cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 108 Documents
EFISIENSI PRODUKSI BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN Nurlela Machmudin; Anang Sulistyo; Yeni Purwati
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1499

Abstract

AbstractChanges in milkfish production from year to year that occur in Tarakan City are influenced by several factors in agriculture, one of which is the use of production factors by fish farmers. In 2017, aquaculture productivity in Tarakan City averaged 1.2 tons / ha / year, lower than the national productivity of 2 tons / ha / year. High and low production is influenced by the use of factors of production. Farmers must pay attention to the use of factors of production so that there are no advantages and disadvantages and also factors in farmers as managers so that efficient conditions are achieved. This study aims to 1) analyze the factors that affect milkfish production in Tarakan City; 2) analyzing the efficiency of milkfish production in Tarakan City. The sample in this study were farmers who cultivated milk fish in pond areas. The number of samples is 40 people selected using the simple random sampling method. Data analysis uses the Cobb Douglas stochastic frontier Production Function which is processed using the frontier 4.1 application. The results showed that the significant production factors on milkfish production were land area (X1) and labor (X5). Large areas are able to produce large quantities of production through reducing the death rate of the stocked seeds, increasing the space for fish, so that the metabolism runs optimally which has a positive impact on the "feeding habits" of higher fish. The most intensive use of labor in the control of pond land management and water control at the pond gate. The average efficiency value of 0.92 is greater than 0.7 (0.92 0.7). So it can be concluded that the efficiency of milkfish production in pond farmers in Tarakan City is efficient. Key words: Milkfish, Production, Stochastic FrontierAbstrakPerubahan produksi ikan bandeng dari tahun ke tahun yang terjadi di Kota Tarakan, dipengaruhi oleh beberapa hal  dalam bidang  pertanian,  satu  diantaranya  adalah  penggunaan  faktor-faktor  produksi  yang dilakukan oleh petani tambak. Produktivitas budidaya tambak di Kota Tarakan hingga tahun 2017 rata-rata sebesar 1,2 ton/ha/tahun, masih lebih rendah dibandingkan produktivitas secara nasional mencapai 2 ton/ha/tahun. Tinggi rendahnya produksi suatu barang, tak terkecuali produksi ikan bandeng sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang harus dilakukan sebaik-baiknya dan petani harus memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksi agar tidak terjadi kelebihan dan kekurangan dan juga faktor dalam diri petani sebagai manager sehingga tercapai kondisi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk  1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan bandeng di Kota Tarakan; 2) menganalisis efisiensi produksi budidaya ikan bandeng di Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang membudidayakan ikan bandeng di daerah tambak. Jumlah sampel yaitu 40 orang dan dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb Douglas stochastic frontier yang diolah dengan menggunakan aplikasi frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap  faktor produksi luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X5) . Lahan yang lebih luas mampu menghasilkan jumlah produksi yang besar melalui pengurangan tingkat kematian benih yang ditebar, meningkatkan ruang gerak ikan, sehingga metabolisme berjalan secara optimal yang berdampak positif terhadap “feeding habit” ikan yang makin tinggi. Penggunaan tenaga kerja paling intensif pada kegiatan pengontrolan pengolahan lahan tambak dan pengontrolan air di pintu tambak. Rata-rata nilai efisiensi sebesar 0.92 lebih besar dari 0.7 (0.92 0.7) sehingga dapat disimpulkaan bahwa efisiensi produksi ikan bandeng pada petani tambak di Kota Tarakan rata-rata sudah efisien.Kata kunci: Ikan Bandeng, Produksi, Stochastic Frontier
PENAMBAHAN KONSENTRASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officenale Rocs) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK KELAPA DALAM Siti Fatimah; Masriani Masriani; Sovia Salsabila
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1528

