Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles
152 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2021)"
:
152 Documents
clear
STUDI KARAKTERISTIK HUBUNGAN PARAMETER SIFAT FISIK DENGAN KUAT TEKAN UNIAKSIAL PADA CONTO BATUAN ANDESIT
Dias, Evie Noviany;
Putri, Ratih Hardini Kusuma;
Pradani, Diana Irmawati
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2019
Dalam ilmu mekanika batuan, kuat tekan uniaksial atau uniaxial compressive strength (UCS) dan parameter sifat fisik batuan merupakan parameter yang sangat penting dan saling berhubungan dalam keperluan merekayasa dalam mekanika batuan. Penelitian ini dilakukan pada sampel batuan Andesit dari Daerah Wotonmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, yang bertujuan untuk megetahui hubungan antara parameter sifat fisik meliputi bobot isi batuan, kadar air asli, derajat kejenuhan maupun porositas dengan kuat tekan uniaksial. Pengujiannya dilakukan pada 6 sampel, terbagi atas 3 sampel uji fisik dan 3 sampel uji kuat tekan. Sehingga akan didapatkan hubungan antara kedua parameter yang diuji yang pastinya akan berpengaruh dalam penentuan kekuatan massa batuan dalam ilmu mekanika batuan.Â
ANALISA PERBANDINGAN PRODUKTIFITY BACKHOE PC 2000 UNIT 277 DAN 278 TERHADAP MATERIAL HASIL BLASTING DAN FREE DIGGING DI PT SIMS JAYA KALTIM
Toding, Gusti Londong;
Budiarto, Budiarto;
Putri, Ratih Hardin Kusuma
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1953
movel. Dalam kegiatan penambangannya, PT. Sims Jaya Kaltim menerapkan sistem tambang terbuka dengan metode open pit mining. Dalam kegiatan pembongkaran overburden di PT. sims Jaya Kaltim dibedakan menjadi duajenis material seperti free digging dan hasil blasting yang berlokasi Di SM-B1 dan SM-B2 dengan pengoperasian alat gali muat backhoe komatsu PC 2000 unit 277 dan unit 278. Dimanah diketahui produktivity unit pada materialmasih relatif sama, Hal ini yang menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian yang mengkaji mengenai analisa perbandingan produktivity pada material free digging dan hasil blasting. Berdasarkan hasil penelitian di PT.Sims Jaya Kaltim, waktu edar rata-rata pada material free digging dengan unit 277 adalah 31.89 detik dengan waktu kerja produktif aktual 67.43 % maka diketahui produktivity unit sebesar 694,28 Bcm/jam untuk waktu edar rata-ratapada material hasil blasting dengan unit 278 adalah 34.76 detik dengan waktu kerja produktif aktual 51.75 % maka diketahui produktivity unit sebesar 480,52 Bcm/jam sehingga diketahui produktivity unit 277 lebih besar dari unit 278 dengan selisih 213.7646 Bcm/jam atau 1710.08 Bcm/Shift
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM IDENTIFIKASI OTOMATIS BAGI KAPAL LAYAR MOTOR (KLM) DI PELABUHAN GRESIK
Nuriyah, Alfiatin;
Basuki, Minto;
Syai’in, Mat
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1987
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kebijakan nasional terkait pemasangan dan pengaktifan sistem identifikasi otomatis (AIS) bagi kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia, mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai tingkat implementasi kebijakan nasional terhadap kapal layar motor yang berada di pelabuhan Gresik melalui pengolahan data yang didapatkan dari otoritas sejak sebelum peraturan dilaksanakan, masa penyesuaian dan masa pemberlakuan secara penuh dan melakukan analisis data hasil survei guna mendapatkan alternatif solusi sebagai upaya optimalisasi menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa AIS pada KLM diatur secara lengkap pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan Dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal Yang Berlayar Di Wilayah Perairan Indonesia yang dirubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 58 Tahun 2019. Implementasi kebijakan terkait pemasangan AIS bagi KLM di Pelabuhan Gresik dalam 3 (tiga) tahun terakhir berkisar 78.46% - 81.54%, hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat penerapannya tergolong sangat baik di tahun 2020. Sebagai upaya optimalisasi tingkat penerapan, alternatif strategi utama adalah melakukan sosialisasi kebijakan dengan nilai vektor prioritas 0.44, dilanjutkan dengan melaksankan pengawasan proses instalasi AIS yang bernilai 0,41 dan terakhir dengan meningkatkan kompetensi awak kapal dengan nilai vektor priotas 0,15
