cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2021): Agrohut" : 5 Documents clear
KODAM 4.0 (Kolaborasi Desa Adat, Karang Taruna, dan Pemda): Strategi Optimalisasi Potensi Kearifan Lokal Sasi sebagai Branding Provinsi Maluku guna Mensukseskan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional di Era Revolusi Industri 4.0 Dita Fomara Tuasikal; Tahir Tuasikal
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.124

Abstract

Terdapat 11 wilayah pengembangan perikanan (WPP) di Indonesia dan 3 di antaranya ada di Maluku. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Maluku telah menggalakkan proyek mercusuar bertajuk Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (M-LIN). Seiring berjalannya waktu, pasang surut pengelolaan perikanan terintegrasi melalui M-LIN belum membuahkan hasil yang maksimal. Sintesa ini berusaha untuk menawarkan KODAM (Kolaborasi Desa Adat, Karang Taruna, dan Pemda) untuk mensukseskan M-LIN. Kolaborasi ini berbasis pelaksanaan “sasi” sebagai kearifan lokal di Maluku. Proyek yang ditawarkan akan berlangsung tiga tahap, mulai dari pelaksanaan kebijakan khusus dari Pemda, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada Karang Taruna dan unsur terkait, pelaksanaan sasi secara serempak pada beberapa Desa, publikasi, hingga evaluasi keberhasilan program. Tahap berikutnya adalah analisa dan perbaikan terhadap aktifitas KODAM di tahun pertama. Harapannya adalah pelaksanaan KODAM di tahun kedua lebih terukur, ideal dan sukses.
Peningkatkan Pendapatan Masyarakat dari Kegiatan Pemanenan Getah Damar: Studi Kasus di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah Ridwan Reza Basahona; Gawariah Gawariah; Kamaruddin Kamaruddin; Dewi Bin Umar
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi peningkatan pendapatan dari aktifitas pemanenan getah damar oleh kelompok masyarakat di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan bersifat sensus kepada 20 orang terpilih. Mereka adalah masyarakat yang beraktifitas sebagai pengumpul getah damar. Masing-masing responden mengisi kuisioner dan menjawab pertanyaan tentang aktifitas yang mereka lakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan memanen damar berkontribusi terhadap pendapatan masyarkat. Kontribusinya mulai dari 53% hingga 88% dari total pendapatan. Selain itu jumlah kelompok tani yang lebih besar berkorelasi terhadap peningkatan penghasilan mereka.
Produksi Inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula dengan Tiga Tanaman Indikator Pueraria javanica, Sorghum vulgare dan Setaria italica Sedek Karepesina; Juni La Djumat; Hadidjah Latuponu
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.133

Abstract

Fungi mikoriza arbuskular (FMA) merupakan salah satu jenis fungi pembentuk mikoriza yang akhir-akhir ini cukup populer mendapat perhatian dari para ahli biologi dan lingkungan. Jamur ini diperkirakan pada masa yang akan datang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif teknologi untuk membantu pertumbuhan, peningkatan produktivitas, dan kualitas tanaman hutan terutama yang ditanam pada lahan marginal yang kurang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sumber organik dan tanaman inang terbaik untuk perluasan FMA sebagai pupuk hayati. Percobaan disusun dengan rancangan petak terpisah (split split plot) yang disusun dengan rancangan dasar acak lengkap. Petak utama adalah media tanam ( M1) = zoelit dan ( M2) = pasir. Anak petak adalah sumber fosfor, yaitu (P1) = arang sekam sagu, (P2) = arang sekam padi 20 gram/tanaman/pot. Anak-anak petak adalah inangnya, yaitu (T1) = Pueraria javanica, (T2) = Sorgum vulgare, (T3) = Setaria italica. Setiap taraf perlakuan terdiri dari 5 ulangan, sehingga jumlah satuan perlakuan sebanyak 2 x 2 x 3 x 5 = 60 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap kolonisasi FMA, jumlah spora dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media tumbuh, sumber fosfor dan inang berpengaruh terhadap kolonisasi FMA (Glomus sp), jumlah spora dan berat kering tanaman. Zoelit, arang sekam padi dan inang Sorghum vulgare dapat meningkatkan kolonisasi FMA (Glomus sp). Medium zoelit, arang sekam padi dan Sorgum vulgare merupakan paket yang sesuai untuk menghasilkan spora FMA (Glomus sp spesifik Maluku)
Brown Seaweed (Sargassum polycystum L) Extract Utilization to Improve Cucumber (Cucumis sativus L.) Crop Yield on Acidic Dry Soil Hadidjah Latuponu; Amuria Amuria; Yenni Sofyan; Fauzia Hulopi
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.134

Abstract

Dewasa ini upaya penemuan bahan hayati sebagai pupuk dan pembenah tanah dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan marginal terus ditingkatkan. Seiring lahan subur makin sempit akibat alih fungsi ke non pertanian dan terdegradasi akibat penggunaan pupuk buatan secara intensif. Dampak buruknya tidak bisa diabaikan. Produktivitas tanah semakin menurun. Namun demikian dengan ditemukannya berbagai bahan hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara untuk tanaman sekaligus memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Maka masalah tersebut dapat ditanggulangi. Perhatian terarah ke rumput laut coklat (Sargassum polycystum L.) yang secara ekonomis kurang menguntungkan sebagai bahan baku pangan fungsional. Jenis rumput laut ini dapat dimanfaatkan sebagai substrat menyubur tanah. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh ekstrak rumput laut coklat sebagai sumber hara tanaman dan bahan padatnya sebagai amelioran tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak berbahan rumput laut coklat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Timun yang diaplikasikan di tanah kering masam.
Kontribusi Gaharu (Aquilaria sp) terhadap Pendapatan Masyarakat di Desa Fatmite Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Kamaruddin Kamaruddin; Rikardo Titawael; Gawariah Gawariah
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik kontribusi gaharu aquilaria sp terhadap pendapatan masyarakat di Desa Fatmite Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif terhadap responden terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pendapatan gaharu bagi masyarakat Desa Fetmite rata-rata sebesar Rp. 1.025.000 perminggu. Kontribusi gaharu bagi pendapatan masyarakat desa Fetmite adalah 4,1 kg perbulan yaitu sebesar Rp. 4.100.000. Penjualan Gaharu pada masyarakat lebih didominasi oleh gaharu kualitas saba. Gaharu ini tergolong pada gaharu teri. Hal ini disebabkan karena masyarakat lebih memprioritaskan pencarian gaharu tanpa memberikan perbedaan dalam bentuk klasifikasi gaharu lainnya

Page 1 of 1 | Total Record : 5