Abstract

ABSTRACT Addition of Concentration of Red Ginger Extract to Inner Elapa Oil Organoleptic Test (Cocos Nucifera L), this study aims to determine the response to organoleptic tests in several samples of coconut oil added with red ginger extract. This study uses a Completely Randomized Design (CRD), which consists of 6 levels of treatment for each treatment combination repeated 3 times so that there are 18 samples. The results showed that the addition of 175 ml ginger extract gave a good response to the organoleptic color, aroma and taste of deep coconut oil (VCO) Key words  : Organoleptic Test, Red GingerABSTRAK Penambahan Konsentrasi Ekstrak Jahe Merah Terhadap Uji Organoleptik minyak kelapa Dalam (Cocos Nucifera L), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons terhadap uji organoleptik pada beberapa sampel minyak kelapa yang di tambahakan dengan ekstrak jahe merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan setiap kombinasi perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan esktrak jahe 175 ml memberikan respons yang baik  terhadap organoleptik warna,aroma dan cita rasa minyak kelapa dalam (VCO) Kata Kunci  :  Uji Organoleptik, Jahe merah
PERBANDINGAN BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus Vulgaris) KALIMANTAN UTARA DAN JAWA BARAT Rinrin Rindiani; Aditya Murtilaksono
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1502

Abstract

ABSTRACT Beans is one of the horticultural crops that can be planted in several regions in Indonesia. One area that is the center for bean plants is in West Java Province, West Bandung Regency, Lembang District. In addition to West Java, North Borneo can grow bean crops. The purpose of this study is to compare differences in terms of varieties, cultivation techniques, production yields, marketing and constraints in crop planting beans with an area in North Borneo Province, namely the City of Tarakan. The method used is a simple survey, active participation and question and answer directly with farmers. The results showed that varieties of bean plants in Tarakan City in general were one vines with red pana varieties, while in Lembang generally planted two varieties, namely vines and upright beans, called baby Kenya beans and logawa. In general, the usual characteristic of Lembang District in cultivation is the use of plastic mulch, polyculture planting patterns and also still a lot of trying to use organic material rather than chemicals. As for the City of Tarakan itself is reversed from the way of cultivation in Lembang District. For Lembang District with a land area of 1/3 ha produces 3.5 tons of harvest both for vines or upright varieties. As for the City of Tarakan with an average area of 37 x 10 meters can produce 50-60 kg once harvest. In Lembang Subdistrict, the beans are distributed to local markets and also to Singapore, where the price is Rp. 15,000 to Rp. 18,000. while for the City of Tarakan distributed to local markets with fluctuating prices, from Rp 10,000 to Rp 35,000. Constraints in general, namely in its cultivation techniques are pests and major diseases in bean plants, while for marketing or distribution is for Lembang itself has penetrated to foreign countries while for the City of Tarakan is still a scale of community needs.Keywords : North Borneo, West Java, Cultivation Techniques, Bean Production ABSTRAKBuncis merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat ditanam beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah yang menjadi pusat untuk tanaman buncis adalah di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Lembang. Selain Jawa Barat, Kalimantan utara bisa membudidayakan tanaman buncis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan perbedaan-perbedaan dari segi varietas, tehnik budidaya, hasil produksi, pemasaran serta Kendala-kendalanya dalam penanaman tanaman buncis  dengan wilayah di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah dengan survey sederhana, pasrtisipasi aktif dan Tanya jawab langsung dengan petani. Hasil penelitian menunjukan untuk varietas yang tanaman buncis di Kota Tarakan secara umum adalah satu varietas saja yaitu buncis merambat dengan jenis pana merah, sedangkan di Lembang secara umum menanam dua jenis varietas yaitu buncis merambat dan tegak atau disebut buncis baby Kenya dan logawa. Secara umum untuk Kecamatan Lembang biasa ciri khas dalam budidaya adalah dengan penggunaan mulsa plastik, pola tanam polikuktur dan juga masih banyak mengupayakan penggunaan bahan organik ketimbang bahan kimia. Sedangkan untuk Kota Tarakan sendiri keterbalikan dari pada kebiasaan cara budidaya di Kecamatan Lembang. Untuk Kecamatan Lembang dengan luas lahan 1/3 ha menghasilkan 3,5 ton sekali panen baik untuk varietas merambat atau tegak. Sedangkan untuk Kota Tarakan dengan rata-rata luas 37 x 10 meter dapat menghasilkan 50-60 kg sekali panen. Di Kecamatan Lembang mendistribusikan hasil panen buncis yaitu ke pasar –pasar lokal dan juga tembus hingga singapura, dimana dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 18.000. sedangkan untuk Kota Tarakan didistribusikan ke pasar-pasar lokal dengan harga yang fluktuasi, yaitu dari harga Rp 10.000 hingga Rp 35.000. Kendala secara umum yaitu pada tehnik budidaya nya adalah hama dan penyakit utama pada tanaman buncis, sedangkan untuk pemasaran atau distribusinya adalah untuk Lembang sendiri sudah menembus hingga luar negeri sedangkan untuk Kota Tarakan masih skala kebutuhan masyarakat.Kata kunci : Kalimantan Utara, Jawa Barat, Teknik Budidaya, Produksi Buncis
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENERAPAN BUDIDAYA PADI ORGANIK DENGAN METODE SRI (SYSTEM RICE OF INTENSIFICATION) DI KOTA TARAKAN Rayhana Jafar; Sulton Alimin
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1525

