cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2018): Kelasa" : 10 Documents clear
Analisis Pada Iklan Televisi: Diksi dan Gaya Bahasa Anafora Tuty Kusmaini
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.75

Abstract

Advertising is a form of message about a product or service delivered through the media and aimed at the community. Advertising can be analyzed through the use of diction and language style. The problems that will be discussed in this paper is how the diction and style of anaphoric language in domestic private television advertisements. The aims of this paper is to describe the form of word choice or diction and anaphoric language style in television advertisements. This paper uses analytical and prescriptive descriptive methods. The data source used is obtained through the recording of audiovisual advertisements which are categorized as commercial advertisements. Samples taken in the form of selected advertisements that use diction and anaphoric language style that stands out so that it can be analyzed using diction and anaphoric language style. The Techniques of collection data that used in this paper are recording techniques, see and note. This study paper was analyzed using interactive analysis. Based on the method used, the results of the research were obtained in the form of word choice or diction and anaphoric language style used in television advertisements. Dictions used include the use of connotative words, the use of personal pronouns, the use of foreign terms (English, the use of speech words, beheading of consonants at the beginning of the word, and the use of short terms. The use of anaphorical language in domestic private television commercials serves to provide an affirmation Anaphoric language style is used to provide attractiveness and convince consumers of the products offered. AbstrakIklan merupakan bentuk pesan tentang suatu produk atau jasa yang disampaikan melalui media dan ditujukan kepada masyarakat. Iklan dapat dianalisis melalui penggunaan diksi dan gaya bahasanya. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimanakah diksi dan gaya bahasa anafora pada iklan televisi swasta dalam negeri. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pilihan kata atau diksi dan gaya bahasa anafora pada iklan televisi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan preskriptif. Sumber data yang digunakan diperoleh melalui hasil rekaman iklan audiovisual yang dikategorikan sebagai iklan komersial. Sampel yang diambil berupa iklan terpilih yang menggunakan diksi dan gaya bahasa anafora yang menonjol sehingga dapat dianalisis pemakaian diksi dan gaya bahasa anaforanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik rekam, simak dan catat. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis interaktif. Berdasarkan metode yang digunakan, diperoleh hasil penelitian berupa bentuk pilihan kata atau diksi dan gaya bahasa anafora yang digunakan pada iklan televisi. Diksi yang digunakan meliputi pemakaian kata konotatif, pemakaian kata ganti orang, pemakaian istilah asing (bahasa Inggris), pemakaian kata tutur, pemenggalan konsonan di awal kata, dan pemakaian istilah singkat. Penggunaan gaya bahasa anafora pada iklan televisi swasta dalam negeri berfungsi untuk memberi makna penegasan. Gaya bahasa anafora digunakan untuk memberikan kemenarikan serta meyakinkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Media Luar Ruang di Kabupaten Indragiri Hilir NFN Marnetti
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.70

Abstract

This study discusses language error analysis of the writing of outdoor media in Indragiri Hilir Regency. The objective of this study is to describe the language error on outdoor media in the regency.  The method used in this study is the qualitative descriptive method.  Data of this study are collected from documentation of words,  phrases  or sentences written on the outdoor media in the regency. The data are then analyzed in the following steps; first,  classifying the data based on misspellings and the foreign language (English) words used on the outdoor media; second, reducing the data; third, explaining the correct use of language  on the outdoor media in accordance with Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (General Guidelines for the Enhanced Indonesian Spelling System). The research findings reveal that  there are some mistakes on  punctuation such as period (.), commas (,), hyphen (-), question mark (?), and slash (/), preposition witing of ke , writing of refil dan propinsi, writing of capital letter (G), English structure, and the use of foreign (English) words. AbstrakPenelitian ini membahas analisis kesalahan berbahasa pada penulisan media luar ruang di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat pada penulisan media iklan luar ruang di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan mendokumentasikan bahasa media luar ruang di Kabupaten Indragiri Hilir. Data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut pertama, pengklasifikasian data menurut kesalahan ejaan dan penggunaan bahasa asing (Inggris) pada media luar ruang. Kedua, reduksi data. Ketiga, menjelaskan penggunaan bahasa yang benar pada media luar ruang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data ditemukan kesalahan pemakaian bahasa media luar ruang ini meliputi pemakaian tanda baca khususnya tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-), tanda tanya (?), dan tanda garis miring (/), penulisan kata depan ke, penulisan kata refil dan propinsi,  pemakaian huruf kapital  (G), pemakaian struktur bahasa Inggris, dan penggunaan kata bahasa asing (Inggris).
Peran Media Massa dalam Rangka Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia Ratih Rahayu
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.71

