cover
Contact Name
meddyan heriadi
Contact Email
meddyanheriadi@gmail.com
Phone
+6281279687634
Journal Mail Official
meddyanheriadi@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana IAIN Bengkulu. Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu » Tel / fax : 081271987140 /
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 25273337     EISSN : 26850044     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v5i1
Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022): November" : 5 Documents clear
Spirit Agama dalam Aktifitas Ekonomi: Kritik Atas Tesis Weber Tentang Islam dan Kapitalisme Moch. Iqbal
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9673

Abstract

Abstrak, Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengkaji dan perpektif Weber tentang kapitalisme dalam masyarakat Islam. Pandangannya yang minor terhadap kelompok Islam menjadi lebih menarik bila didialkan dengan realitas masyarakat Islam sekarang yang memperlihatkan spirit kapitalisme sebagaimana di Barat. Menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri teks-teks yang berkaitan dengan Islam dan kapitalisme. Hasil penelitain ini menemukan bahwa pertama, kapitalisme yang dipelopori Barat tidak lepas dari revolusi industry yang berkembang di Eropa, bukan semata-semata spirit Protestan. Kedua, pandangannya Weber yang ‘tidak’ menemukan kapitalisme dalam Islam lebih merujuk pada realitas masyarakat pada masanya, dan tidak merujuk pada teks-teks agama.  Terlebih lagi kajian tentang Islam dan Kapitalisme belum tuntas, karena Weber meninggal terlebih dahulu sebelum risetnya selesai. Terlebih lagi sekarang, dimana masyarakat Islam sendiri sangat menganjurkan pengikutnya untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhanya dan kewajiban menyantuni anak yatim dan fakir miskin.Kata Kunci: Weber, Protestan, Islam, Kapitalisme Abstract, The purpose of this research is to examine and Weber's perspective on capitalism in Islamic society. His minor views on Islamic groups become more interesting when compared with the reality of today's Islamic society which shows the spirit of capitalism as in the West. Using the literature study method by tracing texts related to Islam and capitalism. The results of this study found that first, capitalism pioneered by the West was inseparable from the industrial revolution that was developing in Europe, not merely the Protestant spirit. Second, Weber's view that 'does not' find capitalism in Islam refers more to the reality of the society of his time, and does not refer to religious texts. What's more, the study of Islam and Capitalism has not been completed, because Weber died before his research was completed. Even more so now, where the Islamic community itself strongly encourages its followers to work hard to meet their needs and the obligation to support orphans and the poor.Keywords: Weber, Protestant, Islam, Capitalism
MODERASI BERAGAMA: WACANA DAN IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DI INDONESIA Suimi Fales; Iwan Romadhan Sitorus
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9916

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji praktik beragama di Indonesia yang layak diajukan sebagai contoh bagaimana seharusnya menempatkan hubungan antara agama dan negara yang ideal dalam masyarakat modern. Indikator moderasi yang disusun menjadi acuan bagi seluruh masyarakat dalam kerangka membangun dan memperkokoh moderasi beragama di Indonesia. Moderasi beragama menjadi sebuah keniscayaan yang harus diimplementasikan oleh seluruh Kementerian/Lembaga, bahkan Kementerian Agama sebagai leading sector-nya. Maka perlu upaya-upaya untuk mempertahankan praktik moderasi beragama ini agar tetap menjadi karakter khas beragama di Indonesia. Menggunakan penelitian studi pustaka, yaitu dengan mengkaji pustaka yang tersedia baik pustaka offline maupun online yang banyak tersedia di berbagai platform. Hasil dari penelitian ini pertama, Indonesia memiliki keragaman budaya, agama dan etnisitas yang komplek, sehingga memerlukan pengelolaan yang baik. Kedua, dengan terus mendorong moderasi beragama keragaman tersebut memungkinkan bisa dikelola dengan baik. Ketiga, diharapkan Indonesia bisa menjadi contoh bagi pengelolaan masyarakat multikultural. Kata kunci : Moderasi, Agama, Indonesia   ABSTRACTThe purpose of this research is to examine religious practices in Indonesia which are worthy of being proposed as examples of how ideal relations between religion and the state should be placed in modern society. The moderation indicators compiled are a reference for all people in the framework of building and strengthening religious moderation in Indonesia. Religious moderation is a necessity that must be implemented by all Ministries/Institutions, even the Ministry of Religion as the leading sector. So efforts are needed to maintain this practice of religious moderation so that it remains a distinctive character of religion in Indonesia. Using literature study research, namely by reviewing the available literature both offline and online literature which is widely available on various platforms. The results of this study are first, Indonesia has a complex diversity of cultures, religions and ethnicities, so it requires good management. Second, by continuing to encourage moderation in religion, diversity allows it to be managed properly. Third, it is hoped that Indonesia can become an example for the management of a multicultural society. Keywords: Moderation, Religion, Indonesia
TUJUAN DAN MATERI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF HADIS Elvis Winda; Nepi Apriana; Suryani Suryani
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9918

