cover
Contact Name
Paikun
Contact Email
paikun@nusaputra.ac.id
Phone
+6285624679888
Journal Mail Official
teslink@nusaputra.ac.id
Editorial Address
Jl. Cempaka 1 No. 5 Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teslink : Teknik Sipil dan Lingkungan
Published by Universitas Nusa Putra
ISSN : 27154831     EISSN : 27156141     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini, yaitu Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Indonesia, singkatnya, TESLINK didirikan pada tahun 2019 dan dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Putra. Jurnal ini dirancang untuk mengembangkanluaskan makalah akademis dan berkualitas yang disetujui untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknik sipil dan lingkungan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan. Jurnal ini memuat semua informasi tentang teknik sipil dan lingkungan, seperti struktur, transportasi, teknik sumber daya udara , geomatika, dan lingkungan. Jurnal menerima makalah asli dari berbagai kontributor,seperti akademisi, ilmuwan, ilmuwan, peneliti dan mahasiswa dari seluruh dunia. Makalah yang akan dikirim dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan hanya abstrak dalam bahasa Inggris. The makalah disampaikan akan ditinjau Oleh setidaknya doa pengulas Tbk. Penulis yang akan mengirimkan makalah untuk download yang disediakan templat yang tersedia dan di sana
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023): March 2023" : 10 Documents clear
Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Berdasarkan Variasi Guna Lahan (Studi Kasus : Jalan AH Nasution Kota Metro) Putri Ma'rifah Dewi Dewi; Leo Bambang Budi Prasetyo; Henry Armijaya
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.156

Abstract

Pada ruas Jalan AH Nasution adalah kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan perdagangan, perkantoran, ruang terbuka hijau, pemerintahan, perkantoran, dan sekolah. Dengan adanya jalur lalulintas yang cukup padat ini perlu dilakukan pemantauan kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisa tingkat kebisingan berdasarkan karakteristik tata guna lahan untuk Kawasan perkantoran, perdagangan, ruang terbuka hijau, pemerintah dan sekolah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tingkat kebisingan kawasan ruang terbuka hijau Leqday = 61,32 dB, kawasn perkantoran Leqday = 67,34 dB, kawasan pemerintahan Leqday = 66,52 dB, kawasan perdagangan Leqday = 67,20 dB dan lingkungan sekolah Leqday = 62,31 dB. Dimana pada kawasan ruang terbuka hijau, perkantoran dan lingkungan sekolah telah melebihi baku mutu kebisingan dan pada kawasan perdagangan serta kawasan pemerintahan belum melebihi baku mutu kebisingan berdasarkan KepMen LH No. 48 Tahun 1996. Hasil prediksi tingkat kebisingan menggunakan metode CoRTN pada setiap kawasan berkisar 0,19 – 7,2 dimana hal ini berarti nilai prediksi kebisingan menggunakan model CoRTN hasilnya valid. Korelasi volume kendaraan dan kecepatan kendaraan pada kawasan ruang terbuka hijau berpengaruh cukup signifikan terhadap tingkat kebisingan yang dihasilkan. Persamaan regresinya adalah y = 0,0158 + 0,4906 + 36,7983 dan nilai R2 = 0,4678 (korelasi sedang).
Pemodelan Pemodelan Greenship Rating Tools Homes Versi 1.0 Dengan Bahasa Pemrograman Hypertext Preprocessor Rifaih
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.158

Abstract

Pada tanggal 18 Januari 2022 adalah hari bersejarah dengan di sahkannya RUU oleh DPR RI dan Pemerintah tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang akan meggantikan Jakarta. IKN baru diharapkan dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memaksimalkan potensi sumber daya daerah. Konsep Ibu Kota Negara baru ialah sebagai kota yang smart, green, beautiful, sustainable, dan berwawasan lingkungan. Di Indonesia, konsep bangunan hijau telah diterapkan secara luas pada tahap perencanaan, tetapi biaya mahal menjadi penghambat untuk menilai konsep tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan membuat pemodelan greenship rating tools versi 1.0 untuk rumah tinggal yang dirancang menjadi suatu sistem teknologi informasi dengan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor. Hasil pemodelan ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk memahami dan merancang poin-poin penilaian kelayakan bangunan hijau pada rumah tinggal di IKN maupun kota lainnya di Indonesia.
Analisis Struktur Rangka Batang Bentang Lebar pada Bangunan Bambu Hady Riyandy; Ilham; Siswanti Zuraida
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.159

