cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 31, Nomor 2 September 2013" : 10 Documents clear
MODEL REGRESI DENGAN UJI ASUMSI KLASIK HASIL PENANGKAPAN UDANG TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI LINGKUNGAN PERAIRAN KABUPATEN BATANG Karyadi .
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.62

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari model regresi yang sesuai dari hasil tangkapan udang setiap tahunnya di lingkungan wilayah perairan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan data hasil tangkapan di tiga TPI, yaitu TPI Roban Barat, TPI Roban Timur dan TPI Celong. Data diambil berdasarkan pencatatan di masing-masing TPI, mulai bulan Januari sampai dengan Desember mulai tahun 2010-2012. Metode pengumpulan data adalah mencatat semua data kuantitatif yang telah terkumpul selama 3 (tiga) tahun, kemudian dicari hubungan antara hasil tangkapan setiap tahunnya dengan jumlah penerimaan nelayan di masing-masing TPI, dengan metode analisis regresi linier berganda, sebagai variabel bebasnya adalah hasil tangkapan di sekitar lokasi TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap variabel terikatnya hasil tangkapan nelayan (Y). Uji asumsi klasik yang dicapai adalah: ujinormalitas, ujiautokorelasi, ujimultikolinieritas, ujiheteroskedastisitas dan ujilinieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F-hit = 205,054 dengan taraf signifikan 0,000 berarti ada pengaruh secara bersama-sama / simultan antara TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap hasil tangkapan nelayan (Y), tetapi dalam uji-t secara parsial (t-hit) TPI Celong (X3) tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan Y. Model regresi yang diperoleh telah memenuhi persyaratan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, ujiautokorelasi, ujimultikolinieritas, ujiheteroskedastisitas dan ujilinieritas, adalah model regresi linier berganda yang sesuai adalah: Y = -12,112 + 58,109 X1 + 22,177 X2 + 15,324 X3 Kata kunci: TPI, uji asumsi klasik, model regresi
ANALISIS BREAK EVEN POINT DARI PEMANFAATAN DAUN ENCENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERFERMENTASI SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF ITIK PENGGING JANTAN A. Setiadi, Sari Setiyowati L. D. Mahfudz S
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peran itik sebagai penghasil daging di Indonesia menurut data statistik pada tahun 2010 masih rendah, yaitu hanya dapat memenuhi 6,4 ribu ton dari kebutuhan itik sebesar 14,3 ribu ton, sehingga kekurangan daging mencapai 7,9 ribu ton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Percobaan Pemeliharaan Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian formulasi pakan yang menguntungkan dari ke lima penelitian adalah formulasi pakan yang menggunakan daun eceng gondok fermentasi 5%. Hasil dari formulasi pakan ini memberikan keuntungan sebesar Rp. 91.169,00. Setelah dilakukan satu kali dilakukan penelitian pemeliharaan 125 ekor itik, harga jual dari penelitian tersebut adalah sebesar Rp. 39.498,00. Break Even Point (BEP) tercapai pada tingkat penjualan sebesar 223 ekor atau senilai Rp. 8.806.911,00. Berdasarkan studi aspek teknis dan finansial yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan itik untuk 125 ekor belum layak untuk dijalankan.   Kata Kunci : BEP, eceng gondok,  itik pengging.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI KECAMATAN GODONG Rumiyadi, Sri Suratiningsih, Wahyu Margiastuti,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsaha ternak itik merupakan salah satu sumber penghasil telur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dikembangkan guna mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan protein hewani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Godong. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pendapatan petani serta mengetahui apakah usaha ternak itik petelur di Kecamatan Godong layak untuk diusahakan.Penentuan responden berdasarkan sensus dengan jumlah responden sebanyak 37 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dengan RCR, BEP(Q), BEP(harga), BEP(PK), dan ROI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pendapatan usaha ternak itik petelursebesar Rp.19.928.442,-/satuan ternak/tahun menunjukan usaha ternak itik petelur ini menghasilkan pendapatan yang cukup besar.2) Pada analisis kelayakan usaha perolehan hasil analisis usaha ternak itik petelur adalah RCR 2,25 dan BEP (Rp) : Rp.482,- dengan harga riil Rp.1.100,-, BEP (Q) sebesar 11.813 butir telur dengan jumlah riilnya 27.064 butir telur, BEP (PK) sebesar Rp12.994.419,- dengan  jumlah riilnya Rp.32.922.862,- dan nilai ROI sebesar 168% pertahun.Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Usaha ternak itik petelur di Kecamatan Godong mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp.19.928.442,-/satuan ternak/tahun. 2) Analisis usaha ternak itik petelur  layak untuk diusahakan. Kata kunci : usaha ternak, itik petelur.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI JAWA BREBES (JABRES) DI KABUPATEN BREBES L. Kustiawan, Hengky Oxtovianto Putro A. Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan peternak sapi Jawa Brebes (Jabres) di Kabupaten Brebes.  Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak sapi Jabres di Kabupaten Brebes menguntungkan dengan rata-rata pendapatan per tahun yang diperoleh peternak sebesar Rp. 2.472.533,-.  Apabila dibandingkan dengan UMR, pendapatan ini masih lebih kecil, dalam artian peternak masih perlu meningkatkan usahanya agar memperoleh pendapatan yang lebih besar.   Kata kunci : analisis pendapatan, sapi Jabres
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA PETERNAKAN ITIK DI KOTA TEGAL DAN KABUPATEN BREBES Suci Andanawari A. Setiadi L. D. Mahfudz
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.59

