cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2018)" : 10 Documents clear
APLIKASI PENGOLAH DATA KEMATIAN ELEKTRONIK UNTUK MENDUKUNG PELAPORAN REKAM MEDIS YANG BERKUALITAS DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS: RSUD AMBARAWA) Nurhayati Nurhayati; Bayu Murti Ganung Purnomosidhi
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.188

Abstract

Unit rekam medis mengolah data kematian rawat inap sebagai dasar laporan kematian pasien rawat inap yang diolah oleh bagian reporting. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa dipilih sebagai tempat studi kasus penelitian ini memiliki kendala saat mengolah data kematian yaitu kesulitan dalam menghasilkan informasi penyebab kematian, indeks kematian dan surat kematian dikarenakan semua proses pencatatan kematian dan rekapitulasi kematian masih dilakukan manual dengan menghimpun informasi dari formulir-formulir rekam medis. Informasi yang dihasilkan tidak selaras sehingga berdampak pada rendahnya kualitas pelaporan rekam medis kematian. Penelitian ini bertujuan menghasilkan aplikasi pengolah data kematian elektronik untuk mendukung rumah sakit menghasilkan pelaporan rekam medis kematian yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan (1) Identifikasi Masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Perancangan, (4) Implementasi dan (5) Pengujian.  Aplikasi pengolah data kematian elektronik dibangun dengan menggunakan visual basic 6.0 dan microsoft access. Penelitian ini menghasilkan aplikasi pengolah data kematian elektronik yang mampu (1) mengolah data kematian pasien rawat inap, (2) laporan data kematian, (3) laporan data pasien masuk, (4) laporan data pasien keluar mati, (5) indeks kematian dan (6) surat penyebab kematian. Aplikasi ini sudah diujicobakan pada unit rekam medis RSUD Ambarawa dan mampu menyelesaikan permasalahan pengolahan data kematian dan mendukung menghasilkan laporan data kematian yang berkualitas.Kata Kunci: rekam medis, data kematian, rl 4a.Abstract The medical record unit processes inpatient death data as the basis of the inpatient reports processed by the reporting department. Ambarawa Regional Hospital was chosen as study case of this research. The problem when processing death data is in yielding information cause of death, death index and death certificate due to all process of recording death and recapitulation of death still done manually by collecting information from medical record form. The resulting information is not aligned with the low quality of medical records of death. This research result is electronic data processing application of death to support the hospital produce quality medical record. Research method used (1) Problem identification, (2) Data collection, (3) Design, (4) Implementation and (5) Testing. Death data processing applications built using visual basic 6.0 and microsoft access. This research resulted in electronic death data processing application capable of (1) processing of death data of inpatients, (2) death data report, (3) patient data entry report, (4) report of patient death out data, (5) death index and (6) a letter of death. This application has been tested on medical record unit of Ambarawa Regional Hospital and able to finish data processing of death data and support result of report of data of death of quality.Keywords: electronic medical record,death data, rl 4a.
PENILAIAN KUALITAS DATA RUTIN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Puguh Ika Listyorini
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.189

