cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 260 Documents
Pemanis Buatan : Ancaman Gizi dan Tumbuh Kembang Balita: Eka Putri Rahmadhani, Wiwi Febriani, Ramadhana Komala, Sonya Hayu Indraswari Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp132-136

Abstract

Konsumsi makanan dan minuman berpemanis buatan pada balita semakin meningkat dan menjadi perhatian serius dalam kesehatan masyarakat. Jenis makanan ini tinggi kalori, gula, dan pemanis tambahan, tetapi rendah nilai gizi, sehingga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes mellitus tipe 2, kerusakan gigi, gangguan kepadatan tulang, dan keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik. Artikel ini mengkaji dampak negatif konsumsi makanan dan minuman berpemanis buatan terhadap gizi, kesehatan, dan pertumbuhan balita, serta memberi gambaran tentang pentingnya pengendalian konsumsi gula tambahan pada masa awal kehidupan. Kata Kunci: makanan dan minuman berpemanis buatan, balita, gizi, kesehatan
Diabetes Melitus Tipe 2 pada Anak-Anak Hingga Remaja: Ayu Tiara Fitri, Putri Damayanti Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp137-141

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu jenis penyakit yang tidak menular dan dikatagorikan sebagai penyakit metabolik kronis. Sebelumnya DM tipe 2 ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa namun kini banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Penyebab peyakit ini dapat terjadi karena peningkatan glukosa dalam darah (hiperglikemi) akibat dari adanya kelainan pada sekresi insulin yang biasa terjadi pada DM tipe 1 atau diakibatkan karena resistensi insulin yang biasa terjadi pada DM tipe 2. Faktor risiko yang terjadi ketika seorang anak terdiagnosis DM antara lain berat badan yang berlebih atau obesitas, usia, gaya hidup sedentary, paparan diet tinggi gula dan lemak sejak usia dini, dan riwayat keluarga dengan diabetes. Pendekatan pencegahan dari penyakit ini dapat dilakukandengan cara mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga juga gaya hidup yang sehat. Kata Kunci: Diabetes melitus, Anak-anak, Remaja, Faktor risiko, Pencegahan
Efek Polimorfisme Genetik terhadap Respon Nutrisi dalam Perspektif Nutrigenomik: Sebuah Tinjauan: Reny Arienta Putri, Nixon Steven, Morica Angellia Shyama Putri, Rini Kristiani, Linda Septiani, Hesti Yuningrum Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp142-145

Abstract

ariasi genetik individu, termasuk single nucleotide polymorphisms (SNP), memiliki peran penting dalam respons tubuh terhadap nutrisi dan risiko penyakit. SNP dapat memengaruhi metabolisme, sensitivitas, dan preferensi makanan, meskipun tidak secara langsung menyebabkan penyakit. Dalam konteks nutrigenomik, interaksi antara nutrisi dan variasi genetik memungkinkan pengembangan strategi diet personal untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit kronis. Tinjauan literatur inimengeksplorasi efek SNP terhadap respon nutrisi, dengan menggunakan delapan artikel yang relevan dari berbagai database akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa SNP berperan dalam berbagai kondisi, seperti sensitivitas makanan, intoleransi laktosa, defisiensi vitamin B12, kelainan kadar selenium, serta risiko obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes melitus tipe 2 dan PCOS. Gen FTO, misalnya, dikaitkan dengan risiko obesitas dan memerlukan intervensi nutrisi yang lebih terarah. Pengetahuan tentang efek SNP terhadap metabolisme dan respon nutrisi memberikan peluang untuk menyusun rekomendasi diet berbasis genetik individu. Namun, tantangan besar masih ada dalam penerapan informasi genetik ini untuk mendukung kesehatan masyarakat secara luas. Dalam perspektif nutrigenomik, eksplorasi efek polimorfisme genetik terhadap respons nutrisi memberikan peluang besar untuk mengembangkan pendekatan berbasis genetik guna mempersonalisasi strategi diet Kata Kunci: Polimorfisme, Nutrigenomik, Nutrigenetik, Respon Nutrisi.
Studi Kasus: Tumor Glomus Penyebab Nyeri kronik Jari Tangan: Syahrul Hamidi Nasution, Sofyan Musyabiq Wijaya, Risti Graharti, Septia Eva Lusina Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp146-148