MENENTUKAN KUALITA AIR TANAH DENGAN MEMBANDINGKAN NILAI CHLORIDE BICARBONAT RATIO PADA DAERAH PESISIR PANTAI PENAMBANGAN PASIR BESI
Khanifa, Arrina;
SB, Waterman;
Cahyadi, Tedy Agung;
Nurkhamim, Nurkhamim;
Ernawati, Rika
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1978
Air tanah mempunyai tekanan piezometric yang tinggi dari permukaan air laut, sehingga desakan air laut untuk masuk kedalam air tanah dapat dinetralisir maka yang terjadi keseimbangan diantara air tanah dan air laut. Hal tersebut yang tidak mengakibatkan intrusi air laut pada daerah pesisir pantai. Jika intrusi air laut sudah mendesak atau masuk kedalam sumur yang akan terjadi sumur tersebut tidak dapat lagi digunakan sebagai keperluan seharihari Air tanah pada kondisi alami mengalir menuju kelautan secara terus menerus. Berat jenis air tanah lebih rendah dibandingkan dengan berat jenis air laut sehingga air laut bisa mendesak atau masuk ke dalam air tanah Intrusi air laut ini akan berakibat terhadap permasalahan pemanfaatan air bawah tanah di daerah pesisir pantai karena bisa merubah kualitas air tanah pada daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas air tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu menggunakan Chlorida bicarbonat ratio dengan mengambil contoh air pada sumur warga. Hasil yang didapatkan yaitu bahwasannya pada daerah penelitian terdeteksi adanya 3 sumur yang tercemar air laut, masing-masing didapatkan nilai 2,519 pada sampel 1 yang artinya pada daerah tersebut adanya pengaruh air laut sedikit, untuk sungai 1 didapatkan hasil dengan nilai 3,76 yang artinya di daerah tersebut adanya air laut sedang, dan untuk sampel 9 didapatkan hasil dengan nilai 11,88 yang artinya pada daerah tersebut terpengaruh air laut agak tinggi
PENILAIAN RISIKO K3 PADA OPERASIONAL DERMAGA JAMRUD SURABAYA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS DAN BOW-TIE RISK ASSESSMENT
Egar, Gustavito Yakobus Egar Yakobus;
Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2010
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai serta memitigasi risiko yang ada pada proses bongkar muat di PT Pelindo III (Persero) Terminal Jamrud Surabaya Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung ke lapangan. Data-data yang digunakan diperoleh dari Pelayanan Bongkar Muat (PBM), Dermaga Jamrud, meliputi kegiatan pembongkaran dan pemuatan barang yang dilakukan pada kawasan Dermaga. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Bow-Tie Analysis (BTA) guna mengetahui bahaya yang terdapat di dalam kegiatan bongkar muat serta tingkat risiko yang dapat ditimbulkan. Sehingga dapat dilakukan tindakan pengendalian atau mitigasi yang tepat pada proses bongkar muat di PT Pelindo III (Persero) Terminal Jamrud Surabaya. Hasil penelitian yang didapat selama observasi yaitu seringnya TKBM tidak menggunakan APD seperti safety helmet, safety vest, safety shoes dan masker yang mana protokol Kesehatan sekarang ini masuk dalam penggunaan APD. Hasil penelitian, disimpulkan bahwa risiko saat bongkar petikemas dari kapal ke truk dengan menggunakan crane atau pemindahan petikemas dari lapangan penumpukan ke truk dengan menggunakan forklift TKBM yang tidak mengenakan safety vest sehingga dapat terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh human error yaitu karena operator yang tidak melihat lingkungan sekitar.
