cover
Contact Name
Asep Dadan Suganda
Contact Email
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Phone
+6281229604000
Journal Mail Official
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jurusan Asuransi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jalan Jend. Sudirman No.30 Ciceri, Serang, Banten, Indonesia
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah
ISSN : 24605484     EISSN : 27236897     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/sijas.v4i2
Core Subject : Economy,
Syar Insurance: Jurnal Asuransi Syariah is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Insurance especially in Islamic Insurance.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021" : 5 Documents clear
PENGARUH RASIO KEUANGAN EARLY WARNING SYSTEM TERHADAP TINGKAT SOLVABILITAS PERUSAHAAN ASURANSI LIFE SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2015-2019 Rustamunadi Rustamunadi; aliyatur rohmah
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/sijas.v7i1.4759

Abstract

Abstract: Early Warning System financial ratio is the ratio of early warning against financial conditions that is used to assess the health level of an insurance company. The health level of an insurance company can be seen from the Risk Based Capital ratio. The risk-based capital ratio is the ratio of the capital adequacy ratio to the risk borne and is one of the main indicators in assessing the health of an insurance company, especially with regard to the company's ability to fulfill all its obligations. The formulation of the problem in this study is how the influence of the Early Warning System financial ratio on the level of solvency which is proxied by risk based capital (RBC) in Islamic Life Insurance companies in Indonesia for the period 2015-2019. The aim is to determine the effect of the Early Warning System financial ratio on the level of solvency that is proxied by risk based capital (RBC) in Islamic Life Insurance companies in Indonesia for the 2015-2019 period. This study uses a quantitative approach to analysis, namely: descriptive analysis, classical assumption test, multiple regression analysis, F test, t test, correlation coefficient, and determination coefficient with the help of the SPSS program. The test results show that simultaneously the liquidity ratio, claims expense ratio, and underwriting ratio variables have a significant effect on risk based capital. The fund adequacy ratio variable partially has a significant effect on risk based capital. Meanwhile, the liquidity ratio, claim expense ratio, underwriting ratio, and fund adequacy ratio simultaneously have a significant effect on risk based capital. The results of the calculation of the coefficient of determination () are 0.614. This means that the variable liquidity ratio, claim expense ratio, underwriting ratio, and fund adequacy ratio can explain its effect on Risk Based Capital by 61.4%, while the remaining 38.6% is explained by other variables outside of research. Abstrak: Rasio keuangan Early Warning System merupakan rasio peringatan dini terhadap kondisi keuangan yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan asuransi. Tingkat kesehatan perusahaan asuransi dapat dilihat dari rasio Risk Based Capital. Rasio risk based capital merupakan rasio kecukupan modal terhadap risiko yang ditanggung dan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kesehatan perusahaan asuransi khususnya yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh rasio keuangan Early Warning System terhadap tingkat solvabilitas yang diproksikan dengan risk based capital (RBC) pada perusahaan Asuransi Life Syariah di Indonesia periode 2015-2019. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan Early Warning System terhadap tingkat solvabilitas yang diproksikan dengan risk based capital (RBC) pada perusahaan Asuransi Life Syariah di Indonesia periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan analisis yaitu: analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji F, uji t, koefisien korelasi, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil pengujian menunjukkan variabel rasio likuiditas, rasio beban klaim, dan underwriting ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap risk based capital. Variabel rasio tingkat kecukupan dana secara parsial berpengaruh signifikan terhadap risk based capital. Sedangkan variabel rasio likuiditas, rasio beban klaim, underwriting ratio, dan rasio tingkat kecukupan dana secara simultan berpengaruh signifikan terhadap risk based capital. Adapun hasil perhitungan koefisien determinasi () sebesar 0,614. Hal ini berarti variabel rasio likuiditas, rasio beban klaim, underwriting ratio, dan rasio tingkat kecukupan dana dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap Risk Based Capital sebesar 61,4% sedangkan sisanya 38,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO DANA TABARRU ASURANSI SYARIAH (STUDI PADA PT ASURANSI UMUM BUMIPUTERA MUDA 1967 SERANG) Ratu Humaemah; Ulpatiyani Ulpatiyani
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/sijas.v7i1.4736

