cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA STASIUN BOILER DI PT X, LUMAJANG Sefi Ria Ayu Mawarni; Christyfani Sindhuwati; Hardjono Hardjono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.242

Abstract

Energi panas untuk kebutuhan produksi pada PT X, Lumajang salah satunya bersumber dari boiler. Boiler merupakan bejana tertutup yang memanfaatkan air yang dipanaskan menggunakan bahan bakar tertentu untuk menghasilkan steam atau uap. Boiler memiliki potensi bahaya atau risiko pada saat dioperasikan, maka sangatlah penting melakukan pengawasan serta pembinaan mengenai keselamatan kerja. Pada PT X, Lumajang, penelitian  identifikasi bahaya dan risiko yang ditimbulkan akibat pengoperasian boiler juga perlu dilakukan karena minimnya penerapan K3 dan sebelumnya tidak pernah dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Berdasarkan penelitian, Potensi bahaya pengoperasian boiler di PT X, Lumajang dibagi mejadi tiga yaitu bahaya fisik, mekanis dan listrik. Sedangkan presentase tingkat risiko adalah sebagai berikut: risiko rendah sebesar (18,18%), risiko medium sebesar (18,18%), dan risiko tinggi sebesar (63,63%).  Apabila tindakan pengendalian dari bahaya pengoperasian boiler di PT X, Lumajang dilakukan maka dapat mengurangi tingkat risiko menjadi risiko rendah sebesar (100%). Sehingga, dapat mengurangi kecelakaan kerja di stasiun boiler PT X, Lumajang dan kerugian industri.
SIMULASI PENGARUH FEED TRAY PADA PRE-KOLOM DISTILASI EKSTRAKTIF DALAM PROSES PEMURNIAN METIL ASETAT MENGGUNAKAN CHEMCAD Nabilla Az-zahra Eka Pramono; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.67

Abstract

Metil asetat merupakan salah satu kelompok ester yang mengalami peningkatan kebutuhan setiap tahunnya. Metil asetat banyak digunakan sebagai solvent pada industri-industri kimia terutama industri cat. Metil asetat terbentuk dari reaksi kimia antara asam asetat dan metanol dengan menggunakan bantuan katalis berupa asam sulfat. Terdapat dua tahapan dalam proses pembuatan metil asetat yaitu tahap reaksi dan tahap pemisahan. Pada tahap pemisahan dibutuhkan bantuan alat berupa kolom distilasi. Kolom distilasi yang dapat digunakan yaitu distilasi reaktif, ekstraktif dan pressure swing. Pada penelitian ini menggunakan kolom distilasi ekstraktif dengan kondisi operasi pada tekanan 1 atm, 25 kolom dan reflux ratio sebesar 1,5 serta bottom product temperature pada 118,559°C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh feed tray pada kolom distilasi dalam proses pemurnian metil asetat. Variabel yang digunakan berupa variabel berubah pada feed tray 4, 6, 8, 11, 13, 15, 17, 18 dan 20. Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh kondisi optimum pada feed tray 18 dengan laju alir metil asetat sebesar 340.798 kmol/h dan beban reboiler sebesar 20.101.100 kJ/h.
SIMULASI CHEMCAD: PENGARUH SUHU UMPAN DALAM PEMURNIAN ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF Mohammad Fariz Abidin; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.258

Abstract

Isopropil alkohol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan hand sanitizer dengan kandungan bahan aktif 75-80% v/v. Distilasi konvensional tidak bisa dilakukan karena isopropil alkohol yang digunakan memiliki kemurnian yang rendah dan memerlukan proses pemurnian khusus karena memiliki titik azeotrop dengan air pada fraksi mol 0,68. Salah satu metode yang dapat digunakan ialah distilasi ekstraktif dengan entrainer gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu umpan masuk isopropil alkohol terhadap beban reboiler dan beban condenser. Simulasi ini menggunakan software ChemCAD 7.1.2 dengan memanfaatkan fitur sensitivity study dengan memvariasikan suhu umpan masuk isopropil alkohol antara 25oC hingga 100oC dengan 15 step. Hasil yang didapatkan menunjukkan suhu umpan masuk isopropil alkohol terbaik ialah pada suhu 80oC dengan beban reboiler sebesar 339.491 kJ/jam. Beban condenser cenderung konstan pada -378.735 kJ/jam dan tidak terpengaruh oleh variasi suhu umpan masuk isopropil alkohol.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS KOH KAPASITAS 37.000 TON/TAHUN Delfira Yudith Tomasila; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.141

