cover
Contact Name
Aen Fariah
Contact Email
aenfariah1995@gmail.com
Phone
+6282214018102
Journal Mail Official
healthsains@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Sains
ISSN : 27236927     EISSN : 27234339     DOI : http://doi.org/10.36418
Core Subject : Health,
Jurnal Health Sains adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh Ridwan Institute. Jurnal Health Sains akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu kesehatan. Artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian, studi atau studi ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku-buku ilmiah.
Articles 764 Documents
Komunikasi Word Of Mouth Di Era Pandemi Covid-19 Vanda Nasution; Farah Diba Nur Fanani
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i1.93

Abstract

World Health Organization memberi nama virus jenis baru yaitu Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya adalah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus ini dapat menyebabkan kematian pada manusia dan berkembang menjadi pandemi yang berbahaya bagi manusia di seluruh penjuru dunia. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mereview komunikasi word of mouth sebagai salah satu media komunikasi yang efektif dan efisien guna menyampaikan informasi dari pemerintah mengenai COVID-19 khususnya penggunaan APD masker bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review secara komprehensif. Pencarian literatur mengenai COVID-19 baik nasional maupun internasional yang dilakukan dengan menggunakan pencarian database meliputi Google Scholar, Scopus, Sage Publications. Hasil review dari benerapa artikel, didapatkan jawaban yang berupa pentingnya penggunaan masker pada era COVID-19, pentingnya pemanfaatan komunikasi dalam penanganan masalah COVID-19 dan word of mouth (WOM) sebagai salah satu komunikasi yang biasa digunakan dalam dunia kesehatan sehingga WOM dapat menjadi komunikasi yang efisien dan efektif guna menangani masalah dalam era pandemi COVID-19. Kesimpulan dari review artikel ini adalah penggunaan masker merupakan suatu kewajiban dalam era pandemi COVID-19; WOM merupakan salah satu jenis komunikasi dari mulut ke mulut yang berhasil diterapkan dalam bidang kesehatan. Penggunaan WOM pada era pandemi COVID-19 merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah guna meningkatkan keefisienan dan keefektifan dalam penyampaian informasi, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker di era pandemi COVID-19.
Hubungan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Di Upt Puskesmas Karang Tengah Kota Tangerang Tahun 2020 Jaelani; Ida Faridah; Yati Afiyanti
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i1.94

Abstract

Motivasi penderita TB akan berdampak pada kepatuhannya dalam melaksanakan program pengobatan. Semakin tinggi motivasi seseorang maka akan semakin tinggi keinginan seseorang utuk mencapai kesembuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis di UPT Puskesmas Karang Tengah Kota Tangerang. Jenis penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Metode penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan total sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 41 orang responden yang menderita penyakit TB. Variabel independen adalah motivasi dan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat dimana data diperoleh melaui kuesioner dan kartu berobat pasien. Hasil Penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan anatara  motivasi dengan kepatuhan minum obat dengan hasil uji Chi-Square didapatkan “nilai p” sebesar 0,000 dimana “nilai p” < 0,05. Saran: Berdasarkan analisis hasil penelitian, maka diperlukan adanya komitmen besama untuk melakukan pencegahan dan pengendalian TB baik dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan.
Pengaruh Nesting Terhadap Perubahan Fisiologi Dan Perilakubayi Prematur Di Ruang Perinatologi Rsud Kabupaten Tangerang Tahun 2020 Iis Kuraesin; Ria Setia Sari; Febi Ratna Sari
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i1.95

Abstract

Bayi premature dapat diartikan bayi yang lahir yang tidak memperhitungkan berat badan lahir dengan usia kelahiran atau usia gestasi 37 minggu. Berdasarkan data Prevalensi premature untuk kasus kematian bayi baru lahir diperkirakan 15 % dari angka 1000 kelahiran didunia dan negara dengan sosio-ekonomi rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nesting terhadap perubahan fisiologis (frekuensi napas, frekuensi nadi, saturasi oksigen) dan perilaku bayi prematur. Rancangan penelitian ini adalah menggunakan quai eksperimental dengan desaign one group pretest posttest yang melibatkan satu kelompok subjek. Sampel penelitian sebanyak 45 bayi premtur yang dirawat di Pernatologi Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang dan dipilih denga teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan wilcoxon test. Hasil analisis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan nesting terhadap perilaku bayi prematur (p= 0,000) dan terhadap peningkatan saturasi oksigen bayi prematur, frekwensi napas dan frekwensi nadi yaitu dengan nilai (p=0,000). Penggunaan nesting sebagai bentuk developmental care dapat memfasilitasi pencapaian istirahat yang lebih baik (yang ditandai dengan keteraturan fungsi fisiologis dan  pencapaian perilaku tidur tenang), sehingga perlu diimplementasikan dalam perawatan bayi prematur di ruang perinatologi.
Perbedaan Hitung Jumlah Trombosit Darah Edta Dengan Penundaan Waktu Pemeriksaan Apriani Apriani; Hengki Priyanto Gea
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i1.96

