cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2017): December 2017" : 4 Documents clear
Upacara Hajat Bumi dalam Tradisi Ngamumule Pare pada Masyarakat Banten Selatan Eva Syarifah Wardah
Tsaqofah Vol 15 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i2.3382

Abstract

Tradisi ngamumule pare pada aktifitas pertanian di Kecamatan Sobang dan Panimbang merupakan salah satu kearifan lokal yang memiliki manfaat secara ekonomi, sosial serta pelestarian lingkungan maka keberadaannya dapat berkelanjutan hingga saat ini. Manfaat ekonomi dapat diperoleh secara langsung dan tidak langsung, begitupun dengan manfaat sosial yakni kepatuhan pada tradisi, bertanggungjawab, kebersamaan, saling berbagi dan jujur. Keselarasan manusia dengan alamnya didasarkan pada pengalaman masa lalu membuat manusia menyadari dan perlu menjaga keselarasan dengan alam. Keberadaan kearifan lokal yang berupa kearifan terhadap lingkungan tentunya tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi, sosial dan lingkungan alam sekitarnya. Kebiasaan tersebut berkembang menjadi tradisi yang dipegang sebagai pedoman untuk bertingkah laku positif terhadap alam. Kearifan lokal dibangun dari persepsi masyarakat akan kehidupan di masa lalu yang selaras dengan alam kemudian tertuang di dalam tingkah laku, pola hidup dan kebiasaan seharihari serta mendatangkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan membentuk ikatan yang kuat antara masyarakat dengan kearifan lokal yang dianut. Masyarakat agraris yang memiliki suatu kepercayaan terhadap mitos yang diwujudkan dalam sebuah tradisi menghormti dan memulyalan Dewi Sri Pohaci. Upacara ritual Ngamumule Pare untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di Sobang dan Panimbang, prosesinya melibatkan seluruh warga masyarakat.Ilmu pengetahuan tentang mitos atau mitologi merupakan suatu cara untuk menghadirkan atau mengungkapkan Yang Ilahi melalui bahasa simbolik. Melalui pengetahuan ini memungkinkn manusia memberi tempat kepada bermacam kesan dan pengalaman hidup. Berdasarkan acuan yang diberikan mitos, manusia dapat berorientasi dalam kehidupan, ia tahu dari mana datang dan kemana akan pergi, asal-usul dan tujuan hidupnya dijelaskan dalam mitos. Mitos menyediakan suatu pegangan hidup. Mitos adalah cerita pemberi pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang. Mitos, juga menyadarkan manusia akan kekuatan-kekatan gaib. Demikian juga yang terjadi pada mitos Dewi Sri Pohaci sebagai dewi padi yang diyakini oleh masyarakat petani di Kecamatan Sobang dan Panimbang yang menjadikan dasar dilestarikannya tradisi ngamumule pare pada aktifitas pertanian mereka.
Perjuangan Mahasiswa Angkatan 66: Tuntutan Pembubaran Partai Komunis Indonesia (Pki) ahmad robiyani
Tsaqofah Vol 15 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i2.3378

Abstract

Pada tanggal 1 Oktober tahun 1965 terjadi kudeta dari PKI. Melihat setuasi ini para pemuda terutama mahasiswa mulai melakukan protes terhadap kepemimpinan Ir. Soekarno. Pada tanggal 10 Januari tahun 1966 Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) melancarkan demontrasi dengan beberapa tuntutan yaitu bubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), Retool (ganti) Kabinet Dwikora dan Turunkan Harga. Seluruh mahasiswa terutama para aktivis turun kejalan menyampaikan aspirasi rakyat yang dikenal dengan TRITURA (tri tuntutan rakyat). Masa demonstran ini dikenal dengan angkatan mahasiswa 66. Menurut hemat penulis seharusnya kajian mengenai perjuangan mahasiswa sangat menarik untuk diteliti, akan tetapi pada kenyataanya kajian mengenai perjuangan mahasiswa masih sangat minim. Oleh karena itu penulis merasa sangat tertarik untuk mengkaji mengenai perjuangan mahasiswa terutama mengenai perjuangan mahasiswa. Terutama mahasiswa angkatan 66.
Tradisi Sunat Perempuan di Banten dan Implikasinya terhadap Gender, Seksualitas, dan Kesehatan Reproduksi Siti Fauziyah
Tsaqofah Vol 15 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i2.3381

Abstract

Telah terjadi kontroversi sekaligus pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia terkait dengan sunat perempuan. Sebagian besar masyarakat Banten setuju dan mendukung sunat perempuan. Sunat perempuan dianggap sebagai perintah agama Islam dan sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur. Meskipun mereka tidak mewajibkan sunat pada perempuan, tetapi sunat perempuan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Mereka percaya sunat perempuan sebagai ritual pemurnian dan memberikan manfaat bagi perempuan baik dari aspek kesehatan, seksual maupun agama. Praktek sunat perempuan di Banten dilakukan oleh dukun dan bidan. Di Banten sunat perempuan dilakukan dengan melakukan sedikit pelukaan pada klitoris. Meskipun sunat perempuan yang dilakukan di Banten tidak sama dengan di Afrika, namun tetap saja sunat perempuan merupakan tindakan beresiko bagi kesehatan reproduksi perempuan dan berpotensi melestarikan bias gender. Sunat perempuan tetap saja menjadi alat kontrol seksual bagi perempuan yang berpengaruh pada seksualitas perempuan dan kesehatan reproduksi perempuan
Pendidikan Islam di Persimpangan Jalan Ahmad Sugiri
Tsaqofah Vol 15 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i2.3380

Abstract

Sejak masa-masa paling awal Islamisasi Nusantara, tradisi pendidikan dan pengajaran Islam telah muncul dan berperan penting dalam mentransmisikan ajaran Islam kepada masyarakat. Pada mulanya orientasinya hanya terbatas pada pengajaran membaca AlQur’an, pelajaran tatacara shalat dan kewajiban-kewajiban pokok agama. Dalam tradisi masyarakat Jawa, sistem pendidikan seperti ini dikenal dengan Nggon Ngaji. Setelah ‘tamat’ dari lembaga tersebut, sebagian anak-anak muslim kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pesantren, suatu lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia.Saampai saat ini para ahli masih memperdebatkan istilah dan asal-usul lembaga pendidikan tradisional Islam tersebut. Namun, terlepas dari semua itu, pesantren telah berperan penting dalam proses penyebaran dan pendalaman ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Sampai dengan awal abad ke-19 Indonesia memang belum mengenal sistem pendidikan modern atau pendidikan model Belanda. Indonesia hanya mengenal satu jenis pendidikan yang disebut dengan “Lembaga pengajaran asli,” yaitu sekolah-sekolah agama dengan berbagai bentuknya (mesjid, Langgar, Surau, Pesantren).

Page 1 of 1 | Total Record : 4