cover
Contact Name
Al-Iqra Medical Journal
Contact Email
iqra@med.unismuh.ac.id
Phone
+6282349735264
Journal Mail Official
iqra@med.unismuh.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Jl.Sultan Alauddin No.259 Makassar, 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2549225X     DOI : 10.26618
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health Indonesia is a peer-reviewed journal of medicine and health. This journal is designed as a forum for disseminating information and knowledge which is published twice a year. It publishes original articles, review articles, and case reports. It comprises biomedical science, clinical medicine, public health science, and medical science education. This journal has been established since 2018 (Print ISSN 2085-4145, ISSN Online 2527-2950) which is managed by the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Makassar.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS" : 5 Documents clear
FREMANEZUMAG (FREMANEZUMAB DAN MAGNESIUM) SEBAGAI INOVASI DALAM PENCEGAHAN SERANGAN MIGRAIN Putri Windiana Rahman; Safira Qalbissilmi
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v3i1.4154

Abstract

Migrain adalah penyakit yang dirasakan seumur hidup, sering berulang dan menghambat aktivitas penderitanya. Patogenesis migrain dispekulasikan berada pada sistem trigeminal dengan aktivitas neurotransmitter seperti CGRP, glutamat, serotonin dan nitrit oksida, vasodilatasi arteri serebri serta inflamasi neurogenic. Tata laksana migrain dengan konsumsi triptan didapatkan efek samping yang tak terduga antara penggunaan obat tersebut dengan kejadian iskemik serebrovaskular, jantung coroner dan hipertensi berat. Saat ini, telah ditemukan tata laksana terbaru dan sudah diakui untuk penyakit migrain. Pengobatan yang berhubungan dengan CGRP dan senyawa magnesium menawarkan manfaat yang cukup besar dibandingkan obat-obatan yang sudah ada. 
KEGUNAAN GINKGO BILOBA UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT NEUROLOGIS Muftia Jauristika Sarifuddin; Nurul Annisa
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v3i1.4155

Abstract

Ginkgo Biloba adalah Salah satu tanaman yang tergolong sebagai fitofarmaka atau obat-obatan yang berasal dari tanaman ialah Ginkgo biloba Tanaman G.biloba (Gb) termasuk dalam familia Ginkgoceae. Di dalam ekstrak G.biloba terdapat antioksidan, antivirus, antiinflamasi, dan juga antikarsinogenik. Dan juga telah dinyatakan bahwa ekstrak G.biloba mempunyai efek yang baik terhadap fungsi SSP (sistem saraf pusat). Untuk mengetahui manfaat G.biloba dalam penanganan gangguan neurologis. Dibuat dengan menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan referensi yang valid mengenai tanaman Ginkgo Biloba yang dapat digunakan sebagai penanganan gangguan Neurologi. Hasil literature reviewberdasarkan studi pustaka yang dilakukan menunujukkan bahwa tanaman Ginkgo Biloba yang dapat digunakan sebagai penanganan penyakit neuorologis dengan kandungan dan efek terhadap tubuh. Dalam literature review ini didapatkan tanaman  Ginkgo Biloba yang dapat digunakan sebagai penanganan gangguan neurologis
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONVERSI SPUTUM BASIL TAHAN ASAM PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Clevia Revi Maretha Mahendrani; Mohammad Subkhan; Annisa Nurida; Kartika Prahasanti; Yelvi Levani
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v3i1.4037