Abstract

Berdasarkan laporan Pusdatin (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013), disebutkan bahwa kualitas data kesehatan di Indonesia dapat dikatakan masih rendah. Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan, data yang diolah menjadi informasi memegang peranan penting bagi pemimpin untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan dimasa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan data yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini menilai kualitas data rutin Program Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah operational research. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder. Data sekunder diambil dari laporan data rutin program Program Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue tahun 2016. Laporan data rutin akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR). Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan laporan tiap bulan dan tiap Puskesmas 100% lengkap, ketepatan waktu melapor tiap bulan adalah 81,4% dan tiap Puskesmas adalah 72,6%, nilai akurasi data lebih dari 2SD (kurang baik), konsistensi internal kurang baik, dan angka konsistensi eksternal baik.Kata Kunci: Penilaian, Kualitas Data, Data Rutin, Demam Berdarah Dengue.Abstract Based on Pusdatin report (Ministry of Health Republic of Indonesia, 2013), it is stated that the quality of health data in Indonesia was still low. As input into decision-making process, data that were processed into information played an important role for leaders to make decisions as a basis for future action. A decision that was generated not based on the proper use of data will result in fatal decision making and can not be used to achieve the goal.  This research assesses the quality of routine data of Dengue Hemorrhagic Fever Prevention and Control Program in Surakarta Health Department. The research method used was operational research. Data collected were secondary data. Secondary data were taken from the routine data report of Dengue Hemorrhagic Fever Prevention and Control Program in 2016. Routine data report was processed and analyzed with Self-Assessment Method of Routine Data Quality (PMKDR). The results showed that the completeness of the monthly report and the report of each health center were 100% complete, the punctuality of monthly report was 81.4% and the report of each health center was 72.6%, the accuracy of data was more than 2SD (less good), the internal consistency was less good, and the external consistency was good.Keywords: Assessment, Data Quality, Routine Data, Dengue Hemorrhagic Fever.
PENGARUH SPIRITUAL RELAKSASI TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA MENGHADAPI UJIAN OSCA DI STIKES AISYIYAH SURAKARTA Ika Silvitasari; Hermawati Hermawati
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.191

Abstract

 Latar belakang: Rangkaian ujian akhir semester bagi mahasiswa merupakan stressor yang menyebabkan kecemasan. Ujian akhir semester dapat berupa ujian teori dan ujian prkatek. Ujian praktek merupakan evaluasi untuk mengetahui keterampilan mahasiswa keperawatan sebelum melakukan praktek di lahan praktek. Metode ujian yang digunakan dapat menggunakan metode OSCA (Objective Structured Clinicl Assesment). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi spiritual terhadap kecemasan mahasiswa menghadapi ujian osca di stikes aisyiyah surakarta. Metode : penelitian ini merupakan quasi eksperimental one-group pre post test design, jumlah sampel sebanyak 52 responden yang diambil menggunakan tehnik simple ramdom sample. Analsis data mengguankan Paired Sample Test. Hasil : rata – rata nilai tingkat kecemasan sebelum dan setelah diberikan intervensi spiritual relaksasi mengalami penurunan 40,48 menjadi 34,04, sedangkan p 0,000 < 0,05. Kesimpulan : terdapat pengaruh spiritual relaksasi terhadap kecemasan mahasiswa menghadapi ujian OSCA di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta.Kata kunci :Kecemasan, OSCA, Spiritual relaksasi AbstractBackground: The final semester exam for students is a stressor that causes anxiety. The final exam of the semester can be a theoretical exam and a prestice exam. Practice exam is an evaluation to know the skills of nursing students before doing practice in practice area. The test method used can use OSCA (Objective Structured Clinicl Assesment) method. Purpose: This study aims to determine the effect of spiritual relaxation on students' anxiety facing the osca test in STIKES Aisyiyah Surakarta. Method: This study was a one-group experimental quasi pre post test design, the number of samples of 52 respondents taken using simple ramdom sample technique. The data analyzer uses the Paired Sample Test. Results: the mean values of anxiety levels before and after spiritual relaxation interventions decreased 40.48 to 34.04, whereas p 0,000 <0.05. Conclusion: There is a spiritual influence of relaxation on students 'anxiety facing OSCA examination in STIKES' Aisyiyah Surakarta.Keywords: Anxiety, OSCA, Spiritual relaxation
PENGARUH USIA, STRES, DAN DIET TINGGI KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Dewi Wulandari; Widya Kurnianingsih
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.192