Abstract

ABSTRACT Counseling is one of the important things in providing knowledge to farmers as a process of disseminating information, information processes or providing explanations, the process of changing farmers' behavior (attitudes, knowledge and skills) and the educational process. The importance of the role of agricultural extension workers, especially in the application of organic rice cultivation using the SRI (System of Rice Intensification) method in Tarakan City is still very much needed to improve human resources (farmers) so that they are able to manage existing natural resources intensively in order to achieve productivity and income improvement activities. The purpose of this study was to describe the role of agricultural extension agents in the application of the SRI method in the Mamburungan Village of Tarakan City and to find out the obstacles faced by agricultural extension workers in extension activities to farmer groups in Mamburungan Village, Tarakan City. This research is a qualitative descriptive study with a survey method. This research is analyzed by using descriptive analysis and Likert Scale. Determination of samples using purposive sampling technique. The results of the study show the role of agricultural instructors in the application of the SRI method in Mapan Sejahtera farmer groups as facilitators, motivators, educators and communicators are categorized as very important. The obstacle faced by extension agents in conducting extension activities is the lack of farmers' participation in developing organic rice cultivation with the SRI system because farmers are still focused on conventional rice cultivation; facilities and infrastructure in conducting extension activities are still very minimal so that the process of extension activities is hampered. Key words: Extension, Role of Extension, SRI Method ABSTRAK Penyuluhan merupakan salah satu hal yang penting dalam memberikan pengetahuan kepada para petani sebagai proses penyebarluasan informasi, proses penerangan atau memberikan penjelasan, proses perubahan prilaku petani (sikap, pengetahuan dan keterampilan) dan proses pendidikan. Pentingnya peran penyuluh pertanian khususnya dalam penerapan budidaya padi organik dengan metode SRI (System of Rice Intensification) di Kota Tarakan masih sangat dibutuhkan  untuk meningkatkan SDM (petani)  sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif demi tercapainya kegiatan peningkatan produktivitas dan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh pertanian dalam penerapan metode SRI di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh penyuluh pertanian dalam kegiatan penyuluhan pada kelompok tani di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan Skala Likert. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh pertanian dalam penerapan metode SRI di kelompok tani Mapan Sejahtera sebagai fasilitator, motivator, edukator dan komunikator dikategorikan sangat berperan. Kendala yang dihadapi penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan adalah  kurangnya partisipasi petani dalam pengembangan budidaya padi organik dengan sistem SRI karena  petani masih terfokus dengan budidaya padi secara konvensional; sarana dan prasarana dalam melakukan kegiatan penyuluhan masih sangat minim sehingga mengakibatkan proses kegiatan penyuluhan terhambat. Kata kunci: Penyuluh, Peran Penyuluh, Metode SRI (System of Rice Intensification)
KAJIAN PENGGUNAAN BEBERAPA BAHAN ALAMI SEBAGAI SUMBER ZPT DAN METODE SAYATAN TERHADAP SAMBUNG PUCUK DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Nurrisah Patmasari; Amarullah Amarullah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1571

