cover
Contact Name
Singgih Subiyantoro
Contact Email
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Editorial Address
Pascasarjana Kependidikan UNS lantai 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 25410261     EISSN : 27459969     DOI : https://doi.org/10.32585/
Core Subject : Education,
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia cabang Surakarta (IPTPI Surakarta). Edudikara terbit berkala per 3 bulan sekali, yakni Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 393 Documents
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERVISI SETS ( SCIENCE, ENVIROMENTAL, TECHNOLOGY AND SOCIETY ) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FERMENTASI BIOLOGI Budi Susena
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 4 (2018): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v3i4.27

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui:1) meningkatkan kualitas pembelajaran fermentasi pada kelas XII IPA SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo, 2) meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fermentasi pada kelas XII IPA SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo, 3) meningkatkan minat dan motivasi siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo dalam belajar fermentasi, 4) mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi siswa dalam belajar fermentasi. Sejalan dengan tujuan tersebut, penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo. Data yang diperoleh dalam penelitian tindakan kelas ini diolah secara diskripsi kuantitatif dan diskripsi kualititatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata perilaku siswa dalam pembelajaran fermentasi menunjukkan peningkatan siklus I rata-rata 53,6% menjadi 69,8% pada siklus II dan 83,4%, berarti pendekatan konstruktivisme bervisi SETS terbukti tepat dipakai dalam pembelajaran biologi khususnya fermentasi. Dan dari semua aspek pencapaian hasil belajar menunjukkan peningkatan bila dibandingkan dengan sebelum dilaksanakan penelitian, dan dapat dijelaskan sebagai bahwa rata-rata ulangan harian dari siklus I dengan nilai 62,63 siklus II dengan nilai 70,50 dan siklus III dengan nilai 75 sedangkan untuk persentase tuntas belajar yang dicapai juga menunjukkan peningkatan 55% sebelum siklus, 72,5% siklus I, 87,5% siklus II dan 95% pada siklus III. Ini menggambarkan proses pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme bervisi SETS yang diterapkan sesuai dengan tujuan penelitian sehingga terjadi peningkatan pemahaman konsep atau hasil belajar fermentasi.
POLA KERUANGAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO Pranichayudha Rohsulina; Agung Hidayat; MS. Khabibur Rahman; Agus Sudargono
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 4 (2018): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v3i4.35

Abstract

Negara wajib menyediakan pelayanan dasar bagi setiap warganya. Tujuannya agar setiap warga negara dapat hidup layak dan sekaligus sebagai imbal balik dari upaya negara memungut pajak dari rakyat.Persoalan yang muncul di Indonesia berkaitan dengan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat adalah soal akses dan keterjangkauan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin.Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh karena minimnya informasi seputar layanan dasar disekitar mereka.Penelitian ini berusaha menjawab persoalan itu dengan melakukan pemetaan fasilitas layanan dasar kesehatan dan pendidikan serta menganalisis pola persebarannya di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.Metode yang digunakan adalah dengan interpretasi Citra, survei lapangan, dan analisis spasial menggunakan Nearest Neighbour Analysis.Data hasil interpretasi dianalisis dan ditampilkan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis.Fasilitas kesehatan yang dipetakan meliputi puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit, sedangkan fasilitas pendidikan yang dipetakan meliputi sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.Selain memetakan lokasi – lokasi fasilitas layanan dasar pendidikan dan kesehatan juga dianalisis mengenai pola sebarannya di Kecamatan Nguter.
KEGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Singgih Subiyantoro; Sri Mulyani
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.38

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana penggunaan Multimedia Interaktif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran Bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pada Siklus I siswa hanya diberikan media CD Interaktif, sementara pada Siklus II diberikan media tambahan berupa lagu dan video. Capaian dari penelitian ini diantaranya peningkatan persentase minat belajar siswa, dari 65% pada Pra Siklus, menjadi 76,7% pada akhir Siklus I, dan menjadi 86,7% pada akhir Siklus II. Peningkatan lainnya terjadi pada keaktifan siswa dan guru. Persentase keaktifan siswa mengalami peningkatan dari 72% pada Pra Siklus, menjadi 82% pada Siklus I, dan menjadi 86% pada akhir Siklus II. Sementara aktivitas guru meningkat dari 76% pada Pra Siklus, menjadi 78% pada Siklus I, dan menjadi 85% pada akhir Siklus II. Peningkatan ini tentu dikarenakan adanya perbaikan-perbaikan selama proses pembelajaran oleh guru dan kolaborator selama dua Siklus. Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan dapat disimpulkan penggunaan multimedia interaktif secara tepat mampu meningkatkan minat belajar Bahasa Inggris.
KEMAMPUAN BERTANYA SISWA BERDASARKAN TEKS SEDERHANA:GURU MENJAWAB SISWA BERTANYA, A SWITCHING ROLE Uzlifatul Masruroh Isnawati
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.39

