cover
Contact Name
Milian Tengker
Contact Email
tumoutoujkak@gmail.com
Phone
+6285256544641
Journal Mail Official
tumoutoujkak@gmail.com
Editorial Address
Jl. BougenvilleTateli Satu, Kec. Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumou Tou
ISSN : 23553308     EISSN : 27459527     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tumou Tou adalah jurnal ilmiah Institut Agama Kristen Negeri Manado yang dikelolah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk membantu para akademisi dan juga peneliti untuk membagikan hasil penelitiannya dalam hubungannya dengan Kristianitas, Ajaran dan Kemasyarakatan. Terbit edisi pertama tahun 2014 dengan nama Tumou Tou yang merupakan falsafah hidup, jalan hidup dan tujuan hidup yang dapat meningkatkan pengetahuan, produkfitas, mutu dalam bidang pendidikan dan penelitian. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses peer-review dan proses editing secara profesional dan berkualitas pada bidangnya yang merupakan salah satu prasyarat untuk dapat Terakreditasi pada ARJUNA RISTEKBRIN dan juga terindeks pada SINTA. Tumou Tou merupakan jurnal yang telah diterbit sejak tahun 2014 dalam bentuk cetak dengan ISSN 2355-3308 dan secara online menggunakan OJS dimulai sejak tahun 2020
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume VI, Nomor 1, Januari 2019" : 6 Documents clear
SOLA SCRIPTURA DALAM TAFSIR POSTKOLONIAL Tri Ratno Wahono
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.333 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.75

Abstract

Melalui kajian postkolonial, artikel ini menganalisis salah satu konsep penting dalam ajaran Protestantisme yaitu Sola Scriptura. Pada kenyataannya terjadi pergeseran makna atas konsep tersebut dari mengembalikan wibawa Alkitab, hingga kini menjadi suatu makna yang eksklusif. Artikel ini memperlihatkan bahwa dengan analisis postkolonial yang membongkar segala upaya dominasi, Sola Scriptura bisa menjadi konsep yang mendukung keterbukaan terhadap perubahan zaman agar Alkitab bisa bicara bagi orang segala masa dan tidak menjadikan Alkitab sebagai alat untuk mengeksklusi yang lain. Dalam perspektif postkolonial, Alkitab justru punya wibawa yang tinggi karena mampu didialogkan dengan berbagai teks dan konteks yang ada tanpa perlu merendahkan Alkitab dibanding yang lain.
TULIP: Sejarah Teologi Calvinis di Belanda 1618-1619 Merry Wenas
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.328 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.78

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti sejarah perkembangan Calvinisme di Belanda yang dibawah oleh Johanes Calvin di masa 1618-1619 dan pengaruhnya bagi gereja di Indonesia. Salah satu teologi Calvinis yang lahir dan berkembang di Belanda yakni TULIP. Melalui perkembangan di Belanda, penyebarluasan teologi predestinasi yang terkandung dalam TULIP maupun beberapa teologi lainnya boleh dikenal sampai di Asia khususnya gereja di Indonesia seperti Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan studi literatur. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan adanya TULIP, GMIM perlu mengkaji kembali kesadaran bersama menjalankan teologi (doing theology) dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi gereja.
MAKNA TEOLOGI PERAYAAN NATAL YESUS KRISTUS Marselino Cristian Runturambi
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.351 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.79

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bagaimana pemahaman umat kristen tentang Makna Natal, bagaimana upaya dari pimpinan atau lembaga gereja dalam mengajarkan konsep ini kepada anggota jemaat, serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemahaman jemaat tentang konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Dari hasil analisis dan pembahasan/interpretasi, maka diperoleh indikasi bahwa: (1) pemahaman dari anggota jemaat GMIM Sion Sentrum Sendangan mengenai Natal masih kurang. (2) peran para pimpinan gereja dalam mengajarkan Natal masih belum memadai. (3) faktor internal yang mempengaruhi pemahaman anggota jemaat dalam memahami makna natal adalah kurangnya semangat untuk mencari tahu pemahaman yang mendalam tentang natal sedangkan faktor eksternal yakni kurangnya pembelajaran dari pimpinan gereja yang mendalam tentang Natal. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan agar gereja mempunyai pengajaran yang khusus dan mendalam tentang makna natal, sehingga dapat memudahkan untuk mengajarkan konsep ini, dan dapat menjadi motivasi bagi anggota jemaat untuk mengetahui pemahaman yang mendalam mengenai makna natal.
“GEREJA DIBALIK DINDING" Kajian Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Pendidikan Multikultural di Indonesia) Yuni Feni Labobar
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.695 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.80