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Data dari studi global menunjukan bahwa terdapat 415 juta penduduk dunia yang menyandang DM. Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang DM dengan jumlah sekitar 10 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, stress,  dan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukoharjo pada bulan Mei – Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk kecamatan Sukoharjo. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale), check list diet tinggi karbohidrat, dan glucosemeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan usia terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor usia akan meningkatkan sebesar 0.831 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.420;1.241). 2) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan stress terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor stress akan meningkatkan sebesar 1.636 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor diet tinggi karbohidrat akan meningkatkan sebesar 0.970 skor GGDS (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Kata Kunci: usia, stress, diet tinggi karbohidrat, glukosa darah   Abstract Diabetes mellitus (DM) is one of the health problems characterized by high blood glucose levels. Data from a global study showed that there were 415 million people in the world who had DM. Indonesia was ranked 7th out of 10 countries with DM with a total of about 10 million people. The purpose of this study was to analyze the effect of age, stress, and high-carbohydrate diet to blood glucose levels. The design of this study was observational analytic with cross sectional approach. The study was conducted in Sukoharjo district in May - June 2017. The population in this study was all residents Sukoharjo district. The sample used was 72 respondents. The sampling technique was done by simple random sampling. The research instrument used was DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale) questionnaires, high carbohydrate check list and glucosemeter. The data obtained were analyzed by multiple linear regression model. The results showed 1) There was a positive and statistically significant effect of age on blood glucose level at the time. Any increase in 1 age score will increase by 0.831 GDS score (p<0.001, 95%CI  0.420;1.241). 2) There was a positive and statistically significant effect of stress on blood sugar levels at the time. Each increase of 1 stress score will increase by 1.636 GDS score (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) There was a positive and statistically significant effect of high carbohydrate diets on blood glucose levels. Any increase of 1 high carbohydrate diet score  will increase by 0.970 GDS score (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Keywords: age, stress, high carbohydrate diet, blood glucose
DAMPAK TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH PUTRI CEMPO SURAKARTA TERHADAP PENYAKIT KULIT PADA MASYARAKAT MOJOSONGO Tri Yuniarti; Titik Anggraeni
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.193

Abstract

Latar Belakang :Sampah mempunyai potensi untuk menimbulkan pencemaran dan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Pencemaran dapat terjadi di udara sebagai akibat dekomposisi sampah, dapat pula mencemari air dan tanah yang disebabkan oleh adanya rembesan leachate(cairan limbah) sehngga menimbulkan berbagai penyakit kulit kulit yang disebabkan beberapa jenis jamur mikroorganisme pathogen yang hidup dan berkembang biak di dalam sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak lama tinggal dekat TPA, jarak TPA dan kontak dengan sampah terhadap gejala penyakit kulit di masyarakat TPA Putri Cempo Mojosongo Jebres Surakarta.Subjek dan Metode : Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 102 responden yang diambil dengan tekhnik accidental sampling. Variabel dependent adalah gejala penyakit kulit berupa gatal. Variabel independent adalah lama tinggal di dekat TPA, jarak rumah dengan TPA dan kontak dengan sampah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik berganda.Hasil : Timbulnyagejala penyakit kulit dipengaruhi oleh lama tinggal antara 3-5 tahun (OR=6,0; 95% CI= 1.97 hingga 18.2;p=0,002), jarak rumah < 1 km dengan TPA (OR= 9.5; 95% CI= 3.1 hingga 28.8) dan tidak dipengaruhi oleh  kontak langsung dengan sampah (OR=0.6; 95% CI= 0.1 sampai 2.9;p=0.605).Kesimpulan : Timbulnyagejala penyakit kulit dipengaruhi oleh lama tinggal antara 3-5 tahun, jarak rumah yang < 1 km dengan TPA dan tidak dipengaruhi oleh  kontak lagsung dengan sampah.Kata Kunci: gejala penyakit kulit, lama tinggal, jarak rumah ABSTRACT Background:  Garbage has the potential to cause pollution and health problems. Pollution can occur in the air as a result of waste decomposition, can also contaminate water and soil caused by leakage (liquid waste) resulting in various skin diseases. The skin disease are caused by several types of pathogenic microorganismthat live and breed in the waste. This study aimed to determine the impact of long residenceadjacent to sanitary landfill, distance to landfill, and skin contact with garbage on skin disease symptoms at Putri Cempo final waste  disposal, Mojosongo, Surakarta.Subjects and Method: This was an analyticobservational study using cross sectional design. This study was conducted in Putri Cempo final waste disposal, Mojosongo, Surakarta, Central Java.A sample of 102 residents living near the Putri Cempo waste disposal were selectedfor this study. The dependent variable was symptoms of skin disease. The independent variables were duration ofresidence near the sanitary landfill, house distance to landfill, and skin contact with garbage. The data were collected by questionnaire and analyzed using multiple logistic regression.  Results: Residence near the sanitary landfill near ≥ 3 years (OR= 6.00; 95% CI= 1.97 to 18.20; p= 0.002) and house distance to landfill <1 km (OR = 9.50; 95% CI= 3.10 to 28.80; p = 0.001)increased the risk of skin disease symptoms. Indirect contact with waste (OR= 0.68; 95% CI= 0.10 to 2.90; p= 0.605) was associated with decreased skin disease symptoms, but it was statistically insignificant. Conclusion: Residence near the sanitary landfill near ≥ 3 years and house distance to landfill <1 km increase the risk of skin disease symptoms.Keywords: skin disease, symptomp, waste disposal, sanitary landfill, residence. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Siti Fadlilah
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.194

