cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
TINGKAT KESUKAAN PANELIS TERHADAP BROWNIES KUKUS PADA BERBAGAI FORMULASI TEPUNG AMPAS KELAPA masriani masriani; Siti Fatima
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1567

Abstract

ABSTRACTCoconut pulp as a by-product of cooking oil processing can be further processed into coconut flour which is richin fiber so that it can be substituted in the processing of various food products. This study aims to find out thelevelof panelists preference for steamed brownies in various coconut pulp flour formulations. This study uses acompletely randomized design (CRD), with 5 treatments. Each treatment contained 3 replications so that the totaltreatment was 15 treatments. Based on the results of the study it can be concluded that the results of organoleptictesting of coconut pulp and 55%: 50% flour formulation formulations are still preferred by panelists. The valueof the color preference level is (4.82), aroma (4.76), taste (4.87), texture (4.71).Keywords: Coconut pulp flour, steamed browniesABSTRAKAmpas kelapa sebagai hasil samping pengolahan minyak goreng dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung kelapayang kaya kandungan serat sehingga dapat disubtitusi pada pengolahan berbagai produk pangan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap brownies kukus pada berbagai formulasi tepungampas kelapa . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan. Setiapperlakuan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga total perlakuan adalah 15 perlakuan. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa hasil pengujian organoleptik formulasi tepung ampas kelapa dan tepung terigu 55% :50% masih disukai oleh panelis. Nilai tingkat kesukaan warna yaitu (4.82), aroma (4.76), rasa (4.87), tekstur(4.71).Kata kunci: Tepung ampas kelapa, brownies kukus
STRATEGI PENINGKATAN PERAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN EKOWISATA MANGROVE DAN BEKANTAN DI KELURAHAN KARANG REJO TARAKAN BARAT muhammad arbain; Nurul Chairiyah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1566

Abstract

ABSTRACTMangrove ecosystems have an important role in sustainable development both ecologically, economically andsocially. Today, mangrove forests as ecotourism are much in demand by local and foreign communities as a naturetourism trip with the aim of enjoying and studying the natural ecosystems and socio-cultural local communities.This study aims to find out and formulate strategies to increase the role of the community in preserving mangroveand bekantan ecotourism in Karang Rejo village, West Tarakan. The method used is descriptive qualitative datacollection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis used is theSWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, and Threats). The results of the study found strategies toincrease the role of the community in preserving local wisdom of mangrove ecotourism that can be used are: (1)Revitalizing infrastructure facilities of mangrove and bekantan ecotourism to be more productive and attractive;(2) Providing soft skills training to the community regarding the use of mangrove forests; (3) Promoting mangroveand bekantan ecotourism through social and elektronic media; (4) Cooperating with all stakeholders in supportingthe preservation of mangrove forests, and; (5) Developing local handicraft products industry with make somesouvenir, food, and medicines from mangrove raw materials.Keyword: Strategy, Community Role, Ecotourism, Mangroves and BekantanABSTRAKEkosistem mangrove mempunyai peranan penting dalam pembangunan berkelanjutan baik secara ekologis,ekonomis, maupun sosial. Hutan mangrove sebagai ekowisata dewasa ini banyak diminati oleh masyarakat lokalmaupun mancanegara sebagai sebuah perjalanan wisata alam dengan tujuan menikmati dan mempelajariekosistem alam dan sosial budaya masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan merumuskanstrategi peningkatan peran masyarakat dalam melestarikan ekowisata mangrove dan bekantan di kelurahan KarangRejo Tarakan Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupaobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT(Strenght,Weakness, Opportunity, dan Threats). Hasil penelitian ditemukan strategi peningkatan peranmasyarakat dalam melestarikan kearifan lokal ekowisata mangrove yang dapat dilakukan adalah: (1) RevitalisasiSarana Prasarana (Sanpras) ekowisata mangrove dan bekantan agar lebih produktif dan menarik; (2) Melakukanpelatihan soft skill kepada masyarakat tentang pemanfaatan hutan mangrove; (3) Melakukan promosi ekowisatamangrove dan bekantan melalui media cetak maupun media elektronik; (4) Melakukan kerjasama dengan seluruhstakeholder dalam mendukung pelestarian hutan mangrove, dan; (5) Mengembangkan industri produk kerajinanlokal masyarakat seperti sovenir, makanan, dan obat-obatan dari bahan baku mangrove.Kata kunci: Strategi, Peran Masyarakat, Ekowisata, Mangrove dan Bekantan
ANALISIS KELEMBAGAAN IRIGASI BERBASIS KOMUNAL PADA DATARAN TINGGI (Studi Kasus Di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa) nurdin mappa
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1568

