cover
Contact Name
-
Contact Email
jmm@umrah.ac.id
Phone
+6281261495749
Journal Mail Official
jmm@umrah.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Dompak Tanjungpinang, Indonesia 29125
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Maritim
ISSN : 25807439     EISSN : 27214117     DOI : https://doi.org/10.31629/jmm.v4i1
Core Subject : Social,
JURNAL MASYARAKAT MARITIM (JMM) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi sumber akademis pada kajian studi masyarakat maritim. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, meninjau artikel, studi kasus dan ulasan buku yang memfokuskan pada masyarakat pesisir dan masyarakat perbatasan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017" : 5 Documents clear
Perkembangan Teknologi Pada Masyarakat Desa Mantang RT 06 Kabupaten Bintan Lukman, Basirun; Salawati, Fitri; Raffi, Muhammad
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1680

Abstract

Pada era globalisasi ini, manusia tidak pernah lepas dari teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat pada masa ini telah menjadikan beberapa perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat, terutama pada negara-negara berkembang. Yang dulunya masyarakaat hidup dengan bentuk yang tradisional kini berubah kebentuk yang modern.Karena dalam kehidupan kita di masa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang sangat dominan. Siapa pun yang handal teknologi maka dia akan menjadi seorang pemimpin dalam dunianya. Teknologi sangat berperan dalam berbagai bidang. (kompasiana dalam Hasna Rosyida, 2013). Sehingga teknologi sekarang sudah merupakan suatu keharusan bagi masyarakat, agar kita tidak ketertinggalan dari segala aspek dan perkembangan dunia. Keberadaan teknologi sebenarnya merupakan sesuatu yang berdampak positive bagi masyarakat, karna dengan adanya teknologi lebih memudahkan masyarakat dari segi informasi, komunikasi dan transportasi. Hanya saja terkadang masyarakat yang kurang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik, sehingga keberadaan teknologi malah memunculkan efek negative. Perkembangan tekhnologi di Indonesia pada masa sekarang ini tidak hanya berkembang pada masyarakat Kota saja, akan tetapi sudah mulai masuk kebeberapa daerah atau pulau-pulau di sekitaran wilayah Indonesia. Mereka yang berada di daerah-daerah tersebut sudah mulai mengakses beberapa teknologi baik itu dari segi komunikasi, informasi, transportasi maupun pekerjaan , seperti yang di temukan di Desa Mantang Kabupaten Bintan.
Peran Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bagi Masyarakat Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir Solina, Emmy
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1681

Abstract

Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perekonomiannya menjadi hal yang utama, maka dalam hal ini tidak terlepas dari kemiskinan. Adapun penanggulangan kemiskinan tersebut melalui programprogram pemerintah seperti program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). pada masyarakat Kelong Kecamatan Bintan Pesisir dimana KUBE dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para kelompok miskin, yang meliputi: terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari, meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya pendidikan, dan meningkatnya derajat kesehatan. Di Desa Kelong terdapat KUBE yang merupakan salah satu bagian dari usaha pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam KUBE di Desa Kelong ini ditemukan jelas adanya modal sosial yang berperan penting dalam keberlangsungan KUBE tersebut. Dalam hal ini, KUBE sebagai sebuah jaringan sosial yang terbentuk karena adanya kesamaan tujuan serta pencapaian bersama dalam bidang perekonomian di masyarakat Desa Kelong
Konsumsi Simbolis dalam Pemilikan Rumah oleh Kelas Menengah (Studi Kasus Penghuni Greenland Forest Park Residence Depok) Rahman, Tyka
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1682

Abstract

This study explains about symbolic consumption of middle class for home ownership. This study used the qualitative approach, it was chosen as the purpose of this study is to explain how the middle class colours their class position through the home ownership. Data was collected through observation and depth interview for the strategy of inquiry. The subject of study was dweller of Greenland Forest Park Residence. The research was conducted from April to July 2015.Gerke (2002) explained about lifestyling of Indonesian middle class as a strategy to show their social class without real consumption. This study revealed that the home ownership show two aspects of middle class (Greenland dweller) consumption; the real and symbolic consumption at the same time demonstrating their social class.
Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Matang Lama Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan Iskandar
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1683