Abstract

Artikel ini This paper viewpoints the use of reading comprehension test as a stratrgy to sharpening the students' questioning skills interchangeably.bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat berpikir secara kritis melalui kemampuan bertanya siswa terhadap pemahaman bacaan. As we commonly see and experience most teachers made reading comprehension test by asking their students to answer a series of questions or other types of reading test. Seperti yang biasa kita lihat dan alami kebanyakan guru membuat tes pemahaman bacaan dengan meminta siswa mereka untuk menjawab serangkaian pertanyaan atau jenis tes membaca lainnya. We should be curious on the students' questioning skills, still with the basis of reading comprehension test.A different ideas come to my mind to exchange the activities done by the teacher and the students, still related to the reading comprehension.Gagasan yang berbeda muncul di benak saya untuk menukar aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa, masih terkait dengan pemahaman bacaan.In this case, the teacher has already provided the answer (of the questions) based on the reading text and the students are to formulate the possible questions appropriate to the answers written by the teacher.Dalam hal ini, guru telah memberikan jawaban (pertanyaan) berdasarkan teks bacaan dan siswa untuk merumuskan pertanyaan sesuai dengan jawaban yang ditulis oleh guru.Ini kemudian yang saya sebut dengan “berganti peran”. Akhirnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memformulasikan pertanyaan berdasarkan teks bacaan yang ada . Hal ini bias dilihat dari kesalahan –kesalahan yang dibuat siswa dalam Naturally, there is no an “extreme” changes for classroom instruction. Memformulasikan pertanyaan, baik secara tata bahasa maupun artinya.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MATERI MEMBACA NOVEL SASTRA Farida Nugrahani
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.40

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia dengan materi membaca novel sastra untuk pendidikan karakter yang valid, praktis, dan efektif melalui uji coba di lapangan. (2) mendeskripsikan nilai karakter yang terdapat dalam bahan ajar tersebut dan keberhasilan implementasinya dalam pembelajaran di sekolah, Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, mengikuti model Plomp (1997), yaitu:(1) pengkajian awal, (2) perancangan, (3) realisasi (konstruksi), dan (4) validasi/revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar yang dikembangkan bersifat valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan di lapangan; (2) Terdapat nilai karakter religius, kejujuran, dan kedisiplinan dalam bahan ajar yang dikembangkan, yang implementasinya dapat dipantau melalui 6 indikator dari 11 rumusan indikator dalam Character Education Patnership (2003). Pada akhirnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap program pendidikan karakter di sekolah, khususnya dalam memberikan alternaif bahan ajar bahasa Indonesia yang praktis, efektif, dan diminati siswa.
PEMILIHAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Muh Husyain Rifai
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.41

Abstract

Tulisan ini berisi tentang ulasan pentingnya didalam pemilihan media pembelajaran geografi sebagai salah satukomponen pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan sebuah aktivitas pembelajaran. Hal ini didasarkan kepada kondisi riil dilapangan yang dihadapi pembelajar geografi yang masih sedikit dalam penggadaan dan pemanfaatan media pembelajaran geografi. Padahal apabila kita menilik dari kajian geografi yang mencakup gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan sehingga tidak ada alasan untuk kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran di dalam setiap penyampaiaan materi. Fungsi dari media pembelajaran secara garis besar adalah sebagai sumber belajar yakni sebagai penyalur, penyampai, dan penghubung.Media pembelajaran dapat membantu menggantikan fungsi guru.Beberapa hal yang dibahas dalam tulisan ini meliputi cara memilih, kriteria pemilihan, dan prinsip pemilihan media pembalajaran.
KEEFEKTIFAN MEDIA ARTIKEL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH PIDATO Nurul Setyorini; Suci Rizqiana
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.43