Abstract

ABSTRACTIrrigation institutions in Indonesia generally have two forms, first there are institutions built by the government,secondly institutions built by communities that are managed communally. This research aims to analyze theprocess of the formation of communal irrigation institutions, the structure and functions of irrigation institutionsand analyze irrigation institutional rules communal, then compare it with other irrigation institutions. This researchis a qualitative study with a case unit in Tonasa Village. Primary data obtained through interviews and secondarydata obtained through data available from the relevant agencies. Data analysis was carried out by organizing databy sorting them into groups, involving the history of irrigation formation, institutional formation of the WaterUser Farmers Association (P3A), regulation of irrigation water use, irrigation maintenance, application ofsanctions to communal members who violated existing rules agreed on a communal-based irrigation in Tonasavillage, Buttonopao, Gowa district. The next step is the data will be synthesized to, search and find answers fromthe research questions and then publish it. The results showed that the irrigation institution of Tonasa Village wasbuilt from the bottom and already had a simple organizational structure and had regulations that were born fromthe community themselves, obeyed and enforced, for those who violated the sanctions imposed.Keywords: Institutional, Irrigation, Communal, PlateauABSTRAKKelembagaan irigasi di Indonesia secara umum ada dua bentuk, pertama ada kelembagaan yang dibangun olehpemerintah, kedua kelembagaan yang dibangun oleh masyarakat yang dikelola secara komunal.Penelitian inibertujuan untuk menganalisis proses terbentuknya kelembagaan irigasi komunal, struktur dan fungsi kelembagaanirigasi serta menganalisis aturan kelembagaan irigasi komunal, kemudian membandingkannya dengankelembagaan irigasi yang lain. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan unit kasus Desa Tonasa.Data primer diperoleh melalui wawancara dan data sekunder diperoleh melalui data-data yang tersedia dariinstansi yang terkait. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data dengan memilah-milahnya dalambeberapa kelompok, menyangkut tentang sejarah terbentuknya irigasi, pembentukan kelembagaan PerhimpunanPetani Pengguna Air (P3A), pengaturan penggunaan air irigasi, pemeliharaan Irigasi, penerapan sanksi padaanggota komunal yang melakukan pelanggaran terhadap aturan yang sudah disepakati pada irigasi yang dikelolaberbasis komunal di desa Tonasa kecamatan Tombolopao kabupaten Gowa. Langkah selanjutnya data akandisintesis untuk, mencari dan menemukan jawaban dari pertayaan penelitian kemudian mempublikasikannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan irigasi Desa Tonasa terbangun dari bawah dan sudah memilikistruktur organisasi yang sederhana serta sudah memiliki peraturan yang lahir dari masyarakat sendiri, dipatuhidan ditegakkan, bagi yang melanggar ada sanksi yang diberlakukan.Kata Kunci : Kelembagaan, Irigasi, Komunal, Dataran tinggi
KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ODONATA) PADA SAWAH SISTEM ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Zulhafandi Zulhafandi
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1570

