cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2020): Oktober" : 7 Documents clear
Persepsi Peternak Terhadap Penyuluhan Penyamakan Kulit Kelinci Di Desa Popongan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Akimi, Akimi; Nuryanto, Nuryanto; Arista, Farida
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.584

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui persepsi peternak terhadap penyuluhan penyamakan kulit kelinci serta untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhinya yang dilaksanakan pada tanggal 02 Maret sampai dengan 02 Mei 2020 di Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan peternak, data sekunder diperoleh dari BPP Kecamatan Bringin dan Kantor Desa Popongan. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling sehingga diperoleh 34 sampel penelitian. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada jawaban peternak dilapangan dan regresi linear berganda dengan variabel yang diamati yaitu, keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan, dapat dicoba dan dapat diamati. Untuk mengetahui persepsi diukur dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat persepsi peternak terhadap penyuluhan penyamakan kulit kelinci pada kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 79,41%. Adapun pengukuran Efektivitas Penyuluhan termasuk dalam kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 76,42%.
Pengaruh Karakteristik Peternak dalam Pemberian Tepung Temulawak Sebagai Pakan Aditif Terhadap Persepsi Peternak Listyowati, Andang Andiani; Kurniawan, Muhamad Irfa’; Sunarsih, Sunarsih
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.576

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada 2 Maret sampai 2 Mei 2020 yang bertempat di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui persepsi peternak dalam pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif untuk ternak itik dan mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak) terhadap persepsi. Penentuan sampel berjumlah 30 orang diperoleh dengan metode purposive sampling. Pengukuran persepsi menggunakan panduan wawancara berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif sedangkan analisis statistik pengaruh karakteristik peternak menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil data yang diperoleh persepsi peternak dalam pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif untuk ternak itik berada dalam kategori setuju dengan nilai 2222. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi adalah tingkat pendidikan dengan tingkat signifikan (p<0,05) sedangkan umur dan pengalaman beternak tidak berpengaruh terhadap persepsi dengan tingkat signifikan ( p>0,05). Kesimpulan kegiatan pengkajian Tingkat persepsi peternak pada kategori setuju. Faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi peternak adalah tingkat pendidikan, dengan tingkat signifikan (p<0,05).
Inseminasi Buatan pada Domba Ekor Gemuk Dengan Sinkronisasi Berahi Melalui Injeksi Hormon Prostaglandin (PGF2α) Setyawati, Alfetmi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.577

Abstract

Sinkronisasi berahi merupakan teknik untuk meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi ternak, serta mengoptimalkan pelaksanaan inseminasi buatan dan meningkatkan fertilitas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) melalui teknik sikronisasi berahi pada domba ekor gemuk (DEG). Sebanyak 10 ekor DEG dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok P1 di injeksi PGF2α secara tunggal pada hari ke-1 dan hari ke-3 dilakukan IB. Kelompok P2 di injeksi PGF2α secara ganda dengan selang waktu injeksi 11 hari, dan dilakukan IB pada hari ke-3 setelah injeksi kedua. Deteksi kebuntingan dilakukan 3 bulan setelah IB dengan cara palpasi abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi ganda menghasilkan persentase kebuntingan lebih baik dibandingkan injeksi tunggal (60% vs 0%). Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terkait dengan jumlah sperma yang dideposisikan dalam pelaksanaan inseminasi dalam rangka meningkatkan persentase kebuntingan.
RESPONS PETERNAK TERHADAP PENGOLAHAN FERMENTASI JERAMI PADI SEBAGAI COMPLETE FEED UNTUK PAKAN TERNAK DOMBA DI DESA SANGGRAAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG Sunarsih, Sunarsih; Rohman, Islah Sauqi Taufiqur; Saputro, Agus Triwidodo
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.581

