cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2019): December 2019" : 6 Documents clear
Topi Bambu Tangerang (Kearifan Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif) Rahayu Permana
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.2574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi dan menganalisis secara mendalam tentang topi bambu Tangerang dlam kearifan lokal berbasis ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sejarah topi bambu Tangerang memiliki nilai historis yang cukup menarik untuk dikaji lebih mendalam. 2) Melestarikan kearifan topi bambu Tangerang diperlukan strategi kajian pengembangannya, guna menjaga nilai-nilai kelokalannya. 3) Kearifan lokal topi bambu berbasis ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh komunitas topi bambu Tangerang dengan berbagai kreatifitas dan inovasi produknya dengan perkembangan fashion di era globalisasi ini.
Aktifitas Dakwah KH Ahmad Rifa’i Arief melalui Pondok Pesantren Latansa Lebak Gedong Lebak Banten Mumun Munasaroh; Weny Widyawati Bastaman
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.2570

Abstract

Aktivitas yang dilakukan KH. Ahmad Rifa’I Arief terlihat secara lebih jelas merupakan salah satu bagian dari dakwah, menyebarkan seruan Islam dan meneruskan perjuangan Nabi dalam membangun Islam yang Rahmatan Lil Alamin, dan beliau adalah sosok seorang yang telah membangun lembaga pendidikan modern di Banten dengan sistem yang berbeda,dan turut membangun kualitas manusia Indonesia agar menjadi berguna bagi kedua orang tua dan lingkungan sekitar. Dari uraian diatas dapat dirumuskan. Bagaimana bentuk Aktifitas dakwah yang dilakukan KH Ahmad Rifai Arief Semasa hidupnya? Aktivitasnya dalam bidang dakwah dibagi menjadi tiga bentuk yaitu Dakwah bil-hal, Dakwah bi-lisan dan Dakwah bil-Qolam. Penelitian ini dengan menggunakan metodelogi Historis dan mengumpulkan data dengan penelitian Studi Kepustakaan, observasi lapangan dan wawancara. Pengumpulan data dengan cara Studi Dokumentasi strategi yang digunakan dengan cara mengumpulkan data-data melalui buku-buku, media massa, karya ilmiah dan melalui media online. Gagasan dan Konsep pemikiran KH Ahmad Rifa’I Arief mengenai pendidikan sangat baik dan pemikiran KH Ahmad Rifa’I Arief diaktualisasikan melalui pembangunan Pondok Pesantren La Tansa, Lebakgedong, Lebak, Banten. Karena dalam proses pembelajaran pesantren merupakan perpaduan antara ilmu agama dan IPTEK, sehingga out put nya pun mampu diserap diberbagai sektor. Walaupun pada saat itu banyak hambatan dan rintangan yang menerpa dirinya dan seluruh hidupnya ia lakukan semata-mata karena ibadah dijalan Allah. Maka dari itu penulis merasa perlu mengangkat tokoh dakwah tersebut yakni Aktivitas Dakwah KH Ahmad Rifa’i Arief Melalui Pondok Pesantren LA Tansa Lebakgedong, Lebak, Banten
Praktik Sistem Khilafah dalam Lintasan Sejarah Islam Ahmad Sugiri
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.2571

Abstract

Sampai saat ini, negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memperlihatkan citra keragaman dalam memilih dan mempraktekkan bentuk-bentuk pemerintahan dan sistem kenegaraan. Sebagian memilih dan mempraktekkan sistem monarki atau kerajaan, sebagian lainnya memilih dan mempraktekkan sistem Republik. Keragaman bentuk kenegaraan dan pengalaman politik “negara-negara Islam” tersebut disebabkan selain bersumber dari perkembangan pemikiran dan perbedaan pendapat di kalangan para pemikir politik Muslim tentang hubungan antara din dan dawlah dalam masa modern, harus diakui juga banyak dipengaruhi oleh tingkat kedalaman pengaruh Barat atas wilayah Muslim tertentu. Dalam sejarah, umat Islam pernah memunculkan sedikitnya tiga buah teori kenegaraan yang kemudian dipraktekkan oleh mereka. Pertama, mengacu kepada teori tentang khilafah yang timbul dari realitas sejarah, segera sesudah Nabi s.a.w. wafat. Kedua, bertolak dari teori imamah yang terutama berkembang di lingkungan kaum Syi‟ah. Dan ketiga, dapat pula berkembang dari teori imarah. Ketiga istilah dalam diskursus politik Islam tersebut, pada prinsipnya terkandung pengertian yang boleh dikatakan sama, yaitu menyangkut pemerintahan yang meliputi kepentingan-kepentingan sekuler maupun keagamaan. Teori khilafah bertolak dari dasar pemikiran tentang keharusan dibentuknya lembaga kekuasaan yang mewarisi, menggantikan dan meneruskan tradisi yang telah dijalankan Rasulullah s.a.w. sistem ini kemudian diyakini oleh sebagian umat Islam sebagai suatu lembaga yang mengganti fungsi pembuat hukum, melaksanakan undang-undang berdasarkan hukum Islam, karenanya diklaim sebagai sebuah alternatif yang paling ideal untuk dipraktekkan. Hanya dengan cara itulah umat Islam dapat menyelesaikan berbagai persoalan atau ketimpangan yang melilit kehidupan umat di negeri ini. Dalam teori negara modern, sedikitnya dapat dikemukakan tiga varian. Pertama, teori yang melihat negara, semata-mata sebagai wadah internasional yang netral dan instrumental. Negara adalah wadah dimana semua kepentingan masyarakat mendapat perhatian yang layak, yang berkompeten memperjuangkan hak-hak masyarakat yaitu individu-idividu yang mewakili kepentingan-kepentingan kelompok dalam masyarakat. Kedua, dalam kenyataannya, hanya segolongan tertentu dalam masyarakat saja yang dominan yang menguasai instrumen negara untuk kepentingan golongan tertentu. Ketiga, dalam masyarakat kapitalis umpamanya, negara hanyalah wadah eksekutif yang menyelenggarakan kepentingan kaum borjuis. Kecuali ada kelompok-kelompok dalam masyarakat yang terus beroposisi dan mendesak negara untuk mempertimbangkan kepentingan rakyat banyak. Maka negara akan berkembang menjadi arena kepentingan berbagai golongan
Historiografi Arab Pra Islam Aris Muzhiat
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.3189