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA REPAIR PERPIPAAN PADA KAPAL X DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DI PT. NAJATIM SURABAYA
Sholeh, Achmad;
Basuki, Minto;
I. S., Pramudia
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1969
PT. NAJATIM ialah galangan kapal yang mempunyai fasilitas graving dock dan bergerak dalam bidang reparasi kapal. Pada saat kapal X mulai docking, disana ada banyak permasalahan terutama pada bagian perpipaan di kamar mesin. Proses repair selalu membutuhkan penjadwalan proyek agar suatu kegiatan repair dapat berjalan sebagaimana mestinya dan tidak dapat merugikan pihak lain. Dengan permasalahan seperti ini maka dibuatkan network planning dengan menggunakan metode CPM (Critical Path Method) untuk mengatur kegiatan proyek agar lebih efektif, sehingga tidak dapat merugikan pihak lain. Untuk mengatasi melonjaknya biaya, maka bisa menggunakan metode crashing dengan cara menambah sumber daya manusia agar menghasilkan waktu dan biaya yang lebih efektif dari sebelumnya. berdasarkan perhitungan analisa waktu dan biaya repair perpipaan diperoleh kesimpulan bahwa Waktu pengoptimalan dalam pekerjaan repair perpipaan di lokasi kamar mesin pada kapal dengan menggunakan metode CPM (Critical Path Method) adalah 39 jam. Sedangkan untuk waktu penyelesaian karena adanya keterlambatan menjadi 55 jam. Sehingga lebih optimal menggunakan metode CPM (Critical Path Method). Dan total biaya normal pada pekerjaan repair perpipaan adalah Rp. 44,593,000 dengan waktu 55 jam. Setelah dilakukannya network planning dengan metode CPM (Critical Path Method) sebesar Rp. 42,626,763. Sedangkan setelah pekerjaan repair perpipaan dilakukannya percepatan, total biaya menjadi sebesar Rp. 32,177,096 dengan total waktu 37 jam.
RISK ASSESSMENT K3 PADA PEKERJAAN BONGKAR MUAT DI DERMAGA JAMRUD SURABAYA MENGGUNAKAN METODE HIRAC DAN FMEA
Firmansyah, Muhamad Iqbal;
Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2001
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kemudian menilai dan menentukan mitigasi untuk menghindari dari bahaya risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan juga mengurangi angka kecelakaan kerja pada pekerjaan bongkar muat di dermaga jamrud surabaya. Penelitian ini menggunakan metode HIRAC yang mana merupakan serangkaian cara untuk mengidentifikasi bahaya risiko yang akan terjadi, kemudian melakukan penilaian dan membuat program pengendalian bahaya tersebut agar bahaya tersebut dapat diminimalisir atau dicegah agar tidak terjadi, dan menggunakan metode FMEA yang mana metode tersebut adalah untuk menganalisis kegagalan suatu sistem atau peralatan dan mengevaluasi efek akibat dari kegagalan tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi di lapangan. hasil dari perhitungan menggunakan metode HIRAC dan FMEA mendapatkan Hasil dari identifikasi bahaya menunjukan 19 potensi bahaya yang sudah teridentifikasi. Terdiri dari 9 potensi bahaya rendah, 4 bahaya sedang, 2 bahaya tinggi dan 3 bahaya ekstrim. Dari hasil observasi dan pengamatan di lapangan di Dermaga Jamrud sudah melakukan tiga (3) tingkatan hirarki pengendalian risiko, yakni teknik, administratif dan Alat Pelindung Diri (APD). Pengendalian teknik yaitu berupa pemasangan alat pendeteksi kecepatan angin atau wind speed. pengendalian administratif yakni operator alat berat yang sudah bersertifikat lisensi K3 sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 9 Tahun 2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut, bahwa lisensi K3 merupakan sertifikat wajib yang harus didapat oleh operator crane melalui serangkaian pelatihan mengemudi crane, diberlakukan 3 shift kerja, sebelum kerja para pekerja harus diperiksa kesehatanya atau fit to work, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pelatihan kerja. kemudian mewajibkan semua pekerja yang terlibat didalam bongkar muat menggunakan APD berupa rompi dan helm dan larangan masuk terhadap sopir truk kedalam dermaga apabila didapati tidak menggunakan APD berupa helm. Alangkah baiknya disetiap sudut area bongkar muat di tempatkan 3 orang HSE untuk memperingatkan bahaya dan risiko yang akan dihadapi pekerja pada saat berkerja. Dan untuk setiap perusahaan TKBM yang terlibat dalam pekerjaan bongkar muat para pekerjanya perlu di berikan sosialisasi tentang pentingnya APD dan pemberian reward agar memacu ketaatan dan meningkatkan produktivitas kerja.
