cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 19 Documents clear
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN TOMAT CHERRY (Lycopersicum Cerasiformae Mill ) DI GAPOKTAN LEMBANG JAWA BARAT Nurnita Sari; Aditya Murtilaksono
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1501

Abstract

ABSTRACTTomato is a type of vegetable that has several varieties, one of which is a type of tomato cerasiforme (Dun.) Alef. Known as cherry tomatoes which have the characteristics of small and round fruit. Lower tomato production in Indonesia instead of varieties that are not planted are suitable, technical culture is not good, and the conversion of agricultural functions that use agricultural land is increasingly limited. To approve the results of production and community needs for a good tomato plant then began to be asked to cherry tomato planting techniques in Gapoktan Lembang Agri. The research method began with processing, planting, maintenance, harvesting to post-harvest. The results of the Gapoktan Lembang Agri West Java research application of cultivation techniques of cherry tomato plants that produce quality cherry tomatoes are marketed overseas such as SingaporeKeywords : Tomato, West Java, Harvest, Post Harvest ABSTRAKTomat merupakan jenis sayuran buah yang memiliki beberapa jenis varietas salah satunya yaitu jenis varietas tomat  cerasiforme (Dun.) Alef.  Dikenal dengan tomat cherry yang memiliki ciri khas berbuah kecil dan bulat. Rendahnya produksi tomat di Indonesia diduga disebabkan varietas yang ditanam tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik, serta alih fungsi lahan pertanian yang menyebabkan lahan pertanian semakin sempit. Untuk memenuhi hasil produksi dan kebutuhan masyarakat akan tanaman tomat yang baik maka mulai  dilakukannya penerapan teknik budidaya tomat cherry di Gapoktan Lembang Agri Jawa Barat. Metode penelitian yaitu mulai dengan melakukan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharan, panen hingga pasca panen. Hasil penelitian Gapoktan Lembang Agri penerapan teknik budidaya tanaman tomat cherry yang baik menghasilkan tomat cherry yang berkualitas yang dipasarkan hingga ke luar negeri seperti SingapuraKata Kunci : Tomat, Jawa Barat, Panen, Pasca panen
ANALISIS HAK KEPEMILIKAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SETABU DAN DESA LIANG BUNYU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN Deby Ayu Herlin; Adi Sutrisno
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1511

Abstract

ABSTRACT While the research objectives formulated based on the background are: (1) to know the ownership rights of plantation land based on legislation in laws in the Republic of Indonesia; (2) to know the facts of land ownership rights of oil palm plantations in Setabu Village and Liang Bunyu Village, West Sebatik District, Nunukan Regency; and (3) to know the suitability of the land ownership rights stated in the laws and regulations with the ownership facts in Setabu and Liang Bunyu Villages in West Sebatik District, Nunukan Regency. The data used consists of secondary data and primary data, collected using document study techniques and interviews using questionnaires. The data obtained are then analyzed using qualitative content analysis techniques and qualitative descriptive analysis. The results of this study are (1) plantation land ownership rights based on laws and regulations consisting of ownership rights, use rights, business use rights and customary rights, where ownership rights are the most fulfilled and strongest rights: (2) plantation land rights over land controlled by farmers in Setabu Village and Liang Bunyu Village are "Right of Ownership" with proof of title in the form of Certificate, Letter of Village Head (SPPT) and Sub-District Letter (SPPH); and (3) the plantation ownership rights included in the legislation and the ownership rights to the plantation land controlled by the farmers of Setabu Village and Liang Bunyu Village are in conformity, namely the ownership of plantation land in the form of " Ownership Rights ", but evidence of plantation ownership rights in the two villages are more in the form of a Village Head Letter (SPPT) and Sub-District Letter (SPPH). Keywords: Property rights, legislationABSTRAK Sedangkan tujuan penelitian yang dirumuskan berdasarkan latar belakang adalah: (1) untuk mengetahui hak kepemilikan lahan perkebunan berdasarkan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia; (2) untuk mengetahui fakta hak kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan; dan (3) untuk mengetahui kesesuaian hak kepemilikan tanah yang dinyatakan dalam undang-undang dan peraturan dengan fakta kepemilikan di Desa Setabu dan Liang Bunyu di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dan data primer, dikumpulkan menggunakan teknik studi dokumen dan wawancara menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) hak kepemilikan tanah perkebunan berdasarkan hukum dan peraturan yang terdiri dari hak kepemilikan, hak pakai, hak pakai bisnis dan hak ulayat, di mana hak kepemilikan adalah hak yang paling terpenuhi dan terkuat: (2) hak atas tanah perkebunan atas tanah yang dikuasai oleh petani di Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu adalah "Hak Kepemilikan" dengan bukti kepemilikan dalam bentuk Sertifikat, Surat Kepala Desa (SPPT) dan Surat Kecamatan (SPPH); dan (3) hak kepemilikan perkebunan yang termasuk dalam undang-undang dan hak kepemilikan atas tanah perkebunan yang dikendalikan oleh petani Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu sudah sesuai, yaitu kepemilikan tanah perkebunan dalam bentuk "Hak Kepemilikan", namun bukti hak kepemilikan perkebunan di kedua desa tersebut lebih berupa Surat Kepala Desa (SPPT) dan Surat Camat (SPPH). Kata kunci: Hak properti, undang-undang
PENGARUH RADIASI ELEKTROMAGNETIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Hilman Aditya Pratama; Amarullah Amarullah; Dwi Santoso
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1497

