cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
STUDI LITERATUR: STABILITAS MUTU DAN PERHITUNGAN KINETIKA REAKSI PENURUNAN KADAR IODIUM PADA GARAM Chalista Octavianty Lumban Tobing; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.137

Abstract

Garam adalah salah satu bahan pelengkap masakan yang digunakan oleh seluruh orang di dunia. Di Indonesia kebutuhan garam dipenuhi oleh berbagai perusahaan swasta dan perusahaan negara. PT. Garam (Persero) adalah satu – satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam industri manufacture garam. Iodium memiliki peran penting untuk membentukan hormon tiroksin yang berperan dalam metabolisme tubuh. Kestabilan kadar iodium dalam garam dapat turun selama proses pendistribusian, penyimpanan, dan pemasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju reaksi penurunan kadar iodium, maksimum waktu penyimpanan garan, dan stabilitas mutu garam. Kondisi penyimpanan garam yang paling baik adalah dalam wadah berbahan kaca, berwarna gelap atau jauh dari cahaya matahari langsung, tertutup, dan disimpan pada suhu ruang antara 25℃ - 30℃. Proses pemasakan dapat menurunkan kadar iodium pada garam sebesar ±12,855%. Kadar Ca dan Mg pada garam menurun selama proses penyimpanan, namun kadar air pada garam meningkat. Kadar NaCl pada garam harus ≥97% agar kadar pengotornya semakin rendah, dan garam memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan hasil perhitungan, laju reaksi penurunan kadar ioidum pada garam adalah 0,08312 ppm/hari dan waktu maksimum penyimpanan garam adalah 16 bulan.
PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISA AIR LIMBAH INDUSTRI DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) Ariati Tri Prasetia; Hadi Priya Sudarminto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.159

Abstract

PT. SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan kawasan industri. Pengolahan limbah cair di IPAL PT. SIER terdiri dari bak kontrol, saluran limbah, sumur pengumpul, bak pengendap oksidasi, bak distribusi, bak pengendap akhir, bak effluent, dan drying bed. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengolahan air limbah di PT. SIER, mengetahui parameter-parameter apa saja yang diukur dalam analisis air limbah industri dan mengetahui kualitas effluent IPAL PT.SIER sebelum dibuang ke badan sungai. Pada laboratorium IPAL PT SIER dilakukan berbagai uji kualitas parameter air limbah baik influent, air limbah saat proses, dan effluent. Analisa yang dilakukan meliputi analisa transparansi, COD, DO, SS, TSS, dan SVI. Air limbah yang sudah diolah memenuhi mutu kualitas limbah cair kedalam golongan II (bidang perikanan dan peternakan) sesuai peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013, dengan Hasil analisa transparansi rata-rata diatas 60 cm, analisa COD 100 mg/L, analisa DO rata-rata 1,748 mg/L, Analisa SS 690,9091 ml/L, Analisa TSS 10,66409 gr/L dan Analisa SVI 73,6168 mL/gr, sehingga aman dibuang ke sungai kelas III (badan air yang menampung air limbah) yaitu Sungai Tambak Oso.
PENENTUAN TEKANAN FEED OPTIMUM DALAM PEMURNIAN METANOL BERBASIS CHEMCAD Felix Angestine; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.95

Abstract

Dalam proses produksi metil asetat, masih terdapat metanol yang tersisa (tidak ikut bereaksi) di bagian produk. Hal ini dikarenakan jumlah metanol yang diumpankan berlebih agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Sehingga metanol ini dapat direcycle kembali untuk direaksikan dimana sebelum itu harus dilakukan distilasi agar diperoleh metanol dengan kemurnian yang lebih tinggi. Proses distilasi digunakan untuk memisahkan komponen–komponen penyusun dari suatu campuran berdasarkan titik didihnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan feed optimum dengan melakukan trial tekanan dari 0,2 atm. Simulasi dilakukan menggunakan software ChemCAD  dengan model termodinamika NRTL. Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan tekanan feed optimum pada 0,9 atm dengan kemurnian produk 99,3987% (b/b), jumlah yang dihasilkan 5.133,75 kg/jam dan konsumsi energi reboiler 6.413.140 kJ/jam.
STUDI PENGARUH ELECTROPLATING PADA SEPESIMEN KERAMIK DENGAN PELAPIS TEMBAGA Dresta Mahadhika; Ridho A. Maulana; Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.23

