cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 150 Documents
Peer Reviewers Acknowledgement Instrumentasi, Instrumentasi
Instrumentasi Vol 43, No 1 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i1.197

Abstract

Pengembangan Sistem Kalibrasi Termometer Radiasi 250°C–1.000°C Hidayat Wiriadinata
Instrumentasi Vol 38, No 1 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i1.46

Abstract

Termokopel tipe-R sebagai termometer standar dari sistem kalibrasi termometer radiasi 200°C–1.000°C telah diganti oleh sebuah termometer radiasi spektral yang bekerja pada panjang gelombang 1,57 µm. Dengan menggunakan termometer radiasi sebagai termometer standar, kesalahan kalibrasi karena gradien suhu media kalibrasi bisa dihindari. Sistem kalibrasi pengganti ini memiliki rentang suhu antara 250°C dan 1.000°C dengan ketidakpastian yang lebih baik daripada sistem kalibrasi sebelumnya, yaitu antara 1,1°C dan 1,3°C. Kata kunci: sistem kalibrasi, termokopel tipe-R, termometer radiasi standar, gradien suhu
COMPARISON AND CORRELATION AMONG MEASUREMENT RESULTS OF OBSERVATORY, HELLMAN, AND TIPPING BUCKET SENSORS Tatik Maftukhah; Sensus Wijonarko; Dadang Rustandi
Instrumentasi Vol 40, No 1 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i1.52

Abstract

Rainfall data analysis from three types of sensors installed on Maritime Meteorology Station owned by Indonesian Agency for Meteorology, Climatology and Geophysics (BMKG’s) in Pontianak has been carried out. The three types of sensors were Observatory (OBS), Hellman, and Tipping Bucket (TB). This research used analysis of variance (ANOVA) and correlation tests because although calibrations to the rainfall sensors are performed every year, their measurement results are still different.Comparison results showed that there were no significant differences among them, while correlation tests revealed that there were strong correlations between the measurement results of OBS and Hellman (0.9457), OBS and TB (0.9869), and Hellman and TB (0.9651).
Study on Humidity Inhomogeneity Measurement of a Climatic Chamber Arfan Sindhu Tistomo
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.37

Abstract

Study on a method for humidity inhomogeneity measurement based on temperature inhomogeneity has been done. The method combines AS 2853 and DKD 2009 guidelines. A manufacturer specification of a climatic chamber is used for the reference. A Monte Carlo simulation technique is used to generate random data having rectangular distribution. As a result, the introduced method is able to describe the climatic chamber specification. In addition, sensitivity coefficient of relative humidity to temperature varies from 0.02%RH/°C to 7%RH/°C for temperature of 10°C~100°C with relative humidity of 20%RH~98%RH. The worst humidity inhomogeneity for a climatic chamber can be found at lower limit temperature coupled with upper limit relative humidity.
KARAKTERISASI PENYIMPANGAN NILAI TEGANGAN DC DARI SEBUAH GRUP STANDAR DIODE ZENER Agah Faisal; Mohamad Syahadi; R. Hadi Sardjono
Instrumentasi Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i1.83

Abstract

Karakterisasi penyimpangan nilai tegangan DC dari sebuah grup standar berbasis perangkat zat padat dioda zener telah dilakukan. Pengamatan dilakukan pada nilai rata-rata tegangan DC sebuah grup standar dioda zener yang mengalami penyimpangan terhadap waktu dan dapat dipaskan berdasarkan persamaan garis lurus. Perbandingan dengan metode oposisi yang diterapkan antara masing-masing individu dalam sebuah grup dengan dioda acuan dievaluasi bersama untuk mendapatkan laju penyimpangan beda nilai diantara mereka. Bersama dengan evaluasi terhadap laju penyimpangan dioda zener acuan, laju penyimpangan nilai rata-rata grup dapat ditentukan. Dengan mengetahui laju penyimpangan nilai rata-rata dan nilai awal grup dioda zener, maka nilai grup dioda zener pada waktu ke-t, EGt, dapat ditentukan melalui persamaan garis lurus EGt [V] = -2,57 × 10-8 (t – t0) + 9,9999883. Karakterisasi penyimpangan nilai tegangan DC dari sebuah grup standar berbasis perangkat zat padat dioda zener telah dilakukan. Pengamatan dilakukan pada nilai rata-rata tegangan DC sebuah grup standar dioda zener yang mengalami penyimpangan terhadap waktu dan dapat dipaskan berdasarkan persamaan garis lurus. Perbandingan dengan metode oposisi yang diterapkan antara masing-masing individu dalam sebuah grup dengan dioda acuan dievaluasi bersama untuk mendapatkan laju penyimpangan beda nilai diantara mereka. Bersama dengan evaluasi terhadap laju penyimpangan dioda zener acuan, laju penyimpangan nilai rata-rata grup dapat ditentukan. Dengan mengetahui laju penyimpangan nilai rata-rata dan nilai awal grup dioda zener, maka nilai grup dioda zener pada waktu ke-t, EGt, dapat ditentukan melalui persamaan garis lurus EGt [V] = -2,57 × 10-8 (t – t0) + 9,9999883.
DESIGN OF VERY LOW FREQUENCY VIBRATION EXCITER WITH SINGLE DEGREE OF FREEDOM Habibie, Muhammad Haekal; Zaid, Ghufron; Prawito, Prawito
Instrumentasi Vol 42, No 2 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i2.155

