cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
ANALISIS PERUBAHAN MODE REGENERASI UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA OPERASIONAL CONDENSATE POLISHER PLANT PADA PLTU PAITON UNIT 8 MENUJU AMONIA CYCLE Adinda, Adinda; Rulianah, Sri; Yulianto, Erwan; Pahlevi, Rieza
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7235

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital dalam proses Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), terutama dalam menjaga kualitas air agar terhindar dari korosi dan pembentukan kerak (deposit). Pengolahan air dilakukan melalui sistem Condensate Polisher Plant (CPP) yang berfungsi sebagai penukar ion untuk menghilangkan kotoran, sehingga air yang dihasilkan memiliki konduktivitas ≤ 0,1 μs/cm. Pada PLTU Paiton unit 7/8, regenerasi CPP saat ini dilakukan menggunakan mode low, namun, mode regenerasi ini dianggap kurang efisien karena memerlukan penggunaan bahan kimia, air, dan listrik yang lebih banyak serta frekuensi regenerasi yang lebih sering. Siklus amonia dalam CPP merujuk pada penggunaan resin ion exchange yg dioperasikan dalam bentuk amonium (NH4+) untuk memurnikan kondensat, dengan tujuan memurnikan air, mengendalikan pH, mencegah pembentukan deposit, serta meningkatkan efisiensi regenerasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis perubahan mode regenerasi dari low ke high untuk meningkatkan performa operasional CPP di PLTU Paiton unit 8 menuju implementasi siklus amonia. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan pengumpulan data primer, termasuk pengukuran direct conductivity, cation conductivity, dan konsentrasi natrium pada boiler blowdown. Pengamatan dilakukan secara online menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) setelah proses regenerasi mode high. Hasil menunjukkan peningkatan durasi remain hour dari 358,5 jam pada regenerasi pertama menjadi 385 jam pada regenerasi kedua, serta penurunan konsentrasi impurities. Mode high terbukti lebih efektif dalam memulihkan performa resin dan mengurangi frekuensi regenerasi, memberikan dampak positif pada efisiensi biaya operasional perusahaan.
EVALUASI PERHITUNGAN EFISIENSI TURBIN PADA GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI DIENG Astika, Cokorda Gede; Rubianto, Luchis; Erryan Yavianda, Maulana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7267

Abstract

Energi panas bumi adalah energi yang terdapat dalam air panas, uap, mineral, beserta gas lainnya. Pemanfaatan energi ini dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Energi panas bumi dimanfaatkan karena dapat menghasilkan panas alami dalam bentuk uap yang dapat menggerakkan turbin. Proses pembuatan energi listrik dari panas bumi tidak berbeda jauh dengan pembangkit listrik tenaga uap yaitu menggunakan turbin sebagai alat penghasil listrik. Turbin memanfaatkan kecepatan aliran steam. Aliran steam yang mengalir melalui sudu-sudu mengalami perubahan momentum, yang menghasilkan tekanan yang mendorong sudu dan menyebabkan runner berputar. Terjadi transformasi energi kinetik menjadi energi mekanis pada turbin, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai penggerak generator dan menghasilkan energi listrik. Perubahan energi ini berlangsung di sudu-sudu turbin. Untuk meningkatkan efektivitas kerja dari pembangkit listrik, penting untuk melakukan analisis guna mendapatkan besarnya nilai sesungguhnya dan ideal dari turbin. Efisiensi diukur untuk membandingkan antara nilai sesungguhnya yang dihasilkan dan nilai yang semestinya dihasilkan dari turbin. Perhitungan efisiensi turbin mencakup flowrate, suhu, pressure, daya yang dihasilkan, dan entalpi panas yang dihasilkan oleh steam. Dari hasil perhitungan, didapatkan nilai rata-rata efisiensi turbin generator PLTP Dieng berada di atas 84%. Hal tersebut menunjukkan bahwa turbin generator PLTP Dieng masih bekerja dengan baik.
PENGARUH DOSIS TERPENTIN TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN Widyastuti, Ervina Dewi; Prayitno, Prayitno; Prasetya, Desta Enggar Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7309