Abstract

Latar belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit DM. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012, prevalensi DM di Jawa Tengah mencapai 0,06% di RSUD dr. R Soeprapto Cepu. Berdasarkan laporan Rekam Medik tahun 2012 diperoleh prevalensi DM tiap tahunnya rata-rata mencapai 344 kasus dimana sebanyak 210 (61%) kasus dengan ulkus diabetik. Penyebab terjadinya ulkus kaki diabetik adalah akibat buruknya perfusi jaringan perifer pada pengidap.Buruknya nilai SpO2, usia, dan jenis kelamin meningkatkan resiko ulkus diabetik.Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Moewardi. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasinya adalah pasien DM dari September hingga Desember 2017 di RSUD Dr. Moewardi yang berjumlah 532 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah consecuttive sampling dengan jumlah sampel 95 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pulse oximetry. Analisa data penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil: Mayoritas berusia 46-55 tahun sebanyak 49 responden (75,4%). Sebagian besar laki-laki sebanyak 37 responden (56,9%). Nilai SpO2 minimal 91%, maksimal 100%, modus 98%, mean 97,14%, dan tandard deviation 1,870. Derajat ulkus kaki diabetik minimal 0, maksimal 5, modus 0, median 0,00, dan standard deviation 1,378. p value usia, jenis kelamin, dan SpO2 dengan derajat ulkus kaki adalah 0,207; 0,052; dan 0,006. Kesimpulan:Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat ulkus diabetik. Ada hubungan antara SpO2 dengan derajat ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Moewardi, dengan hubungan linear negatif sempurna.Kata kunci: SpO2, derajat ulkus kaki diabetik, DM AbstractBackground: Diabetic foot ulcer is one of the chronical complications in diabetes mellitus. According to the report from Public Health Service in Central Java Province in 2012, the prevalence of Diabetes Mellitus (DM) reached 0.06% at Dr. R Soeprapto Regional Public Hospital, Cepu. According to the Medical Record of 2012, the prevalence of diabetes mellitus reached 344 cases every year in which there were 210 case (61%) of diabetic ulcers. The cause of diabetic foot ulcer can be attributed to the poor peripheral tissue perfusion on the patients with chronic DM. This leads to the description of the poor SpO2, age, and gender.Objective: To find out the the factorsthat relation to ulcer degree of diabetic foot at Dr. Moewardi Regional Public Hospital. Method: This was a correlational research with a cross sectional design. The population was composed of 532 patients with diabetes mellitus at Dr. Moewardi Regional Public Hospital from September to December 2017. A consecutive sampling technique was used to collect data from as many as 95 respondents. This research used observation sheets and pulse oximetry. As for the analysis, it used a simple linear regression test. Result: The results show that the SpO2 on patients with DM at Dr. Moewardi Regional Public Hospital was 91% for the minimum, 100% for the maximum, the mode of 98%, the mean of 97.14%, and the standard deviation of 1.870. The ulcer degree of diabetic foot was 0 for the minimum, 5 for the maximum, the mode of 0, the median of 0.00, and the standard deviation of 1.378. The p-value between age and ulcer degree of diabetic foot was 0,207.  The p-value between gender and ulcer degree of diabetic foot was 0,052. The p-value between SpO2 and ulcer degree of diabetic foot was 0,006. Conclution: There is no relationship between age and gender to ulcer degree of diabetic foot. There is a correlation between SpO2 and ulcer degree of diabetic foot ad Dr. Moewardi Regional Public Hospital, with perfect negative linear correlations.Key words: SpO2, ulcer degree of diabetic foot, diabetes mellitus 
PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS SADARI DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM DETEKSI DINI CA MAMAE DI KEDUNG REJO DESA SIDODADI MASARAN SRAGEN Anjar Nurrohmah; Dewi Kartikasari
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.195