Abstract

System providers artificial vibration is called vibration exciter, is a system used to provide vibration control that produces certain frequencies. Vibration exciter used for testing, measurement and calibration related to the scope of vibration. Vibration exciter on the market has a high price and requires sufficient technical knowledge. Therefore, the objective of the research is to design vibration exciter that is simple and low cost without compromising function. Research carried out by making the mechanical system of the vibration exciter whose main components consist of a vibration table, linear motion guide, connecting rod, pillars and base. In this research also design electronic systems as the actuator movement of the mechanical system that consists of a microcontroller, DC motors, and motor driver. Range of measuring frequency of the vibration exciter are expected to be realized is 0.1 Hz to 1 Hz. Measurement of frequency process is done using accelerometer sensor, signal conditioning and pulse analyzers to obtain vibration spectrum of the vibration exciter. From this research, the result about the range of the vibrating frequency values is between 43.575 milihertz to 425.99 milihertz. Another result from this research related to the value of the measurement uncertainty of vibration exciter is 2.1% to 4.0% of the nominal value of frequency
KARAKTERISASI BLACKBODY CAVITY DARI TEMBAGA UNTUK SISTEM KALIBRASI TERMOMETER TELINGA Iip Ahmad Rifai; Aditya Achmadi; Dwi Larassati; Rahman Sholeh; Melati Azizka Fajria; Arfan Sindhu Tistomo; Suherlan Suherlan; Muhammad Azzumar; Hidayat Wiriadinata; Ghufron Zaid
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.199

Abstract

Di Indonesia, penggunaan termometer telinga sebagai alat ukur suhu tubuh sudah sangat umum di masyarakat menggantikan alat ukur suhu lain terutama termometer merkuri. Hal ini membuat pengembangan sistem kalibrasi termometer telinga dengan keakuratan tinggi merupakan suatu keharusan. Telah dibuat sistem kalibrasi termometer telinga dengan benda hitam sebagai media kalibrasi dan bak air dengan pengaduksebagai sumber panas. Pada tulisan ini, dibahas karakterisasi blackbody cavity dari tembaga untuk sistem kalibrasi termometer telinga dengan melakukan pengukuran keseragaman suhu dan pengukuran kestabilan suhu di dinding bagian dalam blackbody cavity. Dengan nilai pengukuran keseragaman suhu tersebut akan dihitung nilai emisivitas gabungan blackbody cavity tembaga untuk kalibrasi termometer telinga. Hasil pengukuran keseragaman blackbody memiliki nilai keseragaman terbesar 4,6 ºC dan nilai stabilitas 0,004 ºC pada suhu 35,5 ºC - 41,5 ºC. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa emisivitas gabungan pada dasar coneblackbody cavity hingga 0,989 pada saat isotermal dan 0,978 pada saat non-isotermal. Nilai emisivitas ini cukup mendekati nilai Planckian Radiator ideal yang bernilai 1.
MENDETEKSI WAKTU DELAY SUARA MENGGUNAKAN ANALISIS CEPSTRUM Hermawanto, Denny
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.91

Abstract

Gelombang suara akan dipantulkan ketika mengenai permukaan yang keras. Suara hasil pantulan ini akan bersatu dengan suara aslinya sehingga terjadilah yang disebut sebagai efek echo. Makalah ini menjelaskan metode untuk mendeteksi waktu delay dari sebuah sinyal suara dengan echo menggunakan analisis cepstrum. Dengan melihat puncak dari gamnitude pada rahmonics cepstrum, akan didapatkan indeks waktu delay dari sebuah sinyal suara dengan echo. Dari hasil simulasi, didapatkan bahwa analisis cepstrum dapat mendeteksi dengan tepat waktu delay pada suara dengan echo meskipun terdapat noise dengan SNR 24,99 pada suara tersebut.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KALIBRASI STOPWATCH -TIMER DIGITAL 3 DIGIT DI PUSLIT METROLOGI-LIPI MELALUI METODE TOTALIZED Hapiddin, Asep; Boynawan, A. M.; -, Ratnaningsih; Pawestri, Yulita Ika; Agmal, Swivano
Instrumentasi Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i1.124

Abstract

RCM-LIPI capability in the field of stopwatch-timer calibration has improved through totalized method. In this study, we compared the measurement results using the direct comparison method and the totalized method, using the same unit under test (UUT) which is the Casio 401Q21R digital stopwatch with 10-3 resolution and also with the same measuring point. Measurements in both direct and totalized calibration methods were performed with five data retrievals for each measuring point, i.e. 10 s, 20 s, 30 s, 40 s, 50 s and 60 s. The value of the measurement uncertainty has been successfully improved one order of magnitude. As a result, the human reaction time standard deviation, HRTSD: uHRTSD has significant influence to the combined uncertainty. The result of calculation of uHRTSD in calibration system using totalized method is better than calibration system using direct comparison method.
Pengukuran Proses Pengisian dan Pengosongan Baterai untuk Mengetahui Keandalan Tegangan dan Arus Panel Surya Wahono, Daryono Restu
Instrumentasi Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i1.62

Abstract

Keandalan tegangan dan arus panel surya melalui proses pengisian-pengosongan telah dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja panel surya yang akan dipasang di lapangan. Proses pembebanan pada saat pengujian disesuaikan dengan kondisi beban yang harus dipasok oleh panel surya sesuai dengan kebutuhan, yaitu untuk baterai 12 V 90 AH dan untuk Lampu LED 10 W, ini sesuai dengan kebutuhan lapangan yang telah dihitung sebesar 12 V 600 mA. Proses pengisian-pengosongan dilakukan terhadap dua panel surya dengan daya maksimum masing-masing 50 W. Kedua panel surya dihubungkan paralel sehingga daya maksimum menjadi 100 W. Untuk pengisian baterai dibutuhkan arus 3,6 A atau identik dengan daya sekitar 43,2 W. Baterai yang digunakan adalah baterai 12V/90AH. Pengujian dilakukan satu bulan penuh pada Mei 2013 di Kawasan Puspiptek Serpong.

Page 5 of 15 | Total Record : 150