Abstract

ABSTRACTDurian fruit production in Indonesia has increased every year, in 2014 durian production reached 859,118 tons.The provision of high quality and high quality seeds is a factor that determines the success of durian cultivation.Vegetative propagation is an alternative to get high- quality seeds that do not deviate from the nature of the parentand harvest time faster. Growth regulators are non-nutritional organic compounds which at low concentrationscan encourage, inhibit or qualitatively change plant growth and development. So to get superior quality durianseedlings it is necessary to do a combination of incision type treatment and natural ZPT type. Time and place atthe Screen House of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan in February - April 2019, Factor Iwas the application of natural PGR with 3 treatments as follows H1: Coconut water, H2: Shallot Extract, H3:Bean sprout extract. Factor II is the type of incision at the top of the shoot with 3 treatments as follows: S1: Slitjoint type, S2: Type of C-25 Connect, S3: Insert Type of Insert. The parameters of success continued survival (%),number of leaves (strands), Increase in entres length (cm), Diameter of upper stem (cm), Diameter of lower stem(cm). calculation data using variance and DMRT follow-up test level of 5%. The results of this study on theparameters of success of survival and increase in entres length there is the effect of a combination of treatment ofnatural growth regulators and incision types. On the success parameters of live grafting which shows the highestvalue, namely H2S1 (ZPT onion extract and gaps join). Whereas the parameter entres length increase showed thehighest value, namely H1S1 (ZPT coconut water andgaps).Keywords: Durian, combination, type of incision, natural ZPTABSTRAKProduksi buah durian di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, tahun 2014 produksi durian mencapai859.118 ton. Penyediaan bibit varietas unggul dan berkualitas merupakan faktor yang menentukan keberhasilanbudidaya durian. Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan alternatif untuk mendapatkan bibit berkualitastinggi yaitu tidak menyimpang dari sifat induknya dan masa panen lebih cepat. Zat pengatur tumbuh adalahsenyawa organik bukan nutrisi yang pada konsentrasi rendah dapat mendorong, menghambat atau secara kualitatifmerubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sehingga untuk mendapatkan bibit durian kualitas unggulperlu dilakukan kombinasi perlakuan tipe sayatan dan jenis ZPT alami. Waktu dan tempat di Screen HouseFakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Februari - April 2019, Faktor I adalah pengaplikasianZPT alami dengan 3 perlakuan sebagai berikut H1 : Air kelapa, H2 : Ekstrak Bawang merah, H3 : Ekstrak tauge.Faktor II adalah tipe sayatan pada sambung pucuk dengan 3 perlakuan sebagai berikut : S1 : Tipe sambung celah,S2 : Tipe Sambung Canggap, S3 : Tipe Sambung Sisip. Parameter Keberhasilan sambung hidup (%), Jumlah daun(helai), Pertambahan panjang entres (cm), Diameter batang atas (cm), Diameter batang bawah (cm). dataperhitungan menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini pada parameterkeberhasilan sambung hidup dan pertambahan panjang entres terdapat pengaruh kombinasi perlakuan zat pengaturtumbuh alami dan tipe sayatan. Pada parameter keberhasilan sambung hidup yang menunjukkan nilai tertinggiyaitu H2S1 (ZPT ekstrak bawang merah dan sambung celah). Sedangkan pada parameter pertambahan panjangentres menunjukkan nilai tertinggi yaitu H1S1 (ZPT air kelapa dan sambungcelah).Kata kunci : Durian, Kombinasi, Tipe sayatan, ZPT alam
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PRODUK KERIPIK DI KOTA TARAKAN Ali Lutfi Munirudin; Elly Jumiaty; Nurlela Machmudin
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1513