Abstract

Material konstruksi yang diperlukan pada saat proses pembangunan sebagian besar tergolong sumber daya alam tidak terbarukan (non-renewable), seperti semen, pasir, batu, dan besi. Semua bahan baku material tersebut tersedia di alam tetapi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu penggunaan sumber daya alam harus diimbangi agar tidak menimbulkan kerusakan alam. Salah satunya yaitu dengan menggunakan bambu sebagai material alternatif yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini akan dibahas perencanaan struktur bangunan bentang lebar. Bangunan ini memiliki bentang terlebar yaitu 20 meter dengan bambu sebagai material utama pada bangunan ini. Pemodelan struktur menggunakan SAP2000. Data yang digunakan untuk pemodelan diperoleh dari data sekunder yang terdapat pada penelitian terkait sebelumnya. Dikarenakan bambu belum ada standar khusus terkait perhitungan ketahanan struktur maka digunakan pendekatan perhitungan struktur kayu berdasarkan SNI 7973:2013 tentang spesifikasi desain untuk konstruksi kayu. Dengan menggunakan metode Load And Resistance Factor Design (LRFD) maka diperoleh dimensi penampang bambu yang mampu menahan beban yang bekerja berdasarkan SNI 1727-2013 dan SNI 1726-2019 sebagai berikut, kolom eksterior (diameter 100 mm); Kolom interior (diameter 100 mm x 9 batang bambu); Balok eksterior (diameter 100 mm); Balok interior (diameter 100 mm x 2 batang bambu); Struktur lengkung (diameter 70 mm x 7 batang bambu); Jari-jari struktur lengkung (diameter 70 mm x 4 batang bambu). Pendekatan perhitungan struktur kayu dapat diimplementasikan ke dalam struktur bambu, namun terdapat beberapa perbedaan yang harus disesuaikan jika menggunakan pendekatan kayu untuk perhitungan bambu seperti perbedaan bentuk penampang kayu dan bambu yang akan mempengaruhi luas penampang, statis momen dan momen inersia yang terjadi pada penampang.
Analisis Uji Kuat Beton dengan Menggunakan Limbah Styrofoam sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Danang Purwanto; Dio Damas Permadi; Utamy Sukmayu Saputri
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.220

Abstract

Styrofoam atau disebut juga gabus putih biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk melengkapi barang elektronik, wadah makanan dan lain-lain. Penggunaan styrofoam memperhatikan lingkungan, hal ini dikarenakan limbah busa styrofoam sulit terurai secara alami. Dalam penelitian ini, styrofoam digunakan sebagai campuran beton untuk menghasilkan beton berkualitas tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan di laboratorium SMK Negeri 1 Sukabumi yaitu dengan melakukan pemeriksaan fisik beton uji yang menggunakan bahan tambahan limbah styrofoam sebanyak 24 benda uji (0%, 0,1 %, 0,5%, 1% ). Tujuannya adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan beton normal dan beton dengan styrofoam sebagai pengganti agregat halus. Dari hasil penelitian diketahui bahwa beton dengan campuran styrofoam mengalami penurunan tekanan tekan beton dibawah kuat tekan beton yang direncanakan. Dari hasil data rata-rata kuat tekan beton pada umur 28 hari menunjukan bahwa BN dengan nilai f’c sebesar 30,180 MPa mengalami kenaikan rata-rata kuat tekan beton dari beton rencana yaitu 30 Mpa, dan mengalami penurunan nilai rata-rata kuat tekan beton pada B.SF 0,1%, B.SF 0,5% dan B.SF 1% dengan nilai 28,860 MPa, 26,785 MPa dan 24,144 MPa.
Kajian Efektivitas Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Tahajudin
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.222