Abstract

ABSTRACT There are several things that cause an increase in the yield of tomato plants, one of which is the application of electromagnetic radiation to plants, thus encouraging some researchers in agriculture to review whether electromagnetic radiation has a positive influence on the growth and production of tomato plants. Electromagnetic field treatment and frequency of exposure using 56 μT electromagnetic fields to determine the effect on tomato plant growth in the vegetative phase. This research was conducted in January 2017 until completion. In this study the tools used included: a series of electromagnetic inductors, batteries, pipes, aluminum foil, tomato plant media, while the ingredients used were servo varieties of tomato seeds that were first sown. The treatments in this study were P0 = control, P1 = application for 20 minutes, control, P2 = application for 40 minutes, control, P3 = application for 60 minutes, control, P4 = application for 80 minutes. The results showed that the observation parameters that showed statistically significantly different results were parameters of plant height, number of leaves and stem diameter, the best treatment for each observation parameter was P2 treatment (exposure to electromagnetic radiation for 40 minutes).Keywords : Electromagnetic Radiation, Tomato Plant, VegetatifABSTRAK Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya peningkatkan hasil produksi tanaman tomat salah satunya adalah dengan pengaplikasian radiasi elektromagnetik terhadap tanaman, sehingga mendorong beberapa peneliti dibidang pertanian untuk meninjau apakah radiasi elektromagnetik memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Perlakuan besar medan elektromagnetik serta frekuensi pemaparan dengan menggunakan 56 µT medan elektromagnetik untuk mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada fase vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai dengan selesai. Dalam penelitian ini alat yang digunakan meliputi: rangkaian induktor elektromagnetik, aki, pipa, alimunium foil, media tanaman tomat, sedangkan bahan yang digunakan adalah benih tomat varietas servo yang terlebih dahulu disemai. Perlakuan pada penelitian ini P0= kontrol, P1= pengaplikasian selama 20 menit, kontrol, P2= pengaplikasian selama 40 menit, kontrol, P3= pengaplikasian selama 60 menit, kontrol, P4= pengaplikasian selama 80 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter pengamatan yang menunjukan hasil berbeda nyata secara statistik adalah parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang, perlakuan terbaik untuk setiap parameter pengamatan adalah perlakuan P2 (pemaparan radiasi elektromagnetik selama 40 menit).Kata kunci : Radiasi elektromagnetik, Tanaman tomat , vegetatif
PENGARUH PEMBERIAN GUANO WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Mardhiana Mardhiana; Aditya Murtilaksono; Kapsah Kapsah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1498

