cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 150 Documents
Design of The Digital Sphygmomanometer Using Pressure Sensor Yuwono, Tito; Irawan, Erwin Yan; Kusriyanto, Medilla; Isti’anah, Siti
Instrumentasi Vol 38, No 1 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i1.47

Abstract

Blood pressure measurement is a very important activity. Blood pressure determines the strength of blood flow circulating in the body. If blood pressure is too high or too low, it will cause vital impact and even lead to death. The measuring of blood pressure commonly uses mercury sphygmomanometer. Disadvantages of this instrumention are users should have good hearing and sight, depending on the sensitivity of the stethoscope, and not user-friendly. In this paper, the writers will discuss the design and development of digital blood pressure instrumentation that is user-friendly. Some of the components used in this instrumentation are MPX5050GP pressure sensor, comparator, voice circuit, and LCD circuit. The result of blood pressure measurement is displayed on the LCD and sound. With these features, user can use this instrumentation easily. The performance of this intrument was tested by comparing it with mercury sphygmomanometer. The accuracy of this instumentation is 99.33%. The advantages of this instrumentation are it doesn’t depend on the sensitivity of stethoscope and the level of blood pressure can be viewed and heard directly on the LCD and Speaker. Keywords: Blood pressure; Digital sphygmomanometer; Pressure sensor; user-friendly.
PENGUKURAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DARAH DENGAN METODE NONINVASIF MENGGUNAKAN LASER Qomaruddin, Qomaruddin
Instrumentasi Vol 40, No 1 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i1.49

Abstract

Pengukuran Hb darah umumnya menggunakan metode invasif, namun metode ini memiliki beberapa kekurangan, di antaranya kurang efisien dan kurang ramah bagi pasien yang takut dengan jarum suntik. Banyak penelitian yang telah dilakukan melalui metode dengan perbedaan teknik yang dilakukan. Pulse oximetry, diffuse reflectance spectroscopy, photoplethysmograph, dan digital photography dengan image processing adalah beberapa teknik yang dilakukan untuk mendapatkan kadar Hb dengan metode noninvasif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat ukur kadar Hb menggunakan laser dengan metode noninvasif. Teknik ini mengadopsi hukum Beer-Lambert tentang spectroscopy, laser sebagai sumber cahaya dan photodetector sebagai sensor optis yang menangkap intensitas cahaya melalui sampel darah. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah relawan yang diukur dengan HAMA dan relawan tersebut diukur dengan alat ukur yang telah dibuat. Hasil pengukuran keduanya dijadikan conditional constrain untuk mementukan persamaan matematis sebagai transfer alih antara intensitas cahaya yang ditangkap oleh photodetector dan kadar Hb. Relawan terdiri atas laki-laki dan perempuan dengan rentang umur 20–40 tahun. Alat ukur kadar Hb yang telah dibuat mempunyai tingkat akurasi 91% dan dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
The Evaluation of an Unfavourable Used of Humidifier Air Cooler Supono, Ihsan; Ardiatna, Wuwus
Instrumentasi Vol 43, No 1 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i1.172

Abstract

The humidifier cooler (or commonly known as air cooler) is a common device used by individuals to gain a more comfortable space and widely available in Indonesian market. Regarding either prices or power consumption, this device is an intermediate choice among household appliances with similar purpose, such as air fan and refrigerator-based air conditioner (AC). However due to the device working mechanism, there could be a possibility transfer of evaporated liquid from cold water flow to the output air flow that probably makes an increase of the relative humidity of the room space. This phenomenon raises a concern because the rise of the relative humidity during an attempt to reduce air temperature is undesirable due to the thermal comfort principle. Through simulations, it can be evaluated that room temperature could be kept at 26,4°C and 28,1°C for a normal and an unfavourable condition, respectively. However, there is an increase of room humidity by 38,1% which is significant enough to shift room condition toward an unhealthy state.
The Characteristics of Digital Temperature Sensor Ds18b20: Temperature Rise and Temperature Target Utomo, Bayu; Firdaus, Himma
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.38

Abstract

A regulator testing facility of LPG steel tubes has just been developed. The development is performed for chamber using regarding standardization of temperature test in order to comply with the requirement of SNI (Standar Nasional Indonesia - Indonesian National Standard) for regulators of LPG steel tubes. The development is performed by replacing older chamber with a smaller and more efficient one. One of the important instruments that have been developed is a temperature monitoring device inside the chamber. The developed temperature monitoring device consists of DS18B20 sensor and ATmega328 series microcontroller. The purpose of this paper is to show the result of characterization of temperature monitoring system. The characterization is conducted by measuring the system in various temperature as follows: -10°C, 0°C, 20°C, 40°C, and 60°C. The result shows that there is a considerable difference in temperature rise on DS18B20 compared to on thermocouple at temperature set of 0°C at which thermocouple has better error pattern related to the reference temperature. Temperature set of 20°C becomes base characteristic for both temperature rise and temperature target. Compared to its reference temperature, the time period of temperature rise for thermocouple has better performance than that of DS18B20 at temperature under 20°C. However, DS18B20 provides a better deviation than thermocouple for temperature test requirement as stated in temperature test method for SNI gas regulator. Keywords: DS18B20, temperature rise, deviation, ATmega328, characterization. a
EVALUASI KESALAHAN PEMBACAAN PARAMETER UKUR RASIO DARI JEMBATAN KOMPARATOR ARUS SEARAH DI RENTANG 0,1 SAMPAI DENGAN 10 Khairiyati, Lukluk; Wigajatri, Retno; Faisal, Agah
Instrumentasi Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i1.143

