cover
Contact Name
Ristiawan Muji Laksono
Contact Email
anestpain@ub.ac.id
Phone
+6281336172271
Journal Mail Official
anestpain@ub.ac.id
Editorial Address
Anesthesiology and Intensive Therapy Program, Medicine FacultyBrawijaya University, Malang Indonesia Jl. Jaksa Agung Suprapto no.2, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Anaesthesia and Pain
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27223167     EISSN : 27223205     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jap
Core Subject : Health,
Journal of Anaesthesia and Pain is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on anesthesia and pain. Journal of Anaesthesia and Pain, published by Anesthesiology and Intensive Therapy Specialist Program of Medicine Faculty, Brawijaya University. This journal publishes original articles, case reports, and reviews. The Journal s mission is to offer the latest scientific information on anesthesiology and pain management by providing a forum for clinical researchers, scientists, clinicians, and other health professionals. This journal publishes three times a year. Subjects suitable for the Journal of Anaesthesia and Pain are all subjects related to anesthesiology and pain management.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2020): September" : 6 Documents clear
Blokade Saraf Femoral-Popliteal pada Pasien dengan Pseudarthrosis Kongenital Tibia yang Menjalani Prosedur Ilizarov Berulang Danny Sandhi Arivianto; Mahendratama Purnama Adhi; Andri Lumban Tobing
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.06

Abstract

 Latar belakang: Penggunaan blokade saraf perifer pada pasien pediatrik semakin meningkat karena dinilai aman, mengurangi kebutuhan opioid, efek samping minimal, pulih sadar lebih cepat dan mengurangi lama hari rawat. Untuk prosedur pembedahan ekstremitas bawah minimal diperlukan dua blokade saraf perifer.Kasus: Kami laporkan dua kasus pasien pediatrik (4 dan 6 tahun) dengan pseudarthrosis kongenital tibia yang menjalani prosedur Ilizarov berulang. Manajemen anestesi dilakukan dengan kombinasi blokade saraf femoral-popliteal dengan levobupivacain 0,3% dan pasien disedasi dengan propofol 75 mcg/kgBB/menit selama intraoperasi. Kombinasi blokade saraf dilakukan dengan menggunakan stimulasi saraf perifer dengan bantuan pencitraan USG. Parameter yang dinilai ialah kekuatan efek analgetik dari blokade saraf perifer, pemberian analgetik tambahan serta efek samping kombinasi blokade saraf femoral-popliteal. Operasi berlangsung selama 2 jam dengan pemberian analgetik tambahan fentanyl intraoperasi sebanyak satu kali.Kesimpulan: Kombinasi blokade saraf femoral-popliteal dapat menjadi teknik anestesi pilihan pada kasus pseudarthrosis kongenital tibia. Teknik tersebut memberikan hasil yang memuaskan, mengurangi penggunaan opioid dan tidak ada efek samping. Penambahan fentanyl intraoperatif kemungkinan disebabkan blokade saraf perifer yang tidak adekuat pada osteatom tibia karena penggunaan konsentrasi levobupivacain yang rendah.
Kesesuaian antara Persiapan Darah Preoperatif dengan Kebutuhan Darah Durante Operasi Total Hip Replacement (THR) dan Total Knee Replacement (TKR) pada Operasi Elektif di RSSA Devi Ariani; Ristiawan Muji Laksono; Arie Zainul Fatoni
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.01

Abstract

 Latar belakang: Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar saat ini belum memiliki tata peraturan permintaan darah sehingga permintaan didasarkan dengan kebiasaan atau pengalaman. Akibatnya, sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah darah yang disiapkan dengan kebutuhan darah intraoperatif pada pasien yang menjalani operasi Total Hip Replacement dan Total Knee Replacement pada pembedahan elektif di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara persiapan darah preoperatif dengan kebutuhan darah durante operasi pada operasi elektif di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional pada 109 subjek yang menjalani  total hip replacement (THR) (63 pasien)  dan total knee replacement (TKR) (46 pasien). Data rekam medis yang didapat diolah dengan menggunakan Ms Office Excell. Data yang diamati berupa kesesuaian jumlah darah yang disediakan dengan jumlah darah yang dibutuhkan. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi menggunakan SPSS 18.00.Hasil: Sebanyak 61,90 % dari subjek Total Hip Replacement dan 50% dari operasi Total Knee Replacement tidak memiliki kesesuaian antara darah yang disiapkan dengan darah yang dibutuhkan. Jumlah total darah yang digunakan pada Total Hip Replacement sebanyak 36 labu (31,58%) dari 144 labu darah yang disiapkan, sedangkan pada operasi Total Knee Replacement 45 labu (100%) darah yang disiapkan tidak digunakan. Waktu operasi THR berbanding lurus dengan jumlah perdarahan pada kedua jenis operasi. Rata-rata perdarahan pada operasi TKR sebanyak 134,02 ml sedangkan pada operasi THR sebanyak 601,11 ml. Kesimpulan: Pada operasi THR didapatkan ketidaksesuaian antara persiapan darah preoperatif dengan kebutuhan darah durante operatif yang lebih besar dibandingkan dengan operasi TKR. Perlu dilakukan pengurangan dalam penggunaan darah atau pengetatan aturan transfusi sehingga dapat berefek baik terhadap pasien dan manajemen rumah sakit. 
Tatalaksana Bronkospasme selama Anestesi Umum Amalia Rahmadinie; Rudy Vitraludyono
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.02

