cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 80 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021" : 80 Documents clear
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI INDUSTRI SABUN CAIR BERBAHAN BAKU CRUDE PALM OIL (CPO) Wijaya, Etom Baharudin Ardhi; Suryandari , Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.201

Abstract

Penggunaan bahan pembersih oleh masyarakat termasuk sabun cair di era pandemi semakin lama semakin meningkat guna senantiasa menjaga kebersihan diri. Pada penelitian ini digunakan crude palm oil dan kalium hidroksida sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair. Penentuan kapasitas produksi dan seleksi proses perlu dilakukan dalam perencanaan pembangunan pabrik guna menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Tujuan dari penelitian ini untuk menyeleksi beberapa metode proses dalam pembuatan sabun cair untuk mengetahui metode proses yang lebih baik dan menentukan kapasitas produksi pabrik yang akan berdiri pada tahun 2023 di Cilegon dengan metode linear. Dalam merencanakan proses pembuatan sabun perlu mempertimbangkan berbagai metode proses produksi sehingga didapat yang paling efisien untuk menghasilkan produk dengan optimal. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas produksi menggunakan metode linear yang dilakukan dengan cara menghitung kenaikan rata rata kebutuhan produk pada setiap tahun menggunakan data yang tersedia dari tahun 2014-2017 untuk mendapat hasil perkiraan pada tahun 2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode proses produksi yang paling optimal adalah dengan metode saponifikasi trigliserida dan dengan kapasitas produksi pabrik pada tahun 2023 sebesar 1000 ton/tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa pabrik yang akan didirikan layak.
BERBAGAI PROSES DALAM PEMBUATAN DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM DENGAN PRESIPITASI NAOH Mahendra, Danang Rizky; Sari, Elinda Kartika; Chabibah, Rossy Arifatul; Habiba, Shahifa; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.196

Abstract

Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman hutan, salah satunya adalah pohon pinus. Salah satu manfaat yang dapat diambil dari pohon pinus adalah getahnya, yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti gondorukem dan terpentin. Disproportionated rosin adalah salah satu produk turunan dari gondorukem, biasanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi karet sintetis, ban, hingga cat dinding. Penelitian dilakukan secara ekperimental untuk mengetahui pengaruh massa gondorukem dan konsentrasi NaOH terhadap disproportionated rosin yang dihasilkan. Proses dilakukan pada suhu ruang dengan pelarut etanol 96%, tanpa menggunakan katalis. Larutan NaOH digunakan untuk mengikat asam abietik dalam gondorukem menjadi na abietic, sehingga dapat terbentuk disproportionated rosin. Variasi massa gondorukem yang digunakan adalah 5 gram, 8 gram, 12 gram dan 20 gram. Variasi konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 0.1 M, 0.25M, 0.5 M, dan 1 M. Hasil terbaik didapatkan pada variabel massa gondorukem 8 gram dan konsentrasi 0.1 M, dengan disproportionated rosin yang dihasilkan sebanyak 41,5 ml dan endapan Na-abietik 3,5 gram
ESTIMASI TEMPERATUR CONDENSOR REFLUX (136 H09) PADA REGENERATION UNIT UNTUK PENGHEMATAN KONSUMSI TEG Linarta, Tessa Audia; Sindhuwati, Christyfani; Hardjono , Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.197

Abstract

Proses dehidrasi merupakan salah satu proses yang sering dijumpai pada pabrik pengolahan gas alam. TEG (triethylene glycol) merupakan senyawa Glycol yang biasa digunakan pada proses dehidrasi gas alam. TEG dimanfaatkan sebagai absorben pada absorpsi air yang masih terkandung dalam gas alam yang bisa menyebabkan hydrate dan korosi. Proses absorpsi ini dilakukan di TEG contactor, TEG yang sudah digunakan akan dilakukan regenerasi, jika sudah di regenerasi maka TEG akan digunakan kembali. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan proses estimasi temperatur yang sesuai untuk proses absorpsi unit regenerasi TEG, karena banyak TEG loss pada proses ini. TEG loss terjadi di TEG regenerator dan biasanya disebabkan oleh temperatur kondensor refluks yang kurang tepat sehingga menyebabkan TEG teruapkan keluar ke atmosfer bersama uap air. Kehilangan TEG adalah masalah bagi operasi yang penting dalam sistem dehidrasi. Langkah yang digunakan untuk mengurangi TEG loss adalah dengan melakukan estimasi temperatur dari condensor refluks dibuat menjadi 100°C dengan cara mengubah temperatur reboiler dari 190°C menjadi 197,3°C.
PENGARUH JENIS KAYU TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR Arumsari , Arini; Sa’diyah , Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.188