Abstract

Abstract.Early childhood education is described as an important period in child development. Children are born in a state of weakness and helplessness and do not know anything, but they are born in a state of fitrah, that is, pure and clean from all kinds of bad things. Therefore, to maintain and develop the nature that exists in children, parents and educators are obliged to provide positive upbringing to children. Early childhood education in the perspective of hadith aims to instill Islamic values in children from an early age, so that children become Muslim people who are kāffah, who believe and fear Allah SWT. The material for early childhood education in the perspective of hadith is in the form of material for the hadith of deeds such as tauhid education, worship education and moral education.Key words: Early childhood; Education; Hadith Perspective.Abstrak Pendidikan anak usia dini digambarkan sebagai periode penting dalam perkembangan anak. Anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya serta tidak mengetahui apa-apa, tetapi ia lahir dalam keadaan fitrah, yakni suci dan bersih dari segala macam keburukan. Karenanya untuk memelihara sekaligus mengembangkan fitrah yang ada pada anak, orang tua dan pendidik berkewajiban memberikan didikan positif kepada anak. Pendidikan anak usia dini dalam perspektif hadis bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini, sehingga anak menjadi manusia muslim yang kāffah, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Materi pendidikan anak usia dini dalam perspektif hadis berupa materi Hadis perbuatan seperti pendidikan tauhid, pendidikan ibadah dan pendidikan akhlak. Kata kunci: Anak Usia Dini; Pendidikan; Perspektif Hadis.
OASE PEMIKIRAN M. IQBAL TENTANG MANUSIA Armin Tedy
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9919

Abstract

Abstract: This study tries to describe the oasis of M. Iqbal's thoughts about the concept of the main human being (human being), the stages and ways to reach the main human being. To reveal this problem in depth and thoroughly, the researcher used library research with the Qualitative Descriptive research method, which explained in depth about the object of the problem under study. From the results of this study it was found that; The main human according to Iqbal is someone who is aware of his transcendent (faiq) and eternal, which is not created and divine. Insan Kamil according to Iqbal is also a true believer who, in himself, has strength, insight, action and wisdom. As for the stages to reach Insan Kamil according to M. Iqbal; First; ObeySecondIslamic Shari'a,  ; self-control ; Divine Caliphate (Niyabat Divine) or. Representative of God where thought and action, instinct and reason become one. Meanwhile, according to M. Iqbal, how to reach the main human being includes; physically healthy and strong and skilled, intelligent and clever and High Quality Spiritual. Keywords: M. Iqbal, Human Concept, Insan Kamil Abstrak: Pada penelitian ini berusaha mendeskripsikan oase pemikiran M. Iqbal tentang konsep manusia utama (insan kamil), tahapan- tahapan dan cara untuk mencapai manusia utama. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh,  peneliti mengunakan Penelitian Kepustakaan (library research) dengan metode penelitian Deskriptif Kualitatif yaitu  menjelaskan secara mendalam tentang objek permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; Manusia utama menurut Iqbal adalah seorang  yang sadar tentang keakuaannya yang transcendent (faiq) dan abadi, yang tak  diciptakan dan bersifat Ilahi. Insan kamil menurut Iqbal juga seorang mukmin  sejati yang dalam, dirinya terdapat kekuatan, wawasan, perbuatan dan  kebijaksanaan. Adapun tahapan- tahapan untuk mencapai Insan Kamil menurut M. Iqbal; Pertama; Taat terhadap Syari‟at Islam, Kedua; Pengendalian diri Ketiga;  Kekhalifahan Tuhan (Niyabat Ilahi) atau. Perwakilan Tuhan di mana  pemikiran dan tindakan, insting dan penalaran menjadi satu. Sedangkan cara mencapai manusia utama menurut M. Iqbal  meliputi; jasmani yang sehat serta kuat dan berketrampilan, cerdas serta pandai dan Rohani yang Berkualitas Tinggi.Kata Kunci : M. Iqbal, Konsep Manusia, Insan Kamil
MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH SEBAGAI USAHA PENINGKATAN MORAL PESERTA DIDIK Allan Pragusti
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9997

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu pertama, menganalisis strategi guru PAI dalam menanamkan moderasi beragama siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 26 Seluma. Kedua, mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru PAI dalam menanamkan moderasi beragama siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 26 Seluma. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertama strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan moderasi beragama siswa di SMP Negeri 26 Seluma yaitu dengan dengan menanamkan nilai nilai kerja sama, solidaritas, tenggang rasa, tanggung jawab dan kasih sayang pada siswa. Dengan tertanamnya nilai-nilai ini maka diharapkan siswa akan memiliki nilai-nilai moderasi beragama kepada sesama manusia yang memiliki perbedaaan keyakinan beragama. Dalam menanamkan moderasi beragama siswa tersebut dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas dengan menggunakan metode keteladanan, nasehat, pendekatan dan pembiasaan. Kedua, Faktor pendukung guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan moderasi beragama meliputi kekompakan dari pihak sekolah, dilakukan pula bentuk kerja sama yang kuat antara sekolah dengan orang tua siswa. Sedangkan faktor penghambat yaitu lingkungan baik itu lingkungan keluarga yang kurang kondusif dan tontonan di media massa yang tidak mendidik.MODERASI BERAGAMADI SEKOLAH SEBAGAI USAHA PENINGKATAN MORAL PESERTA DIDIK

Page 1 of 1 | Total Record : 5