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan masyarakat akan bahan bakar fosil terus meningkat. Hal ini tidak seimbang dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menurun. Cadangan bahan bakar fosil di Indonesia sendiri diperkirakan akan habis dalam 10 tahun kedepan. Sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif. Biodiesel adalah energi alternatif yang terbuat dari bahan bakar nabati, menyerupai solar atau minyak diesel, dan dapat menghasilkan emisi CO2 lebih sedikit dibanding solar. Pemillihan minyak jelantah dilakukan karena mudah didapat serta mampu menekan biaya produksi. Penambahan katalis KOH untuk membantu mempercepat reaksi. Pra rancangan pabrik biodiesel kapasitas 37.000 ton/tahun ini diharapkan mampu memenuhi 60% kebutuhan masyarakat. Hasil dari perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) sebelum dan seudah pajak berturut-turut sebesar 24% dan 18%, nilai Pay Out Time sebelum dan sesudah pajak berturut-turut adalah 4,1 tahun dan 5,4 tahun,  nilai Break Even Point (BEP) sebesar 58,14%, dan nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 27%. Berdasarkan hasil perhitungan maka Pra Rancangan Pabrik Kimia Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah dengan Katalis KOH Kapasitas 37.000 Ton/tahun layak untuk didirikan.
AKTIVASI SERAT KAPUK DENGAN ASAM DAN BASA PADA SINTESIS BIOSORBEN UNTUK MENYERAP ION LOGAM NIKEL DARI LARUTAN NISO4 Thomi Nugraha Pratama; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.281

Abstract

Serat kapuk memiliki potensi sebagai biosorben dikarenakan memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, untuk mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, dan untuk mengetahui pengaruh jumlah massa biosorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4. Prosedur pembuatannya terdiri dari pencucian kapuk, pengeringan, aktivasi kapuk dengan larutan HCl dan NaOH, pembilasan, dan dikeringkan hingga kering. Variabel bebas yang digunakan yaitu jenis larutan aktivasi HCl 0,5 N dan NaOH 0,5 N, waktu perendaman 12, 18, 24 jam, massa biosorben 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 gram. Variabel kontrol yaitu, waktu adsorpsi 1 jam, volume larutan NiSO4 100 ml, konsentrasi logam nikel 41.725 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan aktivasi yang optimum menggunakan NaOH dengan lama perendaman 24 jam dan pada massa 2,5 gram menunjukkan efektivitas adsorpsi sebesar 88% dan mengalami penurunan konsentrasi nikel dari 41.725 menjadi 5.195 ppm.
STUDI LITERATUR KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS TOTAL SHELL AND TUBE TIPE 1-1 SISTEM FLUIDA LARUTAN ETHILEN GLIKOL DAN LARUTAN GLIKOL Sugeng Hadi Sutrisno; Abdul Chalim
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.142

Abstract

Konservasi energi menjadi hal yang di perhitungkan di masa depan. Cara efektif mengurangi permintaan energi adalah menggunakan energi lebih efektif . Penukar kalor merupakan cara mentransfer energi yang banyak digunakan untuk oil refinery, industri kimia dan makanan. Salah satu aplikasi alat penukar kalor adalah heat exchanger yang merupakan perangkat penyedia energi termal antara dua atau lebih cairan pada suhu berbeda. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan heat exchanger shell and tube  Tujuan dari studi literatur  ini untuk mengetahui besar koefisien perpindahan panas dan mendapatkan nilai U. Pada setiap literatur  membandingkan setiap jurnal dan mereview jurnal yang diperoleh. Dari setiap jurnal diadapatkan nilai U dengan memvariasi variable bahan coolant, pengaruh konsentrasi coolant, laju alir fluida dan suhu fluida. Dari hasil pembahasan pengunaan nano fluida menambah koefisien perpindahan panas sebesar 15% daripada mengunakan fluida air. Pengaturan suhu fluida panas dan dingin juga mempengaruhi hasil koefisien perpindahan panas dimana semakin rendah suhu fluida dingin masuk semakin besar koefisien perpindahan panas. Mengatur laju alir juga mempengaruhi besar koefisien perpindahan panas dikarenakan radiasi dari fluida panas dapat berpindah secara maksimal ke fluida dingin.
STUDI KASUS PENGARUH TEKANAN FEED PADA PRE-PRESSURE SWING DISTILLATION METIL ASETAT BERBASIS CHEMCAD Lukito Krismantoro Pambudi; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.99

Abstract

Metil asetat adalah senyawa gugus ester karboksilat yang terbentuk dari proses esterfikasi dengan bahan baku asam asetat, metanol, dan asam kuat sebagai katalis. Dalam produksi metil asetat, produk yang dihasilkan membentuk campuran azeotropik. Komponen  azeotropik tidak dapat dipisah menggunakan distilasi sederhana, sehingga diperlukan metode pemisahan yaitu pressure swing distillation. Sebelum dilakukan pemisahan menggunakan metode pressure swing distillation, perlu adanya proses pemisahan awal yang disebut pre-pressure swing distillation. Dimana proses pre-pressure swing distillation dilakukan untuk menggurangi beban pemurnian metil asetat. Pre-pressure swing distillation memberikan pengaruh besar dalam pemurnian metil asetat, sehinga dalam simulasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan feed terhadap pre-pressure swing distillation dengan menggunakan proses simulasi software. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan didapatkan tekanan optimum feed sebesar 2,5 atm dengan fraksi mol 0,1244, total mass rate 7633,46 kg/jam, energi reboiler 11266200 kJ/jam, suhu aliran atas 84,7291 oC, dan mass rate metil asetat 1903,37 kg/jam.
PERHITUNGAN NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI EVAPORATOR PADA UNIT KILANG PPSDM MIGAS CEPU Siti Iffah Munawaroh; Nofiatul Azizah; Mufid Mufid; Muh Subur
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i1.173

