cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023" : 14 Documents clear
EFEK LAMA WAKTU FERMENTASI SELAMA KURANG DARI 24 JAM TERHADAP KARAKTERISTIK VCO MENGGUNAKAN RAGI TEMPE DENGAN KONSENTRASI NUTRISI RAGI 2% B/V Indahsari, Amelia Putri; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.519

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Buah kelapa terutama pada bagian dagingnya dapat digunakan untuk menghasilkan VCO (Virgin Coconut Oil). Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menghasilkan VCO adalah metode fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek lama waktu fermentasi selama kurang dari 24 jam terhadap karakteristik VCO menggunakan ragi tempe dengan konsentrasi nutrisi ragi 2% b/v. Penelitian ini dilakukan dengan variabel berupa waktu fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam. Karakteristik VCO yang dihasilkan ditentukan berdasarkan nilai %yield, sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa), serta nilai pH. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada produk VCO, diketahui bahwa nilai %yield semakin tinggi seiring dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Nilai %yield tertinggi dihasilkan pada produk VCO dengan waktu fermentasi selama 18 jam yaitu sebesar 6,00%. Sifat organoleptik produk VCO pada 6, 12, dan 18 jam sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu berwarna jernih, beraroma khas kelapa, serta memiliki rasa khas minyak kelapa. Nilai pH pada produk VCO dengan waktu fermentasi selama 6 hingga 18 jam bernilai sama yaitu 5,4.
PENENTUAN UMUR SIMPAN LULUR HITAM MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS Hasna , Anisa Salma; Asriana, Andi Nina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.530

Abstract

Lulur merupakan kosmetik yang bentuknya menyerupai scrub model kuno dari Mesir dan Romawi. Mabello merupakan sebuah industri yang berasal dari Sulawesi Selatan (Makassar) yang berproduksi di bidang kosmetik yang didirikan oleh Yusni Haemin sejak tahun 2016 dan mendapatkan izin produksi dengan klasifikasi industri golongan B pada tahun 2018. Produk yang dihasilkan umumnya diproduksi dari bahan-bahan organik atau tradisional. Salah satunya adalah lulur hitam yang berbentuk basah yang memungkinkan terjadi kerusakan atau pembusukan saat proses pendistribusian. Lulur juga bukan merupakan produk yang dapat habis dalam satu kali pemakaian. Sehingga perlu dilakukan perhitungan umur simpan produk untuk mengetahui jangka waktu penyimpanan produk agar tetap layak digunakan. Dalam penelitian ini kualitas produk selama masa penyimpanan ditentukan dengan uji pH dan umur simpan produk lulur ditentukan dengan perhitungan metode ASLT pada variabel suhu ruang (298,15 :K) dan suhu pendingin (276,15 :K). Hasil penelitian ini menunjukkan umur simpan dan masa kelayakan penggunaan lulur hitam yang dilakukan analisa adalah 41 hari setelah produk dibuka dalam suhu ruang dan 54 hari setelah produk dibuka dalam suhu pendingin.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN KOMBINASI PROSES AERATED FIXED FILM BIOFILTER (AF2B) DAN ADSORPSI GRANULAR Fanani, Fanisia Salsyabila; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.521

Abstract

Limbah yang digunakan pada penelitian ini diambil dari industri pengolahan rumput laut yang mengolah rumput laut menjadi produk ATCC (Alcali Treated Cottonii Chips), dimana dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair yang yang berasal dari proses pemasakan dan pencucian. Upaya yang dilakukan dalam pengolahan air limbah di industri tersebut dengan mengolahnya dalam suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menggunakan sistem pengolahan secara biologi (lumpur aktif) yang diikuti dengan proses adsorpsi. Namun, sistem pengolahan tersebut masih belum efektif dalam menurunkan konsentrasi bahan pencemar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh beban organik pada proses AF2B dan laju alir pada kolom adsorpsi terhadap penurunan konsentrasi BOD, COD, kekeruhan, dan pH. Penelitian dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah dari industri pengolahan rumput laut ke dalam reaktor AF2B yang berisi bakteri sehingga terjadi proses degradasi bahan-bahan pencemar dalam air limbah, kemudian dilanjutkan dengan mengalirkan effluent dari AF2B ke dalam kolom adsorpsi yang berisi karbon aktif berbentuk granular. Dengan mengukur BOD, COD, TSS dan pH sebelum dan sesudah proses dari reaktor AF2B maupun kolom adsorpsi maka dapat diketahui besarnya penurunan konsentrasi BOD, COD, kekeruhan dan pH. Percobaan dilakukan dengan menggunakan variable bebas beban organik sebesar 7300 mg/jam, dan 8000 mg/jam, serta laju alir sebesar 3,3 liter/menit dan 3 liter/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beban organik 8000 mg/jam dan laju alir umpan pada kolom adsorpsi sebesar 3 L/menit dapat menurunkan konsentrasi bahan pencemara secara keseluruhan masing - masing sebesar: BOD (87,04%), COD (88.97%), kekeruhan (96,55%).
PENGARUH PENAMBAHAN GELLING AGENT TERHADAP VISKOSITAS HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera.L) Sriambarwati, Sonia Amelia; Suharti, Profiyanti Hermien; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.516

