetes melitus) mempunyai komplikasi psikologis yaitu pasien mengalami kecemasan ketika pasien cemas maka dapat memicu pengeluaran adrenocorticotropic hormone (ACTH) yang dapat mengaktifkan sekresi kortikosteroid, kortisol dan meningkatkan hormon glukokortikoid dan katekolamin sehingga mengakibatkan peningkatan gula darah. Salah satu terapi non farmakologi yang dilakukan mengurangi kecemasan yaitu pemberian terapi relaksasi hipnosis lima jari. Studi ini betujuan untuk melihat penurunan kecemasan sebelum dan setelah diterapkan hipnosis lima jari pada pasien DM. Desain studi yang digunakan adalah dengan proses pendekatan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus. Subjek studi ini diambil sebanyak 2 pasien. Teknik sampling studi kasus ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi. Penerapan terapi relaksasi hipnosis lima jari dilakukan selama 3 hari, 1 kali sehari dilakukan selama 15 menit. Hasil studi kasus menunjukan adanya penurunan rata-rata kecemasan pada kedua subjek studi setelah diberikan intervensi terapi relaksasi hipnosis lima jari. Subjek studi kasus 1 mengalami penurunan rata-rata kecemasan dengan skor sebesar 20,3 dan subjek studi kasus 2 mengalai penurunan rata-rata kecemasan dengan skor sebesar 19,3. Terapi relaksasi hipnosis lima jari mampu menurunkan kecemasan. Rekomendasi dari studi kasus ini diharapkan terapi relaksasi hipnosis lima jari ini dapat digunakan di rumah sakit dan dilakukan mandiri.