Abstract

Abstract North Borneo is one of the largest walet nest producers in Indonesia and can improve the economy of North Borneo. The obstacle faced by walet breeders in North Borneo is walet droppings. Not much research on walet bird droppings, walet droppings is one of the organic fertilizers. The function of organic fertilizer is to increase soil pH and increase soil fertility. Brassica juncea L is a commodity planted by North Borneo farmers. North Borneo has low levels of acidity and fertility. This study aims to see the effect of giving guano walet to the growth and yield of Brassica juncea L.. The study design was a one-factor randomized design and was repeated 5 times. Treatments W0: without  guano walet (control), W1: guano walet 1.25 tons / ha, W2: walet guano walet 2.5 tons / ha, W3: guano walet 5 tons / ha and W4: guano walet 10 tons / ha. Analysis of the data used is ANOVA (Analysis of Variants) 95% confidence level to determine the effect of treatment. If there are parameters that influence it is done by Duncan's test of 5% level. The results of the study were the treatment of W4 gave the highest value and significantly affected the treatment of W0, W1, and W2 but did not significantly affect the treatment of W3 on plant height, leaf number and leaf width parameters. The W4 treatment had the highest average value significantly affected the other treatments on the plant wet weight parameters Key words: Brassica juncea L, organic fertilizer, guano walet, North Borneo Abstrak Kalimantan Utara merupakan salah satu penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia dan dapat meningkatkan perekonomian Kalimantan Utara. Kendala yang dihadapi oleh peternak burung walet di Kalimantan Utara adalah kotoran burung walet. Belum banyak penelitian tentang kotoran burung walet, kotoran burung walet salah satu pupuk organik. Fungsi pupuk organik adalah meningkatkan pH tanah dan menambah kesuburan tanah. Sawi merupakan komoditas yang ditanam oleh petani Kalimantan Utara. Kalimantan Utara memiliki tingkat keasaaman dan kesuburan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian guano walet terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor dan diulang sebanyak 5x. Perlakauan W0 : tanpa guano walet (kontrol), W1 : guano walet 1,25 ton/ha , W2: guano walet 2,5 ton/ha, W3: guano walet 5 ton/ha dan W4 :  guano walet 10 ton/ha. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA (Analisis of Variants) taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat parameter yang berpengaruh maka dilakukan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian adalah perlakukan W4 memberikan nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap perlakuan W0, W1, dan W2 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan W3 pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun.   Perlakuan W4 memiliki nilai rata-rata yang tertinggi berpengaruh nyata terhadap perlakuan lainnya pada paramater berat basah tanaman  Kata kunci: sawi (Brassica juncea L.), pupuk organik,  guano walet, Kalimantan Utara
PENGARUH MODEL STYROFOAM DAN SISTEM HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Eko Hary Pudjiwati; Duta Delon Asmina
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1512

Abstract

ABSTRACT Pakcoy's crop production and continuity are predicted to experience obstacles. The solution to overcome these problems is to apply the static hydroponic method. However, the condition of static hydroponic media solutions tends to experience saturation which will inhibit plant growth. This study aims to determine the effect of the modification of the styrofoam model and the hydroponic system on the condition of the static hydroponic media solution and to find out which treatment gives the best effect on growth, yield, and economic value. The results showed that the styrofoam model and the hydroponic system were able to influence the condition of the media solution on the parameters of dissolved oxygen content, pH, water volume and water level. S3H2 treatment provides the best pakcoy plant growth in the parameters of root volume, plant height, top wet weight, and underweight safe weight so that it can provide the best results. Based on the analysis of farming that has been done in five harvests, S1H2 treatment provides the best economic value with an R / C ratio of 1,52 and a B / C ratio of 0,52. Key words: hydroponics, hydroponic systems, media solutions, pakcoy, styrofoam models. ABSTRAK Produksi dan kontinuitas tanaman pakcoy diprediksi akan mengalami hambatan. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode hidroponik statis. Namun kondisi larutan media hidroponik statis cenderung mengalami kejenuhan yang akan menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi model styrofoam dan sistem hidroponik terhadap kondisi larutan media hidroponik statis dan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan, hasil, dan nilai ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model styrofoam dan sistem hidroponik mampu memengaruhi kondisi larutan media pada parameter kandungan oksigen terlarut, pH, volume air dan tinggi air. Perlakuan S3H2 memberikan pertumbuhan tanaman pakcoy terbaik pada parameter volume akar, tinggi tanaman, berat basah brangkas atas, dan berat basah brangkas bawah sehingga mampu memberikan hasil terbaik. Berdasarkan analisis usaha tani yang telah dilakukan dalam lima kali panen, perlakuan S1H2 memberikan nilai ekonomis terbaik dengan nilai R/C ratio 1,52 dan B/C ratio 0,52. Kata kunci: hidroponik, larutan media, model styrofoam, pakcoy, sistem hidroponik.
EFISIENSI PRODUKSI BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN Nurlela Machmudin; Anang Sulistyo; Yeni Purwati
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1499

