Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM TERMODIFIKASI Bratastuti, Faarisa Nurjihaan; Suharti, Profiyanti Hermien; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4958

Abstract

Gondorukem merupakan komoditi unggulan hutan non-kayu, hasil olahan distilasi getah pohon pinus. Gondorukem memiliki berbagai keunggulan yaitu bersumber dari alam, dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, berharga murah, cadangan melimpah, aman untuk makhluk hidup, gondorukem modifikasinya diklaim tidak beracun meskipun bersifat alergenitas, serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan industri. Namun demikian, dalam pemanfaatannya memerlukan modifikasi untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui modifikasi-modifikasi yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu dalam upaya pemanfaatan gondorukem pada berbagai industri. Berbagai metode proses modifikasi gondorukem yang telah berkembang hingga saat ini meliputi proses modifikasi secara disproporsionasi, esterifikasi, fortifikasi, hidrogenasi, dehidrogenasi, polimerisasi dan kombinasi dari proses-proses tersebut. Kualitas gondorukem dapat ditentukan atau dinilai dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 7636:2020. Pada umumnya, kualitas gondorukem dibagi menjadi lima kelas mutu yaitu super, utama, pertama, kedua dan ketiga. Oleh karena itu, kajian literatur ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai proses modifikasi gondorukem yang telah dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan kajian literatur ini, dapat disampaikan bahwa berbagai modifikasi gondorukem telah menghasilkan rendemen berkisar 52,1% – 91,22%, konversi reaksi berkisar 70% – 86%, titik lunak antara 78°C-121°C, dan bilangan asam berkisar antara 159–211,7 mg.KOH/g.
Characterization of Bio-Oil and Bio-Asphalt Produced Through Catalytic Pyrolysis of Different Biomass Feedstocks Dewajani, Heny; Irfin, Zakijah; Iswara, M. Agung Indra; Ramadhana, Rucita; Wahyudi, Moch. Ikhsan; Riris, Farikhatul Iza
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v9i2.7610

Abstract

Asphalt is an aggregate binder in road pavement construction derived from the residue of the petroleum fractionation process, a non-renewable natural resource. Reliance on petroleum asphalt leads to resource scarcity and increased production costs. One alternative to reduce this dependence is the use of bio-asphalt substitutes, which utilize renewable natural resources derived from biomass. The abundance of biomass such as coconut shells, sawdust, and coffee husk in East Java, Indonesia, makes it a promising resource for bio-asphalt synthesis. This study analyzes the effect of biomass types and catalyst mass ratios on the characteristics of bio-asphalt from bio-oil pyrolysis and its mixture with petroleum asphalt, specifically the penetration (pen) 60/70. The research stages include biomass preparation, zeolite catalyst activation, biomass pyrolysis into bio-oil, evaporation into bio-asphalt, and mixture analysis. Optimal characteristics were achieved using a 6% w/w coconut shell biomass catalyst, resulting in a bio-oil yield of 47.27% and a density of 1.060 g/mL. The bio-asphalt yield was 3.41% when mixed with petroleum asphalt pen 60/70. The bio-asphalt exhibited a penetration value of 66.35, a softening point of 52°C, and a density of 1.042 g/cm³, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 8135:2015.
FRESHWATER FISH PRODUCT PROCESSING IN PULOTONDO VILLAGE, TULUNGAGUNG REGENCY, EAST JAVA Buwono, Haris Puspito; Ramadhana, Rucita; Ariani, Ariani; Chalim, Abdul; Rachmawati, Diana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2259

Abstract

Freshwater fish cultivation in Pulotondo Village, Ngunut District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential to increase income and improve the well-being of the community while fostering sustainable economic growth. Ponds managed collectively by the Village-Owned Enterprises (BUMDES) serve as a facility for freshwater fish cultivation, with an annual production of 220 tons. One of the obstacles to the development of this business is the enhancement of the value and shelf life of processed fish products. Therefore, the Community Service activity in Pulotondo Village focuses on training in the processing of freshwater fish products. Through this initiative, BUMDES and the community can enhance understanding and skills, enabling processed products to be stored longer and have a more competitive market value. To assess the training's impact, participants provided feedback through a questionnaire. The results indicate that the training activities were well-understood by the participants, showing an indication of increased entrepreneurial spirit through local potential.
PENGARUH PENAMBAHAN GELLING AGENT TERHADAP VISKOSITAS HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera.L) Sriambarwati, Sonia Amelia; Suharti, Profiyanti Hermien; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.516