Abstract

ABSTRACTDragonflies are insects important in agricultural ecosystems. Dragonflies have a role as a predator, both in theform of a naiad and adults and feed on certain types of pests on rice plant. The objective of the research was tostudy the diversity of dragonflies (Odonata) in the fields organic and conventional systems of rice in PadangPariaman Regency. A survey was conducted using Purposive sampling survey. Sampleswere collected by usingwater and swinging insect nets. The results showed that the dragonflies (Odonata) found on the site of the researchconsisted of 5 family, 15 species with a total of 354 individuals. Odonata found in organic systems rice fieldsconsisted of 5 family, 15 species and 275 individuals, while the ones in conventional system of rice fields were 3familes, 10 species, 79 individuals. Diversity and equity were higher on the organic system of rice field 2.47 andequity 0.90 respectively, compared with conventional rice field with the value of diversity index of 1.98 and equityindex 0.82.Keywords: Diversity, Dragonflies (Odonata), organic, conventionalABSTRACTCapung merupakan serangga yang penting dalam ekosistem pertanian. Capung memiliki peran sebagai predator,baik dalam bentuk naiad maupun dewasa dan memangsa beberapa jenis hama pada tanamana padi. Penelitian inibertujuan untuk mempelajari keanekaragaman capung (Odonata) pada sawah sistem organik dan konvensional diKabupaten Padang Pariaman. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampelPurposive Random Sampling. Cara pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan jaring air dan jaring ayunHasil penelitian menunjukkan bahwa capung (Odonata) yang ditemukan pada lokasi penelitian terdiri dari 5famili, 15 spesies dengan total individu 354. Odonata pada sawah sistem organik 5 famili, 15 spesies, dan 275individu, sedangkan pada sawah konvensional ditemukan 3 famili, 10 spesies dan 79 individu. Keanekaragamandan kemerataan lebih tinggi terdapat pada sawah sistem organik dengan nilai indeks 2,47 dan kemerataan 0,90,dibandingkan dengan sawah konvensional yang memiliki nilai indeks keanekaragaman 1,98 dengan kemerataan0,82Kata kunci : Keanekaragaman, Capung (Odonata), organik, konvensional
KAJIAN PENGGUNAAN BEBERAPA BAHAN ALAMI SEBAGAI SUMBER ZPT DAN METODE SAYATAN TERHADAP SAMBUNG PUCUK DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Nurrisah Patmasari; Amarullah Amarullah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1571

Abstract

ABSTRACTDurian fruit production in Indonesia has increased every year, in 2014 durian production reached 859,118 tons.The provision of high quality and high quality seeds is a factor that determines the success of durian cultivation.Vegetative propagation is an alternative to get high- quality seeds that do not deviate from the nature of the parentand harvest time faster. Growth regulators are non-nutritional organic compounds which at low concentrationscan encourage, inhibit or qualitatively change plant growth and development. So to get superior quality durianseedlings it is necessary to do a combination of incision type treatment and natural ZPT type. Time and place atthe Screen House of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan in February - April 2019, Factor Iwas the application of natural PGR with 3 treatments as follows H1: Coconut water, H2: Shallot Extract, H3:Bean sprout extract. Factor II is the type of incision at the top of the shoot with 3 treatments as follows: S1: Slitjoint type, S2: Type of C-25 Connect, S3: Insert Type of Insert. The parameters of success continued survival (%),number of leaves (strands), Increase in entres length (cm), Diameter of upper stem (cm), Diameter of lower stem(cm). calculation data using variance and DMRT follow-up test level of 5%. The results of this study on theparameters of success of survival and increase in entres length there is the effect of a combination of treatment ofnatural growth regulators and incision types. On the success parameters of live grafting which shows the highestvalue, namely H2S1 (ZPT onion extract and gaps join). Whereas the parameter entres length increase showed thehighest value, namely H1S1 (ZPT coconut water andgaps).Keywords: Durian, combination, type of incision, natural ZPTABSTRAKProduksi buah durian di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, tahun 2014 produksi durian mencapai859.118 ton. Penyediaan bibit varietas unggul dan berkualitas merupakan faktor yang menentukan keberhasilanbudidaya durian. Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan alternatif untuk mendapatkan bibit berkualitastinggi yaitu tidak menyimpang dari sifat induknya dan masa panen lebih cepat. Zat pengatur tumbuh adalahsenyawa organik bukan nutrisi yang pada konsentrasi rendah dapat mendorong, menghambat atau secara kualitatifmerubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sehingga untuk mendapatkan bibit durian kualitas unggulperlu dilakukan kombinasi perlakuan tipe sayatan dan jenis ZPT alami. Waktu dan tempat di Screen HouseFakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Februari - April 2019, Faktor I adalah pengaplikasianZPT alami dengan 3 perlakuan sebagai berikut H1 : Air kelapa, H2 : Ekstrak Bawang merah, H3 : Ekstrak tauge.Faktor II adalah tipe sayatan pada sambung pucuk dengan 3 perlakuan sebagai berikut : S1 : Tipe sambung celah,S2 : Tipe Sambung Canggap, S3 : Tipe Sambung Sisip. Parameter Keberhasilan sambung hidup (%), Jumlah daun(helai), Pertambahan panjang entres (cm), Diameter batang atas (cm), Diameter batang bawah (cm). dataperhitungan menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini pada parameterkeberhasilan sambung hidup dan pertambahan panjang entres terdapat pengaruh kombinasi perlakuan zat pengaturtumbuh alami dan tipe sayatan. Pada parameter keberhasilan sambung hidup yang menunjukkan nilai tertinggiyaitu H2S1 (ZPT ekstrak bawang merah dan sambung celah). Sedangkan pada parameter pertambahan panjangentres menunjukkan nilai tertinggi yaitu H1S1 (ZPT air kelapa dan sambungcelah).Kata kunci : Durian, Kombinasi, Tipe sayatan, ZPT alam
UJI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica Rapa L) SECARA HIDROPONIK Tony Tony; Setiawan Setiawan; Rahmawaty Rahman; Yulianti Rasud
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1569