Abstract

Salah satu entitas kebudayaan bangsa Arab dari sekian konstelasi peradaban yang mereka miliki dan eksis sebelum datangnya cahaya Islam adalah bahwa mereka telah mengenal dasar-dasar konstruksi sejarah dan memahami dengan baik bagaiamana setiap kejadian penting untuk diabadikan dalam simbol- simbol bahasa yang dapat mereka wariskan kepada generasi berikutnya. Kemajuan di bidang sastra memungkinkan mereka untuk dapat mengkodifikasikan sejarah mereka dengan cara yang khas mengingat keadaan sosial mereka saat itu jauh dari keadaan social justice (social welfare) yang ideal untuk pertumbuhan kebudayaan. Kemajuan di bidang sastra yang tidak terpatronase dengan kemajuan di sektor lain menjadikan eksistensi Historiografi Bangsa Arab Pra-Islam menarik untuk dikaji.
Budaya Cina dan Dinamika Tradisi Jawa Ahmad Maftuh Sujana; Nita Nirmalasari
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.2572

Abstract

Penulisan sejarah mengenai masuknya Islam di Indonsia masih diperdebatkan oleh para ahli sejarah. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa Islam datang dibawa oleh para pedagang muslim yang singgah di pesisir. Komunitas Muslim Cina yang memiliki peranan cukup penting dalam islamisasi di Nusantara karena hubungan antara Nusantara dengan Cina sudah terjalin sejak masa pra-Islam dan Islam sudah masuk ke Cina lebih dulu daripada ke Indonesia. Selain itu adanya pengaruh Cina dalam kebudayaan masyarakat Islam di Indonesia menunjukan adanya kontribusi Muslim Cina dalam Islamisasi di Indonesia Seperti halnya di Salatiga, tepatnya di Desa Kalibening, Kecamatan Randuacir terdapat cerita lisan yang menuturkan bahwa dalam penyebaran Islam terdapat tokoh Cina muslim yang bernama Lie Beng Ing. Bahkan sebagian sumber lain mengatakan bahwa nama Kalibening berasal dari nama tokoh tersebut. Lie Beng Ing disebut-sebut salah satu rombongan Cheng Ho yang tidak mau pulang ke Cina Selatan saat melakukan ekspedisi ke Jawa. Pengaruh dari akulturasi budaya Islam Jawa-Cina bisa dilihat dari beberapa peninggalan kepurbakalaan Islam di Jawa yang mengisyaratkan adanya pengaruh Cina yang cukup kuat pada abad ke-15 dan ke-16
Peranan Jalan Margonda dalam Perkembangan Kota Depok 1999-Sekarang Yusuf Budi Prasetya Santosa; Fahmi Hidayat
Tsaqofah Vol 17 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v17i2.2573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan Jalan Margonda dalam perkembangan Kota Depok 1999 hingga sekarang. Metode yang digunakan adalah metode historis atau metode sejarah dengan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data, utamanya, dilakukan dengan melakukan studi literasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Jalan Margonda tidak hanya berperan sebagai infrastruktur penunjang kota, melainkan juga sebagai ruang kebudayaan dan ekonomi bagi masyarakat Kota Depok. Kafe-kafe dan pusat-pusat perbelanjaan yang berada di sepanjang Jalan Margonda menjadi wadah bagi bertemunya pelbagai kebudayaan kaum urban, sehingga melahirkan culture Kota Depok yang baru. Selain itu, Jalan Margonda juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kota Depok. Banyaknya warung, gerai, toko, hotel, mal, dan lain sebagainya di sepanjang Jalan Margonda merupakan bukti bahwa di sana terjadi kegiatan ekonomi yang massif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6