Abstract

Hand sanitizer adalah antiseptik yang efektif karena mudah untuk dibawa kemanapun. Hand sanitizer biasanya mengandung 60-80% senyawa alkohol. Penggunaan alkohol secara terus menerus dapat mengakibatkan iritasi dan kulit kering. Alkohol dalam hand sanitizer dapat dikurangi dengan cara menambahkan bahan alami yang bersifat antiseptik. Alternatif yang dapat digunakan adalah tanaman lidah buaya. Daging lidah buaya mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, gliserin dan polifenol. Flavonoid dan saponin dalam lidah buaya berfungsi sebagai senyawa antibakteri, sedangkan senyawa gliserin berfungsi sebagai pelembab bagi kulit. Penggunaan lidah buaya dalam hand sanitizerselain sebagai antiseptik, diharapkan juga sebagai pelembab untuk kulit. Hand sanitizer dapat disajikan dalam bentuk semprot (spray) maupun gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis gelling agent (Carbopol 940, CMC-Na dam HPMC) serta jumlah gelling agent yang ditambahkan terhadap viskositas dari hand sanitizer. Proses pembuatan hand sanitizer dengan lidah buaya diawali dengan pembuatan ekstrak lidah buaya, setelah itu pembuatan sediaan gel dengan penambahan etanol serta ekstrak lidah buaya dan penambahan bahan bahan tambahan lainnya seperti, propylene glikol dan pewangi. Variabel untuk jumlah masing – masing gelling agent yang ditambahkan adalah 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram pada 150 ml air dan 0,5 ml TEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah gelling agent yang diberikan berpengaruh terhadap viskositas dari hand sanitizer. Viskositas tertinggi didapatkan dari gelling agent carbopol 940 pada jumlah 1,5 gram dengan hasil viskositas 250,9145 cst. Sedangkan viskositas terendah didapatkan dari gelling agent HPMC pada jumlah 0,5 gram dengan hasil viskositas 11,9016 cst.
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF DENGAN AKTIVATOR NaOH DAN Na2CO3 Safitri, Dea Isma; Hendrawati, Nanik; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4939

Abstract

Tongkol jagung adalah salah satu limbah perkebunan jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif dengan kelebihan antara lain biaya proses rendah, kadar abu yang rendah, dan ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan permukaan berpori serta adanya kandungan senyawa karbon yang cukup tinggi, yaitu selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%) di dalam tongkol jagung sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap pirolisis, dan tahap aktivasi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pembuatan karbon aktif dari tongkol jagung dengan memvariasikan jenis aktivator, konsentrasi aktivator, dan lama waktu pirolisis terhadap kualitas karbon aktif yang diperoleh. Tahap persiapan bahan berupa proses pencucian dan size reduction dari tongkol jagung. Kemudian dilanjutkan proses pirolisis dengan menggunakan furnace selama 2 dan 4 jam pada suhu 550°C. Hasil pirolisis atau karbonisasi tongkol jagung dihaluskan kemudian diayak dengan ukuran 60 mesh. Setelah itu dilanjutkan proses aktivasi menggunakan dua jenis aktivator yaitu NaOH dan Na2CO3 dengan variabel konsentrasi 0,5 N; 1 N; dan 2 N. Analisis karbon aktif yang diperoleh berupa analisis kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dengan kadar air dan kadar abu yang relatif rendah namun memiliki daya serap yang cukup tinggi dimana masih memenuhi SNI 06-3730-1995 dihasilkan dengan waktu proses pirolisis selama 4 jam dan aktivator NaOH 0,5 N.
Pemanfaatan Kulit Bawang Merah dan Daun Belimbing Wuluh sebagai Green Corrosion Inhibitor pada Baja Karbon Ramadhana, Rucita; Suharti, Profiyanti Hermien
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu fenomena penurunan kualitas baja secara bertahap karena adanya reaksi dengan lingkungan. Hal ini dapat berakibat fatal karena dapat mengurangi umur serta kekuatan dari suatu bangunan konstruksi. Carbon steel merupakan material pada rangka konstruksi yang sering digunakan namun memiliki kelemahan mudah terkorosi. Pemanfaatan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan laju korosi. Salah satu senyawa yang dapat digunakan untuk menurunkan laju korosi adalah flavonoid dan tanin yang dapat diperoleh dari kulit bawang merah (KBM) dan daun belimbing wuluh (DBW). Pemanfaatan KBM dan DBW sebagai inhibitor alami atau Green Corrosion Inhibitor masih jarang dilakukan pada reaksi korosi Carbon Steel. Pada studi ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak dari serbuk KBM dan DBW serta metode selisih penurunan berat untuk mengetahui laju korosi pada pelat baja karbon. Variasi fraksi massa serbuk KBM dan DBW masing-masing adalah 1,24%; 2,48%; dan 3,72% (w/w). Sampel baja karbon direndam selama 72 jam dan kemudian dilakukan uji korosi dengan mengalirkan air laut selama 30 hari pada sampel. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak KBM dan DBW dapat memperlambat laju korosi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai Green Corrosion Inhibitor.
BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI BRIKET UNTUK KELOMPOK TANI KOPI Iswara, Mochammad Agung Indra; Mustain, Asalil; Wibowo, Agung Ari; Dewi, Listiyana Candra; Dewi, Ernia Novika; Ramadhana, Rucita; Hamzah, Rofiq
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketindan Village in Lawang Regency is a coffee plantation area where most of the residents work as coffee farmers. Using simple methods for harvesting, the area produces various types of coffee, such as Robusta, Arabica, and several types of fermented coffee. One of the challenges faced is the large amount of coffee husk waste generated during the coffee bean peeling process. This coffee husk waste is typically discarded, causing negative environmental impacts on the surrounding area. One solution to address this waste issue is by educating the local community and conducting practical workshops on how to make briquettes from coffee husk waste. The residents appear enthusiastic and receptive to the information on how to produce briquettes using coffee husks as the main material. With this educational effort, it is hoped that the community will be able to process coffee husk waste into useful products that generate high economic value.
PENGARUH PERSENTASE FABA SEBAGAI ALTERNATIVE RAW MATERIAL TERHADAP LSF, SIM, DAN ALM PADA PT. SEMEN GRESIK Ramadhani, Aisha Shabrina; Ramadhana, Rucita; Laksono, Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7168

