cover
Contact Name
Rifki Septawendar
Contact Email
rifkiseptawendar@yahoo.com
Phone
+62227206221
Journal Mail Official
jkgi.bbk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 392 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Published by Balai Besar Keramik
ISSN : 08545405     EISSN : 26228114     DOI : https://doi.org/10.32537/jkgi
The JKGI contains papers of original research that provide or lead to fundamental principles in the science of ceramics, functional ceramics and ceramic-based composites. These articles include reports of the discovery of new phases, phase relationships, processing approaches and microstructures that relate to ceramic materials and processes. The articles establish the links between processing, structure characterization and properties of ceramics, including modeling approaches that are founded on basic mechanisms. All the published papers must be of enduring value and relevant to the field of ceramics.
Articles 72 Documents
Fabrication of Ceramic Alumina Tube by Extrusion Method Suzanne Agustin; Kristanto Wahyudi; Rizky Berliana Wijayanti; Maulid Purnawan
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 28, No 1 (2019): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v28i1.5618

Abstract

Ceramic tubes are widely used as process equipment in various industries. One of the materials used as raw material for ceramic tubes is alumina. Materials are processed by vacuum extruder to obtain products with constant cross section. The characteristics of the products depend on the amount and chemical composition of the crystals formed. The formation of mullite as the main mineral will increase thermal shock resistance because mullite has a low expansion coefficient. Composition B with the percentage of 50% alumina, 30% kaolin, 10% clay and 10% MgO provide the best temperature shock resistance. The measurement result for flexural strength of composition B is 2400.52 kg / cm2
Karakteristik Kupel Berbasis Magnesia Dan Abu Tulang Sintesis Rustini Rustini; Dede Taufik; Maulid Purnawan; Ria Julyana Manullang; Ig. Adi Widjanarko
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 27, No 2 (2018): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v27i2.4413

Abstract

Proses kupelasi banyak digunakan untuk penentuan logam mulia konsentrasi rendah dalam material geologi. Proses ini membutuhkan kupel sebagai wadah pemisahan logam mulia dari oksida timbal (PbO). Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan dan karakteristik kupel berbasis magnesia dan abu tulang dengan cara press. Kupel diuji porositas, ketahanan kejut suhu dan kemampuan penyerapan  PbO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kupel dengan komposisi campuran abu tulang dan Dead Burnt Magnesite (DBM) sebesar 15 : 80 dan 35 : 60 merupakan komposisi terbaik untuk menghasilkan kupel dengan porositas diatas 30%, tahan kejut suhu sebanyak 5 siklus dan mampu menyerap timbal monoksida dengan atasan Au yang tersisa berada dalam rentang penerimaan Laboratorium PT Antam.
Ceramic Magnetic Filter from Used Magnet and Limestone Powder for Drinking Water Source Management Handoko Setyo Kuncoro; Abdul Rahman
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 25, No 1 (2016): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v25i1.2346

Abstract

Studi awal tentang pembuatan filter keramik terinduksi dari bahan magnet bekas dan serbuk kalsit untuk media pengolahan air telah dicoba menggunakan metoda induksi serbuk magnet. Filter magnetiknya disusun dalam wadah silinder dari bahan berdiameter 45 mm yang berisi serbuk batu gamping kalsit setebal 5 mm dan serbuk magnet barium ferit setebal 40 mm. Kedua lapisan bahan tersebut diinduksi magnet barium ferit berbentuk silinder dengan diameter dalam 50 mm, diameter luar 100 mm dan ketebalan 20 mm. Penerapan unjuk kerja dari filter magnetik terhadap uji kadar besi, jumlah coliform total dan jumlah bakteri E. Coli telah menunjukkan respon yang cukup baik sebagai filter air dalam menurunkan: kadar besi dalam air sekitar 0,35 kali (atau 0,13 mg/l), jumlah coliform total 0,17 kali (atau 6 per 100 ml) dan meniadakan jumlah bakteri E. Coli (mendekati 0 per 100 ml air dari sebelumnya berjumlah 11 per 100 ml). Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas air keluaran telah memenuhi persyaratan Permenkes untuk sumber air minum (standar air baku) dan filter yang didesain telah berfungsi baik sebagai piranti penjernih air.
Preparation of Titanium Phosphate as Solid Electrolyte Material for Secondary Battery Handoko Setyo Kuncoro; Suhanda S; Muhammad Syaifun Nizar; Ratih Resti Astari; Didit Nur Rahman; Evvy Kartini; Bambang Prihandoko
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 27, No 1 (2018): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v27i1.3956

