cover
Contact Name
meddyan heriadi
Contact Email
meddyanheriadi@gmail.com
Phone
+6281279687634
Journal Mail Official
meddyanheriadi@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana IAIN Bengkulu. Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu » Tel / fax : 081271987140 /
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 25273337     EISSN : 26850044     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v5i1
Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): November" : 5 Documents clear
Makna Filosofis Kembar Mayang dalam Ritual Pernikahan Adat Jawa di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Aini Rosidah
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3518

Abstract

Upacara perkawinan adat jawa memiliki tata cara yang sudah ditentukan. Seperti halnya salah satu bagian terpenting dalam upacara perkawinan adat jawa yaitu panggih penganten atau temu manten. Upacara ini adalah upacara saat bertemunya mempelai pria dan mempelai wanita, yang diselenggarakan di tempat kediaman mempelai wanita. Upacara ini diselenggarakan setelah selesai prosesi ijab qobul. Dalam prosesi upacara temu manten disertakan berbagai simbol yang sarat akan makna. Salah satu simbol yang digunakan dalam upacara temon manten ini adalah kembarMayang.  Kembar mayang sering disebut megar mayang atau gagar mayang[1]merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam upacara tradisional masyarakat Jawa, yang berbentuk bunga yang dirangkai menggunakan janur dan  dedaunan.  Kembar  mayang  sudah  menjadi  sebuah  tradisi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode library research, di mana penulis mengumpulkan data berdasarkan literasi yang ada. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna filosofis yang terdapat dalam simbol kembar mayang di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabaupaten Seluma? Adapun Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui makna simbol kembar mayang pada upacara adat perkawinan khususnya  di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma, selain itu,  agar masyarakat tidak hanya mengetahui penyertaan kembar mayang dalam upacara adat perkawinan Jawa tetapi juga mengetahui makna yang terkandung dari simbol-simbol pada kembar mayang.  
Analisis Filosofi Ungkapan Bere Secupak, Ikan Sejerek, Madar Pada Masyarakat Pesisir Bengkulu. Atdi Maseta Prones
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3513

Abstract

 Dalam tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana penerapan filosofi bere secupak, ikan sejerek, madar pada masyarakat pesisir kota Bengkulu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna filosofi dari ungkapan bere secupak, ikan sejerek madar? Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan berdasarkan pada data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Penerapan metode penelitian ini dimulai sejak melakukan persiapan penelitian, pelaksanaan pengumpulan data, serta analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan observative partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif secara umum dimulai sejak pengumpulan data, reduksi data, pemusatan perhatian, pengabstrakkan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan. Display data dilakukan dengan menggunakan bentuk teks naratif, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hakekat makna filosofi ungkapan bere secupak, ikan sejerek, madar melambangkan karakter orang Bengkulu yang memiliki etos kerja yang tinggi, tidak pemalas, berprinsip dan bertanggung jawab. Filosofi tersebut juga mengandung makna kesederhanaan, melambangkan konsep syukur, konsep tawakal, serta konsep keseimbangan dalam rangka menggapai kehidupan dunia dan akhirat. Adapun penerapan filosofi tersebut masih terdapat dualisme makna yang berkembang di kalangan masyarakat, masyarakat yang beranggapan positif tentang makna tersebut, lebih melihat konteks yang tersirat di dalam filosofi tersebut.Sedangkan mereka yang beranggapan negatif tentang filosofi tersebut cenderung memaknai filosofi tersebut secara tekstual, sehingga masyarakat terkecoh kepada teks ungkapan dari pada makna yang tersirat dalam ungkapan tersebut.
Nilai-Nilai Filosofis Pada Simbol Tari Pedang Masyarakat Berkas Kota Bengkulu. Rian Hasbi Amrullah
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3514

Abstract

Tari Pedang merupakan salah  satu seni tariyang berasal dari Kota Bengkulu. Seni tari ini memiliki tempat penting dalam masyarakat sehingga selalu dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dalam kehidupan. Selain sebagai sarana hiburan yang dilihat keindahan bentuknya, tari juga berfungsi sebagai sarana upacara ritual. Faktor utama tari dalam upacara ritual bukan semata melihat keindahannya, tetapi memperlihatkan simbol yang menjadi suatu kekuatan dalam suatu upacara ritual dan memiliki makna tersendiri yang dapat memengaruhi serta mengatur alam sekitarnya sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat pendukungnya. Masalah dalam peneltian ini adalah bagaimana makna filosofi dari Tari Pedang Masyaralat berkas Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna filosofis yang terkandung dalam setiap rangkaian Tari Pedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif  kualitatif dengan menggunakan Teori Semiotika. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Tari Pedang adalah tarian yang memiliki makna rasa hormat masyarakat Kota Bengkulu kepada tamu agung, yang siap memberikan penjagaan sebagai bentuk jaminan keamanan, agar merasa tercipta kenyamanan selama berada di Kota Bengkulu.  Tari Kejei yang terdiri dari 9 gerakan : Pertama, gerak berendai yang bermakna dalam  hidup harus memiliki kemampuan agar bermanaat bagi orang lain. Kedua gerak sembah rendai yang bermakna sebagai penghormatan, kepada tamu agung dan kepada para penonton yang hadir pada saat Tari Pedang berlangsung. Ketiga, gerak langkah  tiga yang bermakna mengacu kepada istilah dalam  adat  “adat bersendikan syara, dan syara’ bersendikan kitabullah”  Keempat, gerak tangan beseluk yang bermakna kepiawaian penari dalam  bela diri yang siap untuk menjaga tamu agung. Kelima, gerak mecah langkah yang memiliki makna kegagahan para penari yang siap dan sigap dalam hal apapun. Keenam, gerakan ari pane betudung pedang  yang bermakna jika dalam keadaan darurat terhadap diri maka kekerasan jalan akhir yang digunakan sebagai perlindungan diri. Ketujuh, gerak gayung yang bermakna jangan menyelesaikan masalah dengan cara yang keras. Kedelapan, gerak meletak pedang yang bermakna tetap waspada meski masalah sudah diselesaikan.  Kesembilan, sembah  rendai  sebagai makna rasa hormat kepada tamu agung dan para hadrin yang hadir. Tari Pedang tak luput dari unsur-unsur yang mendukung diantaranya instrument musik, cerano dengan  isi, busana dan penegah.
Konsep Taubat Menurut Imam Al-Ghazali Rusydi Rusydi
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3516