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan pendidikan multikultural dengan mendialogkan Markus 7:24-30 yang berbicara tentang Yesus dan Perempuan Siro-Fenisia dengan dihadapkan dengan wacana multikultural dalam konteks Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research atau penelitian kepustakaan dan metode yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui buku-buku tulisan James Banks dan Tabita Christiani. Melalui dialog analisis Teks Alkitab dan teori dari beberapa ahli ini dapat mengasilkan pendidikan multikultural dalam konteks Indonesia. Analisis terhadap teks Markus 7:24-30 merupakan salah satu teks Alkitab yang berbicara soal multikultural. Yesus berhadap dengan seorang perempuan Siro-Fenisia yang berbeda gender, agama, dan etnis dengan-Nya
“AKU LEPAS AKU BEBAS” Kajian Konsep “Melepaskan” dalam Teologi, Spiritualitas dan Seni Yan Okhtavianus Kalampung
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.841 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.81

Abstract

Artikel ini membahas konsep “Melepaskan” dengan mengkaji di tiga ranah yang berbeda.Dari segi teologi dengan menilik kitab Amsal.Lalu dari Spiritualitas dengan menelusuri konsep tersebut dari pemikiran tokoh mistik besar, Meister Eckhart. Lalu dari Seni dengan mempertimbangkan lagu “lepas bebas dari Iwa K. Kajian ini memperlihatkan bahwa konsep “melepaskan” itu punya peranan yang cukup signifikan dalam berbagai ranah kehidupan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, konsep ini rupanya memberi kegunaan besar bagi umat manusia.
ESTETIKA MUSIK PADAGENERASI MILENIAL
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.905 KB) | DOI: 10.51667/tt.v6i1.462

Abstract

Musik saat ini semakin banyak memiliki variasi-variasi trendbaru. Masa kepopulerannya kerap berganti-ganti dengan tujuan mengikuti selera musik yang berkembang di masyarakat. Hal ini menjadisuatu kerumitan untuk mengidentifikasi aspek baru apa yang dapat dikatakan sebagai estetika (keindahan)baru pada musik saat ini khususnyapada generasi milenial.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui esensi dan tendensi keindahan yang terdapat dalam sebuah karya musik dieramilenial. Melalui penggunaan teori estetika musik yaitu untuk mempersepsi konsep dan elemen musikal dalam musikyang digunakan disebuah gereja padaera milenial saat ini.Bahwa jika dianalisa ada unsur musik yang diminati, misalnya di gereja-gereja yang memiliki instrumen berteknologi moderndenganpenerapan idiom-idiom bunyi dari electronic musical instrument seperti misalnya idiom dub step, pad voice, melalui komposisi sequenser. Ada juga yang menggunakan unsur musik elektronik seperti Syntesizer, Drum Machine, bergaya Electronic Dance Music. Sama halnya yang temui di Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) Manado, hasil pengamatan menunjukkan bahwa ada yang menggunakan teknologi musik seperti drum pad dalam kebaktian, hal ini menandakan salah satu elemen yang tergolong baru dari segi teknologi dan timbre musikal. Maka dari itu, musik pada generasi milenial yang juga terdapat di gereja yang dalam hal ini yaitu musik yang berteknologi digital. Bahkan dapat dikatakan estetika musik di gereja juga selalu mengikuti perkembangan estetika musik sekuler dalam dunia musik populer.

Page 1 of 1 | Total Record : 6