Abstract

ABSTRACT Micro Small   and   Medium   Enterprises (SMEs) in Tarakan City is potencially to be developed. One of SMEs many developed is the chips business. According to the data from the Department of Animal Husbandry and Food Crop of Tarakan City in   2016, there were 15 types of SMEs product of chips are scattered throughout the Tarakan city. To develop of SMEs, increasing the production of chips was needed. To reach the maximum level   of   chips production, the businessmen had to have a complete knowledge about chips production factors   which   are   used. How far was the influence of the chips production inputs to the output. The appropriate production factors use with reaching the level production. This research aimed to (1) Know what factors influence the production of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Product of Chips in Tarakan, (2) determine the factors that most affect the production of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Product of Chips in Tarakan   City. This research was   conducted in Tarakan   City.   The samples which in the study is 15 units   Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) which chips produce and the method of data analysis used is path analysis. Intend path analysis to determine the pattern of relationship independent variable (X) which influencing dependent variable (Y), to know the value of relationships and influence done several is Kolmogorov-smirnov test, correlation coefficient test, F test and t test. According to the results of research which was analyzed by using path analysis, we obtained that (R2) was 97,8 persen, means the ability of independent variable inside variance explained from dependent variable.  Influencing factors in production were raw materials (X1), equipment (X2), Labor (X3). The influence of raw materials (X1) to production (Y) was 38,7 persen. The influence of equipment (X2) to production (Y) was 3,7 persen. The influence of labor (X3) to production (Y) was 55,3 persen. We could see that the most influential factor to the production of these chips business was the raw labor (X3) with the total effect was 55,3 persen. Keywords: path analysis, product, SMEs ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tarakan sangat berpotensi    dikembangkan, salah satu diantaranya adalah usaha keripik. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Tanaman   Pangan Kota Tarakan 2016, terdapat 15   jenis UMKM produk keripik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tarakan. Untuk pengembangan UMKM   ini perlu adanya   peningkatan produksi keripik. Untuk mencapai tingkat produksi keripik yang maksimum, pelaku usah harus   memiliki   pengetahuan   yang lengkap atas faktor-faktor produksi keripik yang digunakannya. Sejauh mana pengaruh input produksi keripik terhadap output yang dihasilkan, Tujuan penelitian ini adalah menfaktor apa saja yang mempengaruhi produksi UMKM pada usaha keripik di Kota Tarakan, dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk keripik di Kota Tarakan. Sampel   yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 unit UMKM yang memproduksi keripik dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Analisis jalur bertujuan untuk mengetahui pola hubungan variable bebas (X)  yang   mempengaruhi variable terikat (Y), untuk mengetahui besarnya nilai hubungan dan pengaruhnya   dilakukan dengan beberapa cara yaitu uji normalitas, uji koefisien korelasi, uji F dan uji t.  Berdasarkan hasil penelitian yang   di analisis menggunakan analisis   jalur, diperoleh (R2) sebesar 97,8 persen artinya kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varian dari variabel terikat adalah sebesar 97,8 persen. Faktor yang berpengaruh dalam produksi keripik adalah bahan baku (X1) sebesar 38.7 persen, peralatan (X2) 3.7 persen dan tenaga kerja (X3) sebesar 55.3 persen. Dapat kita lihat bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam produksi keripik ini adalah tenaga kerja (X3) dengan total pengaruh sebesar 55.3 persen. Kata kunci: analisis jalur, produk, UMKM.
UJI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica Rapa L) SECARA HIDROPONIK Tony Tony; Setiawan Setiawan; Rahmawaty Rahman; Yulianti Rasud
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1569

Abstract

ABSTRACTLocal microorganisms (MOL) are fermented solutions made from various local resources. MOL solution containsmicro and macro nutrients as well as containing bacteria that have the potential to remodel organic matter,stimulate growth, and as a controlling agent for pests and plant diseases, so that MOL can be used both as adecomposer, biological fertilizer and organic pesticides, especially as a fungicide. The aim of this experiment wasto determine the most suitable MOL types of the growth and yield of pakchoy plants. This experiment used aCompletely Randomized Design (CRD) with treatments to be tried, namely various types of MOL at aconcentration of 10 ml. L-1 consisting of 5 treatments, namely B1 = Control (without MOL), B2 = MOL Rice,B3 = MOL Vegetables , B4 = MOL Banana weevil, B5 = MOL Banana skin. The results showed that theadministration of rice mole was a better treatment of plant height, number of leaves, leaf length, leaf width untilthe fourth week of 25.94 cm each; 19.98 strands; 9.59 cm; 5.71 cm; and the fresh weight of pakcoy plants is 68.48g.Keyword : Local Mikroorganisms, Pakchoy, HidroponicABSTRAKMikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber dayalokal. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro serta mengandung bakteriyang berpotensi sebagaiperombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman,sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai dekomposer, pupuk hayati maupun pestisida organik terutamasebagai fungisida.Penelitian ini bertujuan untuk untuk menentukan jenis MOL yang lebih baik terhadappertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) denganperlakuan yang akan dicobakan yaitu berbagai jenis MOL pada konsentrasi 10 ml.L-1 yang terdiri dari 5perlakuan, yaitu B1 = Kontrol (Tanpa MOL), B2 = MOL Nasi , B3 = MOL Sayuran, B4 = MOL Bonggol Pisang,B5 = MOL Kulit Pisang. Data diolah dengan analisis ragam dan perbedaan antar perlakuan ditentukan dengan UjiBNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mol nasi merupakan perlakuan yang lebih baik terhadap tinggitanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun hingga minggu keempat yaitu masing-masing 25,94 cm ; 19,98helai; 9,59 cm; 5,71 cm; dan berat segar tanaman pakcoy yaitu 68,48 g.Kata Kunci : Mikroorganisme Lokal, Pakchoy, Hidroponik
APLIKASI KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) Alfius Heselo; Sumiyati Tuhuteru
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1507