Abstract

Hand sanitizer adalah antiseptik yang efektif karena mudah untuk dibawa kemanapun. Hand sanitizer biasanya mengandung 60-80% senyawa alkohol. Penggunaan alkohol secara terus menerus dapat mengakibatkan iritasi dan kulit kering. Alkohol dalam hand sanitizer dapat dikurangi dengan cara menambahkan bahan alami yang bersifat antiseptik. Alternatif yang dapat digunakan adalah tanaman lidah buaya. Daging lidah buaya mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, gliserin dan polifenol. Flavonoid dan saponin dalam lidah buaya berfungsi sebagai senyawa antibakteri, sedangkan senyawa gliserin berfungsi sebagai pelembab bagi kulit. Penggunaan lidah buaya dalam hand sanitizerselain sebagai antiseptik, diharapkan juga sebagai pelembab untuk kulit. Hand sanitizer dapat disajikan dalam bentuk semprot (spray) maupun gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis gelling agent (Carbopol 940, CMC-Na dam HPMC) serta jumlah gelling agent yang ditambahkan terhadap viskositas dari hand sanitizer. Proses pembuatan hand sanitizer dengan lidah buaya diawali dengan pembuatan ekstrak lidah buaya, setelah itu pembuatan sediaan gel dengan penambahan etanol serta ekstrak lidah buaya dan penambahan bahan bahan tambahan lainnya seperti, propylene glikol dan pewangi. Variabel untuk jumlah masing – masing gelling agent yang ditambahkan adalah 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram pada 150 ml air dan 0,5 ml TEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah gelling agent yang diberikan berpengaruh terhadap viskositas dari hand sanitizer. Viskositas tertinggi didapatkan dari gelling agent carbopol 940 pada jumlah 1,5 gram dengan hasil viskositas 250,9145 cst. Sedangkan viskositas terendah didapatkan dari gelling agent HPMC pada jumlah 0,5 gram dengan hasil viskositas 11,9016 cst.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BUBUK KALDU JAMUR TIRAM KAPASITAS 5000 TON/TAHUN Feranika, Nadya; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.524

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan penyedap rasa untuk meningkatkan kualitas rasa pada makanan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.Penyedap rasa dapat dibedakan menjadi penyedap rasa sintetis dan penyedap rasa alami. Penyedap rasa sintetis yang telah didistribusikan secara luas adalah Monosodium Glutamate (MSG). Namun penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Maka dari itu mulai dikembangkan penyedap rasa berbahan alami. Salah satu sumber penyedap rasa alami adalah jamur tiram yang diolah menjadi ‘Bubuk Kaldu Jamur Tiram’. Pra rancangan pabrik bubuk kaldu jamur tiram ini berkapasitas 5000 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Analisis ekonomi diperlukan dalam pra rancangan pabrik untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu pabrik untuk didirikan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak adalah 76%, nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 0,7 tahun, nilai Break Even Point (BEP) adalah 74,4%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 70,4%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah 85,89%. Karena nilai ROI dan IRR yang didapatkan lebih besar dari pada bunga pinjaman bank yaitu sebesar 12% maka pabrik layak untuk didirikan.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI SELAMA < 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI ROTI DENGAN KONSENTRASI NUTRISI RAGI 6%B/V TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK VCO Sembodo , Gilang Haryo; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.507

