cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022" : 18 Documents clear
KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) HASIL FERMENTASI SELAMA ≥ 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI ROTI DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YEAST 6% Setyorini , Alvira Alwa; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.381

Abstract

Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena hampir seluruh bagian kelapa dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu daging buah kelapa. Salah satu produk olahan daging buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat dibuat melalui proses fermentasi tanpa pemanasan dengan penambahan ragi sebagai starter. VCO yang diolah tanpa pemanasan tidak akan merusak komponen penting yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas VCO hasil fermentasi selama ≥ 24 jam menggunakan ragi roti dengan konsentrasi nutrisi yeast 6% b/v. Kualitas produk VCO ditinjau berdasarkan yield, warna, aroma, rasa, dan pH. Penelitian ini dilakukan menggunakan ragi roti pada waktu fermentasi selama 24, 30, dan 36 jam. Berdasarkan hasil analisis produk VCO, dapat diketahui bahwa yield VCO paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi selama 24 jam yaitu sebesar 18,1% dan nilai yield menurun seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi. Produk VCO yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, yaitu tidak berwarna dan jernih, aroma khas kelapa segar, dan rasa khas minyak kelapa. Untuk analisis nilai pH, produk VCO yang dihasilkan pada waktu fermentasi selama 24 hingga 36 jam dengan menggunakan ragi roti memiliki nilai pH yang sama yaitu 5.
DESAIN DIRECT CONTACT HEAT EXCHANGER (DCHE) PADA UNIT MASAKAN DEFEKASI - REMELT - KARBONATASI (DRK) DI PG KEBON AGUNG MALANG Ramadhanty, Alya Putri; Sindhuwati, Christyfani; Azizah, Tiara Nur; Saputra, Firmansyah Agil
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.380

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas yang banyak diproduksi di Indonesia untuk digunakan dalam kehidupan sehari hari. Gula yang ada di Indonesia ummnya diproduksi dengan menggunakan nira tanaman tebu atau raw sugar. Raw sugar yang digunakan akan dilelehkan dan dimurnikan kembali dengan menggunakan metode pemurnian defekasi-karbonatasi. Pada PG Kebon Agung yang berada di Kabupaten Malang, proses ini dilakukan di unit masakan Defekasi-Remelt-Karbonatasi (DRK). Gula yang telah dilelehkan kembali dengan air kemudian dimasukkan ke rangkaian peralatan karbonatasi, salah satunya adalah reaktor karbonatasi. Pada kenyataannya, reaktor ini memiliki beban kinerja yang cukup besar karena suhu bahan yang masuk sangat rendah. Untuk menanggulangi masalah ini, sebuah peralatan pertukaran panas dengan jenis direct contact akan ditambahkan pada rangkaian tersebut. Sebelum dipasangkan, peralatan perlu dirancang terlebih dahulu. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain dari peralatan direct contact heat exchanger (DCHE) yang akan dipasangkan pada unit DRK PG Kebon Agung. Untuk mendapatkan desain DCHE yang dikehendaki, data lapangan serta data asumsi perlu dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan proses penghitungan dengan menggunakan berbagai rumus yang tersedia serta pembuatan gambar alatnya. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, peralatan DCHE yang digunakan memiliki diameter luar sebesar 1,1222 meter dengan tinggi 10,4480 meter. Maka dari itu, peralatan ini dinilai layak dari segi ekonomi maupun kegunaannya untuk digunakan pada proses pemanasan awal bahan sebelum masuk ke reaktor karbonatasi.
LITERATURE STUDY OF L-CARNITINE PREPARATION METHODS FOR 1000 TONS OF ANNUAL PRODUCTION Purwadini , Annida Khoirun Nisa; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.386

