cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2023): Agrohut" : 2 Documents clear
Daya Serap Daun Linggua (Pterocarpus indicus) Terhadap Polutan Timbal (Pb) Asap Kendaraan Bermotor Di Jalan Halong Kota Ambon Ida Fitria Sikdewa; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 14 No 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.158

Abstract

Pencemaran udara merupakan masalah yang umumnya terjadi diperkotaan. Sumber pencemaran udara terbesar di kota Ambon berasal dari transportasi kendaraan bermotor. Meningkatnya kepadatan kendaraan bermotor di kota Ambon seiring dengan meningkatnya laju pembangunan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran Pb adalah dengan pengadaan hutan kota, salah satunya adalah jalur hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kemampuan pohon linggua (P.indicus) sebagai tanaman jalur hijau di Jl. Halong kota Ambon dalam menjerap timbal (Pb), dan mengkaji hubungan antara kepadatan kendaraan bermotor dengan konsentrasi jerapan timbal (Pb) pada daun linggua (P.indicus). Tahapan penelitian yang di lakukan adalah penentuan jenis pohon, pengambilan sampel daun, dan analisis jerapan timbal pada daun. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi jerapan Pb pada bagian tajuk pada bagian atas adalah sebesar 1,18 dan rata-rata tajuk bagian bawah adalah sebesar 0,97.
Pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) Asmi Ode; Fauzia Hulopi; Pebrywati Watimury; Sriyati Sampulawa; Farida Bahalwan; Wa Nirmala; Abdullah Derlean
Jurnal Agrohut Vol 14 No 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (H. annuus L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 konsentrasi perlakuan logam Cu yaitu P0: 0 mg/L, P1: 100 mg/L, P2: 200 mg/L dan P3: 500 mg/L, dengan 5 ulangan untuk setiap perlakuan sehingga didapatkan 20 sampel tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan merendam biji bunga matahari kultivar dalam wadah berisi air hangat selama semalam kemudian ditanam pada polybag. Tanaman dipelihara secara intensif hingga berumur 2 minggu setelah tanam dan dilakukan aplikasi Cu. Logam Cu yang digunakan berupa garam CuSO4.5H2O. Pemberian larutan Cu dilakukan setelah tanaman mengalami aklimatisasi selama 1 minggu (tanaman berumur ± 5 minggu). Cu yang diaplikasikan berupa garam CuSO4.5H2O yang mengandung kurang lebih 25% ion Cu. Garam tersebut dilarutkan dalam aquades sebanyak 1L sesuai konsentrasi dan diberikan 4 kali dalam jangka waktu 2 minggu hingga larutan Cu habis. Larutan Cu sebanyak 250 ml disiramkan ke tanah disekitar tanaman secara hati-hati agar tidak kontak langsung dengan batang tanaman. Pada perlakuan kontrol tidak dilakukan penyiraman garam CuSO4.5H2O. Setelah pemberian Cu, dilakukan pengamatan dan pengukuran parameter pertumbuhan. Parameter pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar tanaman. Data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk gambar dan pengukuran akan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANAVA) dan diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan Cu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari. Semakin tinggi konsentrasi Cu mengakibatkan terhambatnya tinggi tanaman, penurunan jumlah daun, dan terhambatnya pemanjangan akar tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 2