Abstract

Evaporator merupakan bagian dari unit pengolahan di kilang Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu, yang berfungsi untuk proses pemisahan uap minyak dengan cairannya atau fraksi berat dengan fraksi ringannya. Untuk mengetahui apakah proses yang berjalan dalam evaporator sudah baik atau belum, dapat dilihat dari efisiensinya, sehingga dilakukan perhitungan neraca massa dan neraca energi pada evaporator itu sendiri. Dari perhitungan neraca massa evaporator didapatkan antara jumlah total masuk tidak sama dengan total keluar, yang berarti terdapat massa yang hilang. Total massa kehilangan yang didapat adalah 419.65 kg/hari. Hal tersebut sudah terbilang relatif kecil dan sudah tergolong baik untuk pengoperasian evaporator (V-1) di unit kilang PPSDM Migas Cepu. Sedangkan, pada perhitungan neraca energi, untuk panas yang hilang di evaporator cukup banyak yaitu 245654961.5 btu/hari, dengan persen efisiensi panas evaporator sebesar 55.01%. Panas yang hilang merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi efisiensi energi proses evaporasi. Hal  tersebut sangat disayangkan mengingat panas yang hilang tergolong relatif besar, dan panas yang hilang seharusnya bisa digunakan untuk pengoperasian di evaporator untuk memisahkan komponen-komponen dengan lebih baik lagi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah besarnya nilai panas yang hilang adalah dengan menambahkan insulator pada evaporator.
ANALISA EFISIENSI KINERJA TRIPPLE EFFECT EVAPORATOR PADA PRODUKSI PUPUK AMMONIUM SULFAT II (ZA II) DI Febrianti U.D. Pratiwi; Arum Kartikasari; Achmad Chumaidi
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.12

Abstract

Tripple effect evaporator merupakan salah satu alat yang digunakan dalam proses produksi pupuk ZA II yang fungsinya untuk mendapatkan hasil produk akhir berupa kristal dengan cara menguapkan kandungan air dalam proses produksi pupuk ZA II dengan bahan baku phospo gypsum. Evaluasi proses pada tripple effect evaporator diperlukan untuk mengetahui kinerja evaporator karena pengotor yang terdapat pada evaporator akan mempengaruhi produksi pupuk ZA II. Evaluasi ini menghitung konsumsi steam pada proses produksi pupuk ZA II sesuai dengan perhitungan teoritis yang ada. Perhitungan konsumsi steam diperoleh dari kebutuhan steam aktual. Dari hasil tersebut dibandingkan kondisi aktual dengan desain awal. Konsumsi steam pada tripple effect evaporator sebesar 132,06% menunjukkan konsumsi steam melebihi kebutuhan steam desain awal. Penurunan efisiensi kinerja dari 100% menjadi 75,723% dikarenakan terbentuknya kerak pada evaporator.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) KAPASITAS 750 TON/TAHUN Bachtiar Asfin Sulistiyanto; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.208

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi. Salah satu potensi yang dimiliki indonesia yaitu sebagai salah satu negara penghasil virgin coconut oil (VCO) yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun mandi cair.  VCO memiliki banyak manfaat  bagi kesehatan kulit maka dari itu sangat cocok digunakan dalam pembuatan sabun mandi cair. Pembuatan sabun mandi cair dari VCO  memiliki potensi untuk dikembangkan pada industri berskala besar. Sehingga  perlunya pendirian pabrik  Sabun dari VCO guna memenuhi kebutuhan manusia dalam penggunaan sabun yang terus meningkat, dikarenakan kesadaran dalam perilaku hidup sehat sekarang ini. Pabrik akan didirikan memiliki kapasitas 750 ton/tahun diharapkan mampu memenuhi dari kebutuhan pasar. Berdasarkan evaluasi ekonomi pabrik ini, keuntungan kotor didapatkan sebesar Rp. 12.277.766.231-/tahun, keuntungan bersih didapatkan sebesar Rp.7.366.659.739,-/tahun, Nilai BEP dihasilkan sebesar 53%/tahun, Return On Investment sebelum pajak dihasilkan sebesar 38%/tahun dan setelah pajak sebesar 23%/tahun, Pay Out Time diperoleh sebesar 4  tahun dan Shut Down Point pabrik ini berada pada angka 39%. Hasil evaluasi ekonomi ini menunjukkan bahwa pabrik sabun mandi cair dari VCO ini layak untuk didirikan.

Page 11 of 88 | Total Record : 879