Abstract

L-carnitine is a gamma-hydroxy amino acid and also known as vitamin Bγ. L-carnitine has many benefits as well as uses. Supplements with L-carnitine content are much needed in the field of health. L-carnitine is obtained using a variety of methods. They are the chemical optic resolution method, the biological method, and those that use chiral materials from natural sources. The purpose of this literature study is to determine the best method to be used in the design of the L-carnitine production plant with a capacity of 1000 tons per year by comparing various existing methods from various aspects. Based on the results of the comparison, it was found that the production of L-carnitine from (S)-3-activated hydroxybutyrolactone is the best method to be used in the production of L-carnitine capacity of 1000 tons per year for 300 days. This method produces a lot-more L carnitine products at a lower cost than other methods that have a higher yield.
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR TERHADAP NILAI TURBIDITY NIRA TEBU DALAM PEMBUATAN GULA PASIR Milaniyah, Inun; Chrisnandari, Rosita Dwi; Setyawan, Kristian Dony
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.376

Abstract

Kebutuhan gula pasir semakin tinggi seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia. Oleh karena itu industri gula berusaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas yang baik. Gula pasir dapat dikatakan baik apabila selama proses pembuatan tidak terjadi browning sehingga produk gula pasir berwarna putih. Browning terjadi jika selama proses pembuatan gula pasir, nira tebu memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi. Untuk menghindari proses browning maka industri gula melakukan perlakuan terhadap nira tebu dengan proses defekasi atau penambahan susu kapur ke dalam nira tebu hingga pH tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan susu kapur terhadap nilai turbidity nira tebu. Penelitian dilakukan dengan memasak nira mentah tebu dari stasiun gilingan Pabrik Gula Wonolangan sebanyak 500 mL hingga suhu 75oC, kemudian ditambah dengan susu kapur hingga variasi pH campuran nira dan susu kapur mencapai 8,5 ; 8,6 ; 8,8 dan 9,0 lalu dipanaskan kembali hingga suhu ±105oC. Hasil penelitian menunjukkan campuran nira tebu dan susu kapur dengan pH 8,9 memiliki nilai turbidity terendah yaitu sebesar 599,37 NTU. Pada pH 8,9 susu kapur yang ditambahkan sebanyak ±4,2 mL. Selain itu, dapat diketahui nilai turbidity tertinggi adalah di pH 8,8 dan 9 yaitu masing-masing 1526,34 dan 1485,33 NTU.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE PADA PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT DENGAN TAMBAHAN SARI CUCUMBER DAN KAPASITAS 6300 TON/ TAHUN Damayanti , Novia; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.379

Abstract

Kebutuhan sabun mandi di era pandemi mengalami kenaikan yang signifikan. Peningkatan kapasitas produksi ataupun pembangunan pabrik baru diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam perancangan pabrik sabun adalah perhitungan Heat Exchanger. Dalam pembuatan sabun menggunakan proses trigliserida dibutuhkan pemanasan awal bahan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban reaktor dan memudahkan proses saponifikasi terjadi didalam reaktor saat proses reaksi berlangsung. Selain itu, pemanas yang digunakan harus di desain terlebih dahulu agar layak digunakan dan dapat mengurangi biaya pemeliharaan di masa depan. Desain alat ini akan didasarkan pada studi literatur dan perhitungan manual menggunakan Ms. Excel . Proses pemanasan dilakukan dengan suhu bahan masuk Heat Exchanger sebesar 30◦C hingga suhu keluar dari Heat Exchanger yang akan masuk ke dalam Continuous stirred-tank reactors (CSTR) menjadi 70◦C. Dari perhitungan menggunakan Ms. Excel didapatkan dimensi pipa dengan panjang hairpin 12 ft, nilai luas perpindahan panas sebesar 20,880 ft2, serta nilai Foulling Factor (Rd) hitung sebesar 0,002 dan nilai Foulling Factor (Rd) pembanding sebesar 0,002, sehingga dari hasil perhitungan tersebut spesifikasi Heat Exchanger sudah memenuhi syarat dilihat dari nilai Foulling Factor (Rd) hitung sama dengan Foulling Factor (Rd) ketentuan atau pembanding, yang mana Heat Exchanger dalam keadaan baik dan layak operasi.
STUDY ON DOUBLE-EFFECT DISTILLATION PROCESS FOR SEPARATING METHANOL-WATER USING ASPEN PLUS V10 Putri, Zauziah Pramiswari; Lusiani, Cucuk Evi; Zhishan, Zhang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.384