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia, sedangkan kanker payudara merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita dengan angka kejadian sebanyak 43, 9 %. Metode SADARI merupakan suatu upaya deteksi secara dini kanker payudara oleh seorang wanita secara mandiri. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang atau masyarakat. Berdasarkan wawancara di desa Kedung Rejo diketahui bahwa sebagian sebagian besar ibu belum mengetahui tentang metode SADARI. Tujuan : Penelitian Ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan deteksi dini kanker payudara berbasis SADARI terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya melakukan pemeriksaan kanker payudara secara dini di Kedung Rejo, Sidodadi, Masaran, Sragen. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pre test and post test. Penelitian dilaksanakan di Kedung Rejo, Desa Sidodadi, Kecamatan, Masaran, Sragen dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian leaflet. Instrumen dalam penelitian ini  menggunakan kuesioner. Hasil: Analisis data pengetahuan dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 dan analisis data sikap dengan uji Mc Nemar menunjukkan nilai p-value 0,039 sehingga nilai  p<0,05 sehingga  Ho  ditolak  dan Ha diterima. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang SADARI mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan serta sikap ibu dalam pemeriksaan kanker payudara secara dini.Kata kunci : Pendidikan Kesehatan SADARI, Pengetahuan, Sikap AbstractBackground: Cancer is the leading cause of death in the world, where as breast cancer is one of the most common cancers in women with an incidence rate of 43.9%. Breast self Examination (BSE)  method is one of the early detection of breast cancer can be done by women by themselves. Behavior of one person or society one of them is influenced by knowledge. Based on interviews in Kedung Rejo village it is known that most of the mothers did not know about BSE methods. Purpose: This study aims to determine the effect of Breast self Examination (BSE) of health education toward mother's knowledge and attitude in early detection of breast cancer in Kedung Rejo, Sidodadi, Masaran, Sragen. Method: Quantitative research type with pre experimental design design with one group pre test and post test. The research was conducted in Kedung Rejo Village, Sidodadi, Kecamatan, Masaran, Sragen with 20 respondents. The treatment was health education with lecture and leaflet method. The research instrument used questionnaire. Result: Analysis of knowledge data with Wilcoxon test shows p-value 0.000 and attitude data analysis with Mc Nemar test shows p-value 0,039 so that p value <0,05 then Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion: Health education on breast self-examination has a significant influence on mother's knowledge and attitude in early detection of breast cancer.Keywords: Health Education BSE, Knowledge, Attitude 
TINJAUAN KEGIATAN DONOR DARAH TERHADAP KESEHATAN DI PMI KARANGANYAR, JAWA TENGAH TAHUN 2018 Udi Budi Harsiwi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.196