Abstract

ABSTRACT Radish (Raphanus sativus L.) are tuber-shaped vegetable that contains antibiotics against several types of bacteria and antioxidants. Growth regulators (PGR) are organic compounds other than nutrients that in small amounts can stimulate, inhibit or change pattern of plant growth and development. One of PGR that easily obtained is coconut water. This PGR contains several hormones which are very important for plant growth and development. This study aims to determine effect of coconut water concentration on growth and development of radish and to determine the best concentration of coconut water for growth and yield of radish. The study was conducted with experimental design used was Complete Randomized Completely Block Design (RCBD), which consisted of L0: 0%; L1: 25% concentration; L2: 50%; L3: 75%; and L4: 100% concentration. The results showed concentration of coconut water significantly affected growth and yield of radish, namely the observation of 2, 4 and 6 weeks after moving planting (WAMP), parameters of plant height and number of leaves indicated on the observation of 6 WAMP, and weight of radish tubers. Then, the concentration of coconut water that is suitable for growth and yield of radish is a concentration of 50% and 75%. Key words: Coconut Water, Concentration, PGR, Radish, Rhapanus sativus. ABSTRAK Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan salah satu sayuran yang berbentuk umbi yang mengandung antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri dan antioksidan. Zat pengatur tumbuh (ZPT) adalah persenyawaan organik selain dari nutrien yang dalam jumlah sedikit dapat merangsang, menghambat atau mengubah pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu ZPT yang mudah diperoleh adalah air kelapa. ZPT ini mempunyai kandungan beberapa hormon yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman lobak serta Untuk mengetahui konsentrasi air kelapa yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak (Raphanus sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada juni hingga September 2018 dengan susunan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas L0: Konsentrasi 0%; L1: Konsentrasi 25%; L2: Konsentrasi 50%; L3: Konsentrasi 75%; L4: Konsentrasi 100%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi air kelapa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak, yakni pada pengamatan 2, 4 dan 6 MSPT parameter tinggi tanaman lobak, dan parameter jumlah daun yang ditunjukkan pada pengamatan 6 MST, serta bobot umbi lobak. Kemudian, konsentrasi air kelapa yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak adalah konsentrasi 50% dan 75%. Kata kunci: Air Kelapa, Konsentrasi, Lobak, Rhapanus sativus L, ZPT.
PENGGUNAAN 2,4-D UNTUK INDUKSI KALUS KLON KAKAO UNGGUL SULAWESI 1 Yulianti Rasud; Moh. Habil; Tony Tony
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1532