Abstract

Evaluasi kesalahan pembacaan dari parameter ukur rasio suatu jembatan komparator arus searah (Jembaran DCC) telah dilakukan. Hal tersebut diperlukan untuk menjamin kebenaran dari pelaksanaan kalibrasi resistor standar. Kesalahan pembacaan parameter ukur rasio Jembatan DCC tipe Guildline 6675A diukur menggunakan metode generik dan metode basis interkoneksi resistor yang dikembangkan. Pengukuran ini mencakup parameter ukur rasio pada rentang 0,1:1 sampai dengan 10:1. Berdasarkan kedua metode ini, diperoleh hasil evaluasi kesalahan pembacaan dari parameter ukur rasio dengan menggunakan metode generik diperoleh ketidaklinearan adalah sebesar (0,14 ± 1,68) ppm, sedangkan dengan menggunakan metode basis interkoneksi resistansi diperoleh ketidaklinearan adalah sebesar (0,99 ± 1,78) ppm.Kata Kunci: Jembatan DCC, kesalahan pembacaan, parameter ukur rasio, resistor.
PENINGKATAN AKURASI PADA KALIBRASI STOPWATCH/TIMER MENGGUNAKAN SISTEM OTOMASI ROBOT DAN KAMERA Perangin-Angin, Windi Kurnia; Agmal, Swivano; Azzumar, Muhammad; Boynawan, Mohamad; Ratnaningsih, Ratnaningsih; Hapiddin, Asep; Pawestri, Yulita Ika
Instrumentasi Vol 42, No 2 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i2.167

Abstract

Kalibrasi stopwatch/timer secara manual bergantung pada respon operator sehingga dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam proses kalibrasi. Hal ini disebut sebagai human reaction time. Sekitar 75% dari ketidakpastian pengukuran disumbangkan oleh human reaction time bias dan human reaction time standard deviation. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi untuk otomasi sistem kalibrasi stopwatch/timer sehingga menghilangkan faktor human reaction time tersebut. Telah dibangun sistem otomasi kalibrasi stopwatch/time menggunakan alat rakitan berupa lengan robot dan mobil robot mini untuk menekan tombol stopwatch/timer dan standar acuan universal counter. Kamera secara otomastis merekam hasil pengukuran waktu dari universal counter dan stopwatch/timer. Data pengukuran berupa gambar diolah menggunakan teknik image processing untuk menghasilkan angka.Sistem otomasi telah menghilangkan faktor human reaction time dan meningkatkan akurasi pada kalibrasi stopwatch/timer.
PENGGUNAAN TERMOKOPEL DALAM KALIBRASI CLIMATIC CHAMBER Tistomo, Arfan Sindhu; Fajria, Melati Azizka; Soleh, Rachman; Larasati, Dwi
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.183

Abstract

Penggunaan climatic chamber  sebagai media kalibrasi untuk proses kalibrasi termohigrometer banyak digunakan oleh laboratorium kalibrasi di Indonesia. Kalibrasi climatic chamber dapat mengacu kepada dokumen acuan DKD-R 5-7 yaitu menggunakan 9 sensor suhu berupa Resistance Thermometer Devices (RTD) dan 1 sensor kelembapan berupa chilled mirror hygrometer. Makalah ini memaparkan kalibrasi cilimatic chamber berdasar acuan tersebut dengan mengganti sensor suhu dan kelembapan.Sensor suhu yang digunakan berupa termokopel tipe T dan sensor kelembapan berupa probe termohigrometer.Pemilihan termokopel sebagai sensor suhu mengacu pada kondisi di lapangan dimana termokopel masih banyak digunakan oleh laboratorium kalibrasi dalam pengukuran suhu.Titik uji metode dilakukan pada kelembapan relatif 90 %rh pada 25 °C dengan luas daerah kerja lebih kecil daripada volume totalnya yaitu sebesar 0,25 m × 0,24 m × 0,4 m. Sebagai hasilnya, nilai inhomogenitas dan stabilitasnyaadalah sebesar 0,95 %rh dan 0,35 %rh. Nilai tersebut masih berada di dalam spesifikasi pabrik yaitu sebesar3,0%rh dan 2,5 %rh.
IDENTIFIKASI PARAMETER UNTUK PEMODELAN BATERAI LITHIUM DENGAN MENGGUNAKAN PENGUJIAN HYBRID PULSE POWER CHARACTERIZATION (HPPC) Yuwon, Rietje Y.; Arianto, Sigit
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.92