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk olahan yang terbuat dari daging buah kelapa tua dan diproses tanpa pemanasan untuk mencegah kerusakan pada bahan penting yang terkandung dalam VCO. Produksi VCO dapat dilakukan menggunakan beberapa proses, salah satunya adalah proses fermentasi yang dapat didefinisikan sebagai proses yang terjadi dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen) yang menghasilkan perubahan biokimia organik melalui aksi enzim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi selama < 24 jam menggunakan ragi roti dengan konsentrasi nutrisi ragi 6%b/v terhadap sifat organoleptik VCO. Proses pembuatan VCO dilakukan dengan melibatkan tiga tahapan proses yaitu pembuatan santan kelapa, pembuatan larutan yeast menggunakan ragi roti, dan fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam. Berdasarkan hasil analisis dari produk VCO, dapat diketahui bahwa semakin lama waktu fermentasi menyebabkan semakin tinggi nilai yield dari produk VCO yaitu 4,9; 11,9; dan 17,1% untuk masing-masing variabel 6, 12, dan 18 jam. Nilai yield tertinggi (17,1% v/v) diperoleh pada waktu fermentasi selama 18 jam. Nilai pH dari produk VCO pada waktu fermentasi 6, 12, dan 18 jam adalah sama yaitu 5 dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, yaitu tidak berwarna dan transparan dengan aroma unik kelapa segar dan rasa minyak kelapa.
INOVASI PENGGUNAAN WAVE BIOREACTOR SEBAGAI PEMBIAKAN KULTUR PADA INDUSTRI FROZEN YOGHURT Firmandani , Dinda Rahmah; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.529

Abstract

Yoghurt merupakan salah satu produk hasil olahan susu dengan tekstur seperti gel yang diproduksi dengan proses fermentasi. Sebelum dilakukan proses fermentasi, bakteri yang akan digunakan akan melalui proses inokulasi dengan menggunakan kultur murni bakteri yang telah dibiakkan untuk membantu agar biaya produksi cukup rendah. Pembiakan ini umumnya dilakukan dalam shake flask atau spinner glass. Akan tetapi penggunaan spinner flask akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tegangan geser yang dihasilkan cukup tinggi sehingga cukup membahayakan pertumbuhan sel. Akibatnya, diperlukan suatu alat yang dapat mempersingkat tahapan dan waktu serta tegangan geser yang lebih rendah seperti wave bioreactor. Tujuan dari penelusuran ini yaitu untuk mengkaji proses pembiakan kultur menggunakan wave bioreactor serta proses pembiakan yang digunakan. Penelitian ini dilakukan melalui penelusuran studi literatur dengan membandingkan proses pembiakan secara konvensional dan intensifikasi serta alat yang digunakan. Dari penelusuran ini diperoleh hasil bahwa kultur murni yoghurt dapat diperbanyak dengan dibiakkan dalam media susu pada wave bioreactor. Penggunaan wave bioreactor dengan proses intensifikasi juga dapat mempersingkat waktu pembiakan melalui pengurangan tahapan pembiakan pada spinner flask sehingga dapat mengurangi waktu 1–2 minggu.
PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS GLUKOMANAN Faizin, Nur Aminah Hasanah; Moentamaria, Dwina; Irfin , Zakijah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.510

Abstract

Penggunaan plastik di Indonesia sebagai bahan kemasan untuk memenuhi keperluan seharian sangat besar karena keunggulan sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan sebagai penahan yang baik dan memiliki kelemahan karena sifatnya tidak mudah didegradasi. Akibatnya terjadi penumpukan limbah plastik menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Maka perlu dikembangkan jenis kemasan dari bahan organik yang berasal dari bahan yang terbarukan dan ekonomis, yaitu dengan mengembangkan plastik biodegradable dalam bentuk edible film. Salah satu polisakarida yang digunakan edible film adalah pati dari glukomanan yang berasal dari Umbi Porang. Glukomanan adalah bahan alternatif yang dikembangkan karena adanya kandungan polisakarida yang tinggi dalam umbi porang yaitu mannan yang memiliki kemampuan membentuk lapisan film yang baik. Edible film bertujuan sebagai pengganti kemasan plastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Carboxymethyl Cellulose (CMC), gelatin, minyak kelapa, gliserol, dan lidah buaya terhadap pembuatan edible film. Pembuatan edible film dilakukan dengan metode melalui 1) pencampuran bahan dan pemanasan pada suhu 50⁰C - 85⁰C, 2) pencetakan hasil pada plat kaca, 3) pemanasan pada suhu 60⁰C selama 1 hari, 4) uji hasil. Hasil terbaik edible film diperoleh dengan formulasi CMC 1 g, gelatin 2 g, gliserol 3 mL, minyak kelapa 0,7 mL, dan 10 mL larutan lidah buaya. Produk edible film yang dihasilkan memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) yaitu ketebalan 0,05 mm, kuat tarik 8,03 kgf/cm2, elongasi 12,57%, dan laju transmisi uap air 1,006 g/m2hari. Formulasi ini menunjukkan bahwa edible film dapat digunakan sebagai kemasan pangan.
UJI EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS RADIATOR COOLANT MENGGUNAKAN DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER Aryatama , Farhan; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.532