Abstract

Semen merupakan produk yang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. Bahan baku utama pembuatan semen terdiri dari batu kapur dan tanah liat yang diperoleh dari hasil penambangan. Namun, apabila dilakukan penambangan secara terus menerus maka cadangan sumber daya tersebut akan menurun dan mengalami kelangkaan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, PT Semen Gresik menggunakan alternative raw material yang dapat disubstitusikan pada bahan baku utama seperti fly ash bottom ash atau yang dikenal dengan FABA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase penambahan FABA yang optimal untuk dicampur dengan tanah liat sehingga menghasilkan angka LSF, SIM, dan ALM yang memenuhi target pembentukan mix pile. Hal ini penting dilakukan karena FABA tidak dapat menggantikan tanah liat sepenuhnya, sehingga apabila rasio FABA dan tanah liat tidak sesuai maka akan berpengaruh pada proses pembentukan semen. Manfaat penelitian ini bagi industri semen adalah memperpanjang masa pakai bahan baku utama namun tetap mampu menghasilkan semen dengan kualitas unggul. Metodologi yang digunakan yaitu mencampurkan FABA dengan batu kapur dan tanah liat kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Fluorescence. Parameter yang diamati adalah nilai LSF, SIM, dan ALM. Hasil yang didapatkan yaitu komposisi optimal FABA sebesar 25% wt untuk digunakan sebagai substitusi tanah liat.
OPTIMASI SUBSTITUSI FABA TERHADAP TANAH LIAT MENGGUNAKAN PERHITUNGAN RAW MIX DESIGN Wulandari, Widyaiswara Nirmala; Ramadhana, Rucita; Risyat, Andris Syahrul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7169

Abstract

PT Semen Gresik merupakan industri yang berperan untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri pada pembangunan infrastruktur. Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang termasuk dalam kategori limbah berbahaya merupakan salah satu limbah yang dihasilkan. FABA dimanfaatkan kembali menjadi bahan alternatif yang dapat menggantikan tanah liat. Pemanfaatan FABA sebagai bahan alternatif pengganti tanah liat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah berbahaya, menekan biaya produksi dan juga dapat meminimalisir dampak dari aktivitas pertambangan. Namun, penggunaan FABA dapat mengubah komposisi produk semen sehingga tanpa pengaturan yang tepat justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Untuk itu, diperlukan bahan korektif yang merupakan material tambahan untuk menyesuaikan komposisi kimia dan fisika bahan baku agar memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Penelitian ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan FABA dalam menggantikan tanah liat tanpa mengorbankan kualitas produk akhirnya. Parameter kualitas yang digunakan mengacu pada standar laboratorium PT Semen Gresik melalui perhitungan raw mix design. Dalam penelitian ini, dilakukan uji substitusi FABA dengan variasi  50%, 75%, dan 100% (%wt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) paling optimal, dengan komposisi bahan korektif berupa batu kapur high grade sebesar 14,33% (%wt), pasir besi 1,66% (%wt), dan pasir silika 6,28% (%wt). Komposisi bahan baku ini menghasilkan nilai LSF sebesar 100,09, SIM 2,35, dan ALM 1,72. Nilai-nilai tersebut berada dalam rentang standar produksi klinker, sehingga dapat disimpulkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) mampu menghasilkan raw mix design yang sesuai dengan spesifikasi teknis untuk pembuatan semen.
Pelatihan dan Pembuatan Biogas Skala Komunal Desa Tulusbesar – Kab. Malang Prayitno, Prayitno; Rulianah, Sri; Naryono, Eko; Ramadhana, Rucita; Ronilaya, Ferdian
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): J-Dinamika
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v10i3.6565

Abstract

Desa Tulusbesar – Kabupaten Malang merupakan salah satu desa binaan Politeknik Negeri Malang, dimana salah satu permasalahan yang ada di desa ini adalah adanya kotoran sapi yang melimpah yang dibuang secara langsung ke lingkungan perumahan dan sungai tanpa ada penanganan dan pemanfaatan yang maksimal sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dalam skala komunal. Metode yang digunakan adalah 1). Pemberian pengetahuan dan ketrampilan pembuatan biogas dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, praktek, dan 2). Pembangunan unit biogas skala komunal, pemberian bimbingan teknis, pendampingan, dan pemberian hibah peralatan digester biogas. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan bahwa partisipasi, dukungan, antusias, dan keterlibatan masyarakat khususnya peserta pelatihan sangat tinggi yang dibuktikan dengan keberhasilannya dalam membangun unit produksi biogas skala komunal serta dihasilkannya biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masak – memasak.