Abstract

ABSTRACTLocal microorganisms (MOL) are fermented solutions made from various local resources. MOL solution containsmicro and macro nutrients as well as containing bacteria that have the potential to remodel organic matter,stimulate growth, and as a controlling agent for pests and plant diseases, so that MOL can be used both as adecomposer, biological fertilizer and organic pesticides, especially as a fungicide. The aim of this experiment wasto determine the most suitable MOL types of the growth and yield of pakchoy plants. This experiment used aCompletely Randomized Design (CRD) with treatments to be tried, namely various types of MOL at aconcentration of 10 ml. L-1 consisting of 5 treatments, namely B1 = Control (without MOL), B2 = MOL Rice,B3 = MOL Vegetables , B4 = MOL Banana weevil, B5 = MOL Banana skin. The results showed that theadministration of rice mole was a better treatment of plant height, number of leaves, leaf length, leaf width untilthe fourth week of 25.94 cm each; 19.98 strands; 9.59 cm; 5.71 cm; and the fresh weight of pakcoy plants is 68.48g.Keyword : Local Mikroorganisms, Pakchoy, HidroponicABSTRAKMikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber dayalokal. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro serta mengandung bakteriyang berpotensi sebagaiperombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman,sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai dekomposer, pupuk hayati maupun pestisida organik terutamasebagai fungisida.Penelitian ini bertujuan untuk untuk menentukan jenis MOL yang lebih baik terhadappertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) denganperlakuan yang akan dicobakan yaitu berbagai jenis MOL pada konsentrasi 10 ml.L-1 yang terdiri dari 5perlakuan, yaitu B1 = Kontrol (Tanpa MOL), B2 = MOL Nasi , B3 = MOL Sayuran, B4 = MOL Bonggol Pisang,B5 = MOL Kulit Pisang. Data diolah dengan analisis ragam dan perbedaan antar perlakuan ditentukan dengan UjiBNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mol nasi merupakan perlakuan yang lebih baik terhadap tinggitanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun hingga minggu keempat yaitu masing-masing 25,94 cm ; 19,98helai; 9,59 cm; 5,71 cm; dan berat segar tanaman pakcoy yaitu 68,48 g.Kata Kunci : Mikroorganisme Lokal, Pakchoy, Hidroponik

Page 1 of 1 | Total Record : 6