Abstract

Pemeriksaan trombosit berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan hitung jumlah trombosit tidak boleh ditunda karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan jika dilakukan lebih dari 1 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hitung jumlah trombosit darah EDTA yang diperiksa segera dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit pada pemeriksaan suhu kamar menggunakan metode pemeriksaan automatik dengan prinsip Flow Cytometer. Hasil rerata hitung jumlah trombosit pada penelitian ini adalah jumlah hitung trombosit yang diperiksa segera lebih tinggi dibanding hasil hitung trombosit yang ditunda 20 menit dan 40 menit. Hasil uji Paired-sample T-test pada hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hasil hitung trombosit yang segera diperiksa dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P > 0,05), begitu juga dengan hasil hitung trombosit yang diperiksa pada penundaan 20 menit dan 40 menit.
Uji Daya Hambat Perasan Rimpang Jahe Putih, Kunyit Dan Temulawak Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Adelia Febriyossa; Novita Rahayuningsih
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i1.97

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri berbentuk coccus, Gram positif, tidak berspora, termasuk flora normal pada kulit dan mukosa manusia, namun juga dapat menyebabkan infeksi. Seringkali dalam mengobati infeksi yang disebabkan S. aureus diberikan antibiotik. Penggunaan antibiotik jangka panjang dan dosis berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengobatan selain antibiotik dengan memanfaatkan senyawa alami dari tanaman obat jenis rimpang sebagai antimikroba. Tanaman rimpang yang banyak dimanfaatkan sebagai antimikroba yaitu jahe, kunyit dan temulawak. Jahe, kunyit dan temulawak mengandung senyawa metabolit sekunder jenis kurkumin dan minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Daya Hambat Perasan Rimpang Jahe Putih (Zingiber officinale var. Amarum), Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri S. aureus. Desain penelitian menggunakan Eksperimental Laboratorium dengan teknik cakram difusi metode Kirby-Bauer dengan pengulangan sebanyak 8 kali. Penelitian dilakukan di Laboratorium STIKes Kesetiakawanan Sosial Indonesia, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata zona hambat perasan jahe putih terhadap S. aureus adalah sebesar 11.00 mm, kunyit sebesar 11.5 mm dan temulawak sebesar 14.13 mm. Dari hasil pengujian menunjukkan perasan temulawak memiliki efektifitas daya hambat paling baik terhadap S. aureus dibandingkan kunyit dan jahe putih.
THE DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI COOKIES TEPUNG SAGU KOMBINASI TEPUNG KACANG MERAH DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH MERAH
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i2.102

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis daya terima dan kandungan gizi cookies tepung sagu kombinasi tepung kacang merah dengan penambahan sari buah merah. Desain penelitian adalah eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel adalah produk cookies dengan 4 variasi yaitu P0 (tanpa penambahan sari buah merah), P1 (penambahan sari buah merah sebanyak 5 g), P2 (penambahan sari buah merah sebanyak 10 g), P3 (penambahan sari buah merah sebanyak 15 g). Variabel independent adalah variasi penambahan sari buah merah pada cookies dan variabel dependent adalah daya terima (rasa, aroma, warna, dan tekstur) dan kandungan gizi (energi, protein, lemak, dan karbohodrat). Penelitian ini menggunakan panelis agak terlatih sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan formulir uji hedonik. Analisis daya terima menggunakan uji ANOVA dan analisis kandungan gizi dengan perhitungan manual berdasarkan data dari TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) dan DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan). Hasil penelitian menunjukan bahwa daya terima cookies yang paling baik adalah pada sampel cookies P1. Penambahan sari buah merah tidak memberikan pengaruh terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur dari cookies. Kandungan energi, protein, lemak dan karbohidarat terbesar adalah pada cookies sampel P_3 dengan nilai 276.49 kkal, 4.41 gram, 6.07 gram, dan 50 gram. Semakin banyak penambahan sari buah merah maka semakin besar kandungan gizi dari cookies. Perlu adanya penelitian lanjutan tentang daya terima dan nilai gizi cookies tepung sagu kombinasi tepung kacang merah dengan formulasi yang berbeda dan dengan penambahan bahan pangan lokal yang lainnya.
Hubungan Status Gizi Dan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Dustira Cimahi Tahun 2018 Endah Lestari
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i2.105