Abstract

AbstractChanges in milkfish production from year to year that occur in Tarakan City are influenced by several factors in agriculture, one of which is the use of production factors by fish farmers. In 2017, aquaculture productivity in Tarakan City averaged 1.2 tons / ha / year, lower than the national productivity of 2 tons / ha / year. High and low production is influenced by the use of factors of production. Farmers must pay attention to the use of factors of production so that there are no advantages and disadvantages and also factors in farmers as managers so that efficient conditions are achieved. This study aims to 1) analyze the factors that affect milkfish production in Tarakan City; 2) analyzing the efficiency of milkfish production in Tarakan City. The sample in this study were farmers who cultivated milk fish in pond areas. The number of samples is 40 people selected using the simple random sampling method. Data analysis uses the Cobb Douglas stochastic frontier Production Function which is processed using the frontier 4.1 application. The results showed that the significant production factors on milkfish production were land area (X1) and labor (X5). Large areas are able to produce large quantities of production through reducing the death rate of the stocked seeds, increasing the space for fish, so that the metabolism runs optimally which has a positive impact on the "feeding habits" of higher fish. The most intensive use of labor in the control of pond land management and water control at the pond gate. The average efficiency value of 0.92 is greater than 0.7 (0.92 0.7). So it can be concluded that the efficiency of milkfish production in pond farmers in Tarakan City is efficient. Key words: Milkfish, Production, Stochastic FrontierAbstrakPerubahan produksi ikan bandeng dari tahun ke tahun yang terjadi di Kota Tarakan, dipengaruhi oleh beberapa hal  dalam bidang  pertanian,  satu  diantaranya  adalah  penggunaan  faktor-faktor  produksi  yang dilakukan oleh petani tambak. Produktivitas budidaya tambak di Kota Tarakan hingga tahun 2017 rata-rata sebesar 1,2 ton/ha/tahun, masih lebih rendah dibandingkan produktivitas secara nasional mencapai 2 ton/ha/tahun. Tinggi rendahnya produksi suatu barang, tak terkecuali produksi ikan bandeng sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang harus dilakukan sebaik-baiknya dan petani harus memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksi agar tidak terjadi kelebihan dan kekurangan dan juga faktor dalam diri petani sebagai manager sehingga tercapai kondisi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk  1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan bandeng di Kota Tarakan; 2) menganalisis efisiensi produksi budidaya ikan bandeng di Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang membudidayakan ikan bandeng di daerah tambak. Jumlah sampel yaitu 40 orang dan dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb Douglas stochastic frontier yang diolah dengan menggunakan aplikasi frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap  faktor produksi luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X5) . Lahan yang lebih luas mampu menghasilkan jumlah produksi yang besar melalui pengurangan tingkat kematian benih yang ditebar, meningkatkan ruang gerak ikan, sehingga metabolisme berjalan secara optimal yang berdampak positif terhadap “feeding habit” ikan yang makin tinggi. Penggunaan tenaga kerja paling intensif pada kegiatan pengontrolan pengolahan lahan tambak dan pengontrolan air di pintu tambak. Rata-rata nilai efisiensi sebesar 0.92 lebih besar dari 0.7 (0.92 0.7) sehingga dapat disimpulkaan bahwa efisiensi produksi ikan bandeng pada petani tambak di Kota Tarakan rata-rata sudah efisien.Kata kunci: Ikan Bandeng, Produksi, Stochastic Frontier
PERBANDINGAN BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus Vulgaris) KALIMANTAN UTARA DAN JAWA BARAT Rinrin Rindiani; Aditya Murtilaksono
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1502