Abstract

The study of the role of mass media as one of the supporters of efforts to foster Indonesian language and literature needs to be done so that its role can be known and its success rate can be evaluated. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection technique is indirect interviews with staff of twenty Kantor and Balai Bahasa in Indonesia. Of the twenty Kantor and Balai Bahasa that were recorded, it was found that only two Kantor Bahasa had not cooperated with any mass media. There are three Kantor and Balai Bahasa that have collaborated with print and electronic media, namely the Balai Bahasa Kalimantan Barat, Balai Bahasa Riau, and Kantor Bahasa Lampung. Of the twenty Balai and Kantor Bahasa, there are 14 Balai and Kantor Bahasa that have collaborated with radio, both RRI and other private radios. The role of mass media as one of the supporters of efforts to foster Indonesian language and literature has been felt by the community. AbstrakPengkajian peran media massa sebagai salah satu pendukung upaya pembinaan bahasa dan sastra Indonesia perlu dilakukan agar dapat diketahui bagaimana perannya serta dapat dievaluasi tingkat keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara tidak langsung dengan staf dua puluh balai dan kantor bahasa yang ada di Indonesia. Dari dua puluh balai dan kantor bahasa yang terdata diketahui hanya dua kantor bahasa yang belum menjalin kerja sama dengan media massa apa pun. Ada tiga balai dan kantor bahasa yang telah menjalin kerja sama dengan media cetak dan elektronik, yaitu Balai Bahasa Kalimantan Barat, Balai Bahasa Riau, dan Kantor Bahasa Lampung. Julah Kantor dan balai bahasa di Indonesia ada dua, tetapi hanya 14 balai dan kantor yang telah bekerja sama dengan radio, baik RRI maupun radio swasta lainnya. Peran media massa sebagai salah satu pendukung upaya pembinaan bahasa dan sastra Indonesia telah cukup dirasakan masyarakat. 
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Novel Remaja Asli atau Terjemahan Dengan Mengimplementasikan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 di Smp Negeri 25 Bandarlampung Akhmad Baidowi
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.66