Abstract

Industrialization of lithium batteries in Indonesia requires in addition to mineral technology as well as local raw material support. Solid electrolytes are one of the lithium battery cell components that determine the working stability (long life-time) of the battery and the safety of its use. In this study solid electrolyte for secondary battery with type of Lithium Aluminum Titanium Phosphate (LATP) was synthesized in variation of LATP.n% Li2O where Li2O functioned as conductivity enhancing additive with n=0,5,10. Theoretically, the largest LATP solid electrolyte content is the Titanium Phosphate (TiP) material about 80% by weight fraction, the material can be obtained from natural mineral materials such as ilmenite and apatite in Indonesia. It has qualified for the industrialization of battery components with domestic component level (TKDN) material exceeding 60%. The TiP material was prepared by sintering destruction and acid-base methods, while the LATP.n% Li2O was made using powder metallurgy and sintering method with pre-heating 400 ° C. The XRD test result shows a diffraction pattern of TiP similar to TiP pattern from other publication reference. A slight difference in the XRD pattern indicated an excess of TiO2 rutile content in TiP material and other impurities, which has also been proven by XRF test results. The SEM test result provided a micrograph showing off the crystal blocks corresponding to the shape described by other references. The LATP material made has a single and stable ionic conductivity mechanism based on the interpretation of the Cole-cole plot diagram. The result of ionic conductivity test for LATP.n% Li2O showed variation with n = 5 having conductivity (4.5x10-5 S / cm) higher than other variations. 
The Effects of Mn Ions Dopping towards Barium Ferrite Magnet Characteristics Ratih Resti Astari; Ferry Arifiadi; Handoko Setyo Kuncoro; Tony Kristiantoro
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 28, No 2 (2019): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v28i2.5786

Abstract

Magnet barium ferit merupakan salah satu jenis magnet permanen yang masih mempunyai potensi untuk dikembangkan, salah satunya dengan pemberian doping untuk mempengaruhi sifat magnetiknya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan penambahan doping MnO dan MnO2 pada barium ferit. Metode pembuatan barium ferit yang dilakukan adalah dengan metode metalurgi serbuk dan diberikan penambahan doping MnO dan MnO2dengan variasi %berat. Hasil yang diperoleh yaitu sampel dengan doping MnO2mempunyai karakteristik sifat magnetic yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan doping MnO. Nilai doping MnO2 terbaik pada komposisi 1,5% dengan nilai Br 1,91kG, Hcj 3,073 kOe dan BHmax 0,76 MGOe. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan doping MnO2relatif lebih baik digunakan untuk meningkatkan sifat magnetik magnet barium ferit.
Statistical Method by ANOVA – The Effect of Waste Glass Activated Alkali Addition in Composite Cement Ria Julyana Manullang; Walmiki Samadhi
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 26, No 1 (2017): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v26i1.3913

Abstract

Analisis statistik dengan analisis varians (ANOVA) dilakukan untuk menentukan pengaruh penambahan limbah kaca teraktivasi alkali terhadap kuat tekan  mortar semen komposit. Semen komposit dibuat dengan mencampur klinker, gipsum dan limbah kaca. Percobaan dirancang  menggunakan rancangan statistik bertipe percobaan faktorial penuh dengan dua variasi percobaan berupa jenis alkali dan waktu kontak alkali dengan kaca. Nilai kuat tekan  mortar semen komposit setelah waktu pematangan  28 hari pada temperatur ruang dievaluasi dan dianalisis secara statistik. Berdasarkan ANOVA, kuat tekan semen dipengaruhi secara signifikan oleh efek utama dari variabel jenis alkali dan waktu kontak namun tidak dipengaruhi oleh efek interaksi antar dua variabel ini. Hasil uji kecukupan model ANOVA dengan analisis residu menunjukkan bahwa model hasil ANOVA dapat dinyatakan valid. Penggunaan kaca teraktivasi alkali dalam semen komposit menurunkan kekuatan tekan semen sebesar 20 - 40%. Kuat tekan semen yang dihasilkan dengan penambahan KOH lebih kecil sebesar 6 – 10% daripada kuat tekan semen yang dihasilkan dengan penambahan NaOH. Waktu kontak antara alkali dan kaca yang semakin lama akan mengakibatkan terbentuknya gel ASR yang bersifat ekspansif dan menurunkan kekuatan tekan semen.
Modifikasi Filter Keramik dengan γ-alumina sebagai adsorbent logam berat Eneng Maryani; Suhanda Suhanda; Naili Sofyaningsih; Ayu Ratnaningsih
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 25, No 2 (2016): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v25i2.2665

Abstract

Filter keramik adalah filter yang  terbuat dari bahan baku keramik. Filter tersebut dapat didesain sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyaring partikel suspensi, koloid, logam berat, ion-ion tertentu, serta mikroorganisme seperti bakteri, kuman, parasit, dan jamur. Pada penelitian ini filter keramik dibuat dari bahan keramik yaitu ball clay, alumina dan karbon yang dibentuk dengan cara slip casting. Untuk meningkatkan daya adsorpsi filter keramik terhadap logam berat maka dilakukan modifikasi filter dengan mengisi adsorben γ–alumina ke dalamnya.Filter tersebut memiliki mikrostruktur mesoporous dengan karakteristik tekstural: dpori rata-rata= 40,410 nm, Vpori total = 0,1146 cc/g dan luas permukaan = 11,348 m2/g untuk filter A serta dpori rata-rata= 29,458 nm, Vpori total = 0,0536 cc/g dan luas permukaan = 7,280 m2/g untuk filter B.Filter keramik dapat menyaring air berlumpur sehingga diperoleh air yang jernih. Filter keramik Aa1 dan Aa2 (diisi adsorben γ–alumina) serta filter B (tanpa diisi adsorben γ–alumina) telah berhasil mengadsorpsi logam berat terutama Pb sehingga diperoleh kadar Pb sampai batas kuantifikasi alat pengukuran. Adsorpsi logam arsen paling baik dilakukan menggunakan filter Aa1 dengan % removal 97,39. Adsorpsi logam kadmium (Cd) paling baik dilakukan menggunakan filter B dengan % removal 99,80. Filter keramik B dapat berfungsi ganda yaitu sebagai filter (penyaring) dan adsorben logam berat.
GEL CASTING METHOD FOR COMPLEX-SHAPED DENSE CERAMIC FABRICATION Ike Setyorini; Ria Julyana Manullang; Karlina Noordiningsih; Hernawan Hernawan
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 28, No 1 (2019): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v28i1.5406

Abstract

The fabrication of complex-shaped dense ceramic has been done by gel casting method. Alumina was used as raw material in this study. Alumina was mixed with methacrylamide (MAM) dispersant and Methylenebisacrylamide (MBAM) monomer with a certain ratio until the suspension has a good ability to flow. Ammonium persulphate (APS) as an initiator and Tetra-methylethylene diamine (TEMED) as catalyst were added to accelerate the polymerization reaction. The suspension was then poured into wax mold, stayed until harden and burned at 1300 oC. The results showed the minimum viscosity of suspension is obtained with 80% alumina content and addition of dispersant at 0.15% weight of alumina. The addition of APS and TEMED at 0.2% weight of monomer solution and the addition of PEG at 1 µl per gram alumina provided the best mechanical strength of green body at 61.29 kg/cm2 . Addition of PEG was used to overcome the problem of lamination due to oxidation reactions by air
The Utilization of Volcanic Ash in Medium Fired Stoneware Ceramic Body Rohmat Sulistya; Wahyu Gatot Budiyanto
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 29, No 1 (2020): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v29i1.6076

Abstract

The aims of this research are to develop a medium fired stoneware body (1150oC-1250oC) as well as a prototype of glazed ceramic products based on several local clays using volcanic ash. The developed clay comes from Sukabumi, Singkawang, Bojonegoro and Malang. Research includes analysis of raw materials, development of stoneware ceramic bodies, testing of physical properties of ceramic bodies, determination of optimum ceramic bodies and development of prototype products. Raw material analysis consists of mineral analysis using XRD and Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Ceramic body development was carried out by the line blend method followed by testing plasticity, shrinkage, porosity and fracture strength. Prototype product development was carried out on optimum ceramic bodies composition. The results showed volcanic ash can be used to develop local clay-based ceramic stoneware bodies from Sukabumi, Bojonegoro and Malang which optimum ceramic bodies coded as Sb-2, Sb-3, Sb-4, Sb-5, Bn-5, Ml-4 and Ml-5 with volcanic ash percentage of 10%-40%. In this research, the optimum composition for Singkawang clay has not yet been found. However, opaq, matt and celadon glazes that applied to the optimum ceramic body resulted good and decent prototype products
Pembuatan dan Karakterisasi Material Cutting Tools Alumina Aditif Titania Maulid Purnawan; Soewanto Rahardjo; M. Sobron Lubis
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 26, No 2 (2017): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v26i2.4124

Abstract

Pembuatan material cutting tools dari alumina aditif titania telah dilakukan. Aditif TiO2 dan TiC pada alumina berfungsi meningkatkan kekuatan mekanik. Komposisi material cutting tools keramik dibentuk dengan cara press dan dibakar pada 2 variasi suhu pembakaran yaitu 1600°C dan 1700°C. Pembakaran dilakukan dengan metode substitusi karbon yang bersumber dari sagar silikon karbida yang bertujuan mengubah TiO2 menjadi TiC. Berdasarkan hasil karakterisasi yang dilakukan,  bahan dengan  komposisi 97% Al2O3, 3% TiO2 yang dibakar pada suhu 1700°C mempunyai sifat yang lebih baik untuk dijadikan sebagai bahan cutting tools dengan kekerasan (vickers hardness)  25,21GPa.