Abstract

Bronkospasme selama prosedur anestesi umum merupakan salah satu kejadian yang tidak diharapkan. Menurut beberapa literatur, etiologinya dapat disebabkan oleh proses anafilaksis, faktor mekanis, maupun farmakologis. Karakteristik utama dari bronkospasme  adalah pemanjangan waktu ekspirasi, mengi, dan peningkatan peak airway pressure. Identifikasi dan penatalaksanaan segera dari bronkospasme selama anestesi umum harus dapat segera diketahui agar tidak menyebabkan hipoksia berkepanjangan, hipotensi, dan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Penyebab utama dari bronkospasme harus diketahui segera selama penatalaksanaan yang dilakukan.
Peran Terapi Regeneratif Platelet-Rich Plasma (PRP) pada Penanganan Osteoartritis Lutut Yusak Mangara Tua Siahaan; Nathasia Suryawijaya
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.03

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang paling umum terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Angka kejadiannya mencapai 15.5% pada laki-laki dan 12.7% pada wanita. Walaupun OA dapat menyerang seluruh sendi, namun sendi lutut merupakan sendi yang paling sering terkena. Tingginya angka prevalensi OA disebabkan karena peningkatan angka harapan hidup dan prevalensi dari obesitas, yang memicu disabilitas kronik serta peningkatan beban sosial dan ekonomi pada negara berkembang. Penanganan OA lutut merupakan suatu tantangan karena sendi lutut memiliki kemampuan regeneratif dan pemulihan yang rendah. Terapi konservatif seperti asetaminofen, obat anti inflamasi non-steroid, dan opioid hanya efektif dalam menangani nyeri dan mengurangi inflamasi. Salah satu terapi regeneratif yang sedang berkembang dalam menangani OA lutut adalah injeksi platelet-rich plasma (PRP), dimana merupakan produk darah autolog dengan konsentrasi platelet, faktor pertumbuhan, dan sitokin yang tinggi. Penggunaan PRP dapat menjadi alternatif karena tidak hanya mengurangi inflamasi, namun memiliki kemampuan untuk memulai dan meregenerasi jaringan yang rusak. Namun, walau PRP dapat dipertimbangakan sebagai terapi yang aman untuk penanganan OA lutut, masih terdapat pro dan kontra terkait teknik yang digunakan serta variasi komposisi dari PRP yang digunakan. Artikel ini akan memaparkan informasi terkini mengenai mekanisme dan efektifitas dari PRP dalam penanganan OA lutut.Kata kunci: Osteoartritis lutut; platelet-rich plasma; terapi regeneratif
Manajemen Nyeri Akut Pasca-Kraniotomi Razi Ageng Pratama; Buyung Hartiyo Laksono; Arie Zainul Fatoni
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.04

Abstract

Kraniotomi adalah sebuah prosedur operasi umum divisi bedah saraf yang melibatkan pembuatan lubang yang cukup pada tempurung kepala atau tengkorak (cranium) untuk akses optimal ke intrakranial. Nyeri pasca kraniotomi adalah komplikasi berulang dari prosedur bedah saraf dan sulit untuk dikelola. Manajemen nyeri akut sangat penting untuk menghindari terjadinya nyeri kronik serta komplikasi seperti hipertensi dan muntah, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial maupun perdarahan intrakranial, outcome pasien yang tidak baik, dan perpanjangan masa rawat inap. Pemilihan obat dalam manajemen nyeri akut pasien pasca kraniotomi merupakan hal yang sangat penting dikarenakan dapat menentukan morbiditas dan mortalitas pasien.
Thoracic Paravertebral Block (TPVB) Sebagai Teknik Anestesi yang Aman dan Nyaman untuk Torakoskopi Vilda Prasastri Yuwono; Ristiawan Muji Laksono
Journal of Anaesthesia and Pain Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jap.2020.001.03.05

Abstract

Latar belakang: Thoracoscopy atau evaluasi ruang torak merupakan standard diagnosis untuk efusi pleura dan dapat juga digunakan untuk mengambil sampel tumor secara biopsi. Anestesi lokal umum digunakan untuk thoracoscopy, namun sering menyebabkan nyeri karena adanya incomplete block. Thoracic Paravertebral Block (TPVB) yang menawarkan blok unilateral secara keseluruhan dan memiliki efek analgesia jangka panjang dapat digunakan sebagai teknik anestesi pada Thoracoscopy.Kasus: Pasien wanita 44 tahun, berat badan 32 kg, tinggi 155 cm didiagnosa susp keganasan Lung Carcinoma, efusi pleura massive, anemia (Hb 8), Hipoalbumin (2,95), underweight (BMI 14,2), dan riwayat asma. Pasien mendapat tindakan Thoracoscopy biopsi. Thoracic Paravertebral Block dilakukan dengan teknik blind berdasarkan landmark tulang dengan predetermined teknik. Jarum diinsersikan pada ligament costo-transverse superior 1-1,5 cm dari batas superior vertebral transverse. Agen anestesi yang digunakan adalah 9 ml bupivacaine 0,5% (masing-masing 3 ml pada T3, T4, T5). Thoracic Paravertebral Block memberikan efek analgesia selama tindakan dan setelah tindakan thoracoscopy hingga 12 jam dengan Visual Analog Scale rendah selama thoracoscopy.Kesimpulan: Thoracic Paravertebral Block sangat efektif, nyaman, dan aman untuk tindakan thoracoscopy dengan mampu memberikan efek analgesia selama tindakan dan setelah tindakan thoracoscopy hingga 12 jam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6