Abstract

This research is motivated by the difficulty of students identifying the intrinsic elements of teen novels. The reason is that the learning model presented by the teacher is less interactive. Teaching and learning activities are still dominated by teachers. In general, the formulation of the problem of this research is How to improve the ability to identify the intrinsic elements of the original teen novel or translation by implementing the inquiry learning model in the eighth grade students of the even semester of the 2015/2016 school year in Bandarlampung State Middle School. The method used in this study is classroom action research. The purpose of this study was to describe an increase in the ability to identify the intrinsic elements of the original adolescent novel or translation with the inquiry learning model in class VIII students of State Junior High School 25 Bandar Lampung in the 2015/2016 school year. The implementation of the inquiry learning model was able to improve the ability to identify the intrinsic elements of the original teen novel or translation. The results of the study as many as 3 cycles showed an increase in learning outcomes. The first cycle learning outcomes with learning materials identified the teenage novel characters, 76% class absorption, students finished 78.9% KKM, and KKM 21% students did not complete. The learning outcomes of the second cycle of learning material explained the theme and background of the adolescent novel, the absorption of students rose to 79%, students who had completed KKM rose to 84%, while those who did not complete learning dropped to 16%. After going through repairs together with the collaborator, the learning outcomes of the third cycle of the learning material described the novel's teenage plot succeeded in increasing the absorption of students to 85%, students completing learning to 96%, and students who had not completed learning dropped to 5%. These results are in accordance with the research target, namely 95% of students complete the KKM and 85% class absorption.Based on the data from the actions taken, it can be concluded that the application of the inquiry learning model was able to improve the ability to identify the intrinsic elements of teen novels in class VIII of State Junior High School 25 Bandar Lampung 2015/2106.  AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi adanya kesulitan siswa mengidentifikasi unsur instrinsik novel remaja. Penyebabnya adalah model pembelajaran yang disajikan oleh guru kurang interaktif. Kegiatan belajar mengajar masih didominasi oleh guru. Secara umum rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan kemampuan mengidentifikasikan unsur intrinsik novel remaja asli atau terjemahan dengan mengimplementasikan model pembelajaran inkuiri pada siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SMP Negeri 25 Bandarlampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mengidentifikasikan unsur intrinsik novel remaja asli atau terjemahan dengan model pembelajaran inkuiri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Bandarlampung tahun pelajaran 2015/2016. Implementasi model pembelajaran  inkuiri ternyata  mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasikan unsur intrinsik novel remaja asli atau terjemahan.  Hasil penelitian sebanyak 3 siklus menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Hasil pembelajaran siklus satu dengan materi pembelajaran mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja, daya serap kelas 76%, siswa tuntas KKM 78,9 %, dan siswa  belum tuntas KKM 21%.   Hasil pembelajaran siklus dua materi pembelajaran menjelaskan tema dan latar novel remaja,  daya serap siswa naik menjadi 79%, siswa yang sudah tuntas KKM naik menjadi 84%, sedangkan yang belum tuntas belajar turun menjadi 16%. Setelah melalui perbaikan bersama kolabolator, hasil pembelajaran siklus  ketiga materi pembelajaran  mendeskripsikan alur novel remaja berhasil meningkatkan daya serap siswa menjadi 85%, siswa tuntas belajar menjadi 96 %, dan siswa yang belum tuntas belajar turun menjadi 5%. Hasil ini sudah sesuai dengan target  penelitian yaitu 95 % siswa tuntas KKM dan daya serap kelas 85%. Berdasarkan data hasil tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik novel remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Bandarlampung tahun pelajaran 2015/2106.  
Penerjemahan Teks Astronomi: Strategi dan Variasi Penerjemahannya Retno Hendrastuti
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.72

Abstract

There are problems in translating  the astronomy text from English to Indonesian. The astronomy text has special term that common people do not understand. This paper tries to explore the strategies and translation variation of astronomy text translation. The data are taken from quesionaire about problems, strategies, and translation results from three translator respondants. The study results showed that there were three main problems in astronomy text translation, those were translating special terms, the name of certain institution and stuffs, and long phrases and sentences. To translate special terms they were using dictionary (general and special), using parallel texts, borrowing and description technique. To translate the name of certain institution and stuff they were using borrowing and description technique. Then, for long phrases and sentences they were identifying the type and function of each component and breaking it down into two clouses or more, before translating it using literal and other techniques. Then, there were two translation variations, those were translation for certain people (academic and proffesional) and translation for common people.  AbstrakAda beberapa kendala dalam menerjemahkan teks astronomi dari bahasa Inggris (BSu) ke bahasa Indonesia (BSa). Ini karena teks astronomi mempunyai istilah khusus yang jarang diketahui kalangan awam. Tulisan ini menggali strategi dan variasi penerjemahan teks astronomi. Data bersumber hasil isian kuesioner mengenai kendala, strategi, dan hasil penerjemahan dari tiga responden penerjemah. Hasil kajian menunjukkan beberapa strategi untuk tiga permasalahn utama dalam penerjemahan teks astronomi. Pertama, menggunakan kamus (umum dan khusus), teks paralel, teknik peminjaman, dan teknik deskripsi untuk menerjemahkan istilah khusus. Kedua, menggunakan teknik peminjaman dan teknik deskripsi untuk menerjemahkan nama lembaga serta alat khusus. Terakhir, mengidentifikasi jenis dan fungsi masing-masing komponen serta memecah klausa menjadi dua klausa atau lebih sebelum menerjemahkan secara harfiah dan teknik penerjemahan yang lain untuk menerjemahkan frasa atau klausa yang panjang. Kemudian, ada dua variasi hasil penerjemahan, yaitu terjemahan untuk kalangan khusus (akademik dan profesional) dan terjemahan untuk kalangan awam.
Tatamba (Pengobatan) dalam Naskah Banjar Dede Hidayatullah
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.67