Abstract

Sistem pendingin pada mesin bakar internal umumnya bertujuan unuk menyerap sebagian panas mesin yang ditimbulkan oleh proses pembakaran di dalam silinder. Dengan penggunaan heat exchanger (HE) suhu pada mesin dapat stabil dengan cara dibantu oleh cairan pendingin melalui radiator yang diisi dengan cairan coolant untuk membuat efektivitas perpindahan panas mesin menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alir fluida panas terhadap efektivitas perpindahan panas menggunakan berbagai jenis/merek coolant. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen perpindahan panas menggunakan alat Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) dengan variable tetap laju alir fluida dingin 15 L/menit dengan suhu 25oC dan suhu fluida panas 75oC. Sedangkan variable bebasnya adalah laju alir fluida panas dan berbagai jenis/merek coolant. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang dengan metode eksperimen. Dari penelitian diperoleh hasil laju aliran fluida panas dapat mempengaruhi nilai efektivitas perpindahan panas, dimana semakin besar laju alir fluida panas maka semakin kecil efektivitas perpindahan panas dari coolant tersebut. Dari hasil penelitian terhadap berbagai jenis coolant dengan laju alir 2 L/menit, 3 L/menit, 6 L/menit, 9 L/menit, dan 12 L/menit didapatkan nilai terbaik pada coolant A dengan laju alir 2L/menit dengan nilai efektivitas 0,5395.
PENGARUH KONSENTRASI ETILEN GLIKOL TERHADAP EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS PADA ALAT DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER Pradita, Naufal ‘Azmi; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.527

Abstract

Teknologi penukar panas sekarang ini telah diaplikasikan pada berbagai bidang teknologi. Salah satunya pada teknologi otomotif khususnya pada radiator. Salah satu contoh untuk meningkatkan konduktivitas termal fluida adalah dengan merekayasa fluida pendingan. Coolant adalah cairan pendingin yang berbahan dasar etilen glikol digunakan untuk mengurangi atau mengatur suhu suatu sistem. Pada penelitian ini dilakukan percobaan menggunakan alat Double Pipe Heat Exchanger untuk mengetahui pengaruh laju alir dan konsentrasi etilen glikol terhadap efektivitas perpindahan panas menggunakan metode Effectiveness. Variabel tetap yang digunakan dalam penelitian ini adalah etilen glikol sebagai fluida dingin dan air sebagai fluida panas dengan suhu fluida panas 75°C dan suhu fluida dingin 25°C, menggunakan jenis aliran Countercurrent. Sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi fluida dingin (etilen glikol) yang masuk: 100, 80, 60, 40, 20, dan 0 % dan laju alir yaitu 3, 6, 9, 12 liter/ menit. Variabel terikat adalah suhu fluida panas keluar dan suhu fluida dingin keluar. Untuk mendapatkan nilai efektivitas dilakukan perhitungan nilai Qav, ΔTLMTD, U, NTU dan efektivitas. Dari penelitian ini diperoleh hasil laju alir fluida dingin berpengaruh terhadap efektivitas perpindahan panas, dimana semakin besar laju alir fluida dingin mengakibatkan meningkatnya Uav dan efektivitas. Konsentrasi etilen glikol juga mempengaruhi efektivitas, dimana semakin tinggi konsentrasi maka akan semakin tinggi efektivitasnya, namun pada konsentrasi 80% dan 100% mengalami penurunan efektivitas dikarenakan pada konsentrasi tersebut viskositas fluida menjadi lebih besar sehingga menyebabkan turunnya efektivitas. Nilai efektivitas terbaik diperoleh pada konsentrasi 60 % etilen glikol dengan laju alir 12 liter/menit yaitu sebesar 0,7072.

Page 1 of 2 | Total Record : 14