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan tanggal 2 maret sampai 2 mei 2020 di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui respons peternak dan faktor faktor yang mempengaruhi respons peternak terhadap pengolahan fermentasi jerami sebagai complete feed untuk pakan ternak domba. Desain pengkajian menggunakan teknik One-Shot Case Study. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin kemudian dilakukan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling didapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui PRA, wawancara dan observasi. Pengukuran respons terdiri dari aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang di gambarkan menggunakan garis kontinum dengan 5 kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi respons menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis respons diperoleh skor 2517 dengan skor rata rata 83,9 masuk dalam kategori tinggi. Hasil uji F (simultan) variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah kepemilikan ternak berpengaruh sangat nyata terhadap respons 0,000 (P<0,01). Hasil uji T umur tidak berpengaruh terhadap terpons 0,118 (P>0,05), pendidikan berpengaruh sangat nyata terhadap respons 0,000 (P<0,01), pengalaman beternak tidak berpengaruh terhadap respons 0,109 (P>0,05), jumlah ternak berpengaruh nyata terhadap respons 0,021 (P<0,05). Simpulan dari kajian ini yaitu respons peternak masuk dalam kategori tinggi. Faktor yang mempengaruhi respons adalah pendidikan (P<0,01) dan jumlah ternak (P<0,05). Kata kunci: Respons, Fermentasi Jerami Padi, Domba ABSTRACT This final project was carried out on 2 March to 2 May 2020 in Sanggrahan Village, Kranggan District, Temanggung Regency. The objective to be achieved was JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN TERPADU e-ISSN : 2714-5964 Volume 2 (3), Oktober 2020 : 150-163 http://jurnal.polbangtanyoma.ac.id/index.php/jppt 151 to determine the breeder's response and the factors that influence the farmer's response to the processing of straw fermentation as complete feed for sheep feed. The assessment design uses the One-Shot Case Study technique. Determination of the number of samples using the Slovin formula and then sampling using simple random sampling obtained 30 respondents. Data collection is done through PRA, interviews and observations. Response measurement consists of aspects of knowledge, attitudes, and skills that are described using a continuum line with 5 categories, namely very low, low, medium, high, and very high. Meanwhile, to find out the factors that influence responses using multiple linear regression analysis. The results of the response analysis obtained a score of 2517 with an average score of 83.9 included in the high category. The results of the F test (simultaneous) variables of age, level of education, experience of raising livestock and the number of livestock ownership have a very significant effect on the response 0,000 (P<0.01). Age T test results had no effect on 0.118 (P>0.05), education had a very significant effect on 0,000 (P<0.01) responses, breeding experience had no effect on 0.109 (P>0,05), the number of livestock significantly affected the response of 0.021 (P<0.05). The conclusion from this study is the response of farmers into the high category. Factors affecting response were education (P<0.01) and number of livestock (P<0.05). Keyword: Response, Rice Straw Fermentation, Sheep
Tingkat Kesukaan Masyarakat Terhadap Telur Asin Rasa Bawang Nawangsari, Dwi Novrina; Hendrarti, Etty Nury
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.582

Abstract

ABSTRAKTelur adalah sumber protein hewani yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, karena murah, enak dan dapat diawetkan. Salah satu metode pengawetan telur yang sudah umum dilakukan adalah dengan pengasinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap telur asin dengan aroma bawang putih. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur itik, garam dan bawang putih. Parameter yang diuji dengan penambahan bawang putih sebanyak 15% dan 35% dari persentase garam meliputi tekstur, warna, aroma, rasa dan tingkat kematangan. Penambahan bawang putih didasarkan pada sifat antimikroba dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap citarasa telur asin. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan pada tekstur, warna, aroma dan rasa dengan persentase penambahan 15% dan 35%. Metode pemasakan dengan pengukusan selama 30 menit setelah air mendidih untuk kedua perlakuan menujukkan tingkat kematangan yang disukai oleh panelis. 
Persepsi Peternak Terhadap Penerapan Inseminasi Buatan (IB) Pada Ayam Petelur Sebagai Penghasil Telur Tetas Ayam Kampung Super Nuryanto, Nuryanto; Akimi, Akimi; Fadhilah, Nurul
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.583

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan dari tanggal 2 Maret hingga 2 Mei 2020 di Desa Kartoharjo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi peternak serta faktor yang mempengaruhi persepsi peternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur sebagai penghasil telur tetas ayam kampung super. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan artian semua anggota Kelompok Tani Lestari Makmur yang berjumlah 30 orang dijadikan sebagai responden. Desain penelitan menggunakan One-Shot Case Study yaitu dengan memberikan perlakuan pada responden berupa penyuluhan kemudian mengobservasi hasil melalui wawancara. Persepsi diukur melalui karakteristik inovasi penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur dengan kriteria sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik dan sangat tidak baik. Model yang dianalisis adalah pengaruh variabel umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur sebagai penghasil telur tetas ayam kampung super adalah cukup baik dengan perolehan nilai sebesar 1794. Pengaruh faktor umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak secara serentak berpengaruh signifikan terhadap persepsi peternak (P<0,5). Secara parsial karakteristik responden yang mempengaruhi persepsi peternak yaitu umur dan tingkat pendidikan (P<0,5). 
Ekstrak Kecambah Kacang Hijau Sebagai Pengganti Amonium Sulfat (Za) Dalam Pembuatan Nata De Whey Hendrarti, Etty Nuri; Nasarani, Rahmawanti Anggun Savira
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.575

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat fisik dan tingkat kesukaan terhadap nata de whey susu yang dibuat dengan ekstrak kecambah kacang hijau (EKKH) pengganti ammonium sulfat (ZA) sebagai sumber nitrogen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan sumber nitrogen yang diterapkan yaitu 100% ZA food grade (X1), 50% ZA food grade dan 50% EKKH (X2), serta 100% EKKH (X3). Variabel yang diamati adalah sifat fisik ketebalan, dan kekenyalan serta tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) serta uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik pada variabel ketebalan tidak berbeda antar perlakuan (P>0,05) sedangkan pada variabel kekenyalan menunjukkan efek yang berbeda (P<0,05), nata de whey dengan 100% EKKH (X3) dan ZA 100% (X1) nilai kekenyalan lebih tinggi dibandingkan substitusi 50% EKKH (X2). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa efek perlakuan tidak berbeda terhadap tingkat kesukaan terhadap warna dan rasa (P>0,05), sedangkan pada aroma dan kekenyalan lebih disukai nata de whey dengan 100% EKKH (X3) dibandingkan 100%ZA (X1). 

Page 1 of 1 | Total Record : 7