Abstract

Proses electroplating biasa dilakukan pada produk berbahan logam yang bertujuan untuk membentuk permukaan logam dasar dengan sifat atau dimensi yang berbeda. Proses electroplating dapat dilakukan pada spesimen non logam dengan melakukan pretreatment terlebih dahulu pada spesimen tersebut. Penelitian ini melakukan studi pengaruh proses electroplating logam tembaga pada material non logam berupa keramik sebagai alternatif dari logam untuk meghasilkan produk yang memiliki konduktivitas yang sama dengan logam aslinya. Proses electroplating diawali dengan proses pemolesan, lalu melapisi keramik dengan cat karbon konduktif untuk selanjutnya dilakukan elctroplating dengan pelapis logam tembaga. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah tegangan, waktu pelapisan dan suhu. Tegangan yang digunakan adalah 5 volt dan 7,5 volt dan 10 volt selama 1200, 1500, dan 1800 detik pada suhu 40 °C, 50 °C dan 60°C. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelapisan terbaik didapatkan pada kombinasi suhu 60°C, tegangan 7.5V dan waktu 1200 s dengan pertambahan massa sebesar 0.33 g.
KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KALSIUM KARBONAT Rizky Zanuar Tristanti; Juwita Puspa Sari; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.40

Abstract

Indonesia memiliki permasalahan lingkungan yaitu tentang sampah plastik sintetis. Sampah plastik ini dapat mengganggu kestabilan ekosistem lingkungan karena tidak dapat didaur ulang dan diurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk menangani permasalahan ini adalah dengan plastik biodegradable. Dalam penelitian ini plastik biodegradable dengan pati jagung sebagai bahan utama, plasticizer berupa sorbitol serta filler berupa kalsium karbonat dan kalsium silikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis dan jumlah filler terhadap uji water absorption dan uji tarik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil uji water absorption menunjukkan nilai terendah 27,04% dengan filler kalsium silikat 4% dan uji tarik diperoleh nilai paling besar 3,08 MPa pada filler kalsium karbonat 8%.
SIMULASI PENGARUH TEKANAN FEED PADA PROSES PEMURNIAN TRIASETIN BERBASIS CHEMCAD 7.1.5 Robi’atul Adawiyah; Ade Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.57

Abstract

Triasetin merupakan zat aditif bahan bakar ramah lingkungan yang terbentuk dari hasil reaksi antara gliserol dan asam asetat dengan bantuan katalis yang bersifat asam baik katalis homogen ataupun katalis heterogen. Triasetin berfungsi untuk mengurangi knocking pada mesin serta dapat mengurangi asap knalpot karena molekul karbon dalam campuran bahan bakar berkurang sehingga dapat mengurangi pencemaran udara. Penelitian ini menggunakan bahan baku gliserol 95% dan asam asetat anhidrat 99.85%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan feed terhadap proses pemurnian triasetin sehingga mendapatkan triasetin dengan kemurnian tinggi. Produk dari hasil reaksi antara gliserol dan asam asetat anhidrat berupa produk campuran yang terdiri dari triasetin, asam asetat, asam asetat anhidrat dan air. Simulasi dilakukan pada software chemCAD 7.1.5 dengan model termodinamika NRTL. Proses simulasi pemurnian triasetin menggunakan kolom distilasi. Hasil simulasi pemurnian terbaik diperoleh pada tekanan 0.4 atm dengan komposisi triasetin sebesar 100% mol dan laju alir 2049.53 kg/jam.
PENENTUAN JUMLAH PANAS DAN AIR PENDINGIN PADA CONDENSOR DI PLTU TANJUNG AWAR – AWAR Nurindah Rahmadhani; Prayitno Prayitno
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.97

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar – Awar merupakan pembangkit listrik yang menghasilkan listrik sebesar 2x350 MW dengan menggunakan uap yang berasal dari boiler dan air laut sebagai umpannya. Uap yang dihasilkan digunakan sebagai penggerak turbin, dimana uap berasal dari air laut yang diolah menjadi air demin pada unit pengolahan air (water treatment unit) hingga memenuhi baku mutunya. Air demin dipompakan masuk kedalam boiler hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Uap sisa penggerakan turbin mengalami penurunan tekanan dan temperatur dan masuk kedalam kondensor untuk terjadi kondensasi berubah fase dari uap menjadi cair. Alat perpindahan panas (kondensor) yang digunakan PLTU memiliki tipe Shell and Tube Heat Exchanger. Pada kondensor dialirkan air pendingin yang berasal dari air laut melalui area CWP. Kondisi kondensor pada PLTU menunjukkan bahwa jumlah air pendingin yang masuk harus lebih besar dari steam apabila berkurang berdampak pada daya listrik yang dihasilkan dan menyebabkan unit trip. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah panas yang diserap dan jumlah air pendingin yang digunakan pada kondensor di PLTU Tanjung Awar – Awar. Besarnya panas yang diserap dan air pendingin yang dibutuhkan kondensor ditentukan dengan metode perhitungan luas perpindahan panas dan berdasarkan data hasil pengukuran langsung dari besarnya suhu dan flowrate yang ada dibagian inlet dan outlet pada kondensor. Hasil perhitungan didapatkan panas maksimum yang diserap oleh kondensor sebesar 21.794.520 Kj/Jam, sedangkan air pendingin yang dibutuhkan sebanyak kebutuhan 869.124,754 Kg/Jam.
STUDI PERBANDINGAN METODE PENGUJIAN TAN (TOTAL ACID NUMBER) PLTGU DENGAN ASTM D-974 Citra Putri Wahyu Mahesti; Yanty Maryanty
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.157

