cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER" : 6 Documents clear
PENGARUH DOSIS PUPUK SP-36 DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merrill) VARIETAS WILIS. Supandji Supandji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dosis pupuk SP-36 dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai ( Glycine max (L) Merrill ) varietas Wilis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah, di Desa Kayen kidul, Kecamatan Kayen kidul, Kabupaten Kediri,  Propinsi Jawa Timur. Alat  yang digunakan adalah cangkul, sabit, papan nama, ember, plastik, hand sprayer, rol meter, penggaris, timbangan, karung plastik, tugal, dan ajir.  Bahan yang dipakai selama penelitian antara lain: benih kedelai varietas wilis, pupuk Urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, Insektisida dursban 20 EC, Fungisida Dithane  M 45. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial. Dari hasil penelitian pengaruh pemberian dosis pupuk SP-36 dan Jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Tidak terjadi interaksi antara pengaruh pemberian pupuk SP-36 dan jarak tanam perhadap semua parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman kedelai, 2) Perlakuan dosis pupuk berpengaruh  terhadap parameter berat brangkasan basah dan kering, jumlah polong per tanaman , jumlah daun pada umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 3) Jarak tanam berpengaruh hanya pada parameter jumlah daun umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 4) Dosis pupuk SP-36 yang terbaik pada perlakuan 100 kg / ha, sedangkan perlakuan jarak tanam yang terbaik adalah 40 x 15 cm.Kata Kunci: Pupuk, SP-36, Jarak,  Produksi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI KEDELAI NASIONAL Dona Wahyuning Laily
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis perilaku produksi kedelaidomestik, 2. Menganalisis factor-faktor yang berpengaruh terhadapproduksi kedelai nasional. Hal ini berdampak pada penurunan luas areal panen di Jawa sebesar 0,17%, peningkatan luas areal panen di Luar Jawa sebesar 0,20 %, pengurangan produktivitas  kedelai  Jawa  sebesar  17,87%,  peningkatan  produktivitas  kedelai  Luar  Jawa sebesar 39,1%, penurunan impor kedelai sebesar 0,15%, meningkatkan harga kedelai domestik sebesar  o,19%,  meningkatkan  permintaan  kedelai  7,11%  dan  meningkatkan  produksi kedelai nasional   sebesar   0,70%.   (2)   menurunkan   harga   pupuk   sebesar   20% berdampak   dengan meningkatnya luas areal panen kedelai di Jawa sebesar 0,16%, meningkatnya luas areal panen kedelai di Luar Jawa sebesar 0,25%, meningkatkan produktivitas kedelai Jawa sebesar 2,13%, meningkatkan  produktivitas  kedelai  di  Luar  Jawa  sebesar  0,46%,  menurunkan  impor  kedelai sebesar  0,11%,  meningkatnya  harga kedelai  sebesar  0,35%,  meningkatnya  permintaan  kedelai sebesar  42,55%  dan  meningkatkan  produksi  kedelai  nasional  sebesar 0,08%.  (3)  peningkatan teknologi sebesar 10% yang akan berdampak pada meningkatnya luas areal panen kedelai Jawa sebesar  0,03%,  meningkatkan  luas  areal  kedelai  Luar  Jawa  sebesar  0,04%,  meningkatkan produktivitas  kedelai  Jawa  sebesar  4,14%,  meningkatkan  produktivitas  kedelai  Luar  Jawa sebesar   0,91%,   menurunkan   impor   kedelai   sebesar   1,00%,   meningkatkan   harga   kedelai domestik  sebesar  0,17%,  permintaan  kedelai  meningkat  sebesar  0,07%  dan  produksi  kedelai nasional  meningkat  sebesar  1,02%.Kata Kunci : Kedelai Domestik, Produksi, produktivitas
MATA TUNAS, KOMPOSISI MEDIA TANAM PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.560