Abstract

ABSTRACT Beans is one of the horticultural crops that can be planted in several regions in Indonesia. One area that is the center for bean plants is in West Java Province, West Bandung Regency, Lembang District. In addition to West Java, North Borneo can grow bean crops. The purpose of this study is to compare differences in terms of varieties, cultivation techniques, production yields, marketing and constraints in crop planting beans with an area in North Borneo Province, namely the City of Tarakan. The method used is a simple survey, active participation and question and answer directly with farmers. The results showed that varieties of bean plants in Tarakan City in general were one vines with red pana varieties, while in Lembang generally planted two varieties, namely vines and upright beans, called baby Kenya beans and logawa. In general, the usual characteristic of Lembang District in cultivation is the use of plastic mulch, polyculture planting patterns and also still a lot of trying to use organic material rather than chemicals. As for the City of Tarakan itself is reversed from the way of cultivation in Lembang District. For Lembang District with a land area of 1/3 ha produces 3.5 tons of harvest both for vines or upright varieties. As for the City of Tarakan with an average area of 37 x 10 meters can produce 50-60 kg once harvest. In Lembang Subdistrict, the beans are distributed to local markets and also to Singapore, where the price is Rp. 15,000 to Rp. 18,000. while for the City of Tarakan distributed to local markets with fluctuating prices, from Rp 10,000 to Rp 35,000. Constraints in general, namely in its cultivation techniques are pests and major diseases in bean plants, while for marketing or distribution is for Lembang itself has penetrated to foreign countries while for the City of Tarakan is still a scale of community needs.Keywords : North Borneo, West Java, Cultivation Techniques, Bean Production ABSTRAKBuncis merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat ditanam beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah yang menjadi pusat untuk tanaman buncis adalah di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Lembang. Selain Jawa Barat, Kalimantan utara bisa membudidayakan tanaman buncis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan perbedaan-perbedaan dari segi varietas, tehnik budidaya, hasil produksi, pemasaran serta Kendala-kendalanya dalam penanaman tanaman buncis  dengan wilayah di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah dengan survey sederhana, pasrtisipasi aktif dan Tanya jawab langsung dengan petani. Hasil penelitian menunjukan untuk varietas yang tanaman buncis di Kota Tarakan secara umum adalah satu varietas saja yaitu buncis merambat dengan jenis pana merah, sedangkan di Lembang secara umum menanam dua jenis varietas yaitu buncis merambat dan tegak atau disebut buncis baby Kenya dan logawa. Secara umum untuk Kecamatan Lembang biasa ciri khas dalam budidaya adalah dengan penggunaan mulsa plastik, pola tanam polikuktur dan juga masih banyak mengupayakan penggunaan bahan organik ketimbang bahan kimia. Sedangkan untuk Kota Tarakan sendiri keterbalikan dari pada kebiasaan cara budidaya di Kecamatan Lembang. Untuk Kecamatan Lembang dengan luas lahan 1/3 ha menghasilkan 3,5 ton sekali panen baik untuk varietas merambat atau tegak. Sedangkan untuk Kota Tarakan dengan rata-rata luas 37 x 10 meter dapat menghasilkan 50-60 kg sekali panen. Di Kecamatan Lembang mendistribusikan hasil panen buncis yaitu ke pasar –pasar lokal dan juga tembus hingga singapura, dimana dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 18.000. sedangkan untuk Kota Tarakan didistribusikan ke pasar-pasar lokal dengan harga yang fluktuasi, yaitu dari harga Rp 10.000 hingga Rp 35.000. Kendala secara umum yaitu pada tehnik budidaya nya adalah hama dan penyakit utama pada tanaman buncis, sedangkan untuk pemasaran atau distribusinya adalah untuk Lembang sendiri sudah menembus hingga luar negeri sedangkan untuk Kota Tarakan masih skala kebutuhan masyarakat.Kata kunci : Kalimantan Utara, Jawa Barat, Teknik Budidaya, Produksi Buncis
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PRODUK KERIPIK DI KOTA TARAKAN Ali Lutfi Munirudin; Elly Jumiaty; Nurlela Machmudin
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1513