Abstract

Pengujian TAN (Total Acid Number) merupakan pengukuran keasaman suatu minyak pelumas yang ditentukan oleh jumlah miligram kalium hidroksida (KOH) yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam satu gram minyak. Pengujian TAN digunakan untuk menentukan sampel minyak pelumas baru dan setelah pemakaian, minyak setelah pemakaian dipantau untuk memastikan kualitas minyak memenuhi standar nilai TAN agar tidak menghambat proses produksi. Nilai TAN itu sendiri tidak dapat digunakan untuk memprediksi sifat korosif pada suatu minyak, hanya digunakan sebagai acuan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas dalam sampel minyak pelumas. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian nilai TAN secara berkala agar dapat mengetahui perubahan nilai TAN sesudah pemakaian. Semakin besar nilai TAN maka corrosion rate akan naik, sehingga mempercepat terjadinya korosi pada material logam. Fungsi minyak pelumas adalah melumasi komponen-komponen mesin yang bergerak agar tidak cepat aus. Selain itu, minyak pelumas digunakan untuk mencegah terjadinya korosi, pendingin pada mesin, dan pembawa kotoran pada mesin. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai TAN pada metode PLTGU sebesar 0,1013 mg KOH/g sampel, metode ASTM D-974 0,1423 mg KOH/g sampel. Cara standar untuk menentukan nilai TAN pada sampel minyak adalah dengan analisa titrasi. Perbandingan metode yang digunakan yaitu metode PLTGU dengan ASTM D-974.
STUDI LITERATUR KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI DENGAN PENAMBAHAN FILLER CASIO3 DAN CACO3 Yuliandro Hardiansyah; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.84

Abstract

Plastik sintetis atau plastik konvesional merupakan bahan yang sangat diperlukan bagi kehidupan manusia dan telah berkembang menjadi industri besar. Kelemahan plastik sintetis adalah sifatnya yang susah untuk terurai secara alami sehingga menyebabkan penumpukan dan pencemaran sampah plastik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu diantaranya yakni telah dikembangkan plastik ramah lingkungan, yang disebut dengan plastik biodegradable. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan jenis dan jumlah filler kalsium karbonat dan kalsium silikat, plasticizer sorbitol dan gliserol terhadap uji kuat tarik dan daya serap air. Studi literatur ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa penambahan komposisi dari filler kalsium silikat dan kalsium karbonat dapat meningkatkan nilai kuat tarik pada plastik biodegradable, Penambahan filler kalsium silikat dapat memperkecil daya serap air, sedangkan kalsium karbonat akan meningkatkan daya serap air meskipun tidak begitu signifikan. Serta Penambahan dari kedua komposisi plasticizer yang berbeda mampu mengurangi nilai kuat tarik pada plastik biodegradable. Penambahan dari kedua komposisi plasticizer yang berbeda dapat meningkatkan daya serap air dari suatu plastik biodegradable.
STUDI PENGARUH RASIO MOLAR FEED GLISEROL TERHADAP ASAM ASETAT TERHADAP PRODUK TRIASETIN BERBASIS SIMULASI CHEMCAD Intan Prasetya Mudi; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.113

Abstract

Penambahan triasetin kedalam campuran biodisel dapat meningkatkan perfoma mesin pada semua aspek. Pembuatan trisetin diproses dengan proses esterifikasi dengan reaksi gliserol dan asam setat dengan dibantu katalis. Hal tersebut perlu adanya proses pemisahan pada proses. Adanya proses distilasi yang dimana memisahkan komponen-komponen penyusun dari suatu campuran berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan produk yang baik. Selain itu rasio molar pada feed gliserol terhadap asam asetat juga akan memepengaruhi produk triasetin. Seperti tujuan yang dinginkan untuk mengetahui hasil optimum dari proses pembuatan triasetin sebelum dibuat dalam skala besar dengan mengatahui pengaruh dari rasio molar feed gliserol terhadap asam asetat. Sehingga perlu adanya proses simulasi dengan menggunakan  software CHEMCAD untuk menentukan kondisi operasi yang baik dengan hasil produk yang baik. Sebelum mensimulasi dengan menggunakan software CHEMCAD perlu adanya perhitungan molar feed dengan menggunakan perbandingan gliserol terhadap asam asetat. Dari hasil dapat disimulasi, sehingga memperoleh data yang menyatakan wahwa kondisi optimum dihasilkan pada perbandingan molar feed gliserol terhadap asam asetat 1:7 dengan hasil jumlah 6,40 kg/jam dan nilai koversi sebesar 98,35%. Yang dimana semakin tinggi asam asetat semakin tinggi konsentrasi triasetin.

Page 10 of 88 | Total Record : 879