cover
Contact Name
Adhi Prakosa
Contact Email
akmenika@upy.ac.id
Phone
+6281232793286
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Articles 175 Documents
PENGARUH BRAND IMAGE AKTIVITAS DIGITAL MARKETING DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KENDARAAN TOYOTA (STUDI KASUS PADA AUTO2000 DI MALANG RAYA) Gautama, Sutomo
Akmenika: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 23 No. 1 (2026): AKMENIKA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/akmenika.v23i1.9403

Abstract

The purchase decision is a crucial stage in the marketing process because it is the main indicator of the success of a company's marketing strategy. Auto2000, where the dealership continues to influence Toyota vehicle purchase decisions amidst the increasingly competitive automotive market. In this context, the role of brand image, marketing strategy (including digital marketing), and service quality is crucial for winning the competition, as today's consumers are highly selective and increasingly rely on online information in the purchasing process. This study employed a quantitative approach with a causal-associative approach. The study population was spread across Greater Malang (Auto2000 Sutoyo, Auto2000 Sukun, and Auto2000 Singosari) with a total of 1,910 people. The sample size used the Slovin formula with a margin of error of 8%, amounting to 145 respondents. The sampling technique used was proportional stratified random sampling. Data analysis in this study was conducted through two main stages: descriptive analysis and inferential analysis (multiple linear regression) using SPSS version 25 software.The research results show that, partially and simultaneously, brand image, digital marketing, and service quality have a positive and significant influence on purchasing decisions. Service quality is the variable with the most dominant influence on purchasing decisions.
KEPUTUSAN PENGGUNAAN QRIS PADA MASYARAKAT DI INDONESIA Putri, Anandita
Akmenika: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 23 No. 1 (2026): AKMENIKA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/akmenika.v23i1.9444

Abstract

QRIS merupakan standar kode QR pembayaran di Indonesia yang mendukung transaksi non-tunai dengan memindai kode QR. Penggunaan QRIS dalam transaksi non-tunai dapat mempercepat transaksi, meningkatkan keamanan, dan efisiensi pembayaran digital. Penelitian ini ditujukan untuk mencari tahu dampak persepsi manfaat, mudahnya pemakaian, risiko dan keamanan pada purusan pemakaian QRIS di Indonesia. Penelitian ini memakai data primer yang dikumpulkan melalui teknik Nonprobability Sampling dengan Purposive Sampling dengan mengambil 196 responden pengguna QRIS pada Gen Milenial dan Gen Z di Indonesia yang pernah menggunakan QRIS minimal 1 kali. Survei Google Forms dikirimkan sebagai strategi pengumpulan data. Metode untuk menganalisis data meliputi pengujian hipotesis, pengujian reliabilitas, pengujian validitas, dan statistik deskriptif. SPSS versi 30 digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa pilihan untuk menggunakan QRIS dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh persepsi keuntungan, kemudahan penggunaan, dan keamanan. Namun, pilihan untuk menggunakan QRIS tidak dipengaruhi oleh persepsi risiko.  
PERBANDINGAN MODEL ALTMAN Z-SCORE DAN MODEL ZMIJEWSKI DALAM MENDETEKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (PERIODE 2022–2024) Ibrahim, Rezza Rizqi; Eka Julianti Efris Saputri; Haviz Taufik; Aditya Pradana
Akmenika: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 23 No. 1 (2026): AKMENIKA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/akmenika.v23i1.9458

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil deteksi financial distress menggunakan Model Altman Z-Score dan Model Zmijewski pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan auditan. Populasi penelitian berjumlah 78 perusahaan, dan melalui purposive sampling diperoleh 57 perusahaan sebagai sampel. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung rasio-rasio pembentuk kedua model, mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kategori safe zone/grey zone/distress untuk Altman dan non-distress/distress untuk Zmijewski, lalu membandingkan pola hasil secara deskriptif, tren, dan komparatif naratif. Hasil menunjukkan Model Altman cenderung lebih optimistis: (2022) 31 safe zone, 14 grey zone, dan 12 distress; (2023) 32 safe zone, 14 grey zone, 11 distress; serta (2024) 33 safe zone, 12 grey zone, dan 12 distress. Sebaliknya, Model Zmijewski mengklasifikasikan distress lebih banyak: (2022) 30 distress dan 27 non-distress; (2023) 30 distress dan 27 non-distress; serta (2024) 31 distress dan 26 non-distress. Hasil ini menegaskan bahwa Altman lebih sensitif terhadap dimensi operasional, penjualan, dan sinyal pasar, sedangkan Zmijewski lebih peka terhadap leverage, profitabilitas, dan likuiditas jangka pendek.
PENGARUH PENERAPAN SAK EMKM TERHADAP KINERJA KEUANGAN UMKM DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA UMKM DI KOTA PONTIANAK) Zulfa, Deswita Salsabila; Salima, Alya; Gabriella, Jovanka Jans
Akmenika: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 23 No. 1 (2026): AKMENIKA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/akmenika.v23i1.9473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah terhadap kinerja usaha dengan menempatkan literasi keuangan sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian didasari oleh masih terbatasnya kemampuan pelaku UMK dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar yang berlaku serta rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan pelaku UMKM di Kota Pontianak sebagai responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Structural Ecuariion Modeling berbasis Partial Least Squares. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat literasi keuangan. Selanjutnya, literasi keuangan terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kinerja keuangan usaha. Uji pengaruh tidak langsung mengindikasikan bahwa literasi keuangan yang memadai memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas pengelolaan serta mendorong peningkatan kinerja keuangan UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan pemahaman akuntansi dan penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk mengambil keputusan yang lebih rasional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang dalam menghadapi persaingan dan dinamika ekonomi yang terus berkembang secara global.
PERAN MANAJEMEN LABA DALAM MEMEDIASI HUBUNGAN BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN TAX AVOIDANCE Fatimah, Sitti
Akmenika: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 23 No. 1 (2026): AKMENIKA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/akmenika.v23i1.9481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen laba dalam memediasi hubungan antarabeban pajak tangguhan dan tax avoidance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengandata sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposivesampling yang menghasilkan 95 perusahaan dengan total 475 observasi. Analisis data dilakukanmenggunakan regresi data panel dan uji mediasi dengan pendekatan Baron dan Kenny. Tax avoidancediproksikan dengan effective tax rate (ETR), beban pajak tangguhan diukur dengan rasio beban pajaktangguhan terhadap total aset, dan manajemen laba diukur menggunakan discretionary accruals. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beban pajak tangguhan berpengaruh positif terhadap tax avoidancedan manajemen laba. Manajemen laba juga berpengaruh positif terhadap tax avoidance serta terbuktimemediasi secara parsial hubungan antara beban pajak tangguhan dan tax avoidance. Temuan inimenunjukkan bahwa fleksibilitas akuntansi pajak dimanfaatkan manajemen sebagai saranapenghindaran pajak, sehingga memberikan implikasi penting bagi otoritas pajak dan investor.