Abstract

ABSTRACT The multiplication of cocoa clones in conventional Sulawesi has not yet been able to fulfill the demand for large quantities of seeds because it is limited by the number of shoots and branches ready to be tapped, connected and oculated and takes longer to produce large quantities of seeds. One alternative in overcoming this problem is plant proragation using tussue culture techniques.  The aim of this experiment was to determine the appropriate of 2,4-D for callus induction of superior cocoa clones Sulawesi via in vitro culture.  This experiment used Completely Randomized Design with five treatments, namely 0.50 ppm 2,4-D, 0.75 ppm 2,4-D, 1.00 ppm 2,4-D, 1.25 ppm 2,4-D and 1.50 ppm 2,4-D.  Parameters observed consisted of the time, percentage, color and texture of calli.  Data was analized by using analysis of variance and differences between mean treatments were determined by Honestly Significant Difference Test at 5% level.  Results of this experiment indicated that the ability of different callus induction at various concentrations of 2,4-D for superior cocoa clones in Sulawesi 1 was tried.  it was obtained the quickest callus formation at concentration 0.50ppm 2,4-D namely average 4.22 WAC with the percentage of callus formation was up to 99,33%. Keywords: Callus Induction, Clones Sulawesi 1, 2,4-D ABSTRAK Perbanyakan klon kakao Sulawesi secara konvensional saat ini belum dapat memenuhi permintaan bibit dalam jumlah besar karena sangat dibatasi oleh jumlah tunas dan cabang yang siap disetek, disambung, dan diokulasi serta dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan bibit dalam jumlah besar. Salah satu alternatif dalam mengatasi masalah tersebut adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan teknik kultur jaringan.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh protokol yang tepat dalam menginduksi kalus sebagai upaya awal dalam perbanyakan tanaman kakao melalui embryogenesis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 level perlakuan yaitu 0,50 ppm 2,4-D, 0,75 ppm 2,4-D, 1,00 ppm 2,4-D, 1,25 ppm 2,4-D dan 1,50 ppm 2,4-D. Pengamatan dilakukan terhadap saat muncul kalus, persentase eksplan berkalus, warna kalus dan tekstur kalus.  Data diolah dengan analisis ragam dan perbedaan antar perlakuan ditentukan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan induksi kalus berbeda pada berbagai konsentrasi 2,4-D untuk klon kakao unggul Sulawesi 1 yang dicobakan. Saat muncul kalus paling cepat diperoleh pada konsentrasi 0,5 ppm 2,4-D yaitu rata-rata 16,67 HST dengan persentase pembentukan kalus tertinggi mencapai 99,33%.  Selanjutnya, warna dan tekstur kalus yang dihasilkan yaitu remah putih dan remah kecoklatan. Kata Kunci: Induksi Kalus, Klon Sulawesi 1, 2,4-D.
PENGARUH PUPUK LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Mardhiana Mardhiana; Aditya Murtilaksono; Heirin Simon
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i2.2146

Abstract

ABSTRACTThe corn plant is one of the most cultivated commodities in Tarakan City, North Kalimantan Province. The low nutrient content in Tarakan is a major obstacle in corn cultivation. The application of organic fertilizers adds nutrients to the soil thereby increasing the yield of maize crops. This study aims to determine the effect of organic fertilizers on the growth and yield of maize. The research was conducted at the garden of St. Eugenius (the area around the University of Borneo Tarakan). The study design was a single factor randomized block design with four replications. The treatments were P0 (Control), P1 (basic fertilizer), P2 (300 ml tofu waste), P3 (600 ml tofu waste), P4 (300 ml tofu waste + basic fertilizer) and P5 (600 ml tofu waste + basic fertilizer) . The treatment parameters were plant height, number of leaves, ear weight, ear number, plant wet weight, and plant dry weight. Data analysis using analysis of variance (ANOVA). If there is an effect of treatment, then it is continued by using the DMRT test with alpha level of 5%. The results showed that the treatment of 600 ml of tofu waste + basic fertilizer on all parameters of corn plant observation, namely the parameters of plant height, number of leaves, weight of cobs, number of cobs, plant wet weight and plant dry weight gave the best effect of other treatments. Keywords: Corn, Tofu liquid waste, Organic fertilizer, Growth, Yeild ABSTRAKTanaman jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Rendahnya kandungan unsur hara yang terdapat di Tarakan menjadi kendala utama dalam budidaya jagung. Pemberian pupuk organik menambah unsur hara pada tanah sehingga meningkatkan hasil panen tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilakukan di Kebun st.Eugenius (kawasan sekitar Universitas Borneo Tarakan). Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan empat ulangan. Perlakuannya yaitu P0 (Kontrol), P1 (Pupuk dasar), P2 (300 ml limbah tahu), P3(600 ml limbah tahu), P4 (300 ml limbah tahu + pupuk dasar) dan P5 (600 ml limbah tahu + pupuk dasar). Parameter perlakuan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol, jumlah tongkol, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Analisis Data menggunakan analisis varian (ANOVA). Jika terdapat pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT taraf alpha 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan 600 ml limbah tahu + pupuk dasar pada seluruh parameter pengamatan tanaman jagung yaitu parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol, jumlah tongkol, berat basah tanaman dan berat kering tanaman memberikan pengaruh yang terbaik dari perlakuan lainnya. Kata Kunci: Jagung, Limbah cair tahu, Pupuk organik, Pertumbuhan, Hasil

Page 4 of 11 | Total Record : 108