Abstract

Gondorukem (gum rosin) merupakan bottom product dari proses distilasi getah pinus sedangkan minyak terpentin adalah sebagai hasil distilat. Pada saat ini gum rosin yang dihasilkan oleh PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek masih berwarna kecoklatan dan termasuk golongan kelas kedua (Window Glass) dengan skala Gardner ≤ 8. Beberapa upaya perbaikan warna telah dilakukan salah satunya dengan cara menambahkan asam oksalat. Namun demikian, dengan penambahan asam oksalat tersebut masih juga belum memenuhi kualitas gum rosin yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis terpentin pada proses pencucian getah pinus terhadap kualitas gum rosin. Adapun tahapan penelitian ini antara lain: tahap awal persiapan, pelaksanan dan analisis. Tahap awal persiapan meliputi preparasi alat dan bahan, tahap pelaksanaan percobaan yaitu pemurnian getah pinus dan distilasi, tahap analisis yaitu meliputi nilai yield, color Gardner (warna), bilangan asam dengan metode titrasi, softening point (titik lunak) dan non-volatile. Variabel penelitian yang digunakan adalah variasi dosis terpentin yaitu  27,5 ; 30,5 ; 33,5% (b/b). Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan dosis terpentin pada pengolahan getah pinus dapat berpengaruhi terhadap kualitas produk gum rosin, dimana penambahan dosis terpentin 30,5% (b/b) dapat meningkatkan warna skala Gardner sebesar 8,1 yang termasuk golongan kelas ketiga (Nancy).
STUDI KELAYAKAN PRARANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT BERBAHAN MOLASE BERDASARKAN ANALISIS EKONOMI Alda Widiana, Sherina; Irfin, Zakijah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7389

Abstract

Perkembangan sektor industri kimia perlu diarahkan pada pemenuhan kebutuhan domestik, salah satunya melalui pengembangan pabrik asam sitrat. Asam sitrat memiliki banyak manfaat dan digunakan secara luas di berbagai industri. Konsumsi nasional mencapai 39.032,6 ton pada tahun 2023, namun pasokan dalam negeri masih terbatas dan bergantung pada impor. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian kelayakan ekonomi sebagai dasar pertimbangan investasi dalam mendirikan pabrik asam sitrat berbahan baku lokal yang melimpah di Indonesia, seperti molase. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pendirian pabrik asam sitrat yang direncanakan memiliki kapasitas 12.000 ton / tahun menggunakan pendekatan teknis dan ekonomi. Berdasarkan perhitungan, total investasi modal (Total Capital Investment/TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp248.874.065.103 dengan biaya produksi tahunan (Total Production Cost/TPC) sebesar Rp187.915.085.000. Pabrik diperkirakan menghasilkan laba bersih tahunan sebesar Rp52.430.000.000, dengan tingkat pengembalian investasi (Rate of Return/ROR) setelah dan sebelum pajak masing-masing sebesar 24% dan 27,71%. Titik impas produksi (Break Even Point/BEP) tercapai pada 48%, sedangkan titik henti operasi (Shut Down Point/SDP) pada 38%, dan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 25%. Nilai-nilai indikator tersebut menunjukkan bahwa pendirian pabrik asam sitrat ini secara ekonomi layak untuk direalisasikan dan memberikan prospek investasi yang menjanjikan.  
EVALUASI PERFORMA SIKLUS PEMBANGKIT STEAM MENGGUNAKAN SIKLUS RANKINE DENGAN PERBANDINGAN PENAMBAHAN HEATER DAN TANPA HEATER PADA UNIT UTILITAS INDUSTRI PUPUK Fachriansyah, Noufal; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7399