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi kayu yang sangat besar dan akan menghasilkan limbah, salah satu teknologi aplikatif yang dapat dikembangkan dari limbah kayu adalah mengolahnya menjadi asap cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas asap cair yang diproduksi dari beberapa jenis biomassa berupa kayu jati, kayu mahoni dan kayu campuran. Metodologi yang dilakukan adalah pertama kayu dikeringkan menggunakan sinar matahari dan dikecilkan ukurannya. Massa kayu 100 gram dimasukkan ke dalam tangki pembakaran yang tutup dengan rapat, pembakaran dilakukan selama 45 menit menggunakan pemanas tungku konvensional. Uap hasil pembakaran mengalir melalui pipa dan melewati tangki kondensor, kemudian hasil kondensasi akan ditampung sebagai asap cair. Hasil asap cair akan dianalisis densitas, pH, % yield dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield paling besar dihasilkan pada biomassa jenis kayu campuran sebesar 25%, dengan densitas 3,65 g/cm3, pH yang dihasilkan < 5 dan berwarna coklat. Berdasarkan hasil tersebut asap cair yang dihasilkan tergolong asap cair grade 3.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER SEBELUM CSTR (CONTINUOUS STIRRED TANK REACTOR) PADA PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR Hanafia, Lifia Surya; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.195

Abstract

Indonesia merupakan salah satu penghasil Minyak Sawit terbesar di Dunia. Karena itu, pemanfaatan minyak sawit bisa digunakan dalam berbagai hal salah satunya yaitu pembuatan sabun mandi cair. Sabun adalah salah satu produk yang penting dalam kehidupan manusia saat ini. Karakteristik dari sabun mandi cair sendiri bisa berbeda-beda sesuai dengan komposisi bahan dan proses pembuatanya. Dalam proses pembuatan sabun, terdapat pemanasan awal pada CPO (Crude Palm Oil) terlebih dahulu menggunakan heat exchanger. Tujuan dari perhitungan ini dilakukan untuk menentukan spesifikasi yang baik pada alat heat exchanger sebelum masuk Continuous Strried Tank Reactor (CSTR). Dimana, proses pemanasan dilakukan terlebih dahulu agar mempermudah proses saponifikasi di dalam reaktor. Proses pemanasan tersebut dilakukan untuk menaikkan suhu bahan baku berupa CPO (Crude Palm Oil) mencapai 90°C. Dari perhitungan yang telah dilakukan secara manual, didapatkan hasil dimensi pipa panjang hairpin 12 ft, luas permukaan kalor (A) 24,2198 ft2, Design Overall Coefficient (UD) 7,7920, dan Fouling Factor (Rd) 2,0179 sehingga hasil dari perhitungan belum sesuai dengan ketetapan nilai Fouling Factor (Rd) yang kemungkinan disebabkan adanya masalah pada suhu dan laju alir massa.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) KAPASITAS 750 TON/TAHUN Sulistiyanto, Bachtiar Asfin; Suryandari , Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.208

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi. Salah satu potensi yang dimiliki indonesia yaitu sebagai salah satu negara penghasil virgin coconut oil (VCO) yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun mandi cair. VCO memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit maka dari itu sangat cocok digunakan dalam pembuatan sabun mandi cair. Pembuatan sabun mandi cair dari VCO memiliki potensi untuk dikembangkan pada industri berskala besar. Sehingga perlunya pendirian pabrik Sabun dari VCO guna memenuhi kebutuhan manusia dalam penggunaan sabun yang terus meningkat, dikarenakan kesadaran dalam perilaku hidup sehat sekarang ini. Pabrik akan didirikan memiliki kapasitas 750 ton/tahun diharapkan mampu memenuhi dari kebutuhan pasar. Berdasarkan evaluasi ekonomi pabrik ini, keuntungan kotor didapatkan sebesar Rp. 12.277.766.231-/tahun, keuntungan bersih didapatkan sebesar Rp.7.366.659.739,-/tahun, Nilai BEP dihasilkan sebesar 53%/tahun, Return On Investment sebelum pajak dihasilkan sebesar 38%/tahun dan setelah pajak sebesar 23%/tahun, Pay Out Time diperoleh sebesar 4 tahun dan Shut Down Point pabrik ini berada pada angka 39%. Hasil evaluasi ekonomi ini menunjukkan bahwa pabrik sabun mandi cair dari VCO ini layak untuk didirikan.
EFEKTIVITAS KINERJA HEAT EXCHANGER SHELL AND TUBE 1- 2 DENGAN VARIASI FLOW RATE NATURAL GAS PADA SHELL DAN REFORMER PADA TUBE DI UNIT HYDROGEN PLANT 8 PT PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN Sasmita, Firman Gora; Yulianto, Anis Dwi; Huda, Arizzal Fathul; Sudarminto, Hadi Priya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.213