Abstract

Asuransi sebagai suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat peristiwa yang belum jelas adanya. Dalam muamalah, kejelasan dalam bentuk akad sangat menentukan apakah transaksi yang dilakukan sudah sah/tidak dalam kaidah syar’i demikian pula dalam harta untuk menghibahkan kepada saudara-saudara yang memerlukan. Sedangkan dalam berasuransi ketidakjelasan akad berpengaruh menimbulkan permasalahan dari sisi legalitas hukum islam. Niat tabarru’ (akad kebajikan) dalam akad asuransi syariah adalah, alternatif uang sah yang dibenarkan oleh syara-syara dalam melepaskan diri dari praktik gharar yang diharamkan oleh Allah SWT. Menurut jumhur ulama menunjukan (hukum) anjuran untuk saling membantu antar sesama manusia Pelaksanaan mekanisme pengelolaan dana tabarru’ di Bumiputera Muda 1967, menggunakan akad mudharabah dan akad tabarru’ dengan prinsip ta’awun (tolong menolong). Kedepannya perusahaan asuransi syariah dalam melakukan pengelolaan dana tabarru’ dan dana investasi lebih baik lagi. Karena hal ini berperan penting untuk perusahaan Bumiputera Muda agar dapat menjadi inspirasi atau contoh bagi perusahaan asuransi syariah lainnya untuk masa mendatang. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan dana peserta yang ada di Bumiputera Muda 1967 Cabang Serang dalam pengeloaannya dibagi menjadi dua rekening yaitu rekening dana peserta dan rekening dana tabarru’. Dalam mekanisme pengelonaannya menggunakan akad mudharabah sebagai bagi hasil investasinya, dengan proporsi bagi hasil 30% untuk perusahaan asuransi dan 70% untuk peserta asuransi. Dalam pengelolaan dana tabarru’ juga menggunakan prinsip ta’awun. Prinsip ta’awun yaitu prinsip saling tolong-menolong antara peserta asuransi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara secara langsung dengan informan, dalam penelitian yaitu pihak Bumiputera Muda 1967 Cabang Serang.
PENGARUH PENDAPATAN, PENGETAHUAN PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP MINAT MASYARAKAT DALAM BERASURANSI SYARIAH (STUDI PADA DESA KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI) Hanafi Hanafi; Lusiana Ayu Agustina
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/sijas.v7i1.4742

Abstract

Di Indonesia perusahaan asuransi syariah semakin berkembang, mulai dari banyaknya perusahaan yang tersebar di suatu daerah bahkan memiliki masing-masing cabang sehingga masyarakat seharusnya tidak merasa asing dengan kata asuransi syariah. Perusahaan perusahaan saat ini mulai mengembangkan produknya dalam berbagai bidang, besarnya jumlah penduduk muslim ditanah air dinilai sebagai pasar yang sangat potensial bagi pertumbuhan asuransi syariah. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Menganalisa dan menjelaskan pengaruh hubungan antara variabel pendapatan terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. 2). Menguji dan menggambarkan keterkaitan hubungan antara variabel pengetahuan produk terhdap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. 3). Mengilustrasikan hubungan antara variabel promosi terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. 4). Menggambarkan dan menganalisis hubungan variabel pendapatan, pengetahuan produk dan promosi terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif deskriptif dan asosiatif, karena adanya variabel-variabel yang akan ditelaah hubungannya serta tujuan untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara variabel yang akan diteliti, pendapatan, pengetahuan produk, dan promosi terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda di mana metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, pengetahuan produk dan promosi terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi. Metode uji asumsi klasik diantaranya uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas serta menggunakan uji t, uji F dan uji koefesien determinasi. Kesimpulannya pengujian hipotesis pendapatan diketahui nilai thitung < ttabel (0,861 < 1,661) dengan demikian maka tidak terdapat pengaruh secara parsial antara pendapatan terhadap minat masyarakat. Sedangkan untuk pengujian hipotesis pengetahuan produk diperoleh nilai thitung > ttabel (4,774 > 1,661) yang artinya terdapat pengaruh positif secara parsial antara pengetahuan produk terhadap minat masyarakat. Serta dari pengujian hipotesis promosi diketahui nilai thitung> ttabel (1,886 > 1,661) yang artinya terdapat pengaruh positif secara parsial terhadap minat masyarakat. Setelah dilakukan analisis secara statistic diketahui bahwa persamaan regresi berganda Y = 6,835 + 0,057X1 + 0,466X2 + 0,154X3 + e. Nilai R-Square sebesar 0,362 atau 36,2% yang artinya pengaruh dari pendapatan, pengetahuan produk dan promosi berpengaruh rendah atau lemah terhadap minat masyarakat dalam berasuransi syariah. Dan 63.8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
PENGARUH PERTUMBUHAN BEBAN PEMASARAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA ASURANSI UMUM SYARIAH DI INDONESIA mochamad indrajit roy
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/sijas.v7i1.4717