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Break Even Point (BEP) usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Setelah mengetahui nilai BEP sebuah usaha, maka pengembangan usaha peternakan itik dapat diperhitungkan secara optimal. Metode penelitian dan pengumpulan data adalah survei, observasi, dan wawancara. Lokasi penelitian adalah peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, dipilih dengan metode Purposive Sampling. Jumlah responden 110 peternak, yaitu 80 peternak di Kota Tegal dan 30 peternak di Kabupaten Brebes, yang dipilih melalui metode Accidental Sampling. Analisis data secara deskriptif, menggunakan formulasi Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BEP harga untuk usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah sebesar Rp 3.260.021,91 per bulan, atau penjualan minimal adalah 99 butir telur per hari, dengan rerata harga telur Rp 1.100,00 per butir. BEP unit usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah pemeliharaan 142 ekor itik, dengan persentase produksi telur 70% total pemeliharaan. Kata kunci : break even point, usaha peternakan itik, Tegal, Brebes
KETAHANAN TUBUH AYAM BROILER PADA KONDISI TROPIS YANG DIBERI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Sian Ho Litra Bikrisima Luthfi D. Mahfudz Nyoman Suthama
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.60

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tepung buah jambu biji merah (Psidium guajava) terhadap ketahanan tubuh ayam broiler pada kondisi tropis. Ternak percobaan yang digunakan yaitu 120 ekor ayam broiler unsex umur 16 hari, rata-rata bobot badan awal 389,33 7,9 g/ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diberikan selama 4 minggu, dengan jumlah pemberian tepung jambu biji merah yang berbeda dan dibandingkan dengan vitamin C sintetis. Perlakuan tersebut sebagai berikut T0 (ransum dasar tanpa tepung jambu biji merah), T1 (ransum dengan 1,7% tepung jambu biji merah setara 250 ppm), T2 (ransum dengan 3,4% tepung jambu biji merah setara 500 ppm), T3 (ransum dengan 5,1% tepung jambu biji merah setara 750 ppm), T4 (ransum dengan vitamin C sintetis 500 ppm). Parameter yang diamati adalah ketahanan tubuh meliputi bobot relatif bursa fabricius dan limpa serta rasio heterofil limfosit (rasio H/L), serta bobot badan akhir sebagai parameter produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung jambu biji merah memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot relatif bursa fabricius, limpa, dan bobot badan akhir, namun, tidak (P0,05) terhadap rasio heterofil limfosit (rasio H/L). Bobot relatif bursa fabricius T0 nyata lebih rendah (0,059%) dibanding perlakuan lainnya, sebaliknya, bobot relatif limpa T0 nyata lebih tinggi (0,46%) dibanding T3 (0,16%) dan T4 (0,19%), namun, tidak terhadap T1 dan T2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung jambu biji merah 3,4% setara 500 ppm dapat menjaga pertumbuhan organ limfoid dan meningkatkan bobot badan akhir, meskipun rasio heterofil limfosit sama. Kata kunci : jambu biji merah, vitamin c, ketahanan tubuh, broiler.
EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN PADA ITIK PENGGING JANTAN YANG DIBERI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) FERMENTASI DALAM RANSUM Arif Safa'at Setiawan Luthfi Djauhari Mahfudz Sumarsono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.55