Abstract

Methanol (also known as CH3OH, methyl alcohol, hydroxymethane, wood alcohol, or carbinol) is a widely used primary raw material. It is one of the first organic chemicals to find extensive laboratory and industrial use. Methanol and water are ideal binary systems that can be separated by conventional distillation. This study aims to separate methanol-water using a simulated double-effect distillation process in Aspen Plus. To obtain a higher purity of methanol and consider the high energy consumption of the distillation process, double-effect distillation with a double column was used. Furthermore, the single-column and double-effect distillation processes can be simulated by Aspen Plus software. The software version used in this simulation is Aspen Plus V.10 with NRTL thermodynamics methods as binary interaction parameters. The double effect distillation column was equipped with a heat exchanger, splitter, and pump. Moreover, a design specification is needed to get the purity of methanol as wanted. Compared to each column process, the temperature profile of each column process is directly proportional to the number of stages. By simulation process that has been carried out, the purity of methanol in the single-column process and double-effect distillation process is slightly different with 97.1% and 97.2%, respectively. In the double-effect distillation process, columns C1 and C2 save 0.6% and 0.37% of energy in the single-column process, respectively. It indicates that the double-effect distillation has obvious advantages over single-column distillation in terms of purity of methanol and energy saving.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE SEBELUM REAKTOR PADA PRA-RANCANGAN PABRIK KIMIA CUCUMBER SOAP KAPASITAS PRODUKSI 6.300 TON/TAHUN Ainursyiam, Intan Mahrissa; Hendrawati , Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.378

Abstract

Pada situasi dan kondisi pandemi seperti ini, memicu orang-orang untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Sabun merupakan sufraktan yang berguna sebagai zat pembersih dan berasal dari reaksi saponifikasi trigliserida. Keberhasilan produk sabun, didapatkan dari reaksi antara trigliserida (minyak) dan larutan alkali secara sempurna. Proses saponifikasi terjadi didalam reaktor dengan kondisi operasi 90°C. Untuk mengurangi penggunaan steam dan beban dari reaktor maka, diperlukan pemanasan awal sebelum memasuki reaktor terhadap larutan minyak dari suhu 30°C mencapai 70°C dengan menggunakan alat penukar panas yaitu heat exchanger. Agar tercapai efisiensi yang lebih baik, maka diperlukan perancangan sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Upaya terhadap perancangan ini, dilakukan dengan cara memilih jenis heat exchanger, dan melakukan perhitungan terhadap dimensi dari heat exchanger. Dari perhitungan menggunakan aplikasi microsoft exceel, didapatkan data berupa panjang pipa 12 ft, luas perpindahan panas 50,754 ft2, dan juga menghasilkan fouling factor sebesar 0,003 Btu/jam.ft2.F yang mana hasil tersebut sudah sama dengan nilai fouling factor ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa heat exchanger dalam keadaan aman dan layak beroperasi tanpa adanya hambatan.
KARAKTERISTIK FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI SELAMA < 24 JAM DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YEAST 4% B/V Negari, Dynda Farisa Cahya; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.382