Abstract

The study on Mantra and tatamba (medication) in their form as oral literature are commonly found, on the other hand the study on mantra and tatamba (medication) in the manuscript are hardly found, except for the wafak conducted by Daud. This study will discuss tatamba (medication) in five Banjar manuscripts, namely Mystical Mantra (MM), Medication Mantra (MP), BB 001 manuscript, A. Riadiy, (AR), and Martabat  Tujuh (Seven Dignity) (MT) manuscripts. The objective of this study is to describe the tatamba (medication) found in the 5 (five) manuscripts. The research on five manuscripts of tatamba is a philology research. Data were collected from the five manuscripts, then classified and analyzed. The result of classification is compared with previous research on mantra specifically.  The result proves  there are (tatamba)  medications for disease in the five manuscripts, they are in  the form of spell, mantra or isim. This spell can be taken from Alquran, it can also be in the form of symbolic or magical words that are considered to have magical power to heal, and it can also be a combination of the two, tatamba with wafak, and tatamba (medication) by using recited plants. AbstrakMantra dan tatamba dalam bentuknya sebagai sastra lisan sudah sering dilakukan penelitian dan kajian, tetapi mantra dan tatamba dalam naskah hampir belum pernah terjamah, kecuali terhadap wafak yang dilakukan oleh Daud. Penelitian ini akan membahas tentang tatamba dalam lima naskah Banjar, yaitu naskah Mantra Mistik (MM), naskah Mantra Pengobatan (MP), naskah BB 001, naskah A. Riadiy, (AR), dan naskah Martabat Tujuh (MT).Tujuan penelitian ini adalah menguraikan tatamba yang terdapat dalam 5 (lima) naskah tersebut. Penelitian tatamba dalam 5 (lima) naskah tersebut penelitian filologis. Data dikumpulkan dari lima naskah tersebut, kemudian dilakukan klasifikasi dan analisis.Setelah itu, hasil klasifikasi tersebut dikomparasikan dengan penelitian-penelitian tentang mantra khususnya, tatamba yang sudah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima naskah ditemukan tatamba untuk  penyakit yang merupakan bacaan, mantra atau isim. Bacaan ini bisa diambil dari ayat Alquran, bisa juga dari rapalan kata-kata yang menjadi simbol dan dianggap mempunyai daya magis untuk mengobati, dan bisa juga gabungan keduanya, tatamba dengan wafak, dan tatamba dengan menggunakan tumbuhan yang sudah dibacakan.
Ideologi Kapitalisme dalam Kepopuleran Sang Pemimpi Ricky A. Manik
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.73

Abstract

Novel Sang Pemimpi (SP) in various views seem to encourage people not to give up and become desperate in achieving their dreams. It is believed that to be a successful person requires hard work and strong discipline. The credence of this perspective named as the capitalism ideology. This is what makes this novel becomes popular. The problems are what kind of the capitalism ideology appears in the view of the characters and why SP is positioned as a popular literature. This research aims to find the capitalism ideology in SP and its popularity position. The method and theory were used with two steps. First, the position of SP was put as a popular novel by referring to popular literature characters. Second, the capitalism ideology concept and theory were used to know the capitalism ideology of the characters. This research found that SP is a popular literature. The capitalism ideology in SP is to be a hard-working person with strong discipline which is certainly beneficial for the capital owners. AbstrakNovel Sang Pemimpi (SP) dalam berbagai pandangan seolah mengajak orang untuk tidak menyerah dan putus asa dalam mencapai cita-cita. Dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi, seseorang diyakini akan berhasil. Keyakinan akan pandangan ini disebut sebagai ideologinya kapitalisme. Itu pula yang membuat novel ini begitu populer. Permasalahannya adalah ideologi kapitalisme apa yang muncul dalam pandangan para tokoh dan mengapa SP diposisikan sebagai sastra populer. Tujuan dari penyelisikan ini adalah menemukan ideologi kapitalisme dalam SP dan posisi kepopulerannya. Metode dan teori yang digunakan adalah dengan dua langkah. Pertama, mendudukkan posisi novel SP sebagai novel populer dengan mengacu pada ciri-ciri sastra populer. Kedua menggunakan konsep dan teori ideologi kapitalisme dalam melihat ideologi kapitalisme tokoh-tokoh. Hasil penelitian ini menemukan bahwa novel SP merupakan sastra populer. Adapun ideologi kapitalisme yang terdapat dalam SP adalah  menjadi manusia yang pekerja keras dan memiliki disiplin yang tinggi yang tentu saja dapat menguntungkan kaum pemilik modal.
Kata dan Istilah dalam Tradisi Belanger, Bulanger, dan Pelangeran Pada Masyarakat Lampung (Kajian Etnolinguistik) Evi Maha Kastri
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.68