Abstract

Tuberculosis (TB) is caused by bacteria (Mycobacterium tuberculosis) that most often affect the lungs. The incidence of tuberculosis in Indonesia is high because the success rate of tuberculosis treatment has decreased which causes the chain of transmission continues to occur. The main government programs to decrese the incidence and increasing the success treatment with the Directly Observed Treatment (DOTS) program. One important indicator of the DOTS program to assessing the success of tuberculosis treatment is the conversion of positive AFB sputum to negative at the end of the intensive phase of treatment. AFB sputum conversion to negative at the end of the intensive phase of treatment is influenced by several internal factors such as level of education and income, gender, adherence, patient's nutritional status, and comorbidities. Then external factors can also influence the AFB sputum conversion in anti-tuberculosis treatment such as environmental conditions, smear positivity, drug taking supervisors (PMO), and availability of drugs in health facilities.
DEMAM TIFOID: MANIFESTASI KLINIS, PILIHAN TERAPI DAN PANDANGAN DALAM ISLAM Yelvi Levani; Aldo Dwi Prastya
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v3i1.4038

Abstract

Typhoid fever is an acute infectious disease of the digestive system caused by the bacteria Salmonella typhi or Salmonella paratyphi. Typhoid fever is a global infectious disease in which an estimated 26.9 million cases of typhoid fever are found worldwide. Typhoid fever is especially common in developing countries because it is associated with poor sanitation. Clinical manifestations of typhoid fever that arise can vary from mild to severe symptoms. Symptoms of typhoid fever that are often found are fever, malaise, abdominal pain and constipation. Culture examination is a gold standard examination in establishing the diagnosis of typhoid fever. But this examination is rarely done. The first-line treatment option for typhoid fever is chloramphenicol. However, as the bacterial resistance to chloramphenicol increases, the main therapeutic choice for typhoid fever is the fluoroquinolone antibiotic.
POTENSI CIRCULATING MICRORNA SEBAGAI NOVEL BIOMARKER NON-INVASIF UNTUK DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS PENDERITA MILD TRAUMATIC BRAIN INJURY: A SYSTEMATIC REVIEW Liani Elisabeth Enggy; Revina Raissa Gunawan; Moh. Anfasa Giffari M.
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 3, No 1 (2020): INOVASI DAN MANIFESTASI KLINIS
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v3i1.4153

Abstract

Traumatic Brain Injury (TBI) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global akibat tingginya angka morbiditas dan mortalitas yang disebabkannya. Saat ini, Glasgow Coma Scale (GCS), CT-scan digunakan sebagai acuan utama dalam mendeteksi TBI, tetapi alat diagnostik ini kurang akurat dan belum mampu untuk mendeteksi tingkatan TBI ringan atau mild-TBI (mTBI). Diketahui 80% kejadian TBI merupakan kasus mTBI yang dapat menyebabkan disabilitas jangka panjang apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, sehingga diperlukan suatu biomarker baru yang dapat mengidentifikasi mTBI untuk membedakannya dengan orang sehat. Circulating miRNA merupakan salah satu jenis small non-coding RNA yang tersekresi dari jaringan menuju ruang ekstraseluler yang bersirkulasi dalam tubuh. Trauma pada pasien TBI dapat merubah ekspresi dan regulasi beberapa circulating miRNA spesifik, sehinga miRNA memiliki potensi untuk menjadi indikator diagnosis dan prognosis non-invasif dari mTBI. Menilai kemampuan diagnostik maupun prognostik circulating miRNA dalam mengidentifikasi mTBI dengan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan AUC. Kajian sistematis ini mengumpulkan literatur dari PubMed, Science Direct, Directiory of Open Acces Journal (DOAJ), NLM, dan Epistemonikos dengan menggunakan metode berstandarkan cochrane guideline for systematic review (PRISMA) dengan pencarian kata kunci “Traumatic Brain Injury” dan “MicroRNAs”. Dari 307 studi yang didapatkan, ditemukan 6 final studi yang sesuai dengan seluruh kriteria inklusi. Studi yang dikaji berkorelasi dengan tujuan kajian sistematis ini. Circulating miRNA dari spesimen cairan berpotensi menjadi biomarker non-invasif baru untuk mTBI. Secara khusus, miRNA-425 dan miRNA-502 berpotensi tinggi untuk mendiagnosis awal mTBI terhadap orang sehat, serta miRNA-219 sebagai indikator menilai prognosis dari pederita TBI. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5