PEMODELAN ALTERASI HIDROTERMAL PADA BLOK ABATAN DESA ANDONGREJO KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR
Amfotis, Maria Ekravilo
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2066
Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada prospek Abatan sebagai lokasi penelitian mineral Kaolin dengan tujuan untuk mengetahui karakter geokimia dan model alterasi hidrotermal sumberdaya Kaolin menggunakan metode eksplorasi geologi dan eksplorasi geokimia. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara rondom dengan sampel berupa batuan dan mineralisasi bijih yang akan dianalisis menggunakan analisis petrografi dan XRD. Hasil penelitian yang menunjukkan terdapat alterasi argilik yang memiliki himpunan mineral Kaolin dan dijumpai pada batuan Tuff pada kisaran temperatur 140°C - 250°C dan terdapat alterasi argilik lanjut yang ditemukan pada Tuff dari arah Tenggara – Barat laut dan memiliki mineral Pirit. Karakteristik mineralisasi yang terbentuk terlihat dengan ditandai adanya Kaolin dan terdapat batuan Tuff. Dalam analisis uji difraksi sinar-X pada mineral Kaolin pada Laboratorium XRD/EOR UPN Veteran Yogyakarta dan presentasi kadar setiap lapisan batuan menunjukkan bahwa terdapat Kadar Silika sebesar 77.30 %, Kadar Kaolin 12.80 % dan Kadar Pirit 3.30 %. Berdasarkan perhitungan volumetrik berdasarkan analisis komputerisasi, pada elevasi 140 – 27 mdpl maka sumberdaya terkira mineral Kaolin mempunyai volume 8.208.222.37 m3 dengan densitas rata-rata Soil 2.0 g/cm3 dan Kaolin 2.60 g/cm3 didapatkan tonase top soil 562.904,68 ton dan tonase Kaolin pada blok abatan 21.341.378,16 ton
ANALISIS PENENTUAN DEBIT AIR PADA LUBANG BEKAS TAMBANG DI DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU
Fitriawan, Erwin Rangga;
Winarno, Eddy;
Amri, Nur Ali
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1958
Dalam kegiatan tambang akan meninggalkan suatu Lubang bekas galian tambang yang pada akhirnya akan menjadi kawasan tampungan air larian dan air hujan (reservoir) Dalam upaya untuk memanfaatkan air di lubang bekas tambang penelitian ini mengevaluasi kuantitas air lubang bekas tambang batubara dengan menghitung debit menggunakan metode FJ Mock menyatakan hujan yang jatuh pada daerah tangkapan air, sebagian akan hilang akibat evapotranspirasi, sebagian akan langsung menjadi direct runoff dan sebagian lagi akan masuk ke dalam tanah atau terjadi infiltrasi. Curah hujan rata-rata bulanan di daerah penelitian dihitung berdasarkan data pengukuran curah hujan dan evapotranspirasi yang sebenarnya dari data meteorologi dengan menggunakan metode Penman dan karakteristik vegetasi. Perbedaan antara curah hujan dan evapotranspirasi mengakibatkan limpasan air hujan langsung (direct runoff), aliran dasar/air tanah dan limpasan air hujan lebat (storm runoff). Dengan metoda Model FJ Mock, dapat digunakan untuk menganalisa debit andalan lubang bekas tambang
PETA SPASIAL SEBARAN MERKURI PADA AREA KOLAM PENGENDAPAN DARI LIMBAH PROSES AMALGAMASI
Kusdarini, Esthi;
Putra, Resky Tri;
Budiarto, Budiarto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1992
Limbah pengolahan emas perlu diolah sebelum dibuang ke badan air atau lingkungan. Pada area penambangan emas rakyat di Desa Atoga, Sulawesi Utara terdapat beberapa kolam penampungan limbah pengolahan emas rakyat. Pengolahan emas dilakukan dengan proses amalgamasi. Limbah-limbah ini dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan pengolahan oleh pelaku yang membuang limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran pencemaran merkuri pada area di sekitar kolam penampungan limbah. Lima sampel tanah diambil dari tanah di sekitar kolam penampungan limbah. Kandungan merkuri pada sampel tanah dianalisa menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Peta spasial sebaran merkuri pada area tersebut dibuat dengan menggunakan metode Inverse Distance Weight dan software ArcGIS. Hasil Analisa AAS menunjukkan bahwa 5 sampel tanah mengandung merkuri cukup tinggi, yaitu sebesar 172,9 – 360,17 ppm. Nilai ini jauh di atas baku mutu pedoman kualitas sedimen untuk melindungi kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Hasil penelitian dapat dijadikan masukan bagi pemerintah daerah setempat untuk pemulihan lingkungan di area penambangan emas. Hasil penelitian ini juga perlu dikembangkan untuk menemukan metode terbaik dalam memulihkan lingkungan tercemar merkuri dengan kadar yang cukup tinggi.