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Donor darah memiliki beberapa efek samping oleh karena itu masyarakat harus mengetahui manfaat dan syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah. Donor darah memiliki banyak manfaat terhadap tubuh baik itu dampak positif atau negatif yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat akan dampak donor darah terhadap kesehatan dan mengetahui pengaruh donor darah terhadap perubahan tanda-tanda vital pada pendonor darah di PMI Karanganyar.       Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan cara melakukan wawancara kepada sepuluh responden yaitu pendonor darah di PMI Karanganyar. data primer diambil melalui wawancara langsung dengan responden. Waktu penelitian ini adalah tanggal 9 dan 10 Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 responden laki-laki (dewasa) dan 6 responden perempuan (dewasa). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah melakukan kegiatan donor darah responden A, B dan E mengalami pusing, kegemukan dan harus istirahat penuh, responden C dan F tidak mengalami apa-apa (sehat), responden D mengalami pusing, responden G dan H mengalami pusing serta responden I dan J mengalami pusing dan harus istirahat penuh.Kata Kunci : donor darah, dampak donor darah, kesehatanAbstractBlood donation is the process of taking blood from a person voluntarily to be stored in a blood bank for later use in blood transfusions. Blood donors have some side effects therefore people should know the benefits and requirements that must be met before making a blood donor. Blood donors have many benefits to the body whether it is a positive or negative impact that has not been widely known by the community. The purpose of this study is to provide information to the public about the impact of blood donor on health and to know the effect of blood donor on the change of vital signs on blood donors at PMI Karanganyar. This research is a non experimental research by conducting interviews to ten respondents ie blood donors in PMI Karanganyar. primary data is taken through direct interviews with respondents. The time of this study is dated 9 and 10 January 2018. The population in this study were 4 male (adult) and 6 female (adult) respondents. The results of this study showed that after the blood donor activity of respondents A, B and E experienced dizziness, obesity and had to rest full, respondents C and F did not experience anything (healthy), respondents D experienced dizziness, respondents G and H experienced dizziness and respondents I and J experienced dizziness and had to rest full.Keywords: blood donation, blood donor impact, health
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS PENUMPING SURAKARTA Yeni Tri Utami
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.197

Abstract

Salah satu indikator utama untuk memantau kualitas pelayanan adalah terpenuhinya harapan pasien atas pelayanan yang diterimanya. Penilaian kualitas pelayanan oleh pasien dipengaruhi oleh beberapa aspek antara lain faktor demografi pasien. Dari data diketahui bahwa jumlah kunjungan pasien rawat jalan di puskesmas Penumping Surakarta saat ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan sehingga peneliti ingin melakukan penelitian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh karakteristik pasien terhadap penilaian kualitas pelayanan rawat jalan Puskesmas Penumping Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Penumping Surakarta pada bulan Mei-Juli 2017.  Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Puskesmas Penumping Surakarta. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Quota Sampling. Besar sampel adalah 60 subjek penelitian. Variabel independen penelitian ini meliputi karakteristik pasien sedangkan variabel dependen meliputi kualitas pelayanan. Data variabel independen dan dependen dikumpulkan menggunakan instrument kuesionar. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik ganda dengan program IBM SPSS 22. Hasil statistik menunjukan penilaian kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pendidikan pasien (OR = 0.17 ; CI (95%) = 0.04-0.69; p = 0.013), status pekerjaan (OR = 0.19 ; CI (95%) = 0.04-0.81; p = 0.025), dan penilaian kualitas pelayanan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin (p=0.736), umur (p= 0.573) dan pendapatan pasien (p = 0.843). Kesimpulan yang bisa diambil ialah penilaian kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pendidikan pasien dan status pekerjaan, sedangkan jenis kelamin, umur dan pendapatan pasien tidak memengaruhi penilain terhadap kualitas pelayanan rawat jalan di Puskesmas Penumping Surakarta. Keywords: Karakteristik pasien, Rawat jalan, Kualitas pelayanan.       Abstract Background: An indicator of quality health service is the extent of patient expectation fulfilment. Perceived quality of health services may be influenced by various factors such as patient sociodemographic factors. As statistics have shown, the number of patient visits at Penumping Surakarta Community Health Center has been decresing for the last few years. This study aimed to determine the associations between patient characteristics and the quality of  health services at community health center.  Subjects and Method: This was a quantitative study with cross-sectional design. It was conducted at Penumping Community Health Center, Surakarta, Central Java, from May to July 2017. A sample of 60 patients. The independent variables were patient characteristics of the Community Health Centers selected. The dependent variable was quality of health service. The data were collected using a set of questionnaire and  analyzed using multiple logistic regression. Results: Quality of service was negatively associated with patient education (OR = 0.17 ; CI (95%) = 0.04-0.69; p = 0.013), being employed (OR = 0.19 ; CI (95%) = 0.04-0.81; p = 0.025). Quality of service was not associated with Sex (p=0.736), Age (p= 0.573) and Patient income (p = 0.843). Conclusion: Quality of service at Community Health Care is negatively associated with patient education, being employed and Quality of service was not associated with Sex, Age, and Patient income.Keywords: patient characteristic, outpatient, quality of services 
ANALISIS SPASIAL FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DI KABUPATEN BANTUL Febri Lestanto
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.198