Abstract

Listrik memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan listrik paling besar adalah sektor industri dimana menggunakan lebih dari 32% konsumsi listrik di Indonesia. Industri tidak sepenuhnya memakai pasokan listrik dari PLN, tetapi mereka juga menggunakan pembangkit listrik sendiri untuk mencegah jika terjadi pemadaman.  Salah satu pembangkit listrik yang digunakan industri adalah Gas Turbine Generator (GTG). Pada unit utilitas industri pupuk menggunakan sistem pembangkit steam untuk menggerakan generator dengan bahan bakar gas. Sedangkan, pada siklus pembangkit steam pada unit utilitas industri pupuk permasalahannya yaitu tidak mampu meningkatkan performa siklus pembangkit steam tanpa mengubah laju alir sirkulasi, tekanan sistem, dan temperatur sistem. Dengan kondisi tersebut dibutuhkan sebuah solusi agar performa yang dihasilkan menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi performa siklus pembangkit steam ketika menggunakan heater atau tanpa menggunakan heater untuk menentukan performa siklus pembangkit steam yang optimal dengan analisa kinerja menggunakan siklus Rankine tanpa mengubah parameter proses. Sehingga dari hasil perhitungan dan analisis data didapatkan bahwa siklus pembangkit steam menggunakan heater menghasilkan daya keluaran dari turbin yang lebih besar yaitu 513,13 kJ/kg. Jika dibandingkan dengan tanpa penambahan heater dengan keluaran daya dari turbin sebesar 462 kJ/kg, maka dengan penambahan heater lebih optimal.
PEMBUATAN ASAP CAIR DARI AMPAS TEBU (BAGASSE) MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS KATALITIK Wijanarko, Sheren Adinda; Wardani, Erika; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7412

Abstract

Ampas tebu (bagasse) merupakan limbah dari proses pengolahan tebu menjadi gula yang tersedia dalam jumlah melimpah setiap tahunnya. Salah satu solusi untuk menangani limbah tersebut adalah dengan mengolahnya menjadi asap cair melalui proses pirolisis katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan jenis katalis pada proses pirolisis katalitik terhadap kualitas (densitas, viskositas, pH, warna, bau dan kadar asam asetat) asap cair yang dihasilkan. Proses pembuatan asap cair dimulai dengan aktivasi katalisator menggunakan aktivator masing-masing yaitu larutan H2SO4 untuk pasir kuarsa, HF 1%, HCl 6 N, NH4Cl 0,1 M untuk zeolit dan H2SO4 10 N untuk karbon aktif.  Selanjutnya, sebanyak 500 gram umpan bagasse dengan ukuran ± 0,5 cm dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis double condensor untuk dipirolisis. Proses pirolisis berlangsung selama 120 menit dengan suhu pirolisis yang digunakan yaitu 300⁰C, 350⁰C, dan 400⁰C. Asap hasil pembakaran kemudian dikondensasikan oleh kondensor sehingga menghasilkan asap cair. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pirolisis berpengaruh terhadap kualitas dari asap cair yang dihasilkan. Kondisi optimum proses pirolisis untuk pembuatan asap cair yaitu pada suhu 400°C dan menggunakan katalis zeolit dengan karakteristik densitas 1,0105 g/mL, viskositas 1,0075 mm2/s, pH 2,75, kadar asam asetat 6,6502 %, warna coklat, dan bau asap sangat menyengat.
ANALISIS KINERJA COOLING TOWER CT-3910 PADA PROSES PENGOLAHAN PHTHALIC ANHYDRIDE Andriani, Amelia Rizki; Kristantu, Estevania Dwi; Rulianah, Sri; Laufe, Nur
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7424