Abstract

This article aims to describe and explain the form, meaning, and use of terms in the belanger tradition in Lampung society. This research is a type of qualitative descriptive research. The research method is divided into three stages, namely (a) the stage of providing data; (b) data analysis stage; and (c) the data presentation stage. The stage of providing data used in this study is the referral method, which is listening to the conversation by interviewing informants in three regions. Then advanced techniques are used, namely recording techniques and note taking techniques. Then the required data is sorted. Once collected, the data is analyzed by being classified based on the form, meaning, and use. The terms belanger, bulanger, and pelangeran have the same meaning, which are both self-cleaning or purifying themselves. The term belanger is for traditional leaders and brides. Then, the term bulanger is intended for a pregnant mother, while the term pelangeran is intended for Muslims who will enter the month of Ramadan. During the belanger ceremony in Negara Aji Baru Village 12 supporting terms were found. While the bulanger tradition in Blambangan Umpu Subdistrict there are 12 supporting terms. Then, the pelangeran tradition in Olok Gading District Village has 3 supporting terms. AbstrakArtikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk, makna, dan penggunaan istilah-istilah dalam tradisi belanger pada masyarakat Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian dibagi atas tiga tahap, yaitu (a) tahap penyediaan data; (b) tahap analisis data; dan (c) tahap penyajian data. Tahap penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yaitu menyimak pembicaraan dengan mewawancarai informan di tiga daerah. Kemudian digunakan teknik lanjutan yaitu teknik rekam dan teknik catat. Lalu dipilah data yang dibutuhkan. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan diklasifikasikan berdasarkan bentuk, makna, dan penggunaannya. Istilah belanger, bulanger, dan pelangeran memiliki persamaan makna, yaitu sama-sama membersihkan diri atau menyucikan diri. Istilah belanger diperuntukkan bagi tokoh adat dan pengantin. Kemudian, istilah bulanger diperuntukkan bagi seorang ibu yang sedang mengandung, sedangkan istilah pelangeran diperuntukkan bagi umat muslim yang akan memasuki bulan Ramadan. Dalam pelaksanaan upacara belanger di Desa Negara Aji Baru ditemukan 12 istilah pendukung. Sementara tradisi bulanger di Kecamatan Blambangan Umpu terdapat 12 istilah pendukung. Kemudian, tradisi pelangeran di Kelurahan Negeri Olok Gading terdapat 3 istilah pendukung.
Analisis Konteks Bahasa dalam Pembelajaran Bipa di Anuban Muslim Satun School Thailand Sahrul Romadhon
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.74

