cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024)" : 13 Documents clear
Edukasi kesehatan perawatan hipertensi dalam meningkatkan perilaku pemeliharan kesehatan dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi Amalia, Nur Ulfa; Soesanto, Edy
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13407

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dan kronis yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia). Hipertensi menduduki proporsi tertinggi dari seluruh penyakit tidak menular sebesar 68,6%. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi seperi gagal jantung, gagal ginjal, dan stroke. Komplikasi dapat terjadi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan life style yang buruk. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam manajemen hipertensi dengan harapan perilaku pemeliharaan kesehatan meningkat dan tekanan darah menurun. Metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek berjumlah satu orang klien dengan kriteria inklusi usia >60 tahun dengan tekanan darah >140/90 mmHg, tanpa komplikasi, dan telah menandatangani informed consent. Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan yaitu fungsi kognitif 93%, afektif 87% dan psikomotor 66%. Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan dan merubah perilaku pemeliharaan kesehatan dan menurunkan tekanan darah dari 169/97 mmHg menjadi 145/91 mmHg.
Terapi Murattal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman dalam Menurunkan Kecemasan pada Pasien Kritis di Ruang ICU Maharani, Henriani Sintia; Mustofa, Akhmad
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13139

Abstract

Kecemasan adalah kondisi yang lazim dialami pasien kritis yang dirawat di ICU, sumber kecemasan berasal dari suara kebisingan lingkungan peralatan ruang ICU dan takut akan kematian. Kecemasan berdampak pada ketidakstabilan hemodinamik yang dapat berujung kegagalan organ dan peningkatan risiko kematian. Salah satu pendekatan nonfarmakologi untuk mengurangi kecemasan pada pasien kritis adalah dengan terapi murattal. Tujuan studi ini untuk mengetahui penurunan kecemasan pada pasien kritis melalui penerapan terapi murattal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada 2 subyek studi. Kriteria inklusi subyek studi yaitu pasien kritis yang mengalami cemas, beragama islam, tidak memiliki gangguan pendengaran, tingkat kesadaran composmentis. Pemberian terapi murattal melalui earphone dengan frekuensi 1 kali sehari durasi 13 menit 55 detik selama 3 hari. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah VAS-Anxiety dan data pendukung status hemodinamik didapatkan dari bedside monitor. Terapi Murattal dapat menurunkan skor kecemasan dengan rata rata sebesar 4 poin. Pemberian terapi Murattal Surah Ar-Rahman dapat mengurangi kecemasan pada pasien kritis.
Penerapan kombinasi foot reflexology dan aromaterapiterhadap nilai hemodinamik pasien hipertensi Karimah, Safira Nurul; Baidhowi, Arief Sofyan; Pranata, Satriya
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.15190

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistoliknya di atas 140 mmHg sedangkan diastole nya di atas 90 mmHg.  Hipertensi memiliki masalah pada hemodinamik.Usaha yang dilakukan untuk menstabilkan hemodinamik adalah dengan foot reflexology dan aromaterapi. Tujuan Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi foot reflexology dan aromaterapi dapat menstabilkan hemodinamik pada pasien hipertensi. Metode Studi kasus ini menggunakan studi dekriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan kepada 2 pasien hipertensi. Intervensi ini dilakukan selama 7 hari. Implementasi pertama yang dilakukan yaitu aromaterapi. 3 tetes wewangian diteteskan pada bola kapas dan ditempelkan pada kerah pasien selama 20 menit. Setelah itu, sambil melakukan aromaterapi dilakukan Foot reflexology. Foot reflexology dilakukan dengan posisi klien duduk kemudian akupresur diterapkan pada sisi plantar kaki kanan pada tulang metatarsal pertama sekitar 1-1,5 cm proksimal sendiri metatarsophalangeal pertama, tekanan diberikan menggunakan ruas jari telunjuk kanan (bagian dorsal sendi interphalangeal proksimal dalam posisi menekuk) secara tegak lurus dan ditahan selama 15 detik kemudian dilepaskan selama 5 detik. Siklus ini dilakukan selama lima kali selama total 2 menit. Dilakukan pengukuran nilai hemodinamik pada hari ke-4 dan ke-7. Setelah dilakukan tindakan foot reflexology dan aromaterapi didapatkan hasil pengukuran tekanan darah pada kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah pada  subjek I dari 159/80 mmHg menjadi 145/60 mmHg, subjek II dari 155/91 mmHg menjadi 140/69 mmHg. Pengukuran nadi subjek I dari 102 x/menit menjadi 75 x/menit subjek II 105 x/menit menjadi 77 x/menit. Pernafasan subjek I dari 24 menjadi 16 subjek II dari 23 menjadi 17. Kesimpulan yang didapatkan pada kedua subjek tersebut yang telah dilakukan implementasi foot reflexology dan aromaterapi yaitu mengalami penurunan hemodinamik.
Penurunan tekanan darah penderita hipertensi menggunakan tehnik relaksasi benson Cahyadi, Imam; Rejeki, Sri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14451