Abstract

Stratifikasi adalah tingkatan-tingkatan kedudukan secara hierarki yaitu setiap masyarakat dapat menduduki status berdasarkan perolehan, diraih dan pemberian dengan memiliki ukuran-ukuran yang dianggap memiliki sesuatu yang berharga seperti kehormatan, kekayaan, kekuasaan dan ilmu pengetahuan. Di desa Mantang Lama masih terlihat jelas stratifikasi yang ada atau status secara vertikal di dalam kehidupan masyarakat, karena masyarakat masih menghargai nilai-nilai leluhur secara turun-temurun seperti kedudukan seorang baten, hakim dan dukun. Berdasarkasn hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana stratifikasi sosial yang terjadi di Mantang Lama Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui stratifikasi sosial yang terjadi di desa Mantang Lama Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evolusioner fungsionalis Talcott Parsons didalam Parson menganggap bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karna sifat kecendrungan masyarakat untuk berkembang, yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Berdasarkan hasil analisis data di jelaskan masyarakat dari tingkatan atau kelas mana mereka berada seperti hal nya baten, hakim dan kepala desa mereka menduduki kelas tertinggi sementara kedudukan kepala desa (KADES) adalah kedudukan yang di tunjuk oleh penduduk desa berdasarkan pemilihan KADES secara langsung dan kedudukan guru, dokter dan dukun merupakan kedudukan fungsional dalam masyarakat adalah kedudukan menengah dan kedudukan bawah adalah kedudukan yang di isi oleh pekerja kasar, biasanya kedudukan ini tidak memiliki peran yang begitu berarti bagi kelompok dan kedudukan ini tidak mendapat penghargaan dari masyarakat sehingga ia berada pada kelas bawah seperti nelayan dan buruh. Berdasarkan analisa peneliti maka, disimpulkan bahwa adanya tingkat stratifikasi sosial di desa Mantang Lama yaitu Stratifikasi sosial yang di lihat dari jenjang kelas di dalam masyarakat tersebut yaitu kelas atas yang di isi oleh mereka berdasarkan kedudukan yang diukur dari status kehormatan (Baten, Hakim dan Kepala desa), kelas menengah yaitu di isi oleh mereka berdasarkan ukuran pendidikan dan kekayaan yaitu guru, dokter, pegawai negeri sipil, pedagang dan dukun. Sementara pada kelas bawah di isi oleh golongan pekerja kasar seperti nelayan dan buruh.
Adaptasi Masyarakat Permukiman Pelantar dalam Menghadapi Kesulitan Air Bersih di Kelurahan Tanjung Unggat Samnuzulsari, Tri; Rahmawati, Nanik; Hadi, Afril
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1685

Abstract

Kesulitan yang dialami masyarakat permukiman pesisir yang berada di atas pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat, terjadi karena berbagai faktor seperti kondisi tempat tinggal masyarakat merupakan daerah dengan topografis tanah yang tidak bisa untuk mendapatkan sumber mata air bersih yang baik, faktor perubahan cuaca dan ditambah lagi dengan kondisi perekonomian masyarakat pesisir yang cenderung berpenghasilan rendah dan tidak menentu. Dengan kesulitan yang terjadi tersebut, masyarakat berusaha melakukan berbagai tindakan adaptasi (penyesuian) secara kolektif untuk mengatasi permasalahan air bersih yang telah sejak lama terjadi hingga sampai saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk modal sosial yang timbul dari proses adapatasi yang di lakukan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel (purposive sampling) menetapkan 10 orang masyarakat dari 2 Rukun Tetangga (RT) sebagai informan penelitian. Teknik analisis data dianalisi secara kualitatif, berdasarkan dukungan teori yang berkaitan dengan objek penelitian dan hasil wawancara serta observasi yang kemudian akan ditarik suatu kesimpulan hasil penelitian. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan sumber dan kapasitas penggunaan air bersih masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang cukup jauh dari permukiman serta air tersebut tidak dapat di nikmati secara berlebihan. Sehingga dengan upaya berdaptasi masyarakat mencoba mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Tindakan adapatasi timbul karena adanya modal sosial yang sangat kuat di dalam masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang berupa jaringan (kerjasama) membangun sarana air bersih, kepercayaan antar sesama dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada, dan nilai (etos kerja) yang timbul dari kesulitan yang terjadi, serta norma sebagai dasar ketaatan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan tujuan keberhasilan pembangunan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5