Abstract

Pada penelitian ini, pengujian HPPC digunakan untuk menentukan parameter-parameter dari model lithium baterai LiFePO4. Pengujian HPPC adalah salah satu dari prosedur-prosedur pengujian baterai yang dihasilkan dari kerja sama antara pembuat mobil utama di Amerika, yaitu DaimlerChrysler, General Motors Corporation, dan Ford Motor Company, dan pemerintah federal Amerika. Prosedur pengujian ini cukup menyeluruh sehingga prosedur ini dapat digunakan oleh semua skala baterai dalam skala sel, modul, atau pack. Pengujian HPPC adalah pengujian yang cukup sentral karena pengujian ini menentukan beberapa hasil sekaligus, seperti pulse discharge power, peak regenerative pulse power, internal resistance, dan lumped parameters dari baterai. Model rangkaian listrik ekuivalen thevenin orde kedua yang disebut juga model double polarization (DP) digunakan dalam penelitian ini untuk membuat model lithium baterai. Pengujian HPPC dimanfaatkan untuk menentukan lumped parameters dari baterai lithium. Hasil simulasi dari model ini dibandingkan dengan hasil eksperimen. Error terbesar yang dihasilkan adalah sebesar 125 mV. Error ini cukup kecil sehingga model yang dihasilkan mempunyai dinamika yang mendekati baterai yang sesungguhnya.
PETA KEKUATAN PENGUKURAN BERSKALA NANO DI INDONESIA Darmayanti, Nur Tjahyo Eka; Rahman, Ardi; Nugraha, Asep Ridwan
Instrumentasi Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i1.101

Abstract

Perkembangan nanoteknologi di dunia terus bergerak maju. Di Indonesia, perkembangan nanoteknologi berjalan lambat dan aplikasinya belum sebanyak negara-negara maju. Aplikasi nanoteknologi baru difokuskan pada pertanian, bahan maju, farmasi dan energi. Tak pelak lagi untuk mendorong nanoteknologi agar berkembang pesat adalah dibutuhkannya penerapan ilmu pengukuran pada skala nano yaitu dengan nanometrologi. Nanometrologi berperan dalam penjaminan keabsahan hasil pengukuran melalui suatu ketertelusuran pengukuran. Nanometrologi dapat diterapkan dengan baik apabila kebutuhan nasional terhadap ketertelusuran pengukuran berskala nano dapat diketahui dan dipetakan. Makalah ini membahas pemetaan potensi dan kebutuhan ketertelusuran pengukuran berskala nano di Indonesia. Selain itu, makalah ini juga mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang timbul ketika nanometrologi diterapkan. Data diperoleh melalui survey dengan menyebarkan kuisioner ke berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi yang telah diketahui memiliki alat-alat ukur objek berskala nano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan terbesar terhadap ketertelusuran pengukuran adalah untuk alat ukur Scanning Electron Microscope (SEM) dan Brunauer, Emmett and Teller (BET) dengan persentase 19%. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan nanometrologi dapat diterapkan secara baik dan dapat turut mempercepat perkembangan nanoteknologi serta mampu menyelesaikan permasalahan ketertelusuran di Indonesia. 
SISTEM PENGUKURAN VOLUME CAIRAN MENGGUNAKAN SENSOR KAPASITIF: STUDI KASUS PADA INDUSTRI MINUMAN SUSU Eka, Nur Tjahyo; Sirenden, Bernadus; Putri, Rievanda; Cholil, Fahmi Munawar; Qiyaman, Diina
Instrumentasi Vol 43, No 2 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i2.165

Abstract

Dalam proses produksi industri minuman saat ini, dibutuhkan pengukuran cairan aliran yang akurat dan otomatis. Alat ukur cairan dibutuhkan untuk menjamin mutu, menjaga kontinuitas dan stabilitas aliran minuman segar. Tidak terkecuali dalam industri minuman susu dan yogurt. Penelitian mengenai sistem pengukuran volume cairan telah berhasil dirancang dan dikarakterisasi oleh Laboratorium Aliran - BSN menggunakan sensor kapasitif berbasis mikrokontroler. Pengukuran dilakukan menggunakan dua pita tembaga yang diberi jarak tertentu pada posisi vertikal dan horizontal di dalam sebuah wadah. Metode gravimetrik digunakan untuk mengukur volume cairan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa perubahan nilai konstanta dielektrik dan luas penampang sangat memengaruhi nilai kapasitansi. Variasi jarak antara pita tembaga sebagai variabel yang memengaruhi nilai persamaan linear pada sistem pengukuran kapasitif. Penggunaan sensor kapasitif pada sistem pengukuran volume cairan memiliki beberapa keuntungan dalam industri minuman susu dan yogurt karena biaya yang dibutuhkan minim, teknologi yang sederhana, konsumsi listrik yang rendah dan memiliki stabilitas yang baik.

Page 7 of 15 | Total Record : 150