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah pada fase sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah pada fase diastolik lebih dari 90 mmHg. Data prevalensi hipertensi di Indonesia selama tahun 2013-2018 menunjukkan bahwa sekitar 34,1% dari penduduk yang berusia 18 tahun ke atas mengalami kondisi tersebut. Teknik relaksasi Benson telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Studi kasus ini dilakukan untuk memahami penurunan tekanan darah pada individu yang mengidap hipertensi. Metode studi kasus ini bersifat deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus ini adalah penderita hipertensi, 2 orang dipilih secara acak sebagai subjek penelitian dan penelitian ini dilakukan selama tujuh hari. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa subjek studi kasus mengalami penurunan tekanan darah, dengan nilai mean penurunan pada subjek studi kasus 1 sebesar 22 mmHg pada, serta pada subjek studi kasus 2 sebesar 18 mmHg. Dengan demikian, relaksasi Benson terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Massage effleurage terhadap fatigue pada pasien kanker di ruang Rajawali 3A RSUP Dr. Kariadi Rachmawati, Sheila Destika; Hartiti, Tri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13072

Abstract

Fatigue pasien dengan kanker berpengaruh pada kondisi umum pasien yang dapat menyebabkan pembatalan atau penundaan proses terapi. Fatigue dapat diatasi dengan memberikan intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan tingkat fatigue pada pasien kanker yaitu dengan massage effleurage. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi massage effleurage terhadap fatigue pada pasien kanker. Desain studi ini deskriptif berdasarkan pendekatan asuhan keperawatan. Subyek terdiri dari dua pasien kanker yang menjalani kemoterapi, dan pasien tersebut mengalami fatigue. Lembar observasi yang berisi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan kelelahan digunakan sebagai alat pengumpulan data. Alat ukur yang digunakan adalah Brief Fatigue Inventory (BFI), dimana derajat fatigue diukur dua kali sebelum massage effleurage dan kemudian pada hari terakhir massage effleurage. Hasil studi ini dapat dilakukan pada pasien kanker dengan fatigue, karena menunjukan massage effleurage dapat menurunkan tingkat fatigue pada kedua pasien. Massage effleurage dapat menurunkan fatigue yang mana dengan tindakan tersebut dapat merangsang saraf parasimpatik ke otak untuk mengalirkan gelombang alfa dan kontraksi otot mengeluarkan hormone serotine sehingga menciptakan rileks akan membuat tubuh lelah menjadi bugar.
Penerapan Modifikasi Pursed Lips Breathing dan Aromaterapi Eucalyptus terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Napas Anak dengan ISPA Adhimah, Mu'taziatul; Rahmawati, Eni
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13648

Abstract

Anak rentan mengalami ISPA yang merupakan masuk dan berkembangnya mikroorganisme di saluran pernafasan sehingga menyebabkan timbulnya gejala kurang lebih selama 14 hari. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan modifikasi pursed lips breathing dan aromaterapi eucalyptus terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas anak dengan ISPA. Keluhan utama pasien adalah batuk berdahak. Saturasi oksigen menunjukkan 95% dan frekuensi napas 30 kali/menit Diagnosa yang diambil adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi dan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas. Dilakukan intervensi modifikasi pursed lips breathing dengan meniup botol berisi air melalui sedotan yang dikombinasikan dengan terapi inhalasi aromaterapi eucalyptus. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan tindakan satu kali sehari. Intervensi modifikasi pursed lips breathing dilakukan 40 kali dalam waktu 10 menit dan dikombinasikan dengan terapi inhalasi eucalyptus secara bersamaan. Setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien. Selain itu, pasien masih menunjukkan batuk berdahak dengan respon lebih ringan dan intensitas batuk berkurang. Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada anak dengan ISPA setelah diberikan intervensi kombinasi modifikasi pursed lips breathing dan terapi inhalasi uap minyak eucalyptus.
Peningkatan fungsi ekstremitas atas pada pasien stroke dengan terapi cermin Rizkiana, Laela; Sukraeny, Nury
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13144