Abstract

Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK di perkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan premature lebih besar. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan Status gizi dan Anemia dengan kejadian BBLR di Rumah sakit Dustira Kota Cimahi.  Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel kasus sebanyak 100 orang. Sampel penelitian ini yaitu ibu bersalin. Pengukuran menggunakan data primer dengan lembar cheklis. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,006, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian BBLR”. Nilai p sebesar 0,025, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian Berat Badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit dustira Kota Cimahi.
Gambaran Kepatuhan Pasien Dalam Pengobatan Tbc Di Poliklinik Paru Rs. Dustira Cimahi Guling Setiawan; Nung Ati Nurhayati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien dalam pengobatan TBC di Poliklinik Paru RS. Dustira Cimahi. Penelitian ini menggunakan design deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah pasien yang berobat jalan di RS. Dustira. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat rawat jalan ke RS. Dustira sebanyak 133 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 57 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,1% memiliki kepatuhan dalam kategori tinggi, 36,8% memiliki kepatuhan dalam kategori sedang dan 21,1% memiliki kepatuhan dalam kategori rendah dalam pengobatan TBC. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan perawat di Poliklinik Paru RS. Dustira untuk dapat mengaplikasikan asuhan keperawatan, disarankan petugas kesehatan untuk lebih banyak memberikan informasi atau penyuluhan kepada pasien, sehingga diharapkan informasi yang diterima lebih mudah untuk dimengerti dan dilaksanakan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Analgesik Pada Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Tadulako Di Kota Palu Rini Irawati; Amelia Rumi; Firdawati Amir Parumpu
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.107

Abstract

Swamedikasi merupakan usaha seseorang dalam menolong dirinya sendiri berupa mengobati dirinya sendiri. Dalam menjalankannya, swamedikasi bisa menjadi masalah terkait obat (Drug related problem) karena pengetahuan yang terbatas mengenai obat dan penggunaannya. Analgesik merupakan obat yang berkhasiat untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri atau obat-obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit tetapi tidak menghilangkan kesadaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi obat analgesik pada mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan Universitas Tadulako di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental (observasional) dan bersifat cross sectional, dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebar melalui google form dengan jumlah mahasiswa kesehatan 349 responden dan mahasiswa Non kesehatan 396 responden. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil pengolahan data didapatkan hasil penelitian pengetahuan mahasiswa Kesehatan pada kategori baik sebesar 47,28 %, %, kategori cukup sebesar 49,28 % dan kategori kurang 3,44 %. Sedangkan pengatahuan mahasiswa non Kesehatan masuk kedalam kategori baik sebesar 16,16 %, ketegori cukup sebanyak 72,98 % dan kategori kurang sebanyak 10,86 %. Hasil uji mann-whitney diperoleh nilai signifikansi < 0,05 (0,00 < 0,05) maka hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan.  Kesimpulan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan universitas tadulako memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan mahasiswa Kesehatan memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan mahasiswa non Kesehatan.
Intervensi Cogntive Behavioral Therapy Pada Pasien Dengan Gangguan Kepribadian Menghindar (Avoidant) Lenny Utama Afriyenti
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i2.109

Abstract

Gangguan kepribadian menghindar adalah salah satu bentuk dari gangguan kepribadian. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari individu dengan gangguan kepribadian menghindar serta melihat efektifitas dari intervensi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) pada pasien yang mengalami gangguan menghindar tersebut. Dari hasil intervensi didapat perubahan pada pikiran pasien yang mengalami distorsi kognitif, dimana pasien menyadari adanya pikiran-pikiran negative mengenai dirinya yang mempengaruhi core belief, pasien akhirnya menjadi lebih rasional, dan membiasakan diri untuk menggunakan alternative respon atas pikiran irasional yang muncul. Sebelum intervensi diberikan skor kecemasan pasien berada pada level tinggi dengan skor 36. Setelah intervensi CBT diberikan, skala kecemasan menjadi sedang berada pada skor 22.  

Page 7 of 77 | Total Record : 764


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 9 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 6 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 10 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 9 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 8 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 7 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 5 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 4 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 3 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 7 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 5 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 4 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 3 (2020): jurnal health sains Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Health Sains More Issue