Abstract

Masa pandemi COVID 19 belum berakhir. pergerakan kegiatan ekonomi masih mengalami hambatan dan keterbatasan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi industri Asuransi Syariah. Terdapat hal yang menarik selama periode Januari-September 2020 dimana masih dalam masa Pandemi. Beban Pemasaran dan Laba pada Asuransi Umum Sayariah di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Akan tetapi bila dilihat dari laju pertumbuhan Beban Pemasaran dan Laba, mengalami fluktuasi dan tidak berbanding lurus seperti nilai Beban Pemasaran dan Laba. Hal tersebut yang membuat penulis tertarik untuk menelaah pengaruh Pertumbuhan Beban Pemasaran terhadap Pertumbuhan Laba Asuransi Umum Syariah di Indonesia. Metode kuantitatif menjadi metode penelitian ini. Analisis Regresi digunakan untuk menelaah pengaruh Beban Pemasaran terhadap Laba setelah Pajak pada Asuransi Umum Syariah di Indonesia. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Beban Pemasaran memiliki pengaruh nyata yang terhadap Laba pada Asuransi Umum Syariah di Indonesia.
PENGARUH RASIO LIKUIDITAS TERHADAP KESEHATAN KEUANGAN DANA TABARRU Ikin Ainul Yakin; talitha rania
Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah Vol 7 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/sijas.v7i1.4731

Abstract

Abstract: The liquidity ratio is a ratio that describes the company's ability to meet short-term obligations. Or in other words, the liquidity ratio is a ratio that shows the company's ability to pay its short-term debts (liabilities) that are due, or the ratio to determine the company's ability to finance and fulfill its obligations (debt) when they are collected. Financial health can be interpreted as the implementation of all company programs, the achievement of targets according to the company's vision and mission and the fulfillment of standards or criteria for determining the level of financial health itself. Based on the background above, the problem formulations are: 1) How is the effect of the liquidity ratio on the financial health of the life insurance company tabarru fund of the sharia business unit in Indonesia in 2015-2019 and 2) How big is the influence of the liquidity ratio on the financial health of the tabarru fund life insurance company sharia business units in Indonesia 2015-2019. The purpose of this study is to determine how the effect of the liquidity ratio on the financial health of Tabarru funds and how much influence this has on the life insurance company of the Islamic business unit in Indonesia in 2015-2019. This research was conducted in a sharia business unit life insurance company in Indonesia from September to October 2020, with quantitative research methods, hypothesis testing using simple linear regression analysis through (t) test with the intention of knowing the effect of the independent variable on the dependent variable. In conclusion, there is a significant effect of the tcount of 3,800, while the t-table value is obtained from the t distribution table at a significance of 5%: 2 = 2.5% (two-way test), then the t-table is 1,995 because the value of tcount> ttable = 3.800> 1.995 with a significant level of 0.005 because the significance value is much smaller than 0.005, it can be concluded that H0 is rejected, H1 is accepted. The effect that comes from the coefficient of determination (R-Square) of 0.580 means that the large effect of the liquidity ratio on the financial health of Tabarru funds is 58% explained by other factors not examined in this study. Abstrak: Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Atau dengan kata lain, rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang (kewajiban) jangka pendeknya yang jatuh tempo, atau rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih. Kesehatan keuangan dapat diartikan sebagai terlaksananya semua program perusahaan, tercapainya target sesuai visi dan misi perusahaan serta terpenuhinya standar atau kriteria penetapan tingkat kesehatan keuangan itu sendiri. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah, yaitu : 1) Bagaimana pengaruh rasio likuiditas terhadap kesehatan keuangan dana tabarru perusahaan asuransi jiwa unit usaha syariah di Indonesia tahun 2015-2019 dan 2) Seberapa besar pengaruh antara rasio likuiditas terhadap kesehatan keuangan dana tabarru perusahaan asuransi jiwa unit usaha syariah di Indonesia tahun 2015-2019. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh rasio likuiditas terhadap kesehatan keuangan dana tabarru dan seberapa besarnya pengaruh tersebut pada perusahaan asuransi jiwa unit usaha syariah di Indonesia tahun 2015-2019. Penelitian ini dilakukan di perusahaan asuransi jiwa unit usaha syariah di Indonesia pada bulan September sampai dengan Oktober 2020, dengan metode penelitian kuantitatif, pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana melalui uji (t) dengan maksud untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan dari nilai thitung sebesar 3.800 sedangkan nilai ttabel di dapat dari tabel distribusi t dicari pada signifikansi 5%:2 =2.5% (uji dua arah) maka di dapat ttabel sebesar 1.995 oleh karena nilai thitung > ttabel = 3.800 > 1.995 dengan taraf signifikan 0.005 karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0.005 maka dapat disimpulkan H0 ditolak H1 diterima. Pengaruh yang berasal dari nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0.580 artinya besar pengaruh rasio likuiditas terhadap kesehatan keuangan dana tabarru sebesar 58% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5