Abstract

Industri Petrowidada tidak terlepas dari kebutuhan terhadap utilitas air dan steam. Hal tersebut sangat berkaitan dengan penggunaan cooling tower pada proses tersebut. Air pendingin menjadi komponen yang sangat dibutuhkan sebagai media untuk melakukan pertukaran panas antara fluida panas dengan air pendingin. Cooling tower diperlukan untuk menurunkan temperatur air pendingin yang telah mengalami proses agar dapat digunakan kembali dengan cara mengontakkannya dengan udara yang dilewatkan secara berlawanan arah. Penggunaan cooling tower dapat meningkatkan efisiensi sistem proses secara keseluruhan dan mengurangi penggunaan energi, sehingga biaya yang akan dikeluarkan jauh lebih murah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis mengenai efisiensi cooling tower untuk mengetahui kinerja cooling tower di PT. Petrowidada Gresik. Metode yang digunakan adalah dengan menghitung nilai range, approach, dan efisiensi. Variabel yang digunakan adalah temperatur air masuk, temperatur air keluar, temperatur wetbulb dan temperatur drybulb pada CT-3910 dimulai pada tanggal 3 Juli hingga 9 Juli 2023. Setelah dilakukan pengambilan data, selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap nilai range dan approach untuk penentuan efisiensi cooling tower CT-3910. Hasil penelitian didapatkan nilai range sebesar 10,5-12°C, nilai approach sebesar 1,8-2,9°C dan nilai efisiensi dengan rata-rata persentase sebesar 83,79%. Dari nilai efisiensi tersebut, performa cooling tower CT-3910 dapat dikatakan baik dan masih dapat mendinginkan air proses secara optimal, karena untuk standar efisiensi alat yaitu sebesar >70%.
ANALISA EKONOMI KUB MUSTARIKA JAYA MAKMUR DALAM PRODUKSI KEJU MOZZARELLA Widya Amalia, Elsa; Irfin, Zakijah; Noer Syamsiana, Ika; Hadi Susilo, Sugeng; Moentamaria, Dwina; Rulianah, Sri; Dwi Chrisnandari, Rosita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7462

Abstract

Keju mozzarella merupakan salah satu produk olahan susu yang menunjukkan tren konsumsi yang meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi produksi keju mozzarella skala pilot di KUB Mustarika Jaya Makmur, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Proses produksi menggunakan teknologi tepat guna berupa sistem pasteurisasi berbasis Pulse Electric Field (PEF) yang terintegrasi dengan fermentor, dengan kapasitas 5 kg keju per batch dari 50 liter susu sapi segar dan dirancang untuk beroperasi selama 350 hari per tahun. Analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kebutuhan investasi awal (Fixed Capital Investment, Working Capital Investment, dan Total Capital Investment), biaya produksi tahunan (Total Production Cost), serta indikator profitabilitas usaha yang mencakup Return on Investment (ROI), Payback Period (POT), Break Even Point (BEP), Shut Down Point (SDP), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai investasi total mencapai Rp174.781.031,10, dengan biaya produksi tahunan sebesar Rp203.264.573,47 dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp40.388.341,22. ROI tercatat sebesar 23,12%, dan modal dapat kembali dalam waktu 2,5 tahun. Titik impas tercapai pada kapasitas 58,71%, sementara SDP berada pada 14,28%. IRR sebesar 19,25% menyatakan bahwa usaha ini layak secara finansial.
ANALISIS PENGARUH JENIS CHEMICAL TERHADAP POTENSI SILICA (SIO2) SCALLING PADA JALUR PIPA BRINE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI MENGGUNAKAN SILICA SATURATION INDEX Bagus Pamungkas, Farhan; Rubianto, Luchis; Erryan Yavianda, Maulana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7479

Abstract

Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia, terutama dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Namun, tingginya kandungan silica dalam brine dapat menyebabkan masalah pengendapan silica (silica scalling) yang berdampak pada biaya perawatan. Penelitian ini menganalisis pengaruh jenis chemical, yaitu asam H₂SO₄ dan inhibitor antiscalant berbasis polimer, terhadap nilai Silica Saturation Index (SSI) untuk mencegah pengendapan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan dengan pengambilan data melalui observasi dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa injeksi asam H₂SO₄ lebih efektif dalam menjaga pH dan menurunkan nilai SSI dibandingkan dengan inhibitor antiscalant. Nilai SSI terendah yang diperoleh adalah 0,733 untuk H₂SO₄ dan 1,043 untuk inhibitor antiscalant. Faktor-faktor seperti pH, suhu, dan salinitas mempengaruhi pengendapan silica, sehingga pemilihan jenis inhibitor harus mempertimbangkan kondisi sumur dan biaya. Saran untuk industri mencakup pengujian konsentrasi optimal inhibitor dan penggunaan flokulan koagulan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan pengendapan.