cover
Contact Name
Aen Fariah
Contact Email
aenfariah1995@gmail.com
Phone
+6282214018102
Journal Mail Official
healthsains@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Sains
ISSN : 27236927     EISSN : 27234339     DOI : http://doi.org/10.36418
Core Subject : Health,
Jurnal Health Sains adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh Ridwan Institute. Jurnal Health Sains akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu kesehatan. Artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian, studi atau studi ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku-buku ilmiah.
Articles 764 Documents
Pengaruh Clapping, Vibrasi, Suction Terhadap Tidal Volume Pasien Yang Menggunakan Ventilator Di Icu Rsud Kabupaten Tangerang Dwi Ariyani; Ria Setia Sari; Febi Ratna sari
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i5.58

Abstract

Fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindakan keperawatan yang terdiri dari clapping (perkusi), vibrasi nafas dalam dan batuk yang efektif di gunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit pernafasan restriktif, kelainan muskuler, penyakit paru obstruktif menahun dan pasien yang menggunakan ventilasi mekanik dalam jangka waktu panjang di karenakan parenkim paru mengalami fibrasi. Fisioterapi dada di gunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit paru seperti obstruktif menahun, kelaian muscular atau restriktif yang memiliki tujuan membuang sekresi bronchial meningkatkan efisiensi otot – otot pernafasan serta memperbaiki ventilasi. penggunaan ventilator meningkatkan terjadinya HAIs sebanyak 6-21 kali dengan tingkat kematian akibat VAP adalah 24- 70%.Hal ini menyebabkan rata–rata waktu perawatan di icu meningkat menjadi 9,6 hari,serta biaya pengobatan setiap pasien denganVAP bertambah sebanyak US$ 40000. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian tindakan clapping, vibrasi dan suction terhadap tidal volume pada pasien yang menggunakan dengan metode quasi eksperimen dengan rancangan populasi dalam penelitian ini adalah pasien ICU RSUD Kabupaten Tangerang yang menggunakan ventilator sebanyak 36 orang pasien periode 1 Juli sampai dengan 7 Agustus 2020, data di peroleh dengan cara melakukan pengukuran volume tidal sebelum dan sesudah di lakukan tindakan clapping,vibrasi dan suction, instumen yang di gunakan adalah lembar observasi pada pasien yang menggunakan ventilator. Uji yang di gunakan dalam penelitian ini adalah T dependent untuk melihat adanya pengaruh clapping,vibrasi dan suction terhadap tidal volume dengan signifikan ( p < 0,05 ). Saran penelitian ini adalah di harapkan kepada pihak rumah sakit khususnya petugas kesehatan lebih khususnya pada pasien yang sedang di rawat menggunakan ventilator.
Hubungan Paparan Kosmetik dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Nandaria Ulfah
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan pemakaian kosmetik dengan kejadian AV. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 126 orang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama pada bulan Maret-April 2020. Data diperoleh menggunakan kuesioner secara online dan dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berusia 20 tahun (34,9%), memakai foundation (66,7%), memakai bedak (97,6%), memakai perona pipi (65,9%), dan mengalami akne vulgaris (65,1%). Mayoritas subjek penelitian ini juga tidak menggunakan kosmetik saat wajah sedang berjerawat (57,9%), mempelajari kosmetik yang digunakan (77,8%), mengetahui zat yang terkandung dalam kosmetik (87,3%), tidak menggunakan kosmetik yang tidak memiliki izin BPOM (86,5%), tidak menggunakan produk kosmetik dari SpKK (73%), dan tidak menggunakan produk kosmetik yang dijual bebas (73%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan foundation, bedak, dan perona pipi dengan kejadian akne vulgaris (nilai p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara penggunaan foundation, bedak, dan perona pipi dengan kejadian akne vulgari.
Pengaruh Adaptasi Lingkungan Pembelajaran terhadap Kemampuan Akademik Mahasiswa Di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Putri Elviani
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.60

Abstract

Keberhasilan mahasiswa dapat dilihat dari proses adaptasi di lingkungan pembelajaran kampus, dengan kemampuan akademik yang baik di setiap semester akan mencegah mahasiswa untuk dropout. Kemampuan akademik yang baik pada perkuliahan sangat penting untuk motivasi berkelanjutan sampai mereka lulus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh adaptasi lingkungan akademik di perguruan tinggi terhadap kemampuan akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan secara cross sectional, teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Alat pengumpulan data untuk kemampuan akademik memakai nilai indeks prestasi kumulatif. Kemudian menggunakan The Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ)) untuk mengukur adaptasi lingkungan pembelajaran di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil analisis uji chi-square mendapatkan nilai P=0.04 sehingga hipotesa kerja (ho) ditolak, berarti terdapat hubungan pengaruh adaptasi terhadap metode pembelajaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama.
Hubungan Faktor Resiko Pekerjaan dengan Kejadian Katarak di Poli Mata RSUD Meuraxa Banda Aceh Rifdah Aprilia
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor resiko pekerjaan dengan kejadian katarak di RSUD Meuraxa dengan menggunakan design penelitian case control yaitu membuat dua kelompok pembanding.  Sampel di dalam penelitian ini sebanyak 63 responden yang terdiri dari 30 pasien katarak dan 33 pasien yang bukan katarak. Hasil penelitian ini di dapatkan 30 orang (47,6%) yang mengalami katarak dan 33 orang (52,4%) tidak mengalami katarak. Dari hasil analisis data didapatkan nilai P value = 0,004 (α=0,005) yang berarti Ho ditolak Ha diterima. Hal ini mennjukkan adanya hubungan faktor resiko pekerjaan dengan kejadian katarak. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya edukasi tentang pencegahan faktor resiko pekerjaan yang dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada masyarakat.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa dengan Persebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Sekolah Wahyu Ratna Wirantika; Yuni Susilowati
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.62