Abstract

ABSTRAK Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang difermentasi dengan Aspergillus niger dalam ransum terhadap efisiensi penggunaan protein pada itik Pengging jantan yang dipelihara secara intensif sampai umur 10 minggu.Materi penelitian adalah 125 ekor itik Pengging jantan umur 2 minggu dengan bobot badan awal 339,87+0,48 g. Kandang yang digunakan adalah 25 petak kandang litter dengan ukuran 100 x 100 x 80 cm. Bahan pakan penyusun ransum yang digunakan meliputi: jagung kuning, bungkil kedelai, bekatul, tepung ikan, PMM (poultry meat meal), pollard, minyak kelapa, daun eceng gondok (DEG), daun eceng gondok fermentasi (DEGF), kapur, premix, methionin, dan lysin. Ransum disusun berdasarkan isoprotein dan isoenergi dengan kandungan protein 22% dan energi metabolis 2.900 kkal/kg untuk periode starter serta kandungan protein 19% dan energi metabolis 3.000 kkal/kg untuk periode finisher. Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan dengan penggunaan 5 perlakuan dan 5 ulangan serta 5 ekor itik pada setiap unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah: T0 = ransum kontrol tanpa DEG/F, T1 = ransum dengan 5% DEG, T2 = ransum dengan 5% DEGF, T3 = ransum dengan 7,5% DEGF, dan T4 = ransum dengan 10% DEGF. Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan apabila terdapat pengaruh perlakuan. Parameter yang diamati adalah konsumsi protein ransum, daya cerna protein, degradasi dan sintesis protein, serta rasio efisiensi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan tepung DEGF tidak nyata (p0,05) terhadap konsumsi protein ransum, daya cerna protein, degradasi dan sintesis protein, serta rasio efisiensi protein. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung daun eceng gondok yang difermentasi dengan Aspergillus niger dapat digunakan sampai taraf 10% sebagai bahan pakan penyusun ransum itik Pengging jantan yang dipelihara secara intensif selama 10 minggu.Kata kunci :itik Pengging jantan, eceng gondok (Eichhornia crassipes), fermentasi, efisiensipenggunaan protein.
PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Masnah Latulumamina Sunarso Bambang Trisetyo Eddy
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.61

Abstract

ABSTRAK Pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki peran penting bagi masyarakat maupun pemerintah terkait kebijakan pemerintah dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan program swasembada daging 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian telah dilaksanakan pada September sampai November 2013 di Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian dilakukan secara survai dan wawancara. Penentuan jumlah sampel secara purposive. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat terbukti masih sangat lemah tetapi berpeluang untuk dikembangkan melalui alternatif strategi yaitu strategi WO diantaranya dengan cara mengaktifkan kembali fungsi kelompok ternak secara optimal, mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada dengan cara memperbaiki sistem penyuluhan, menambah fasilitas penunjang usaha peternakan di kalangan peternak, mengadakan pelatihan rutin kepada peternak tentang cara-cara beternak yang baik serta meningkatkan akses permodalan. Kata kunci : sapi potong, pengembangan, kebijakan pemerintah, SWOT
PENGARUH KOMBINASI JENIS PUPUK KANDANG DENGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN SERAPAN FOSFOR HIJAUAN ALFALFA (Medicago sativa L) Suci Ananda D. R. Lukiwati E. D. Purbajanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.56

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis pupuk kandang dengan pupuk anorganik terhadap serapan nitrogen dan phospor hijauan alfalfa (Medicago sativa L). Materi yang digunakan adalah benih alfalfa, pupuk SP (36% P2O5) dan BP (27% P2O5) sebagai pupuk anorganik, pupuk kandang sapi dan kambing, pupuk dasar KCl (50% K2O) dan urea (46% N). Pola penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan (T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6, T7 dan T8) dengan jumlah ulangan sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah adar N dan P, menghitung serapan N dan P. Data yang diperoleh diolah dengan analisis ragam, menggunakan bantuan software SPSS versi 16. Apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang dengan pupuk anorganik tidak berpengaruh terhadap serapan N dan P pada pemotongan I. Kombinasi pukan plus B mampu meningkatkan serapan N dan P pada pemotongan II. Kata kunci: alfalfa, serapan N, serapan P, pupuk kandang, pupuk anorganik
EFISIENSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN SEMARANG Ruth Dameria Haloho Siswanto Imam Santoso Sudiyono Marzuki
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.54

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usaha dan karakteristik sosial usaha ternak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sample dilakukan secara acak. Responden yang diteliti sebanyak 80 peternak sapi perah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Semarang sebesar Rp.767.271,-/bulan dengan efisiensi usaha sebesar 1,4 yang berarti peternak memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,4 setiap pengeluaran sebesar Rp 1,00. Jumlah pemilikan ternak sapi perah rata-rata sebesar 4 ST, umur peternak sapi perah rata-rata 27-59 tahun, tingkat pendidikan peternak sebagian besar berpendidikan sekolah dasar sebesar 51,3%, dan tingkat pengalaman beternak rata-rata 7-11 tahun. Pekerjaan peternak sebagian besar (75%) berstatus sebagai petani. Kata kunci : sapi perah, efisiensi usaha, karakteristik sosial, usaha peternakan rakyat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10