Abstract

Tumor Glomus adalah neoplasma jaringan lunak yang langka dan biasanya jinak. Aparatus glomus (atau badan glomus) adalah bagian dari lapisan dermal kulit dan berperan membantu dalam pengaturan suhu. Tumor glomus mewakili 1 hingga 5% dari semua tumor jaringan lunak di tangan dan jari. Masalah utama tumor glomus adalah waktu diagnosis rata-rata yang lama dari timbulnya gejala hingga diagnosis ditegakkan kurang lebih 7 tahun. Pasien tumor glomus sering salah didiagnosis dandiberi resep analgetik selama bertahun-tahun. Laporan kasus seprang wanita 66 tahun mengeluh nyeri kronik yang hilang timbul (skala nyeri: 8) pada jari manis tangan kiri sejak 7 tahun berturut. Setelah didiagnosa tumor glomus dan dilakukan operasi eksisi tumor dalam 4 bulan kemudian nyeri hilang (skala nyeri: 0) tanpa obat analgetik. Pengobatan tumor glomus adalah pembedahan (eksisi) . Tingkat operasi ulang telah dilaporkan sebesar 12-24%, namun eksisi yang hati-hati dan lengkap pada lesi yang berkapsul baik biasanya kuratif.Kata Kunci : Eksisi, nyeri kronik, tumor glomus.
Rekonstruksi Wajah Primer Setelah Trauma; Keterlibatan Saluran Nasolakrimal dan Penanganannya: Muhammad Maulana, Aisyah Aditia Putri Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp149-152

Abstract

Trauma wajah kompleks akibat trauma yang melibatkan jaringan sekitar sangat berpengaruh pada kondisi pasien. Trauma kompleks membutuhkan penanganan yang kompleks juga serta memberikan tantangan bagi ahli bedah yang berusaha memenuhi harapan pasien untuk mencapai fungsi dan hasil terbaik. Pemeriksaan fisik dan diagnostik yang detail membantu untuk menentukan jaringan dan struktur wajah yang akan diperbaiki. Laporan kasus ini membahas pendekatan pada penanganan rekonstruksi wajah dengan keterlibatan saluran nasolakrimal pasien paska trauma. Pasien E, laki-lakiusia 28 tahun datang ke unit gawat darurat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, pasien terkena pecahan kaca dan merobek bagian wajah, pada pemeriksaan fisik regio facial terdapat multiple laserasi pada frontal, glabella, nasal, malar dan periorbita, pada pemeriksaan detail jaringan periorbita ditemukan adanya laserasi pada kelopak dan saluran lakrimal tepatnya bagian common canaliculli yang membutuhkan penatalaksanaan cepat untuk menjaga fungsi lakrimal tetap baik dan mencegah kerusakan lumen yang bersifat irreversible. Tindakan rekonstruksi dilakukan dengan menutup langsung luka terbuka dan identifikasi saluran lakrimal, eksplorasi saluran lakrimal dan pemasangan selang silicon dilakukan segera untuk restorasi saluran lakrimal dan mencegah stenosis saluran lakrimal. Kata kunci: Trauma wajah, Laserasi Nasolakrimal, Rekonstruksi wajah.
Peran Interleukin Pada Mekanisme Imunologis Asma Wibowo, Adityo
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp155-161

Abstract

Asma merupakan penyakit kronik saluran napas yang disebabkan inflamasi dan penyempitan saluran napas yang umumnya reversibel. Penyakit ini menyebabkan gejala sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat di dada. Gejala asma dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan seringkali dipicu oleh beberapa faktor internal maupun eksternal. Asma akan menunjukkan gejala utama berupa hiperreaktivitas saluran napas terhadap rangsangan yang masuk seperti alergen, polutan, udara dingindan aktivitas fisik. Obstruksi saluran napas yang muncul pada asma terkait dengan beberapa mekanisme inflamasi kronik dengan keterlibatan berbagai sel. Eosinofil, sel mast, limfosit dan neutrofil menjadi beberapa sel yang diketahui paling sering mempengaruhi derajat berat asma. Namun ternyata mediator inflamasi seperti sitokin memiliki peran yang penting dalam patogenesis asma karena bekerja spesifik sebagai mediator inflamasi dan memengaruhi pembentukan dan pemeliharaan inflamasi, dan menyebabkan eksaserbasi asma. Interleukin sebagai bagian dari sitokin menjadi fokus yang harus diperhatikan fungsinya pada kondisi asma, khususnya asma berat. Kata Kunci : Asma, interleukin, mekanisme imunologi.
Tingkat Keparahan Dysmenorrhea pada Remaja Putri di SMAN 7 Bandar Lampung: Suryani Agustina Daulay Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp162-166