Abstract

Sekolah merupakan tempat yang sangat berpotensi dalam penyebaran dan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak usia sekolah. Anak-anak merupakan golongan umur yang paling rentan untuk terserang DBD. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke dalam peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Salah satu upaya yang paling tepat dalam pencegahan dan pemberantasan DBD di sekolah adalah dengan diadakan kegiatan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan merubah perilaku siswa terhadap persebaran DBD di sekolah. Metode Studi literature ini menggunakan literature review pra prisma dimana hasilnya ditemukan pada jurnal dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya untuk mengkaji lebih dalam pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku siswa terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Hasil penelitian dari keempat jurnal, terdapat adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku siswa ditandai dengan meningkatnya pengetahuan secara signifikan setelah dilakukan program pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pelaksana program di sekolah bahwa pendidikan kesehatan dengan metode penggunaan media seperti audio visual sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam pengendalian vektor untuk mencegah persebaran DBD di sekolah.
Adverse Drug Reactions (ADRS) Antikanker pada Pasien Ca Mammae yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Kota Yogyakarta Adriyanto Rochmad Basuki; Dyah Aryani Perwitasari; Herjuna Hardiyanto
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.63

Abstract

Adverse Drug Reactions (ADRs) pada kemoterapi terjadi ketika obat sitotoksik ikut merusak sel sehat dalam tubuh. Kemoterapi menyebabkan penekanan sumsum tulang yang mengakibatkan myelosupresi sehingga mengurangi jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ADRs yang terjadi dan perbedaan profil hematologi sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien ca mammae di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini observasional dengan pengumpulan data secara prospektif menggunakan rekam medis dan wawancara pasien. Dari sebanyak 121 pasien ca mammae yang menjalani kemoterapi diperoleh 41 pasien yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Nilai hematologi sebelum dan sesudah kemoterapi dibandingkan dengan non parametric test Wilcoxon. ADRs yang terjadi dinilai menurut penilaian kausalitas WHO. Semua responden berjenis kelamin wanita dengan usia rata-rata 54,9 ± 10,2 tahun. Regimen terapi yang digunakan yaitu docetaxel + epirubicin + carboplatin sebanyak 68,3%, paclitaxel + epirubicin + carboplatin sebanyak 29,3% dan docetaxel + doxorubicin + carboplatin sebanyak 2,4%. Diperoleh kejadian ADRs sebagian besar kasus yaitu nausea (92,7%), alopecia (82,9%), anemia (80,5%), leukopenia (65,8%) dan trombositopenia (21,9%). Berdasarkan Berdasarkan penilaian kausalitas WHO didapatkan 66% ADRs kategori probable/likely, kategori possible (20%), kategori unlikely (3%), kategori conditional (11%). Terdapat penurunan yang signifikan terhadap nilai hematologi pasien yaitu tingkat hemoglobin (11,7 vs 10,7 g/dL, * p value = 0,000 < 0,050), jumlah leukosit (8.800 vs 2.700/uL, *p value = 0,000 < 0,050) dan jumlah trombosit (331.000 vs 219.000 /uL, *p value = 0,000 < 0,050). Kesimpulan: kemoterapi menyebabkan ADRs pada pasien. Terdapat penurunan nilai hematologi yang signifikan pada pasien ca mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD Kota Yogyakarta.
Identifikasi Klorin pada Tepung Terigu (Ber Merek dan Tidak Ber Merek) dan Tepung Beras (Ber Merek) Apriani; Reni Latifani
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.64

Abstract

Klorin adalah bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pembunuh kuman. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 772/Menkes/Per/XI/88, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutih dan pematang tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya klorin pada jenis tepung terigu dan tepung beras secara kualitatif dan untuk mengetahui kadar klorin didalam tepung secara kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif yaitu dengan pengulangan sebanyak 3 kali dan metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan reaksi warna dan kuantitatif dengan spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Tangerang. Hasil uji kualitiatif menunjukkan 100% tepung terigu bermerk dan tidak bermerk serta tepung beras bermerk positif mengandung klorin. Kadar klorin tertinggi terdapat pada tepung terigu ber merek SN yaitu .
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Puskesmas Sepatan dan Puskesmas Kedaung Barat Tahun 2019 Siti Mashfupah
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.65