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang menjadi salah satu eksportir buah kelapa terbesar di dunia setelah Filipina. Luas perkebunan kelapa Indonesia mencapai 3,86 juta hektar atau setara dengan 31,2% total dari perkebunan kelapa di dunia. Pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai dengan ketinggian pohon mencapai hingga 30 meter. Pohon kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga daun. Salah satu bagian yang memiliki banyak manfaat yaitu buah kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni atau biasa disebut Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik fisik virgin coconut oil (VCO) hasil fermentasi menggunakan ragi roti selama < 24 jam dengan konsentrasi nutrisi yeast 4% (b/v). Penelitian ini dilakukan dengan variabel waktu fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam menggunakan starter dari ragi roti dengan komposisi 1 g ragi roti, 2 g gula, dan 50 mL air kelapa. Secara fisik, produk VCO waktu fermentasi selama 18 jam yang dihasilkan dalam penelitian ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu tidak berwarna dan jernih, beraroma khas kelapa segar, dan terasa khas minyak kelapa. Nilai pH pada produk VCO hasil fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam yaitu 4,3; 4,5; dan 4,8. Nilai %yield tertinggi pada produk VCO yang dihasilkan yaitu sebesar 13,09% (v/v) selama waktu fermentasi 18 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai %yield semakin tinggi seiring bertambahnya waktu fermentasi.
ANALISA PENGGUNAAN TANAH LIAT DAN TANAH LEMPUNG DALAM PEMBUATAN SUBSTRAT SOIL UNTUK AQUATIC PLANT Kusuma, Anggi Wahyu; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.360

Abstract

Substrate soil merupakan media tanam yang ada didalam aquascape yang mengandung unsur organik serta mineral yang penting bagi tumbuhan air. Bahan baku utama dari substrate soil bermacam-macam bisa dari pasir maupun tanah, tetapi penggunaan tanah dalam pembuatan substrate soil dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pasir dikarenakan tanah memiliki sifat yang berat serta melekat dan mampu mengikat akar tanaman dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bahan baku tanah liat dan tanah lempung pada pembuatan substrate soil terhadap ketahanan soil yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kering dengan bahan utama yaitu tanah liat dan tanah lempung sebanyak 500 gram, kotoran kambing dan arang sebanyak 50 gram. Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahan baku tanah liat memiliki tingkat ketahanan bahan baku tanah liat lebih baik dibandingkan dengan bahan baku tanah lempung yang dibuktikan dengan hasil perendaman substrate soil di dalam air menunjukkan bahwa selama 7 hari substrate soil masih tahan terhadap air. Sedangkan untuk analisa pH penggunaan bahan baku tanah liat memiliki memiliki nilai pH yang sesuai yaitu sebesar 6,2 dihari pertama dan dihari ke tujuh pH air sebesar 7. Hasil dari analisa TDS bahan baku tanah liat memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan bahan baku tanah lempung yaitu dengan rentang 200-320 mg/l untuk tanah liat dan 298-400 mg/l untuk tanah lempung. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku tanah liat memiliki hasil analisa yang sesuai standar untuk kehidupan organisme akuatik.
PENGARUH PENGGUNAAN MOLASE DAN ARANG TERHADAP KETAHANAN DAN PH AIR SERTA KEJERNIHAN GRANULA PADA PEMBUATAN SOIL SUBSTRATE Amalia, Rizqi Putri; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.372

Abstract

Soil substrate adalah media tanam aquascape yang merupakan bagian dasar dari aquascape yang bersentuhan langsung dengan akar tanaman. Fungsi dari soil susbstrat selain untuk media tanam yaitu untuk menutrisi tumbuhan. Pembuatan soil substrate menggunakan bahan baku tanah dan humus. Untuk meningkatkan ketahanan bentuk granula soil substrate, pada penelitian ini digunakan molasses sebagai perekat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengunaan molase dan arang terhadap kejernihan dan pH air serta ketahanan granula pada pembuatan soil substrate. Proses pembuatan substrate soil diawali dengan pencampuran bahan baku tanah humus dan tanah taman kemudian dicampur dengan bahan tambahan perekat berupa molase yang dispreykan. Variabel yang digunakan yaitu molase 10 mL, 20 mL dan 30 mL dengan pengenceran dengan air 1 : 10 dengan variasi persen arang 5%, 10% dan 15% dengan metode wet granulation. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kadar molase memiliki ketahanan bentuk granula yang lebih baik dibandingkan dengan sampel blangko. Semakin banyak arang maka kejernihan air dalam aquascape semakin jernih walaupun granula dalam keadaan hancur.

Page 1 of 2 | Total Record : 18