Abstract

Penilaian kinerja sistem irigasi bertujuan untuk mengetahui tingkat konsdisi dan fungsi sistem irigasi sebagai bagian dari kegiatan oeprasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang sudah terbangun. Seiring berjalannya waktu jaringan irigasi ini mengalami penurunan kondisi dan fungsi. Dengan mengetahui nilai kinerja selanjutnya dapat disusun program penanganan berdasarkan prioritas kerusakannya. Pelaksanaan penilaian kinerja sistem irigasi membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit sehubungan dengan banyaknya daerah irigasi (DI) lebih dari 48 ribu yang harus ditangani guna menghindari kerusakan yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan berdasarkan studi kasus penilaian kinerja pada DI Paguyaman di Provinsi Gorontalo dengan luas areal 6.880 ha meliputi panjang saluran 106 km dan jumlah bangunan 794 buah. Penggunaan waktu dan tenaga dalam melakukan penilaian kinerja mengacu kepada pelaksanaan kegiatan yang meliputi: 1) inventarisasi kondisi, 2) identifikasi permasalahan, 3) evaluasi komponen penilaian, 4) analisa data, dan 5) penilaian kinerja sistem irigasi. Rencana penggunaan aplikasi penilaian kinerja sistem irigasi berbasis sistem informasi geografi yang diusulkan dapat mereduksi penggunaan waktu dan tenaga hingga 40-50% yang dilengkapi dengan melakukan alih pengetahuan terhadap petugas.
Analisis Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Media Perkembangbiakan Maggot Lisa Channi Sari; Guntar Marolop Saragih; Hadrah
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.223

Abstract

Pada ruas Jalan AH Nasution adalah kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan Sampah organik sebagai media perkembang biakan maggot untuk dapat menjadikan hasil kompos yang maksimal. Kualitas dan kuantitas media berkembangbiakan larva lalat sangat mempengaruhi kandungan nutrien tubuh serta keberlangsungan hidup larva pada tahap metamorfosis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan model rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 1 perlakuan. Perlakuan yang diberikan dengan menggunakan sampah organik yang telah dipilih. Analisis data pada penelitian ini berupa tabel hasil analisis labotarorium karakteristik kompos yaitu pH, C-Organik, N-Total dan Rasio C/N serta berat maggot. Hasil Laboratorium Uji Tanah terlihat pada pH dengan media nasi, buah dan sayur mengalami perbedaan pH dengan nilai 5,15, 5,5, 5,95 dan 6,4 (bersifat asam) terlihat berbeda dengan pH awal, padapengujian ini nilai pH menunjukan media yang digunakan cukup baik untuk proses pengomposan. Pada tabel 4.2 pun memperlihatkan perbedaan nilai pada saat pengujian, terlihat dari ke 4 variasi tersebut pada C-Organik menghasilkan nilai paling tinggi pada media sampah sayur dan buah yaitu mencapai 13,05 %, namun belum memenuhi standar baku mutu nilai C-Organik yang baik untuk pengomposan. Pada N-Total nilai tertinggi pada variasi ke 4 dengan nilai 26,3 dengan standar baku mutu N-Total 30% sehingga dari ke 4 variasi media tidak melebihi standar baku mutu N-Total yang akan mempengaruhi bobot maggot , berbeda dengan C/N yang memiliki nilai yang tertinggi ialah variasi ke 4 dengan nilai 20, dengan standar baku mutu nilai terbaik Rasio C/N pada proses pengomposan ialah 25- 40%, dan dapat disimpulkan bahwa nilai Rasio C/N belum memenuhi standar baku mutu Rasio C/N sehingga mempengaruhi perkembangbiakan maggot dengan rentang waktu 20 hari.
Pengaruh Penempatan Dinding Geser pada Pembangunan Gedung Laboratorium Bertingkat 5 Riska Widianingsih; Suhendra; Wari Dony
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.224

Abstract

Kegagalan lateral yang terjadi pada bangunan antara lain diakibatkan adanya perpindahan lateral yang besar sehingga struktur menjadi tidak stabil. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengaplikasikan dinding geser pada bangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan dinding geser pada gedung laboratorium bertingkat akibat gaya lateral. Penelitian ini berupa studi literatur dengan data sekunder yang didapatkan dari berbagai artikel ilmiah, buku maupun SNI terbaru. Aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ETABS 2018. Struktur yang diteliti adalah bangunan gedung laboratorium tanpa dinding geser dan empat model penempatan dinding geser pada bangunan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pada struktur gedung laboratorium terdapat ketidakberaturan horizontal tipe 1a, 1b, 2 dan ketidakberaturan vertikal tipe 2. Perpindahan dan simpangan antar lantai hanya pada model 1 yang tidak melampaui batas drift. Faktor skala untuk semua model telah memenuhi ketentuan dalam SNI 1726:2019 pasal 7.9.1.4.1 yaitu sebesar 100%. Modal Participation Mass Ratio pada setiap model telah memenuhi syarat minimum yang terdapat pada SNI 1726:2019 sebesar 90%. Waktu getar struktur arah Y untuk semua model melampaui batas T. max dan pada arah X hanya model 2 yang melampaui batas Tmax. Penggunaan serta penempatan dinding geser yang tepat pada suatu struktur gedung akan menambah kekakuan pada gedung tersebut dan meningkatkan kinerjanya
Analisa Perbandingan Anggaran Biaya Dengan Menggunakan Metode BOW, SNI, dan AHSP Edi Mawardi; Isdaryanto Iskandar; Hadi Sutanto; Mohd Sofiyan Sulaiman; Muhammad Hidayat
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.225