Abstract

Pemanfaatan SIG untuk penelitian dalam ranah (Demam Berdarah Dengue) DBD telah banyak digunakan untuk penelitian surveilans, pemetaan, dan epidemiologi. Informasi yang dihasilkan digunakan sebagai alat epidemiologi untuk sistem peringatan dini wabah DBD yang memungkinkan pencegahan, pengendalian nyamuk dan meningkatkan kesiapan petugas kesehatan, fasilitas perawatan kesehatan dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue, menggambarkan peta sebaran kasus DBD, dan analisis spasial terhadap tingkat kerentanan penyakit DBD di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul. Analisis dilakukan dengan teknik pada sistem informasi geografis yang meliputi analisa buffer, analisis scoring/scaling, dan analisis overlay. Tempat studi kasus yang diambil berada di empat wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul (Puskesmas Kasihan 2, Puskesmas Sewon 2, Puskesmas Jetis 1, dan Puskesmas Sedayu 2). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, jarak ke sungai, jarak ke tempat pemungutan sampah sementara, intensitas hujan, keberadaan tanaman bambu, kandang ternak, dan jarak terbang nyamuk dari penderita. Hasil dari penelitian ini adalah terlihatnya tingkat kerentanan DBD pada empat wilayah kerja puskesmas tersebut. Hasil ini membuktikan bahwa jumlah penderita DBD paling besar berada di wilayah kerentanan yang tinggi yang dipengaruhi oleh kedelapan faktor kejadian DBD. Khususnya untuk Puskesmas Kasihan 2, daerah kerentanan tinggi yang ada lebih luas dari kerentanan rendahnya, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang lebih intensif dibandingkan dengan wilayah yang lain.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, analisis spasial, Sistem Informasi Geografis AbstractGIS utilization for DHF (Dengue Hemorrhegic Fever) research has been widely used for surveillance, mapping, and epidemiology research. Information generated from analyzing spatial feature in GIS is used as an epidemiological tool to give early warning service. The information includes DHF outbreaks and prevention, mosquito control and preparedness of health workers in health care facilities and communities. The research studied factors related to the incidence of dengue hemorrhagic fever, and gave map of dengue disease cases in the working area of the Public Health Center in Bantul District. Buffer analysis, scoring / scaling analysis, and overlay analysis. Place of study is in four working areas of Public Health Center in Bantul District (Public Health Center Kasihan 2, Public Health Center Sewon 2, Public Health Center Jetis 1, and Public Health Center Sedayu 2). The variables used in the analysis within the study are population density, settlement density, distance to river, distance to temporary garbage collection, rain intensity, bamboo plants, cattle pens, and mosquito fly distance from patient. The result of the reseach is the map of the victim showed the working area of the four public health center. From the analysis result, we can see that the eight factors really affects the distribution of DBD patient, the highest DHF patients were living in the high vulnerability area. Especially for  Public Health Center Kasihan 2, it has wider high vulnerability area that others, so it requires more intensive management.Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, spatial analysis, Geografic Information System

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue