cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan" : 6 Documents clear
ANALISIS PROKSIMAT SERBUK INSTAN KOMBINASI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) DAN DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) Lakustini Cahyaningrum, Putu
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.600

Abstract

Temulawak dan daun anting-anting merupakan tanaman yang memiliki khasiat baik untuk kesehatan. Kedua tanaman ini diolah dalam bentuk serbuk instan untuk memudahkan dalam bentuk penyajian. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar analisa proksimat dari serbuk instan dari dua kombinasi tanaman yaitu Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).) dan Daun anting-anting (Acalypha indica L.). Analisa proksimat dalam penelitian meliputi nilai kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat dari serbuk instan rimpang temulawak dan daun anting-anting. Penelitian ini menggunakan dua rancangan penelitian, yaitu: deskriptif eksploratif dan eksperimental. Deskriptif eksploratif meliputi proses pembuatan serbuk instan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).) sedangkan penelitian eksperimental dilakukan melalui uji proksimat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Serbuk instan temulawak dan daun anting-anting dapat dibuat melalui tahapan pencucian, penghalusan, pemasakan atau kristalisasi dan pengeringan serta pengayaan. Kandungan gizi yang terdapat pada serbuk instan kombinasi rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan daun Anting-anting (Acalypha indica L.), yaitu kadar air 2,4081%; kadar abu 0,65% ; kadar protein 1,6654% ; kadar lemak 1,8763%; dan kadar karbohidrat total 93,4002 % dan telah sesuai dengan Syarat Mutu Serbuk Minuman Tradisional Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-4320-1996.
NASI WONG WONGAN PERSPEKTIF RELIGIUS MAGIS Made yuliari, Sang Ayu
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.602

Abstract

Artikel yang berjudul “Nasi Wong-Wongan Perspektif Religius Magis”, ini membahas tentang nasi yang berwujud manusia atau dibuat dalam bentuk /wujud manusia sebagai salah satu persembahan diantara banyak persembahan yang ada. Nasi wong-wongan ini dalam upacara yang lebih besar sebagai salah satu pelengkap dalam banten caru. Adanya fenomena wabah yang melanda negeri ini khususnya di Bali bagi umat Hindu sangat meyakini dengan persembahan ini akan dapat menghindari wabah yang terjadi. Segala upaya dtelah dilakukan termasuk himbauan kepada prejuru untuk melakukan persembahyangan di seluruh desa adat di Bali. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Bali tetap tenang dan berserah diri kepada Tuhan. Berdasarkan keyakinan umat Hindu di Bali sebuah banten bersifat magis karena di dalamnya ada mantera yang diuncarkan oleh seorang sulinggih yang memimpin suatu upacara. Banten yang dalam hal ini berupa nasi wong-wongan bersifat niskala dan sekala serta memiliki daya magis. Dengan banten tersebut dapat memberikan vibrasi yang positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
FORMULASI MINUMAN FUNGSIONAL TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Sunia Widyantari, A A A Sauca
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.604

Abstract

Minuman fungsional merupakan salah satu pangan fungsional. Sebagai pangan fungsional minuman fungsional tentunya harus memenuhi dua fungsi utama yaitu memberikan asupan gizi serta pemuasan sensori seperti rasa yang enak dan tekstur yang baik. Proses pengolahan tanaman herbal menjadi minuman fungsional memerlukan pengetahuan tentang kandungan senyawa aktif dan teknik formulasi. Formulasi atau campuran pada minuman fungsional menjadi bagian terpenting dari minuman fungsional agar cita rasa yang dihasilkan dapat diterima masyarakat dan fungsinya bagi kesehatan dapat dipertanggungjawabkan. Uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui tingkat keseukaan atau kelayakan suatu produk agar dapat diterima oleh panelis (konsumen).Kandungan senyawa aktif pada bahan minuman fungsional dapat meningkatkan aktivitas senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
POTENSI KEARIFAN LOKAL RAMUAN USADA UNTUK MENGATASI PENYAKIT REMATIK DI DESA TENGKUDAK KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN Agung Mediastari, A A Putu
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.606

Abstract

Desa Tengkudak potensial di bidang pertanian dan perkebunan. Kondisi alam desa menyebabkan berbagai rempah dapat tumbuh subur, namum belum dimanfaatkan untuk mengatasi keluhan rematik yang dialami sebagian besar masyarakatnya. Rematik merupakan salah satu penyakit degenerative yang cukup menggangu aktifitas keseharian. Untuk mengatasi penyakit ini masyarakat memanfaatkan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ramuan usada untuk terapi rematik, tata cara melakukan terapi, dan implikasi terapi ramuan usada di desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bersifat kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat melakukan terapi ramuan usada untuk mengatasi rematik karena adanya tiga aspek yang berpengaruh yaitu aspek sosial budaya, aspek kesehatan, dan aspek ekonomi. Tata cara terapi ramuan usada rematik memiliki beberapa tahapan. Serana yang digunakan untuk terapi ramuan rematik berupa ramuan minyak rempah, boreh, compress ball, dan ramuan obat dalam berupa loloh. Implikasi yang ditimbulkan dari terapi ramuan berupa, menghilangkan bengkak, menghilangkan nyeri, membantu memulihkan sendi dan pergelangan yang terasa kaku menjadi normal kembali,sehingga penderitadapat beraktifitas sebagaimana mestinya
TERAPI LINTAH (HIRUDOTHERAPY) TERHADAP PENDERITA JERAWAT (ACNE VULGARIS) DI SURYA TERAPI LINTAH PERSPEKTIF AYURWEDA (STUDI KASUS) Cahayani Ariawa, Dewi; Lakustini Cahyaningrum, Putu; Putra Suta, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.608

Abstract

Jerawat adalah suatu peradangan pada kulit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Propionibacterium acne s. pada kelenjar minyak pada area dermis. Persentase orang di Indonesia yang pernah mengalami jerawat adalah 80%. Salah satu upaya untuk mengatasi jerawat adalah dengan terapi lintah. Surya Terapi Lintah adalah pelayanan terapi lintah yang berlokasi di Denpasar Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan terapi lintah terhadap jerawat dan dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling data. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori etnografi, struktural fungsional dan teori fungsi serta data diperoleh dengan cara studi kepustakaan, observasi dan wawancara secara mendalam. Sasaran penelitian adalah praktisi dan pasien jerawat yang pernah dan sedang melakukan terapi lintah di Surya Terapi Lintah. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa air liur lintah membantu mengurangi inflamasi, sehingga membantu penyembuhan jerawat. Tata cara terapi lintah yang dimiliki Surya Terapi Lintah memiliki kemiripan dengan teknik Jalaukavarcarana dalam Ayurweda serta implikasi dari terapi ini selain pengaruhnya terhadap jerawat ialah kulit terasa lebih cerah serta otot wajah menjadi lebih ringan.
MANFAAT TEMPE UNTUK KESEHATAN Redi Aryanta, I wayan
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.609

Abstract

Tempe merupakan produk olahan kedelai yang terbentuk atas jasa kapang jenis Rhizopus sp. terutama dari spesies Rhizopus oligosporus, melalui proses fermentasi. Produk tradisional ini sangat bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung zat-zat gizi esensial (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) dan senyawa-senyawa bioaktif yang unggul seperti vitamin B12, antidiare, antikanker, penurun kolesterol jahat, dan antioksidan dalam bentuk isoflavon (daidzein, glisitein, genistein dan 6,7,4 trihidroksi isoflavon). Pangan fungsional ini sangat sesuai untuk dikonsumsi oleh para penderita malnutrisi. Selain itu, tempe bermanfaat untuk mengobati diare, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, menghambat proses penuaan, menurunkan berat badan, memenuhi kebutuhan vitamin B12, mengatasi efek flatulensi, mengurangi risiko Parkinson, meningkatkan kinerja otak, menurunkan kadar kolesterol jahat, dan mencegah berbagai penyakit seperti: penyakit jantung koroner, osteoporosis, penyakit saluran pencernaan, kanker, anemia, diabetes mellitus, dan asma.

Page 1 of 1 | Total Record : 6