Abstract

Stroke menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Kelemahan pada satu sisi tubuh merupakan salah satu tanda khas dari penyakit stroke yang dapat membatasi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL). Salah satu teknik non farmakologi untuk mengatasi kelemahan ekstremitas atas pada pasien post stroke adalah dengan terapi cermin. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui peningkatan fungsi motorik pada pasien post stroke dengan kelemahan pada ekstremitas atas setelah diberikan terapi cermin. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan dan sampel berjumlah 3 pasien, yang didapatkan secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen Fugl Meyer Assessment Upper Extremity (FMA-UE) yang dilakukan pada hari pertama sebelum terapi dan sesudah terapi pada hari kelima selama ±30 menit. Setelah dilakukan terapi cermin terjadi peningkatan fungsi motorik pada subyek satu 8 poin, subyek dua dan tiga sebesar 9 poin. Pemberian terapi cermin mampu meningkatkan fungsi motorik pada pasien post stroke.
Penerapan pemberian cokelat hitam terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang Fahlapi, Zamzam; Nurhidayati, Tri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.12809

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi yang bisa disertai kram perut yang terjadi di abdomen bagian bawah, akan tetapi dapat menjalar kesekitarnya. Salah satu pengobatan non-farmakologi untuk mengobati nyeri yaitu konsumsi coklat hitam yang kaya akan magnesium. Studi ini bertujuan untuk menerapkan evidence based nursing praktice pemberian cokelat hitam terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari dua mahasiswi yang sedang menstruasi dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswi yang sakit dismenore primer dan bersedia tidak memakai pengobatan lain baik obat kimia maupun non obat kimia selama penerapan. Studi ini untuk melihat perbedaan pre-test dan posttest setalah diberikan terapi konsumsi coklat hitam masing-masing perlakuan dilaksanakan saat hari pertama dan kedua menstruasi. Instrumen penerapan ini menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Tingkat nyeri menurun pada kedua subjek setelah diberikan intervensi. Hal ini ditandai dengan subjek satu sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 5, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Subjek dua sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 4, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Pemberian coklat hitam efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada dua pasien yang mengalami dismenore primer.
Inisiasi Menyusui Dini Dalam Proses Involusi Uteri Ibu Post Partum Refilia, Agna; Pawestri, Pawestri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.10477

Abstract

Proses involusi uteri pada ibu post partum perlu dimonitor terutama post partum hari pertama yang termasuk periode kritis, jika involusi uteri tidak termonitor dengan baik dapat menimbulkan perdarahan. Perdarahan sebagai penyumbang kematian ibu post partum terbanyak di Indonesia (50%). Proses involusi uteri dapat di stimulasi dengan inisiasi menyusui dini. Pada karya ilmiah akhir ners ini dilakukan penerapan IMD pada dua ibu post partum. Metode yang digunakan pada studi kasus ini deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Kriteria inklusi studi kasus ini yaitu ibu post partum status multipara dengan persalinan normal tanpa induksi dan riwayat partus lama. Penerapan IMD setiap 2 jam sekali dengan durasi 1 jam setiap pelaksanaannya selama 24 jam pertama masa post partum. Pengukuran fundus uteri dilakukan sebelum IMD, 2 jam setelah perlakuan dan 12 jam setelah perlakuan. Hasil akhir ada penurunan fundus uteri pada rentang 1 -1,5 cm. Hasil tersebut termasuk dalam kategori normal, karena sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan pada hari pertama post partum tinggi fundus uteri kira-kira satu jari bawah pusat. Adanya penurunan fundus uteri karena isapan mulut bayi merangsang otot polos pada payudara yang memicu kelenjar pituitaria menghasilkan hormon oksitosin untuk kontraksi uterus, sehingga dapat disimpulkan IMD membantu proses involusi uteri ibu post partum.
Penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi Rachmawati, Aulia Rima; Aisah, Siti
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14442

Abstract

Hipertensi ditandai dengan meningkatnya nilai tekanan darah, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berupa risiko ketidakefektifan perfusi serebral terapi non farmakologi yang dapat diterapkan guna mencegah komplikasi tersebut yaitu kombinasi relaksasi otot progresif dan musik dengan menenangkan dan merileksasikan otot sehingga menciptakan perasaan rileks sehingga dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Tujuan pada studi kasus ini yaitu mengetahui penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode yang diterapkan pada studi kasus ini yaitu metode deskriptif menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik pada tiga lansia hipertensi derajat I atau derajat II yang mengkonsumsi amlodipine 10 mg, penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik dilakukan selama 6 hari dengan durasi 15-20 menit. Hasil studi kasus didapatkan bahwa setelah dilakukannya penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik selama 15-20 menit dapat menurunan nilai tekanan darah dan nilai MAP. Kesimpulan studi kasus ini yaitu penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik merupakan terapi komplementer yang bisa diterapkan pada lansia hipertensi penerapan terapi ini harus dibersamai dengan kontrol perilaku, modifikasi diet, kepatuhan dalam menjalani terapi obat antihipertensi dan peningkatan gaya hidup sehat supaya mendapatkan hasil yang lebih baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 13