Abstract

Desain penelitian metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien skizofenia di Puskesmas Sepatan dan Puskesmas Kedaung Barat Kabupaten Tangerang tahun 2020, yaitu sebanyak 97 orang. Sampel diambil berdasarkan total populasi yaitu sebanyak 97 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji koefisien korelasi. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 97 orang, mayoritas skizofenia yang tidak kambuh sebesar 51,5%, faktor genetik ya sebesar 61,9%, kepatuhan minum obat yang patuh sebesar 60,8%, pengetahuan keluarga yang baik sebesar 54,6%, dukungan keluarga baik sebesar 60,8% dan dukungan tenaga kesehatan yang baik sebesar 68%. Hasil analisis bivariat dengan uji koefisien korelasi didapat ada hubungan antara faktor genetik (p-value 0,001), kepatuhan minum obat (p-value 0,000), pengetahuan keluarga (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,029), dengan kekambuhan pasien skizofenia. Kesimpulan Berdasarkan hasil koefisien korelasi didapatkan nilai tingkat hubungan tertinggi yaitu pada kepatuhan minum obat (r = 0,743). Saran diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan dan memberikan konseling kepada pasien dan keluarga pasien agar pasien dan keluarga tahu tentang kekambuhan yang dapat terjadi karena tidak patuh minum obat.
Analisis Pelaksanaan Bundles Care Ido terhadap Kejadian Infeksi Daerah Operasi dan Dampaknya terhadap Lama Rawat Pasien Ike Pudji Wahyuningsih
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.66

Abstract

Latar Belakang Rumah sakit merupakan health care system yang didalamnya terdapat system surveillance sebagai upaya pencegahan dan pengendalian, termasuk pengendalian infeksi. Salah satu bentuk HAIs yaitu infeksi daerah operasi. Infeksi daerah operasi adalah masalah yang umum dengan tingkat kejadian secara global mencapai hingga 18%. Pencegahan infeksi daerah operasi dapat dilakukan dengan penerapan bundles care IDO yaitu pencukuran rambut dilakukan jika mengganggu jalannya operasi dan dilakukan sesegera mungkin sebelum tindakan operasi. Antibiotik profilaksis diberikan satu jam sebelum tindakan operasi sesuai dengan empirik. Temperatur tubuh harus dalam kondisi normal. Kadar gula darah dipertahankan dalam keadaan normal. Pelaksanaan bundles care ido yang baik diharapkan dapat menurunkan kejadian infeksi daerah operasi. Metode Penelitian yang dilakukan adalah metode kajian literatur. Penelusuran literatur diperoleh dari data base online PubMed, google scholar, google search, dari tahun 2015-2020 untuk jurnal full text dengan keyword Bundles care, surgical site infection, antibiotic profilaksis, infeksi luka operasi, surgical checklist, LOS. Setelah dilakukan search didapatkan 52 artikel terdiri dari 30 artikel pada PUBMED,10 artikel dari google scholar dan 12 artikel dari google search yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi ditemukan 9 artikel. Hasil Pelaksanaan bundles care ido yang tepat dapat menurunkan angka infeksi daerah operasi dan bahkan dapat mencegah timbulnya infeksi daerah operasi
Pengaruh Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa dalam Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, Sikap, Persepsi dan Self Efficacy Kader Kesehatan Jiwa dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa Linda Amiyati Hasan; Ayu Pratiwi; Rina Puspita Sari
Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v1i6.67

Abstract

Latar belakang: Gangguan jiwa merupakan penyimpangan perilaku akibat adanya permasalahan dalam emosi sehingga terlihat tidak wajar. Terbatasnya jumlah kader kesehatan jiwa tidak sebanding dengan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terus bertambah. Pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa akan mempengaruhi perilaku kader untuk berperan serta dalam mengatasi permasalahan kesehatan jiwa. Tujuan Mereview dan membandingkan kesamaan beberapa hasil penelitian tentang pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, persepsi dan self efficacy dalam merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode: Literature review dengan pendekatan PRISMA dengan tahun terbit artikel 2016 sampai Juni 2020. Pencarian artikel selama Juni 2020 menggunakan lima Database Pubmed, Sciencedirect, Portal Garuda, Directory Open Access Journals (DOAJ) dan Google Scholar untuk artikel dengan desain quasi eksperimen. Hasil: Dari keenam artikel menyatakan ada pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, persepsi dan self efficacy dalam merawat ODGJ. Metode pelatihan yang digunakan diantaranya ceramah, demonstrasi, diskusi kelompok, sketsa kasus, permainan peran, studi kasus dan kunjungan rumah. Jumlah sampel dalam artikel rentang 27-62 responden. Diskusi dan Kesimpulan: Kader kesehatan jiwa baik yang baru maupun lama memerlukan pelatihan sebagai penyegaran dan meningkatkan kemampuan terhadap ilmu atau metode yang baru. Pelatihan yang diberikan kepada kader kesehatan jiwa dilakukan agar ada perubahan perilaku dengan meningkatnya self efficacy dalam diri kader kesehatan jiwa

Page 5 of 77 | Total Record : 764


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 9 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 6 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 10 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 9 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 8 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 7 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 5 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 4 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 3 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 7 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 5 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 4 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 3 (2020): jurnal health sains Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Health Sains More Issue