Abstract

Heat exchanger merupakan alat untuk pertukaran panas dari fluida dengan suhu tinggi ke fluida dengan suhu rendah. Heat exchanger diharapkan mempunyai efektifitas yang tinggi serta memiliki nilai fouling factor di bawah batas yang telah ditetapkan dari specification sheet. Sehingga diteliti bagaimana pengaruh kecepatan aliran fluida terhadap efektivitas heat exchanger shell and tube serta seberapa besar nilai fouling factor yang dimiliki oleh heat exchanger tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa efektivitas akan turun seiring dengan meningkatnya laju alir fluida di dalam tube. Hal ini dikarenakan waktu kontak yang menjadi singkat sehingga menurunkan nilai efektivitas. Nilai efektivitas paling besar didapatkan pada laju alir tube 7.868 lb/ jam dan laju alir shell 943,8 lb/jam dengan nilai efektivitas 0,94163. Kemudian didapatkan hasil fouling factor di atas fouling resistance sehingga heat exchanger ini membutuhkan perawatan untuk menurunkan nilai fouling factor dan meningkatkan nilai efisiensi.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PABRIK SABUN MANDI CAIR BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT KAPASITAS 1.000 TON/TAHUN Noviyanti, Brigita; Suryandari , Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.204

Abstract

Sabun mandi cair merupakan produk yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari, dengan bertambahnya penduduk kebutuhan sabun meningkat apalagi dengan kondisi pandemi seperti ini. Indonesia salah satu negara penghasil crude palm oil (CPO) terbesar yang dapat di olah sebagai bahan baku pembuatan sabun cair. Analisa ekonomi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pabrik yang akan didirikan dan juga dapat mengetahui keuntungan pabrik. Yang pertama harus dilakukan yaitu melakukan riset mengenai produksi, impor, dan ekspor dari sabun mandi cair dan kesediaan bahan baku. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas pabrik dan membentuk sistem manajemen pabrik. Yang terakhir dilakukan analisa ekonomi pabrik. Pabrik sabun mandi cair yang didirikan memiliki kapasitas 1.000 ton/tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Nilai Break Even Point (BEP) yang dihasilkan sebesar 30,9748%/tahun, Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 103%/tahun dan setelah pajak sebesar 61,8636%/tahun, Pay Out Time (POT) setelah pajak didapatkan sebesar 1,62 tahun dan Shut Down Point (SDP) yang didapatkan pabrik ini sebesar 5,0485%. Dari hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa pabrik sabun mandi cair ini layak untuk didirikan.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI INDUSTRI SABUN CAIR BERBAHAN BAKU VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Ardiansyah, Septian Dicky; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.209

Abstract

Indonesia merupakan produsen kelapa utama di dunia setelah Philipina. Salah satu produk olahan kelapa adalah Virgin Coconut Oil. Sabun dapat dihasilkan dari Virgin Coconut Oil karena mengandung asam lemak. Sabun mandi merupakan kebutuhan pokok yang universal. Karena hampir semua manusia diseluruh dunia memakai sabun untuk keperluan hidupnya, diantaranya adalah untuk membersihkan diri. Sabun memiliki banyak bentuk, salah satunya adalah sabun cair. Sabun dapat dibentuk dengan menggunakan beberapa metode sehingga perlu dilakukan seleksi proses. Proses yang digunakan pada industri ini adalah proses saponifikasi trigliserida karena bahan baku yang tidak banyak macamnya, suhu operasi dan tekanan yang relatif rendah sehingga lebih hemat dalam pemakaian energi, tidak ada penggunaan katalis, dan desain peralatan juga tidak rumit karena prosesnya yang sederhana. Pada industri sabun mandi cair harus dilakukan penentuan kapasitas agar kapasitas produksi industri sesuai dengan kebutuhan konsumsi masyarakat dan tidak mengalami kerugian. Penentuan kapasitas produksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode linier. Dengan mempertimbangkan faktor bahan baku dan perubahan pola hidup masyarakat akan kesehatan maka industri ini ditentukan berkapasitas 750 ton/tahun.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN PEKTIN PADA PEMBUATAN SELAI MANGGA ,NANAS, DAN SIRSAK Maya, Fransisca; Irfin, Zakijah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.199

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil buah tropis yang melimpah, oleh karena itu pengolahan buah sangat penting agar dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang umur simpan buah. Beberapa buah di Indonesia memiliki rasa dan aroma segar yang ideal untuk pembuatan selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pektin terhadap mutu selai dari beragam buah. Buah yang digunakan pada penelitian ini yaitu buah mangga, sirsak, dan nanas. pektin (P) yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 4 (empat) variabel yaitu P1 = 1,5 gram (0,0075% dari jumlah gula) , P2 = 2 gram (0,01%) , P3 = 2,5 gram (0,0125%) , dan P4 = 3 gram (0,015%). Pada setiap buah dilakukan sebanyak 4 kali pengujian sehingga diperoleh 12 satuan percobaan. Formulasi terbaik dari penelitian ini adalah selai yang dibuat dari rasio pektin P4 = 3 gram (0,015%) pada buah mangga, sirsak dan nanas. Namun kadar air dan serat pada buah juga mempengaruhi proses gelatinisasi selai. Pada buah mangga memiliki komposisi yang pas untuk pembuatan selai dengan deskripsi selai hasil terbaik adalah rasa selai manis, beraroma enak, berwarna kuning cerah serta memiliki tekstur yang ideal untuk selai. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pektin secara signifikan mempengaruhi tekstur dan warna pada selai.