Abstract

This research is more focused on Mattayum (high school) students at Anuban Muslim Satun School, Thailand. The problem faced by the teacher is to determine the appropriate method for teaching Indonesian at the school. This is because there are several factors, such as the strong influence of the Siamese language (native Thai language), it is not customary for learners to use Indonesian, and the strong influence of the Malay language which seems to be considered the same as Indonesian. This study uses a qualitative method of the type of grounded theory. Data analysis used structural analysis in accordance with the production of the language context written by students at Anuban Muslim Satun. The purpose of this study is to analyze the production of student writing. The results obtained from this study are recommendations on Indonesian language learning methods for Foreign Speakers (BIPA) based on language contexts. AbstrakPenelitian ini lebih difokuskan kepada pemelajar Mattayum (SMA) di Anuban Muslim Satun School, Thailand. Masalah yang dihadapi oleh pengajar adalah menentukan metode yang tepat untuk mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Hal tersebut karena adanya beberapa faktor, seperti kuatnya pengaruh bahasa Siam (bahasa asli Thailand), tidak terbiasanya pemelajar menggunakan bahasa Indonesia, dan kuatnya pengaruh bahasa Melayu yang seolah-olah dianggap sama dengan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis grounded theory. Analisis data menggunakan analisis struktural sesuai dengan produksi konteks bahasa tulis pemelajar di Anuban Muslim Satun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis produksi tulisan pemelajar. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah rekomendasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis konteks bahasa.
Mitos Martandu: Kecendekiaan Lokal Suku Moronene di Kabaena dalam Potensi Banjir di Sungai Lakambula Heksa Biopsi Puji Hastuti; NFN Rahmawati
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.69

Abstract

Martandu Myth is the story of one mythological creature (described as a giant-snake like creature with horns) within Moronene tribe in Kabaena island, precisely in the upstream of Lakambula River. Problems research issued in this article are how the Martandu myth represents the local genius of the Moronene tribe in Kabaena in relation with the flood potential in the Lakambula River and how the relevance of the Martandu Myth is to the present situation. Therefor, the aims of the research are to describe the local genius of Moronene tribe in Kabaena island in relation with flood potential in Lakambula river and to describe the relevance of Martandu Myth to the present situation. Data in the form of Martandu Myth and the reality of the present conditions at the research locus were obtained from literature tracing and interviews with informan. Data were analyzed qualitatively using mitem analysis techniques, readings, and interpretations. The results of the analysis show that the Martandu Myth represents the Moronene tribe in Kabaena local genius in relation to the flood potential in the Lakambula river in the form of a scenario containing a number of layered warnings if someone makes a mistake in violating the rules. In the last section, it is ilustrated when outsiders who want to occupy their wealth come, to be prevented indeed. This myth has relevance to the present situation in which the modernity changes the pattern of thinking of its people to be more instant and feels as if they are no longer fully dependent on the goodness of nature. Likewise, the final scenario of the Martandu against the sharks/marine martandu is relevant to the arrival of people from outside who want to take part in taking advantage of the Moronene earth nature treasure in Kabaena. AbstrakMitos Martandu adalah kisah tentang satu makhluk mitologis (digambarkan sebagai makhluk serupa ular raksasa yang bertanduk) dalam suku Moronene di Pulau Kabaena, tepatnya di hulu Sungai Lakambula. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana mitos Martandu merepresentasikan kecendekiaan lokal suku Moronene di Kabaena dalam kaitannya dengan potensi banjir di Sungai Lakambula dan bagaimana relevansi Mitos Martandu dengan keadaan yang ada sekarang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi kecendikiaan lokal suku Moronene di Kabaena dalam Mitos Martandu dalam kaitannya dengan potensi banjir di Sungai Lakambula dan relevansinya dengan keadaan saat ini. Data berupa Mitos Martandu dan realitas kondisi sekarang di lokus penelitian diperoleh dari penelusuran pustaka dan wawancara dengan informan. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis mitem, pembacaan, dan pemaknaan melalui perelasian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mitos Martandu merepresentasikan kecendekiaan lokal suku Moronene di Kabaena terkait potensi banjir di Sungai Lakambula dalam bentuk skenario berisi sejumlah peringatan berlapis apabila ada yang melakukan kesalahan melanggar aturan. Pada bagian terakhir, diskenariokan apabila datang pihak luar yang ingin menguasai kekayaan mereka, maka harus dicegah.  Mitos ini memiliki relevansi dengan keadaan sekarang di saat arus modernitas mengubah pola berpikir manusianya menjadi lebih instan dan merasa seolah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kebaikan alam.  Demikian pula skenario akhir martandu yang melawan hiu/martandu laut, relevan dengan kedatangan orang-orang dari  luar yang hendak turut serta mengambil manfaat dari kakayaan alam bumi Moronene di Kabaena. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10