Abstract

RINGKASANPercobaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui asal mata tunas pada komposisi media tanam yang berbeda terhadap ‘pertumbuhan awal tanaman tebu (Saccharum officinarum L) varietas BZ 148’. penelitian di pekarangan Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri, mulai tanggal 17  Mei 2018 sampai dengan tanggal 05 Agustus 2018. Menggunakan rancangan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan Acak Lengkap (RAL). Faktor Pertama Asal mata tunas, ada 3 level, yaitu: T1 : Mata tunas pucuk  (bibit bagal);  T2 : Mata tunas tengah;  T­­3 : ‘Mata tunas pangkal.  Faktor kedua: komposisi media tanam, terdiri dari:P1: Tanah (1) : Pupuk kandang (1);  P2:  Tanah (1) : Pupuk  kandang’ (2); P3 : Tanah (2) : Pupuk kandang (2)’. Dilakukan pengamatan mulai tanaman ‘umur 39 hari setelah tanam sampai umur 81 hari setelah tanam’ untuk parameter pertumbuhan vegetatif, dengan interval pengamatan 7 hari sekali.Untuk pertumbuhan Parameter yang diamati meliputi: a. Kecepatan tumbuh tunas; b.Tinggi Tanaman; c. Jumlah Daun; d. Diameter batang;  e. Jumlah Anakan; f. ‘Berat Basah Tanaman; g. Berat Kering Tanaman’. Hasil  penelitian disimpulkan:Terjadi interaksi perlakuan ‘asal mata tunas dan komposisi media tanam’  terhadap diameter batang umur 39, 53, 60, 67, 74 dan 81 hari setelah tanam serta tinggi tanaman umur 39, 46, 53 dan 60 hari setelah tanam.Kata Kunci: Mata Tunas, Media Tanam Tebu.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (URIN SAPI) DAN POPULASI PADA KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Edy Kustiani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang dosis urin sapi dan jumlah tanaman yang tepat sehingga didapatkan pertumbuhan serta hasil yang maksimal.  Penelitian dilakukan di rumah kaca (greenhouse) Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Jl. Selomangleng nomor 1 Kota Kediri mulai tanggal 03 sampai dengan 28 Agustus 2017.  Sebagai rancangan lingkungan digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (dua faktor), yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair urin sapi  (D) dan dan faktor kedua kerapatan tanam/pot (C)  Dosis pupuk organik cair urin sapi terdiri dari empat taraf yaitu D1(25cc/pot), D2(50 cc/pot), D3 (75 cc/pot) dan D4(100 cc/pot), sedangkan kerapatan tanam/pot terdiri dari dua taraf yaitu C1(3 tanaman/pot) dan C2(4 tanaman/pot).  Jika  dari hasil analisis ragam menunjukkan perbedaan sangat nyata atau berbeda nyata selanjutnya dilakukan Uji BNT 5%.             Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis ragam dapat disimpulkan bahwa Tidak terjadi interaksi yang nyata Faktor kerapatan tanam/pot (C) diketahui adanya perbedaan yang sangat nyata terhadat tinggi tanaman kangkung darat dengan perlakuan 3 tanaman/pot (C1). Pengamatan luas daun pada umur 11 dan 25 hari setelah tanam dengan kerapatan tanam C1 (tiga tanaman/pot) diperolah luas daun tertinggi, sedangkan jumlah daun terbanyak terjadi pada perlakuan C1 yaitu 8.73 dan 10.28 helai per tanaman.    Pengamatan berat basah dan berat kering tanaman tertinggi dicapai pada perlakuan C1.            Perlakuan dengan pemberian pupuk urin sapi  menunjukkan perbedaan pada tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 18 hari setelah tanam  dengan yanaman tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada perlakuan D4.Perlakuan dosis pupuk urin sapi berpengaruh nyata hanya pada parameter berat basah tanaman.Kata Kunci: Pupuk, Populasi, Kangkung Darat.
ANALISIS PERANAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Studi Kasus Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri) Eko Yuliarsha Sidhi; Samurti Samurti
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.562

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui  peranan program PUAP dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi dengan  cara membandingkan hasil produksi dan pendapatan sebelum dan sesudah  menerima   bantuan modal. Metode dasar penelitian adalah metode survey. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Metode sampling adalah stratified random sampling, Metode analisis  menggunakan  Cas Flow Analisis, Penelitian ini dilaksanakan pada Musim Tanam 2017/2018.Dari Hasil dari penilitian   dapat diketahui bahwa petani yang  mendapatkan bantuan modal melalui program PUAP, produksi dan pendapatannya  meningkat  secara signifikanl, dan selanjutnya berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan   bahwa program PUAP berperanan dalam meningkatkan peroduksi dan pendapatan usahatani padi.Kata kunci: PUAP, Petani.
UJI PENGARUH JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) DI GREEN HOUSE Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.564

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas penting sebagai makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan komoditas ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Upaya intensifikasi pertanian yang terus dikembangkan adalah pemakaian jumlah bibit per lubang tanam.Jumlah bibit mempengaruhi jumlah anakan dan berkaitan dengan populasi tanaman.Kepadatan populasi tanaman padi (Oryza sativa L.) memiliki peran penting dalam menentukan produktivitas tanaman baik secara individu maupun per satuan luas.Jumlah bibit per lubang tanam menjadi penting untuk diteliti berkaitan dengan jumlah anakan produktif yang terbentuk untuk meningkatkan hasil padi (Oryza sativa L.).Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L.).Penelitian menggunakan RAL terhadap 5 perlakuan jumlah bibit dalam satu pot yang diulang 2 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2 bibit per lubang tanam efektif dalam meningkatkan jumlah anakan dan malai yang terbentuk dan produktivitas padi.Perlakuan 15 mampu menghasilkan jumlah malai terbanyak yaitu 15.40 dan diikuti dengan jumlah anakan rata-rata 20.20 anakan per rumpun.Kata Kunci: Populasi Tanaman, Jumlah Bibit, Rumpun Padi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6