Abstract

ABSTRACT Micro Small   and   Medium   Enterprises (SMEs) in Tarakan City is potencially to be developed. One of SMEs many developed is the chips business. According to the data from the Department of Animal Husbandry and Food Crop of Tarakan City in   2016, there were 15 types of SMEs product of chips are scattered throughout the Tarakan city. To develop of SMEs, increasing the production of chips was needed. To reach the maximum level   of   chips production, the businessmen had to have a complete knowledge about chips production factors   which   are   used. How far was the influence of the chips production inputs to the output. The appropriate production factors use with reaching the level production. This research aimed to (1) Know what factors influence the production of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Product of Chips in Tarakan, (2) determine the factors that most affect the production of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Product of Chips in Tarakan   City. This research was   conducted in Tarakan   City.   The samples which in the study is 15 units   Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) which chips produce and the method of data analysis used is path analysis. Intend path analysis to determine the pattern of relationship independent variable (X) which influencing dependent variable (Y), to know the value of relationships and influence done several is Kolmogorov-smirnov test, correlation coefficient test, F test and t test. According to the results of research which was analyzed by using path analysis, we obtained that (R2) was 97,8 persen, means the ability of independent variable inside variance explained from dependent variable.  Influencing factors in production were raw materials (X1), equipment (X2), Labor (X3). The influence of raw materials (X1) to production (Y) was 38,7 persen. The influence of equipment (X2) to production (Y) was 3,7 persen. The influence of labor (X3) to production (Y) was 55,3 persen. We could see that the most influential factor to the production of these chips business was the raw labor (X3) with the total effect was 55,3 persen. Keywords: path analysis, product, SMEs ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tarakan sangat berpotensi    dikembangkan, salah satu diantaranya adalah usaha keripik. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Tanaman   Pangan Kota Tarakan 2016, terdapat 15   jenis UMKM produk keripik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tarakan. Untuk pengembangan UMKM   ini perlu adanya   peningkatan produksi keripik. Untuk mencapai tingkat produksi keripik yang maksimum, pelaku usah harus   memiliki   pengetahuan   yang lengkap atas faktor-faktor produksi keripik yang digunakannya. Sejauh mana pengaruh input produksi keripik terhadap output yang dihasilkan, Tujuan penelitian ini adalah menfaktor apa saja yang mempengaruhi produksi UMKM pada usaha keripik di Kota Tarakan, dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk keripik di Kota Tarakan. Sampel   yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 unit UMKM yang memproduksi keripik dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Analisis jalur bertujuan untuk mengetahui pola hubungan variable bebas (X)  yang   mempengaruhi variable terikat (Y), untuk mengetahui besarnya nilai hubungan dan pengaruhnya   dilakukan dengan beberapa cara yaitu uji normalitas, uji koefisien korelasi, uji F dan uji t.  Berdasarkan hasil penelitian yang   di analisis menggunakan analisis   jalur, diperoleh (R2) sebesar 97,8 persen artinya kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varian dari variabel terikat adalah sebesar 97,8 persen. Faktor yang berpengaruh dalam produksi keripik adalah bahan baku (X1) sebesar 38.7 persen, peralatan (X2) 3.7 persen dan tenaga kerja (X3) sebesar 55.3 persen. Dapat kita lihat bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam produksi keripik ini adalah tenaga kerja (X3) dengan total pengaruh sebesar 55.3 persen. Kata kunci: analisis jalur, produk, UMKM.
APLIKASI KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) Alfius Heselo; Sumiyati Tuhuteru
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1507

Abstract

ABSTRACT Radish (Raphanus sativus L.) are tuber-shaped vegetable that contains antibiotics against several types of bacteria and antioxidants. Growth regulators (PGR) are organic compounds other than nutrients that in small amounts can stimulate, inhibit or change pattern of plant growth and development. One of PGR that easily obtained is coconut water. This PGR contains several hormones which are very important for plant growth and development. This study aims to determine effect of coconut water concentration on growth and development of radish and to determine the best concentration of coconut water for growth and yield of radish. The study was conducted with experimental design used was Complete Randomized Completely Block Design (RCBD), which consisted of L0: 0%; L1: 25% concentration; L2: 50%; L3: 75%; and L4: 100% concentration. The results showed concentration of coconut water significantly affected growth and yield of radish, namely the observation of 2, 4 and 6 weeks after moving planting (WAMP), parameters of plant height and number of leaves indicated on the observation of 6 WAMP, and weight of radish tubers. Then, the concentration of coconut water that is suitable for growth and yield of radish is a concentration of 50% and 75%. Key words: Coconut Water, Concentration, PGR, Radish, Rhapanus sativus. ABSTRAK Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan salah satu sayuran yang berbentuk umbi yang mengandung antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri dan antioksidan. Zat pengatur tumbuh (ZPT) adalah persenyawaan organik selain dari nutrien yang dalam jumlah sedikit dapat merangsang, menghambat atau mengubah pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu ZPT yang mudah diperoleh adalah air kelapa. ZPT ini mempunyai kandungan beberapa hormon yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman lobak serta Untuk mengetahui konsentrasi air kelapa yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak (Raphanus sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada juni hingga September 2018 dengan susunan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas L0: Konsentrasi 0%; L1: Konsentrasi 25%; L2: Konsentrasi 50%; L3: Konsentrasi 75%; L4: Konsentrasi 100%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi air kelapa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak, yakni pada pengamatan 2, 4 dan 6 MSPT parameter tinggi tanaman lobak, dan parameter jumlah daun yang ditunjukkan pada pengamatan 6 MST, serta bobot umbi lobak. Kemudian, konsentrasi air kelapa yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak adalah konsentrasi 50% dan 75%. Kata kunci: Air Kelapa, Konsentrasi, Lobak, Rhapanus sativus L, ZPT.

Page 2 of 2 | Total Record : 19