Abstract

Masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan menulis. Tujuan umum penelitian meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato mengunakan media artikel. Metode penelitian deskriptif. Bentuk penelitian tindakan kelas. Subjeknya mahasiswa semester 1, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purworejo. Hasil penelitianpeningkatan rata-rata kemampuan kognitif dalam menulis naskah pidato yaitu:awal siklus rata-rata kelasnya 22, siklus I rata-rata kelasnya 29, dan siklus II rata-rata kelasnya 34. Dari hasil observasi rata-rata siswa telah menulisdengan benar. Pada prasiklus peningkatkan motivasi20,8 %, siklus I 70,90 %, dan siklus II 90,20 %. Dari hasil obsevasi Padasiklus I dan siklus II terjadi peningkatan yang drastis yang disebabkan mahasiswa telahmampu menulis dengan latihan dan praktik.. Hasil pengamatan siklus I, dansiklus II, terjadi kenaikan rata-rata kelas pada setiap siklus. Penelitian tindakankelas ini dengan media artikel dapat meningkatkankemampuan menulis naskah pidato.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURE NUMBERED HEADS Miftah Hidayat
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.44

Abstract

Pembelajaranpadakurikulum 2013 mengedepankanperanpesertadidik yang lebihdominan.Pesertadidikakanlebihaktifjikamemilikimotivasidalambelajar. Hal tersebut akan menjadikan materi-materi pembelajaran yang diberikan lebih mudah ditangkap dan dipahami oleh peserta didik. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas penelitianmelihat proses pembelajaran dan dari keterangan guru geografi, didapatkan bahwa motivasi belajar para peserta didik masih kurang. Berdasarkan judul tersebut penelitian ini mengkaji tentang motivasi belajar peserta didik yang dilakukan di kelas XI IIS SMAN 5 Bandung. Hal ini bisa dilihat pada saat kegiatan pembelajaran masih banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dengan baik, bermain hp, mendengarkan musik dengan earphone, dan mengobrol. Ini mengindikasikan bahwa kondisi pembelajaran menyenangkan harus diterapkan sehingga menarik motivasi belajar para peseta didik. Dan salah satu metode yang memungkinkan untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif adalah model pembelajaran kooperatif tipe Structure Numbered Heads. Metodeinidianggapcocokkarena mengutamakan kerjasama kelompok dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran Structure Numbered Heads. 2) Mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui metode pembelajaran Structure Numbered Heads. 3) Mengetahui kendala-kendala apa saja yang muncul ketika menerapkan metode Structure Numbered Heads. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, satu siklus dilakukan sebanyak dua tindakan maka keseluruhan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan sebanyak 4 tindakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Structure Numbered Heads dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari poin-poin dari lembar observasi motivasi belajar peserta didik dari tiap tindakan yang meningkat persentase tiap tindakan.Tindakanpertamamenunjukkankategori “rendah”, tindakankeduamenunjukkankategori “cukup”, tindakankategori “baik” dantindakankeempatdengankategori “baik”. Peningkatan yang terjaditaklepasdaripenggunaanmetodeStructure Numbered Heads yang dipadukandenganbeberateknikpembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMANCERITA CEKAK DENGAN METODE MIND MAPPING Sriyanti Pamungkasari; Andayani yani; Budhi Setiawan
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.45

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman cerita cekak dengan metode mind mapping dan penggunaan media audio.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yaitu suatu penelitian yang merupakan kolaborasi antara peneliti, guru dan siswa.Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus meliputi empat tahapan: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIH MTs Negeri Sragen.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan tes. Uji validitas data untuk mengetahui keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode mind mapping dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIIIH MTs Negeri Sragen. Hal tersebut terefleksi dari indikator keberhasilan yaitu kemampuan membaca pemahaman cerita cekak siswa terus meningkat dari nilai rata-rata 68,72 pada pra siklus, meningkat pada siklus I (77,95), dan siklus II (83,59). Peningkatan nilai tersebut telah memenuhi batas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 75.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Broto Apriliyanto
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2017): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i2.46

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : (1) Kemampuan interaksi sosial siswa kelas XI IPS SMAN 1 Wuryantoro pada materi Kaidah Pencacahan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. (2) Apakah prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMAN 1 Wuryantoro pada materi Kaidah Pencacahan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data untuk hasil belajar menggunakan tes, sedangkan untuk interaksi sosial menggunakan angket dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Interaksi sosial siswa kelas XI IPS SMAN 1 Wuryantoro pada pokok bahasan kaidah pencacahan menggunakan model pembelajaran koopeatif tipe Jigsaw lebih meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil angket dari pra siklus sebesar 74,6 siklus 1 sebesar 76,03 kemudian siklus 2 sebesar 77,46, sedangkan persentase ketuntasannya berturut-turut 39,29; 64,29; dan 78,57. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS SMAN 1 Wuryantoro pada materi Kaidah Pencacahan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil tes dari pra siklus sebesar 64,96 siklus 1 sebesar 74,64 kemudian siklus 2 sebesar 76,68, sedangkan persentase ketuntasannya berturut-turut 28,57; 60,71; dan 78,57.