Abstract

Bangunan sekolah sebagai faslitas umum yang merupakan sarana pendidikan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Pembangunan SD Negeri 1 Alue Bilie di bangun pada tahun 2020, Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan salah satu proses utama dalam suatu proyek kontruksi. Karena merupakan dasar untuk membuat penawaran sistem pembiayaan dan kerangka estimasi yang akan dikeluarkan. Untuk merencanakan suatu anggaran proyek, estimator harus mempunyai pedoman metode yang ekonomis dan jelas berlaku di Indonesia yaitu BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI (Standar Nasional Indonesia) dan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan). Konsultan umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa BOW, SNI maupun AHSP. Rumusan masalahan pada penelitian adalah untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan praktis untuk menjadi acuan para estimator merencenakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Berdasarkan analisa kembali pembangunan SD Negeri 1 Alue Bilie dengan menggunakan 3 metode BOW, SNI dan AHSP diperoleh hasil metode SNI 2011 sebesar Rp. 4.057.019.000,- lalu metode AHSP 2019 sebesar Rp. 4.494.974.000,- dan yang paling mahal metode BOW 2009 sebesar Rp. 4.643.122.000,-. Sedangkan selisih metode AHSP dengan BOW sebesar 3,30 % sedangkan analisa SNI dengan AHSP selisih 10,79 %. Berdasarkan analisa metode SNI yang paling ekonomis untuk digunakan dalam menghitung Anggaran Biaya.
Pemanfaatan FMEA sebagai Instrumen Identifikasi Potensi Bahaya pada Pekerjaan Galian Timbunan (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo) Lutfi Andriawan Putra; Fitri Nugraheni
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.226

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu aspek yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Pada penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.1 dengan objek pekerjaan galian dan timbunan. Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi memiliki banyak rangkaian pekerjaan dengan melibatkan banyak sumber daya, sehingga banyak risiko yang dapat terjadi. Sebagai upaya pengendalian risiko, Root Cause Analysis menggunakan FMEA dapat mengetahui potensi bahaya berdasarkan kegagalan (failure mode) yang ada sehingga nantinya dapat dilakukan pengendalian. Setiap pekerjaan diuraikan berdasarkan prinsip Work Breakdown Structure, selanjutnya FMEA digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan (failure mode) dan menganalisis dampak atau potensi bahaya. Pada pekerjaan galian, angkut material, dan pekerjaan timbunan Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.1 dengan 9 uraian pekerjaan diketahui memiliki 20 kegagalan (failure mode) dengan 24 potensi bahaya.
Penjadwalan Waktu dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek Perumahan Serpong Garden – Tangerang Taufik Rido; Utamy Sukmayu Saputri; Muhammad Hidayat; Dio Damas Permadi; Danang Purwanto
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.227

Abstract

Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah dengan manage sebelum pelaksanaan dengan melakukan perhitungan rencana anggaran biaya proyek guna meminimalisir overload biaya sebelum proyek dilaksanaakan. untuk merencanakan anggaran biaya, waktu dan sumber daya manusia yang baik diperlukan ketelitian, secara umum proyek akan mendapatkan keuntungan apabila jadwal dapat dibuat secara optimal. Dan waktu optimal yaitu jadwal yang disusun sebagai waktu yang terpendek yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan tugas dengan biaya yang terkecil. Faktor yang mempengaruhi antara lain; waktu penyelesaian, pemerataan sumber daya dan bentuk kurva – S, yang diinginkan berkaitan dengan efisiensi waktu pelaksanaan pembangunan rumah tersebut. Dari hasil perhitungan tersebut penulis mendapatkan hasil total rupiah keseluruhan pembangunan rumah type 30 sebanyak 10 unit yaitu Rp 685.357.245,00, terhitung durasi pekerjaan selama 5 bulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10