Abstract

Dysmenorrhea merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha. Bagi setiap remaja putri yang akan memasuki masa menstruasi. Nyeri menstruasi atau dysmenorrhea sering dialami oleh beberapa wanita khususnya di usia reproduktif, bahkan angka kejadian dysmenorrhea di dunia sangat besar. Beberapa perempuan yang merasakan sakit yang tidak tertahankan saat menstruasi dapat berpengaruh terhadap aktivitas harian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Adapun lokasi penelitian adalah di SMAN 7 Bandar Lampung 2024. Pada penelitian ini populasinya adalahremaja putri yang mengalami dysmenorrhea. Pada penelitian ini, data primer digunakan, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat keparahan dysmenorrhea. Alat pengumpul data dalam penelitian menggunakan kuesioner menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dengan menyajikan persentase yang disajikan pada tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar responden merasakan nyeri sedang saat Dysmenorrhea yaitu sebanyak 22 responden (73,3%), Dysmenorrhea pada tingkat nyeri berat yaitu sebanyak 4 responden (13,3%), Dysmenorrhea pada tingkat nyeri ringan yaitu sebanyak 3 responden (3%), dan Dysmenorrhea pada tingkat nyeri sangat berat yaitu sebanyak 1 responden (3,3%). Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan program yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang dysmenorrhea melalui penyuluhan kesehatan, diskusi kesehatan, seminar ataupun kegiatan ilmiah kesehatan bagi remaja putri. Kata kunci: dysmenorrhea, remaja putri
Karakteristik Sosial-Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Perkebunan Kopi di Dusun Kluncing, Desa Sukorejo, Kabupaten Bondowoso: Fitria Putri Wardani1, Keysa Churriyyatul Haris, Dela Puspita, Nabila Hestya Putri, Reny Nur Risa, Nafila Oktavia Khairunnisa, Sonya Hayu Indraswari, Vadira Rahma Sari Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp167-174

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, termasuk sektor perkebunan dan pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakatnya. Jawa Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terkemuka di Indonesia dengan Kabupaten Bondowoso menjadi salah satu sentra produksi kopi yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum karakteristik masyarakat perkebunan di Dusun Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani kopi dengan pendapatan bulanan antara Rp1.000.000–Rp3.000.000. Sebagian besar responden memiliki pola makan teratur, namun variasi makanan masih terbatas. Masalah kesehatan, seperti diare,masih ditemukan akibat tantangan sanitasi. Sementara itu, akses pelayanan kesehatan sebagian besar mudah dijangkau, namun beberapa masyarakat masih menghadapi keterbatasan. Masalah sosial mencakup kurangnya keterampilan pengelolaan kopi, sementara masalah lingkungan melibatkan limbah kopi yang tidak terkelola dengan baik dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati, seperti perburuan burung Dadap.
Dinamika dan Fungsi Mikrobioma Paru: Nisa Karima, Gatot Sudiro Hendarto2 Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v8i2.pp175-178

Abstract

Mikrobioma paru terdiri dari bacteriome, mycobiome, dan virome, telah mengubah pemahaman lama tentang paru sebagai lingkungan steril. Mikrobioma paru sehat didominasi oleh Streptococcus, Prevotella, dan Veillonella pada bacteriome; Candida pada mycobiome; dan fag pada virome. Komposisi ini dipengaruhi oleh aspirasi mikro dari orofaring, eliminasi mukosiliar, surfaktan alveolar, dan respons imun bawaan. Hubungan mikrobioma paru dengan mikrobioma orofaring dan usus memainkan peran penting, khususnya melalui sumbu usus-paru (gut-lung axis). Sumbu ini memungkinkan metabolitseperti short-chain fatty acids (SCFA) dari usus memodulasi imunologi paru, sementara molekul seperti LPS dari paru memengaruhi mikrobioma usus. Dalam kondisi penyakit, seperti PPOK, fibrosis paru, dan kanker paru, terjadi disbiosis mikrobioma dengan peningkatan Proteobacteria yang bersifat patogen, memicu inflamasi kronis dan kerusakan jaringan. Mikrobioma paru penting dalam homeostasis dan penyakit, serta berpotensi dalam pendekatan diagnostik dan terapeutik baru.
Dispepsia : Klasifikasi, Faktor Risiko, Patofisiologi dan Tatalaksana: Ade Yonata, Putri Sagita, Nurul Islamy, Lukman Pura Kedokteran, juke
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp1-6

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang mengarah pada penyakit/gangguan saluran pencernaan atas. Prevalensi uninvestigated dyspepsia dan dispepsia fungsional di Asia adalah 5-30%. Studi surveilans prospektif Domestic International Gastro Enterology Surveillance Study (DIGEST) menunjukkan bahwa sekitar 1/3 dari 5.500 orang mengeluhkan gejala dispepsia, 6,5% di antaranya adalah dispepsia akut dan 22,5% dispepsia kronik. Faktor risiko dispepsia sebagian besar berasal dari faktor diet dan gaya hidup. Faktor psikologis juga berperan dalam memicu dispepsia. Penyebab dispepsia fungsional bersifat heterogen dan multifaktorial, melibatkan gangguan motilitas, disfungsi sensorimotor akibat hipersensitivitas terhadap stimulus mekanik dan kimia, aktivasi sistem imun, peningkatan permeabilitas mukosa pada usus halus bagian proksimal, serta gangguan sistem saraf enterik dan otonom. Terapi dispepsia disesuaikan dengan jenisnya, yaitu terapi dispepsia organik meliputi dispepsia terkait GERD, ulkus peptikum terkait infeksi Helicobacter pylori dan penggunaan NSAID, serta terapi dispepsia fungsional. Kata Kunci: Dispepsia, dispepsia fungsional, dispepsia organik, GERD, H. pylorii