Abstract

 Manusia tak lepas dari suatu kesalahan yang menjadi dosa, dari dosa kecil dan besar , dosa yang disengaja dan tidak di sengaja, dosa lahir dan dosa batin, dan dosa yang tampak dan tidak nampak. Oleh karena itu,  kita sebagai manusia yang diberi akal untuk berpikir dan kesadaran menjadi suatu keingan kembali pada untuk dekat dengan Sang Maha Pencipta. Dalam kehidupan di dunia yang tidak kekal ini, sering kita melakukan hal-hal yang melanggar aturan Allah SWT dalam artian larangan-larangannya. Yang mana semua larangan-larangan-Nya itu merupakan suatu hal yang bersifat kenikmatan sementara yang pada akhirnya menimbulkan kesengsaraan atau kecelakaan bagi pelakunya. Tidak seorang pun di dunia ini menghendaki kecelakaan atas dirinya, pada umumnya mereka menghendaki keselamatan baik pada saat mereka berada di dunia yang menghendaki kecelakaan atas dirinya. Pada umumnya mereka menghendaki keselamatan baik pada saat mereka berada di dunia maupun di akhirat kelak. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendapat Imam al-Ghazali mengenai konsep taubat? Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana konsep taubat menurut Imam al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan  metode  library research. Untuk itu dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi. Sementara dalam Metode Analisis Data peneliti melakukan Analisis isi untuk menggali keaslian teks lalu Analisis Deskriptif untuk menggambarkan keadaan subyek penelitian berdasarkan fakta. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa taubat menurut Imam  al-Ghazali adalah  suatu  usaha  dari  beberapa pekerjaan hati. Singkatnya, menurut para ulama, taubat itu ialah membersihkan hati dari dosa.  Imam al-Ghazali menekankan bahwa, para pelaku ibadah diharuskan untuk ber-taubat karena dua hal: Pertama, agar berhasil memperoleh pertolongan guna mencapai ketaatan, karena berbagai perbuatan dosa dapat melahirkan kesialan dan mengakibatkan kemalangan  bagi  pelakunya.  Selain  itu,  perbuatan  dosa  juga  bisa  menghambat  upaya kita  untuk  mematuhi  dan  mengabdi  kepada  Allah  Swt.
Konsep Sekularisasi Menurut Nurkholis Majid (Studi Atas Pemikiran Sekularisasi Nurcholish Madjid) Ahmad Miftachul Amin
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3517

Abstract

 Latar belakang munculnya ide Sekularisasi tidak lepas dari dunia Barat khususnya dengan kristen. Dunia Barat sebagai wilayah timbulnya ide Sekularisasi tidak lepas dari pemikiran filsafat yang kemudian mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian ditandai dengan munculnya revolusi industri. Sehingga hal itu mengakibatkan dampak yang cukup besar terhadap kondisi religius atau urusan agama, yakni terkikisnya nilai spiritual dan pribadi manusianya sehingga urusan agama terpisah dengan dunia. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Ide Sekularisasi Menurut Nurkholis Majid? Sementara, tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui gagasan sekularisasi dari pemikiran Nurcholish Madjid. Kegunaan penelitian ini yaitu memberi sumbangsih bagi kajian pemikiran Islam khususnya Islam dan isu-isu modern seperti sekularisasi. Kedua, diharapkan dengan hasil kajian ini mampu memberikan pandangan baru dalam melihat tantangan bagi umat Islam ke depan ketika berhadapan dengan isu modernitas seperti sekularisasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Di sini peneliti melakukan pengumpulan data, kedua melakukan analisis data, ketiga menyusun secara sistematis dalam bentuk sistematika pembahasan. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kepustakaan (library research) dari berbagai literatur yang objek utamanya adalah buku-buku, jurnal, naskah-naskah, catatan dan tulisan dalam bentuk lain yang berkaitan dengan pemikiran Nurkholish Madjid. Secara sederhana dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, karena penelitian ini adalah telaah sistematis. Untuk memudahkan dan mendapatkan rumusan masalah pada penelitian ini maka penulis perlu memberikanpenekanan dengan sebuah metode pendekatan yakni dengan pendekatan sosio-historis. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa konsep sekurelisasi menurut Nurcholish Madjid, dimaksudkan untuk lebih memantapkan tugas manusia di muka bumi sebagai khalifah. Fungsi sebagai khalifah membuat manusia mempunyai kebebasan dalam mengatur dan bertindak dalam rangka memperbaiki kehidupan di muka bumi, sekaligus memberikan pembenaran bahwa manusia memiliki tanggungjawab akan perbuatan yang telah dilakukannya di muka bumi di hadapan Tuhan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5